<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598</id><updated>2011-07-07T14:16:44.705-07:00</updated><category term='Manajemen Keperawatan'/><category term='Sistem Indra'/><category term='Sistem Persyarafan'/><category term='Asuhan Keperawatan Maternitas'/><category term='SKRIPSI KEDOKTERAN'/><category term='Sistem Reproduksi'/><category term='Sistem Perkemihan'/><category term='Asuhan Keperawatan Medikal Bedah'/><category term='Sistem Integumen'/><category term='Keperawatan Medikal Bedah'/><category term='Asuhan Keperawatan Gerontik'/><category term='SKRIPSI KESEHATAN'/><category term='Riset Keperawatan'/><category term='Keperawatan'/><category term='Asuhan Keperawatan THT'/><category term='Penyakit dan Obat'/><category term='SKRIPSI KEPERAWATAN'/><category term='ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN'/><category term='Kebutuhan Dasar Manusia'/><category term='Sistem Immunologi'/><category term='Psikologi'/><category term='Tentang SEXS'/><category term='KARYA TULIS ILMIAH'/><category term='Asuhan Keperawatan Mata'/><category term='Dokumentasi Keperawatan'/><category term='Asuhan Keperawatan Keluarga'/><category term='Sistem Pernafasan'/><category term='Asuhan Keperawatan Kulit'/><category term='Tahukah anda??'/><category term='Sistem Pencernaan'/><category term='Komunikasi Keperawatan'/><category term='Asuhan Keperawatan Jiwa'/><category term='Sistem Kardiovaskuler'/><category term='Sistem Muskuloskeletal'/><category term='Gizi'/><category term='Artikel Kedokteran'/><category term='Asuhan Keperawatan Anak'/><category term='Sistem Endokrin'/><category term='Asuhan Keperawatan Perkemihan'/><category term='Komentar Anda'/><category term='Prosedur Keperawatan'/><category term='Daftar KTI'/><title type='text'>Keperawatan Kebidanan Kedokteran</title><subtitle type='html'>Seputar Informasi Keperawatan,Kebidanan dan Kedokteran</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>139</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-1906191502467432834</id><published>2009-09-04T03:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T11:27:54.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Persyarafan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>ASKEP  NY. W DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN : STROKE ULANG KE-2 SAMA SISI e.c INFARK ATEROTROMBOLIK SISTEM KAROTIS KANAN FAKTOR RESIKO HYPERTENSI</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV Bab, viii, 109 Halaman, 2 Tabel, 4 Gambar, 1 Skema, 5 Lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya angka kejadian stroke yang mencapai 57,32 % (176 orang) yang merupakan prosentase paling tinggi dari seluruh kasus sistem persarafan di Ruang 19 A RS MM serta kompleks dan besarnya akibat yang ditimbulkan, hal ini yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan asuhan keperawatan pada Ny. W. Tujuan pembuatan karya tulis ini adalah mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem persarafan : Stroke Ulang Ke-2 Sama Sisi e.c Infark Aterotrombolik Sistem Karotis Kanan Faktor Resiko Hipertensi dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Stroke yaitu kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh terhentinya suplai darah kebagian otak. Masalah keperawatan yang timbul adalah gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi, ganguan mobilitas fisik, gangguan komunikasi verbal, gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi BAB, gangguan pemenuhan kebutuhan ADL dan resiko terjadinya stroke ulang berlanjut. Perencanaan disusun bersama keluarga sesuai dengan kemampuan klien dan keluarga. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada pelaksanaan, tidak semua tindakan dapat dilakukan secara maksimal yaitu latihan pergerakan aktif dan pasif / ROM dikarenakan kurangnya motivasi dari klien. Setelah dilakukan intervensi selama 5 hari, pada akhir evaluasi keenam masalah tersebut dapat teratasi dengan baik sesuai dengan tujuan dan kriteria yang telah direncanakan, namun ada satu diagnosa yang harus dilakukan tindakan secara kontinyu yaitu diagnosa gangguan mobilitas fisik, karena hal ini perlu tindakan yang terus menerus dan berkesinambungan untuk menghindari dampak yang mungkin muncul seperti kontraktur bahkan kecacatan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan stroke latihan aktif dan pasif / ROM sangatlah penting sehingga tindakan yang kontinyu dan berkesinambungan sangat diperlukan, oleh karena itu penulis merekomendasikan untuk perawat ruangan agar lebih sabar dan terampil dalam melatih klien dengan stroke, sementara untuk klien dan keluarga penulis merekomendasikan agar tetap melakukan latihan ROM secara teratur, disiplin dalam minum obat, makan sesuai diet dan kontrol secara teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka : 25 buah (1983-2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-1906191502467432834?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/1906191502467432834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=1906191502467432834' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1906191502467432834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1906191502467432834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/09/askpe-ny-w-dengan-gangguan-sistem.html' title='ASKEP  NY. W DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN : STROKE ULANG KE-2 SAMA SISI e.c INFARK ATEROTROMBOLIK SISTEM KAROTIS KANAN FAKTOR RESIKO HYPERTENSI'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-3650243447219928341</id><published>2009-09-04T03:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T03:07:28.744-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Pencernaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>Asuhan Keperawatan Pada Ny. I dengan Gangguan Sistem Pencernaan : Nyeri Perut Kanan Bawah Akibat Apendikcitis Akut Di Ruang D3 Bedah RSU DD</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4 bab, 65 halaman, 2 lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian gangguan sistem pencernaan : apendikcitis di Ruang D3 Bedah Rumah Sakit Umum Daerah DD yaitu sekitar 42,1%. Adapun tujuan yang ingin dicapai, yaitu mendapatkan gambaran tentang asuhan keperawatan pada Ny. I dengan gangguan sistem pencernaan nyeri perut kanan bawah akibat apendikcitis akut di Ruang D3 Bedah Rumah Sakit Umum DD. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode studi kasus. Apendikcitis adalah suatu peradangan yang mengenai semua lapisan dinding organ tersebut. Masalah keperawatan dalam teori adalah gangguan rasa nyaman nyeri, resiko tinggi terhadap infeksi, resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan, gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, gangguan istirahat tidur, intoleran aktivitas dan resiko terhadap konstipasi. Masalah keperawatan yang muncul pada Ny. I adalah nyeri, perubahan nutrisi kurang, gangguan perawatan kuku dan resiko terjadi infeksi. Intervensi yang direncanakan adalah ajarkan teknik relaksasi, menganjurkan klien makan sedikit tapi sering, mengajarkan tentang perawatan kuku dan merawat luka.&lt;span class="fullpost"&gt; Kesimpulan yang diperoleh penulis setelah melakukan asuhan keperawatan secara langsung adalah pada pengkajian terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus Ny. I yaitu, riwayat kesehatan sekarang dan pemeriksaan fisik. Pada diagnosa keperawatan terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus Ny. I yaitu resiko kekurangan cairan, gangguan istirahat tidur, intoleran aktivitas, dan resiko terhadap konstipasi. Pada perencanaan terdapat diagnosa nyeri perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dan resti infeksi. Pelaksanaan yang ada ditahap perencanaan dilakukan tanpa ada hambatan. Semua diagnosa keperawatan yang muncul dapat teratasi. Saran untuk institusi pendidikan yaitu hendaknya pihak institusi pendidikan menyediakan buku-buku tentang apendiktomy, sehingga penulis dapat menggunakan literatur tersebut, untuk perawat ruangan diharapkan dapat melengkapi alat-alat yang dibutuhkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien apendiktomy, dan lebih ditingkatkan sistem pendokumentasian asuhan keperawatan. Untuk klien dan keluarga dapat lebih memahami cara perawatan luka yang baik agar bisa melakukan sendiri pada saat di rumah dengan cara, untuk siswa agar lebih ditingkatkan dalam hal pengkajian dan kemampuan membina hubungan saling percaya dengan klien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka : 11 buah ( 1999-2009 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-3650243447219928341?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/3650243447219928341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=3650243447219928341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3650243447219928341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3650243447219928341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/09/asuhan-keperawatan-pada-ny-i-dengan.html' title='Asuhan Keperawatan Pada Ny. I dengan Gangguan Sistem Pencernaan : Nyeri Perut Kanan Bawah Akibat Apendikcitis Akut Di Ruang D3 Bedah RSU DD'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-7788997669199547926</id><published>2009-08-10T10:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T10:34:05.068-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Integumen'/><title type='text'>PEMFIGUS  VULGARIS</title><content type='html'>A. PENGERTIAN PEMFIGUS  VULGARIS&lt;br /&gt;Pemfigus ialah kumpulan penyakit berbula kronik (lepuh) dengan berbagai ukuran (mis: 1-10 cm) pada kulit yang tampak normal dan membran mukosa (mis; mulut,vagina), berdinding kendur, terletak intra epidermal, dan dapat mengakibatkan fatal.&lt;br /&gt;Pemfigus Vulgaris merupakan salah satu dari empat jenis pemfigus yang termasuk jenis kelainan dermatitis vesikobulosa kronik yang ditandai terutama oleh adanya vesikel dan bula.&lt;br /&gt;Menurut letak celah pemfigus dibagi menjadi dua :&lt;br /&gt;1). Disuperbasal ialah pemfigus vulgaris dan variannya pemfigus vegetans.&lt;br /&gt;2). Di stratum granulosum ialah pemfigus foliaseus dan variannya pemfigus eritematosus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. EPIDEMIOLOGI &lt;br /&gt;Pemfigus vulgaris (P.V) merupakan bentuk yang paling sering dijumpai (80 % semua kasus).penyakit ini tersebar diseluruh dunia dan dapat mengenai semua bangsa dan ras. frekuensinya pada kedua jenis kelamin dama. umumnya mengenai umur pertengahan (decade ke-4 dan ke-5), tetapi dapat juga mengenai semua umur, termasuk juga anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;C. ETIOLOGI &lt;br /&gt;Etiologi yang pasti semua penyakit pemfigus masih belum diketahui. Akhir-akhir ini D-penisilamin telah disebutkan sebagai faktor etiologi yang dapat menginduksikan pemfigus pada penderita yang mendapatkan obat ini. Penemuan auto-antibody didalam serum penderita pemfigus telah membuktikan bahwa penyakit ini mempunyai hubungan dengan autoimunitas. Juga dapat ditemukan bersama-sama dengan penyakit autoimun lainnya, misalnya lupus eritematosus sistemik, pemfigoid bulosa, miastenia gravis, timoma, dan anemia pernisiosa. penderita pemfigus vulgaris memperlihatkan peningkatan insidens fenotif  H.L.A. –A 10 dan H.L.A. –Bw 13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PATOGENESIS&lt;br /&gt;Semua bentuk Pemfigus mempunyai sifat yang sangat khas, yaitu :&lt;br /&gt;1. Hilangnya kohesi sel-sel epidermis (akan tolisis)&lt;br /&gt;2. adanya antibody igG terhadap antibody determinan yang ada pada permukaan keratonosit yang sedang berdiferensiasi.&lt;br /&gt;Mekanisme sebenarnya pembentukan autoantibody ini masih belum jelas, penyelidikan mutakhir telah memberikan petunjuk adanya hubungan sebab akibat antara antibody Pemfigus dan proses akantosisi, pada kultur sel efidermis manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. GEJALA  KLINIS&lt;br /&gt;Keadaan umum penderita biasanya buruk. penyakit dapat mulai sebagai lesi dikulit kepala yang berambut atau rongga mulut kira-kira pada 60 % kasusu, berupa erosi yang disertai pembentukan krusta, sehingga sering salah didiagnosa sebagai pioderma pada kulit kepala yang berambut atau dermatitia dengan infeksi skunder. lesi di tempat tersebut bisa berbulan-bulan sebelum timbul bula generalisata.&lt;br /&gt;Semua penyakit tesebut memberi gejala yang khas, yaitu ;&lt;br /&gt;1. Pembentukan bula yang kendur pada kulit yang umumnya terlihat normal dan mudah pecah.&lt;br /&gt;2. Pada penekanan, bula tersebut meluas (tanda nikolsky positif)&lt;br /&gt;3. Akantolisis selalu positif.&lt;br /&gt;4. Adanya antibody tipe IgG terhadap antigen interselular di epidermis yang dapat ditemukan dalam serum, maupun terikat diefidermis&lt;br /&gt;Semua selaput lendir dengan epitel skuama dapat diserang, yakni selaput lender konjungtiva, hidung, farings, larings, esofaring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. KOMPLIKASI&lt;br /&gt;Komplikasi yang paling sering pada Pemfigus Vulgaris terjadi ketika proses penyakit tersebut menyebar luas. Sebelum ditemukannya kostikosteroid dan terapi imunosupresif. Pasien sangat rentan terhadap infeksi bakteri sekunder. Bakteri kulit relative mudah mencapai bula karma bula mengalami perembesen cairan, pecah, dan meningggalkan daerah yang terkelupas terbuka terhadap lingkungan. &lt;br /&gt;Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit terjadi akibat kehilangan cairan serta protein ketika bula mengenai rupture. Hipoalbuminemia lazim dijumpai kalau proses penyakitnya mencakup daerah kulit tubuh dan membran mukosa yang luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. EVALUASI DIAGNOSTIK&lt;br /&gt;Spesimen dari bula dari kulit sekitarnya akan memperlihatkan akantolisis (pemisahan sel-sel epidermis satu dengan yang lainnya karena kerusakan atau abnormalitas substansi intrasel). Antibodi yang beredar (antibody pemfigus) dapat dideteksi lewat imunosupresan terhadap serum pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. PENATALAKSANAAN&lt;br /&gt;Tujuan terapi adalah mengendalikan secepat mungkin, mencegah hilangnya serum serta terjadinya infeksi sekunder, dan meningkatkan pembentukan epitel kulit (pembaruan jaringan epitel).&lt;br /&gt;Kortikosteroid diberikan dalam dosis tinggi untuk mengendalikan penyakit dan menjaga agar kulit bebas dari bula. Kadar dosis yang tinggi dipertahankan sampai kesembuhan terlihat jelas. Pada sebagian kasus terapi ini, harus dipoertahankan seumur hidup penderitanya. &lt;br /&gt;Kortikosteroid diberikan bersama makanan taua segera setekah makan, dan dapat disertai dengan pemberian antacid sebagai pemberian profilaksis untuk mencegah komplikasi lambung. Yang penting pada penatalaksanaan tyerapetik adalah evaluasi berat badan, tekanan darah, kadar glukosa darah, dan keseimbvangan cairan setiap hari.&lt;br /&gt;Preparat Immunosupresif (azatriopi, siklofosfomid) dapat diresepkan dokter untuk mengendalikan penyakit dan mengurangi takaran kortikosteroid. Plasma feresis (pertukaran plasma) secara temporer akan menurunkan kdar anti bodi serum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENGKAJIAN&lt;br /&gt;1. Biodata&lt;br /&gt;a. Data demografi&lt;br /&gt;1) Usia , penting karena perubahan system integument berkaitan dengan perubahan usia (aging proses)&lt;br /&gt;2) Suku bangsa, penting beberapa variasi penampilan kulit dimanifestasikan sesuai dengan suku dan bangsa dan bisa abnormal untuk suku dan bangsa yang lain dan normal bagi suku bangsa itu sendiri.&lt;br /&gt;3) Pekerjaan, hobi dapat memberikan informasi tentang paparan sinar matahari atau zat kimia, iritasi, zat / substansi yang abrasive, dan lingkunan yang menjadi masalah bagi kulit.&lt;br /&gt;b. Identitas Penanggung jawab&lt;br /&gt;2. Riwayat kesehatan :&lt;br /&gt;a. keluhan utama : keluhan yang paling dirasakan oleh klien&lt;br /&gt;1)  Gatal&lt;br /&gt;2). Adakah lesi&lt;br /&gt;3). Nyeri&lt;br /&gt;4). Adakah bercak&lt;br /&gt;5). dan panas&lt;br /&gt;b. Riwayat kesehatan sekarang : dikembangkan dengan PQRST&lt;br /&gt;1) Kapan klien pertama kali mendapatkan masalah kulit ?&lt;br /&gt;2) Bagian tubuh mana yang pertama kali kena&lt;br /&gt;3) Apakah masalah menjadi lebih baik atau buruk&lt;br /&gt;4) Apakah sebelumnya mempunyai kondisi yang sama ? jika ya, dapatkah klien menggambarkan penyebabnya yang spesifik dan bagaimana menggambarkan penatalaksanaannya.&lt;br /&gt;5) Apakah masalah yang dialami disertai masalah lain misalnya : panas, gatal, rasa terbakar, muntak, nyeri tenggorokan, dingin dan kaku.&lt;br /&gt;c. Riwayat kesehatan masa lalu : &lt;br /&gt;1) Apakah klien mempunyai masalah medis baik saat ini maupun sebelumnya ? &lt;br /&gt;2) Apakah klien alergi sistemik atau mendapatkan pengobatan topical, jika ya, dapatkah klien menggambarkan reaksinya ?&lt;br /&gt;3) Obata apa yang diberikan saat itu, berapa dosisnya, frekwensinya, dan kapan terakhir minum obat ?&lt;br /&gt;4) Apakah klien ada alergi terhadap kosmetik ?&lt;br /&gt;5) Apakah klien mempunyai alergi makanan ? jika ya, sebutkan jenis makanannya !&lt;br /&gt;d. Riwayat kesehatan keluarga :&lt;br /&gt;1) Apakah ada keluarga yang mempunyai riwayat alergi ?&lt;br /&gt;2) Apakah ada anggota keluarga yang saat ini mempunyai masalah kulit ? jika ada kapan mulai terserang ? sudah berobat atau belum ?&lt;br /&gt;e. Genogram&lt;br /&gt;1) Perlu untuk mengetahui apakah dikeluarga ada yang mempunyai penyakit keturunan ?&lt;br /&gt;2) Untuk mengetahui apakah dikeluarga ada yang menderita penyakit kulit yang menular ? &lt;br /&gt;3. Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;Dalam pemeriksaan fisik pada pengkajian system integument teknik yang digunakan yaitu : inspeksi dan palpasi, yaitu untuk memperoleh informasi : warna kulit, skin temperature, sensasi, kelembaban, tekstur, turgor, skin integritas, kebersihan serta kuantitas dan kualitas. &lt;br /&gt;a. Warna kulit &lt;br /&gt;Teknik yang digunakan adalah inspeksi bagaimana warna kulitnya ? kecoklatan, kebiruan, kemerahan, kekuning-kuningan atau pucat. kulit yang normal bahan dasarnya : melanin, keratin, HB. Jika ditemukan kulit yang pucat disebabkan oleh :&lt;br /&gt;1) Anoreksia berat sehingga meningkatkan Heart rate&lt;br /&gt;2) Anoreksia berat disertai menurunnya Heart rate&lt;br /&gt;3) Sianosis mungkin karena kekurangan O2&lt;br /&gt;4) Joundice mungkin adanya peningkatan kadar bilirubin.&lt;br /&gt;Ispeksi mengenai vaskularisasi dan perdarahan atau luka pada kulit, jika ada lesi maka identifikasi mengenai :&lt;br /&gt;1) Warna&lt;br /&gt;2) Tipe dari gangguan : macula , papula, vesikula, borok / tukak, ukuran.&lt;br /&gt;3) Konfigurasi / gronjang&lt;br /&gt;Inspeksi untuk warna dan pigmentasi : ras harus diperhatikan.Pucat :Anemia sehubungan dengan menurunnya aliran darah pada area tersebut yang diakibatkan oleh perdarahan. Dapat dilihat dari :conjungtoiva, membran mukosa, kuku, telapak tangan,. jika ada kemerahan mungkin ada peningkatan aliran darah pada daerah tersebut karena ada peradangan&lt;br /&gt;b. Skin temperature&lt;br /&gt;Untuk mengkaji temperature kulit maka yang dapat kita lakukan adalah dengan cara palpasi.Dengan mengkaji temperature kulit kita dapat mengetahui :&lt;br /&gt;1) Indikasi yang menunjukan keadaan sirkulasi darah dan suhu tubuh .&lt;br /&gt;2) Menurunnya temperature dapat diakibatkan oleh menurunnya aliran darah yang disebabkan oleh aterosklerosis oleh karena thrombus.&lt;br /&gt;3) Meningkatnya temperatur oleh factor internal&lt;br /&gt;c. Sensasi&lt;br /&gt;Salah satu fungsi kulit adalah sebagai perasa, maka kita harus mengkaji sensasi tersebut apakah kilit klien peka terhadap nyeri, sentuhan dan rasa gatal. Tekhnik yang digunakan adalah dengan memeberikam rangsangan pada kulit klien, rangsangan yang diberikan bisa halus atau kasar.&lt;br /&gt;d. Kelembaban&lt;br /&gt;Untuk melihat kelembaban kita menggunakan teknik inspeksi dan palpasi,Apakah kulitnya basah tau berminyak? Bagaimana keadaanya didaerah telapak tangan, kaki dan muka. Kelembaban kulit tregantung pada : aktifits, temperature, status emosi, usia, latihan, demam, lingkungan, kecemasan,. Kulit berminyak memudahkan timbulnya jerawat, seborrhea. Kulit yang pecah-pecah timbul karena kulit kering. &lt;br /&gt;e. Tekstur kulit&lt;br /&gt;Kelembutan dan kekasaran kulit dapat dilihat melalui inspeksi, palpasi. Kekasaran dan ketebalan kulit dapat terjadi karena tekanan, friksi dan iritasi.Adanya perubahan tekstur dan ketebalan kulit menunjukan adanya penyakit, misalnya ; kulit kering dan kasar karena hipotyroidism dan kulit lembut serta halus karena hyperthyroidism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Turgor kulit&lt;br /&gt;Dapat dikaji dengan cara observasi dan palpasi, apabila turgor kulit dinilai jelek makamenunjukan adanya : &lt;br /&gt;1) Kurang cairan dan menurunnya jaringan lemak subkutan.&lt;br /&gt;2) Berat badannya menurun dan aging menyebabkan kuliut tidak elastis, untuk mengetahui turgor kulit dilakukan dengan cara kita mencubit kulit tersebut ( pada area tertentu ).&lt;br /&gt; Normal  : Jika segera kembali.&lt;br /&gt; Abnormal : Lambat, tidak kembali menunjukan &lt;br /&gt;    adanya dehidrasi&lt;br /&gt; Edema  : Dipalpasi terdapat lekukan.&lt;br /&gt;Sedangkan jika terjadi suatu edema pada kulit klien, jika dipalpasi maka kita dapat mengklasifikasikan tingkatan oedema sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Barlry Detektable (1+).&lt;br /&gt;2) Identasion of les than 5 mm (2+) kurang dari 5 mm.&lt;br /&gt;3) Identasion of 5 than 10 mm (3+) diantara 5 sampai 10 mm&lt;br /&gt;4) identason of more than 1 cm (4+) lebih dari 4 cm.&lt;br /&gt;Bila ada edema maka kulit akan terlihat mengkilat dan tegang&lt;br /&gt;g. Integritas kulit&lt;br /&gt;Untuk mengkaji atau melihat integritas kulit(keutuhan kulit) dilakukan dengan cara inspeksi dan palpasi yang dikaji adalah apakah lesi atau tidak jika ada bagaimana lokasi, warna, ukuran konfigurasi, morfologi dan perubahan lainnya.&lt;br /&gt;h. Rambut&lt;br /&gt; Untuk mengkaji kebersihan rambut, kita menggunakan teknik inspeksi dan palpasi. warna rambut , kebersihan rambut merupakan reaksi dari konsep diri, kebudayaan dan kebisaan.&lt;br /&gt;Apakah terdapat pedikulus atau tidak? berketombe/tidak? kaji mengenai tekstur dan kualitas rambut, apakah tekstur rambut berubah, bila berubah menandakan adanya penyakit, misalnya; kulit kering dan kasar karena hipotyroidism dan kulit lembut serta halus karena hyperthyroidism. Dan rambut mudah dicabut adanya malnutrisi. Kuantitas dan warna rambut menandakan status gizi seseorang.&lt;br /&gt;i. Kuku&lt;br /&gt; Area yang dikaji pada kuku adalah: warna, contour, konsistensi, kelekatan, palpasi untuk mengetahui CRT (Capillary Refilling Time) pada daerah kuku, normalnya kembali &lt; 3 detik. Kaji ketebalan kuku, karena ketebalan kuku dapat dipengaruhi oleh trauma, inspeksi dan nutrisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pola aktivitas sehari-hari&lt;br /&gt;1). Kaji tentang kebiasaan makan klien sebelum sakit, mengenai jenis makanan yang sering dimakan,dan minuman yang sering diminum. &lt;br /&gt;2). Tanyakan apakah ada makanan yang menimbulkan alergi.&lt;br /&gt;3). Kaji apakah klien pernah melakukan diet ketat&lt;br /&gt;4). Tanyakan pada klien tentang kebiasaan mandi, penggunaan air dan jenis  sabun yang biasa digunakan&lt;br /&gt;5). Kaji kebiasaan klien apakah suka olahraga. jika ya, tanyakan jenis olahraganya&lt;br /&gt;6). Berapa kali klien keramas dalam seminggu&lt;br /&gt;7). Apakah klien suka rutin menggunting kuku&lt;br /&gt;8). Berapa kali klien ganti baju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Riwayat Psikososial&lt;br /&gt;1). Apa pekerjaan klien?&lt;br /&gt;2). Bagaimana kegiatan rekreasinya?&lt;br /&gt;3). Dimana klien tinggal, bagaimana lingkungan rumahnya?&lt;br /&gt;4). Kaji tentang gaya hidup, suka merokok atau minum alcohol?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Data Penunjang&lt;br /&gt;Dermatologi merupakan keahlian yang orientasinya visual, disamping mendapatkan pasien, pemeriksa juga dapat melakukan pemeriksaan terhadap lesi primer dan sekunder, dan konfigurasi dan kontribusi lesi. prosedur diagnostic tertentu dapat pula digunakan untuk mengenali kelainan kulit, prosedur yang biasanya digunakan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Biopsy &lt;br /&gt;a). Punch Biopsy&lt;br /&gt;Prosedur sederhana untuk mendapatkan jaringan guna pemeriksaan histopatologis. dipilah lesi yang dewasa tumbuh sempurna, pilih lesi paling awal, dan atap usahakan utuh. &lt;br /&gt;b). Shave Biopsy&lt;br /&gt;Mengambil bagian kulit yang menonjol atau meninggi bermanfaat untuk biopsy berbagai tumor epidermis.&lt;br /&gt;c). Biopsy eksisi cirurgis&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan jaringan yang meliputi tebalnya kulit misalnya eritema , nodusum.&lt;br /&gt;2) Kuret&lt;br /&gt; Cara sederhana untuk pengambilan lesi kulit yang benigna seperti kutil.&lt;br /&gt;3) Usapan sitologi&lt;br /&gt;Bermanfaat dalam diagnosa penyakit bulosa, erupsi virus yang solid maupun yang vesikuler. &lt;br /&gt;4) Kerokan dan biakan jamur&lt;br /&gt;Konfirmasi segera terhadap adanya infeksi jamur dengan penemuan organisme secara mikroskopis pada lesi berskuama, dari kulit kepala, sudut mulut, aksila, pantat, dan lain-lain. &lt;br /&gt;5) Pemeriksaan dengan sinar wood&lt;br /&gt;Untuk menemukan infeksi jamur :&lt;br /&gt;a). Mengontrol dan menemukan jamur kulit kepala&lt;br /&gt;mikrosporum audovini dan mikrosporum canis akan berfluorsensi hijau kebiruan cerah.&lt;br /&gt;b). Penemuan infeksi jamur lain&lt;br /&gt;Tinea vesikolor dapat berfluorsensi kuning emas. perubahan pigemn yang menyertai dapt terlihat jelas.&lt;br /&gt;c). Penemuan infeksi jamur&lt;br /&gt;d). Penentuan kelainan pigmen&lt;br /&gt;Sinar ulsi akan berfluorsensi putih kebiruan, digunakan dalam pemeriksaan penderita vertiligo, albilisme, lepra, dan hiperpigmentasi lainnya&lt;br /&gt;e). Penentuan obat&lt;br /&gt;6) Patch testing&lt;br /&gt;Digunakan untuk membuktikan dan menegakkan diagnosa sensitifitas alergi.&lt;br /&gt;Hasil yang dinilai adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1 + : Hanya eritema&lt;br /&gt;2 + : Ertema dan papula&lt;br /&gt;3 + : Eritem dan papula, vesikula kecil&lt;br /&gt;4 + : Semua diatas dan vesikulor besar, bulae dan ulserasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-7788997669199547926?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/7788997669199547926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=7788997669199547926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7788997669199547926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7788997669199547926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/pemfigus-vulgaris.html' title='PEMFIGUS  VULGARIS'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-2192333034323560630</id><published>2009-08-10T10:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T10:21:31.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Endokrin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>Askep pada klien Ny. M dengan Gangguan system Endokrin akibat Diabetes Mellitus Type2 dan Ulkus Diabeticum di Ruang Anyelir RSUD CC</title><content type='html'>ABSTRACT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vii, IV Bab, 87 Halaman, 1 Tabel, 4 Gambar, 5 Lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus diabetes mellitus di Ruang Anyelir RSUD Bayu Asih Purwakarta merupakan peringkat ke-7, hal ini perlu mendapatkan perhatian besar karena bisa menyebabkan komplikasi seperti serangan jantung, payah ginjal, stroke dan gangren apabila penanganannya tidak tepat. Ini merupakan alasan utama yang melatarbelakangi pengambilan judul dalam karya tulis ilmiah ini. Tujuan karya tulis ini agar penulis mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada klien diabetes mellitus meliputi pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Metoda yang digunakan adalah deskriptif berbentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Diabetes mellitus adalah gangguan kronis yang ditandai dengan karbohidrat dan lemak yang ditandai dengan kekurangan insulin. Masalah keperawatan yang ditemukan pada       Ny. M yaitu : Gangguan metabolisme karbohidrat, gangguan integritas jaringan, gangguan pemenuhan ADL (personal hygiene), ketidakmampuan, resiko tinggi injuri. Perencanaan ditujukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut seperti pemberian insulin, perawatan luka, pemenuhan ADL (personal hygiene), penyuluhan. Pelaksanaan yang dilakukan berupa membina hubungan saling percaya dengan klien dan keluarga serta membantu mengatasi masalah yang ditemukan dan menindaklanjuti dari perencanaan keperawatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Evaluasi masalah keperawatan yang belum teratasi : gangguan integritas jaringan dan gangguan metabolisme karbohidrat, karena masih perlu memerlukan perawatan lebih lama serta penulis menyerahterimakan tugas kepada perawat ruangan. Kesimpulan askep yang dilakukan pada Ny. M mencakup perawatan luka, meningkatkan pengetahuan klien, pencegahan terjadi injuri, mengontrol gula darah. Tidak semua masalah keperawatan secara teoritis akan dapat ditemukan pada setiap klien, hal ini tergantung dari berat atau tidaknya kondisi klien tersebut. Rekomendasi untuk ruang Anyelir agar meningkatkan kerjasama dengan bagian farmasi dalam penyediaan obat-obatan sehingga dapat optimal dalam memberikan pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka :  16 buah (1979-2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-2192333034323560630?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/2192333034323560630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=2192333034323560630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2192333034323560630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2192333034323560630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/askep-pada-klien-ny-m-dengan-gangguan.html' title='Askep pada klien Ny. M dengan Gangguan system Endokrin akibat Diabetes Mellitus Type2 dan Ulkus Diabeticum di Ruang Anyelir RSUD CC'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-6923213424850193924</id><published>2009-08-10T09:23:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T09:27:49.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>“Asuhan Keperawatan pada klien An. S (5 ½ tahun) dengan MORBILI diruang Kemuning RSUD CC”</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV Bab, vii, 78 Halaman, 2 Tabel, 2 Gambar, 8 Lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuhan keperawatan pada klien morbili dilatarbelakangi dengan jumlah anak yang menderita. Penyakit morbili yang berjumlah 27 orang (30,9 %) sehingga angka kejadian pada penyakit morbili diruang Kemuning RSUD Bayu Asih begitu tinggi dan terjadi hanya di Indonesia saja serta dapat menimbulkan komplikasi. Tujuan pembuatan karya tulis ini untuk memperoleh pengalaman belajar yang nyata dalam membuat asuhan keperawatan pada klien usia prasekolah dengan morbili secara komprehensif dengan pendekatan proses keperawatan, pengkajian perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Morbili adalah suatu penyakit yang menular melalui droplet infection atau kontak langsung yang bersifat akut dan disebabkan oleh virus, ditandai dengan 3 stadium yaitu : stadium kataralis, stadium erupsi dan stadium konvalensi, tanda dan gejala sesuai dengan terjadinya stadium diantaranya : badan panas, timbul bintik-bintik merah mulai dari muka, lengan atas, dada, punggung dan perut, terakhir pada tungkai bawah. Masalah-masalah yang ditemukan pada klien dengan morbili yaitu gangguan keseimbangan suhu tubuh, pemenuhan nutrisi tidak adekuat, gangguan istirahat tidur, gangguan integritas kulit,&lt;span class="fullpost"&gt; gangguan rasa aman cemas pada anak, gangguan rasa aman cemas pada keluarga, resiko tinggi terjadinya komplikasi bronchopneumoni dapat diatasi dengan proses keperawatan yang komprehensif. Dirumah sakit umum klien dirawat selama 3 hari lalu pulang dengan izin dokter sehingga dilanjutkan dengan kunjungan rumah. Kondisi klien saat terakhir suhu 36,4oC, batuk hilang, bintik-bintik sudah hilang dan konjungtiva tidak hyperemis. Setelah penulis melakukan asuhan keperawatan pada klien An. S usia 5 ½ tahun dengan morbili di ruang kemuning rumah sakit Bayu Asih Purwakarta, penulis dapat memberikan saran kepada perawat ruangan agar dapat bekerjasama dengan pihak farmasi untuk penyediaan obat-obatan diruangan dan agar dapat mengatur keberadaan penunggu klien dengan tertib, sedangkan untuk lembaga pendidikan agar melengkapi literatur yang telah ada dengan buku-buku sumber maupun jurnal keluaran tahun terbaru mengenai keperawatan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka : 12 buah (1994-2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-6923213424850193924?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/6923213424850193924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=6923213424850193924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6923213424850193924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6923213424850193924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-pada-klien-s-5-tahun.html' title='“Asuhan Keperawatan pada klien An. S (5 ½ tahun) dengan MORBILI diruang Kemuning RSUD CC”'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-6498620493469739747</id><published>2009-08-09T18:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T18:16:10.192-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Perkemihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. U DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : BPH DAN EPIDIDIMITIS DI RUANG C LANTAI II BEDAH UMUM PERJAN RUMAH SAKIT CC</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V Bab, viii, 87 Halaman, 1 Tabel, 4 Gambar, 1 Skema, 3 Lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh angka kejadian benigna prostat hiperplasia yaitu sebesar 25 % yang merupakan persentase paling tinggi dari seluruh kasus sistem perkemihan di Ruang C Lantai II Bedah Umum Perjan Rumah Sakit CC. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penanganan yang komprehensif untuk mencegah terjadinya tahap penyakit yang lebih lanjut bahkan untuk mencegah kematian. Tujuan pembuatan karya tulis ini adalah mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem perkemihan : benigna prostat hiperplasia dan epididimitis dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Benigna prostat hiperplasia adalah suatu kondisi dimana kelenjar prostat mengalami pembesaran, memanjang keatas kedalam kandung kemih yang mengakibatkan tersumbatnya aliran urine dengan tertutupnya orifisium urethra dan biasa terjadi pada pria dengan usia diatas 50 tahun. &lt;span class="fullpost"&gt; Masalah keperawatan yang muncul berdasarkan teori adalah perubahan pola eliminasi BAK, gangguan rasa nyaman : nyeri, resiko kekurangan volume cairan, resiko infeksi, gangguan pemenuhan istirahat tidur, gangguan rasa aman : cemas dan kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan. Sedangkan masalah yang ditemukan pada Tn. U adalah gangguan rasa nyaman : nyeri, resiko tinggi terjadinya infeksi, gangguan pemenuhan kebutuhan ADL : personal hygiene, gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur, perubahan pola eliminasi BAK dan  gangguan rasa aman : cemas. Tidak semua masalah keperawatan secara teoritikal ditemukan pada kasus sehingga perlu dilakukan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif dan tidak hanya disesuaikan dengan kerangka teori yang ada. Pada pelaksanaan, tidak semua tindakan dapat diaplikasikan. Hal tersebut diantaranya yaitu penggantian alat tenun setiap hari dan observasi keluaran urine dalam 24 jam. Masalah yang ditemukan pada klien Tn. U dapat teratasi seluruhnya dalam waktu lima hari sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan benigna prostat hiperplasia dan epididimitis observasi pengeluaran urine sangat diperlukan, sehingga penulis merekomendasikan agar dibuatnya dokumentasi pengeluaran urine setiap shif pada klien dengan benigna prostat hiperplasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka : 20 buah (1983-2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-6498620493469739747?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/6498620493469739747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=6498620493469739747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6498620493469739747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6498620493469739747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/abstrak-asuhan-keperawatan-pada-tn.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. U DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : BPH DAN EPIDIDIMITIS DI RUANG C LANTAI II BEDAH UMUM PERJAN RUMAH SAKIT CC'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-5136272590095235134</id><published>2009-08-09T17:58:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T18:08:55.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Integumen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>Asuhan Keperawatan pada  Tn. A dengan Gangguan Sistem Integumen : Nyeri Akibat Combustio di Ruang Gelatik Rumah Sakit CC</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 bab, 73 halaman, 2 lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka gangguan sistem integumen : nyeri akibat combustio di Ruang Gelatik Rumah Sakit CC yaitu sekitar 38,8%. Adapun tujuan yang ingin dicapai, yaitu dapat mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada  Tn. A dengan gangguan sistem integumen : nyeri akibat combustio di Ruang Gelatik Rumah Sakit CC. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode studi kasus. Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api, air panas, listrik, bahan kimia, dan radiasi; juga oleh sebab kontak dengan suhu rendah atau frostbite. Masalah keperawatan dalam teori adalah gangguan rasa nyaman nyeri, kerusakan integritas kulit, resiko terjadinya infeksi, gangguan pemenuhan ADL : personal hygiene, gangguan citra tubuh. Masalah keperawatan yang muncul pada Tn. A adalah gangguan rasa nyaman nyeri, kerusakan integritas kulit, resiko terjadinya infeksi, gangguan pemenuhan ADL : Personal Hygiene. Intervensi yang direncanakan adalah atur posisi tidur yang nyaman sesuai dengan keinginan klien, tinggikan dan sokong ekstremitas yang mengalami fraktur dan dislokasi dengan menggunakan bantal dan selimut, anjurkan klien untuk melakukan teknik relaksasi : nafas dalam  ketika rasa nyeri timbul. Kesimpulan yang diperoleh penulis setelah melakukan asuhan keperawatan secara langsung adalah pada pengkajian terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus Tn. A yaitu, riwayat kesehatan sekarang dan pemeriksaan fisik. Pada diagnosa keperawatan terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus Tn. A yaitu rasa nyaman nyeri, &lt;span class="fullpost"&gt; kerusakan integritas kulit, Resiko terjadinya infeksi, pemenuhan ADL : personal hygiene. Pada perencanaan terdapat diagnosa nyeri perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dan resti infeksi. Pelaksanaan yang ada ditahap perencanaan dilakukan tanpa ada hambatan. Semua diagnosa keperawatan yang muncul dapat teratasi. Saran untuk institusi pendidikan yaitu hendaknya pihak institusi pendidikan menyediakan buku-buku tentang combustio, sehingga penulis dapat menggunakan literatur tersebut, untuk perawat ruangan diharapkan dapat melengkapi alat-alat yang dibutuhkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien combustio, dan lebih ditingkatkan sistem pendokumentasian asuhan keperawatan. Untuk klien dan keluarga dapat lebih memahami cara perawatan luka yang baik agar bisa melakukan sendiri pada saat di rumah dengan cara, untuk siswa agar lebih ditingkatkan dalam hal pengkajian dan kemampuan membina hubungan saling percaya dengan klien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka : 11 buah ( 1999-2009 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-5136272590095235134?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/5136272590095235134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=5136272590095235134' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5136272590095235134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5136272590095235134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-pada-tn-dengan.html' title='Asuhan Keperawatan pada  Tn. A dengan Gangguan Sistem Integumen : Nyeri Akibat Combustio di Ruang Gelatik Rumah Sakit CC'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-74136103825457438</id><published>2009-08-09T17:50:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T17:55:53.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. Y DENGAN POST STROKE PADA NY. I</title><content type='html'>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. Y DENGAN POST STROKE PADA NY. I DI RT 07 RW 12 KELURAHAN AA KECAMATAN BB WILAYAH KERJA PUSKESMAS CC&lt;br /&gt;KOTA DD&lt;br /&gt;Viii, 4 bab,  84 halaman, 1 tabel, 4 lampiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh jumlah stroke yang menurut Yayasan Stroke Indonesia tahun 2004 selalu bertambah 500 ribu jiwa setiap tahunnya dan sekitar 25% atau 125 ribu meningggal, sisanya cacat ringan maupun berat, diperkirakan bahwa terserang dua jiwa dari 1000 jiwa yang berusia 55-64 tahun dalam setahun. Hipertensi merupakan salah satu faktor pencetus stroke, data dari Puskesmas periode Febuari sampai Juli 2004 menunjukan jumlah hipertensi sebesar 1443 jiwa. Berdasarkan data di atas maka diperlukan penanggulangan untuk mencegah timbulnya stroke. Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk memperoleh pengalaman nyata dalam asuhan &lt;span class="fullpost"&gt;keperawatan keluarga dengan stroke secara komprehensif meliputi bio-psiko-sosial dan spiritual. Metode yang digunakan dalam menyusun karya tulis ini adalah deskriptif berbentuk studi kasus. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik. Pada pengkajian ditemukan masalah dengan kerusakan mobilitas fisik dan resiko terjadinya stroke berulang. Tindakan yang telah di lakukan adalah memberikan penyuluhan, memberi motivasi dan mendemontrasikan penggunaan garam pada makanan dan mobilisasi pada klien. Hasil yang sudah tercapai dalam pembinaan keluarga adalah meningkatnya pengetahuan tentang stroke dan hipertensi juga dalam latihan mobilisasi, dan kemauan dalam mengambil keputusan  yang tepat, dan keterampilan dalam merawat anggota keluarga yang sakit. Dalam merawat keluarga dengan stroke memerlukan kerjasama yang baik dengan semua pihak yang terkait, dengan demikian penanganan untuk selanjutnya diserahkan pada pihak keluarga dan Puskesmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepustakaan 16 buah (1989-2004) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-74136103825457438?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/74136103825457438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=74136103825457438' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/74136103825457438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/74136103825457438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-keluarga-tn-y-dengan.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. Y DENGAN POST STROKE PADA NY. I'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-2398690458650969415</id><published>2009-08-09T17:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T17:45:19.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.A DENGAN TB PARU PADA TN.A</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.A DENGAN TB PARU PADA TN.A&lt;br /&gt;DI RT.07 RW 08 KELURAHAN AA KECAMATAN BB WILAYAH KERJA PUSKESMAS CC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vii dan 114 halaman, 4 bab, 4 lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh masih cukup tingginya kejadian TB paru di Jawa Barat. Tahun 2003, tercatat 33.451 orang yang dinyatakan penderita baru TB paru, dan 269 orang yang harus menjalani pengobatan ulang. Di wilayah kerja Puskesmas Pasirkaliki kejadian TB paru masih tinggi ditandai masih adanya yang terdeteksi TB paru setiap bulannya. Periode bulan Februari sampai Juli 2005 terdapat 27 pasien baru BTA (+). Tujuan karya tulis ini adalah untuk memperoleh pengalaman dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan TB paru secara komperehensif. Metode yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah deskriftif berbentuk studi kasus. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Dari hasil pengkajian ditemukan masalah keperawatan pada Tn.A yaitu gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan dan resiko penularan penyakit TB paru pada anggota keluarga lain. Tindakan yang telah dilakukan adalah penyuluhan kesehatan pada keluarga tentang gangguan nutrisi dan menu seimbang TKTP, penularan TB paru dan cara pencegahan penularan pada orang lain, demonstrasi pembuatan sputum pot, dan memberikan motivasi pada keluarga untuk menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Hasil yang telah dicapai adalah meningkatnya pengetahuan, kemauan dan kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah yang dihadapi keluarga. Secara umum pelaksanaan asuhan keperawatan pada keluarga Tn.A sesuai dengan perencanaan. Tetapi ada tindakan yang belum mencapai hasil maksimal, adapun yang belum tercapai adalah penggunaan sarana pelayanan kesehatan oleh keluarga. Karenanya penulis menyarankan untuk melakukan kerjasama dengan pihak Puskesmas untuk tindak lanjut perawatan dan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka, 13 buah ( 1995-2004 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-2398690458650969415?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/2398690458650969415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=2398690458650969415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2398690458650969415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2398690458650969415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-keluarga-tna-dengan.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.A DENGAN TB PARU PADA TN.A'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-5731450449357179004</id><published>2009-08-09T09:22:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T09:33:41.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA By Ny. W ( 29 Hari )BBLR dengan SEPSIS</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Viii, 4 bab, 87 hal, 1 tabel, 3 lampiran.&lt;br /&gt;Karya tulis ini dilatar belakangi oleh angka kejadian kasus BBLR dengan Sepsis di Ruang A1 Perjan Rumah Sakit dr.  Hasan Sadikin Bandung pada 6 bulan terakhir periode februari s.d 12 agustus 2005 yang berjumlah 1 (2,38%). Hal ini merupakan jumlah yang sedikit tetapi menyebabkan dampak yang besar sehingga membutuhkan penanganan yang serius agar tidak menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi tersebut di masa yang akan datang. Adapun tujuan pembuatan Karya Tulis ini adalah mampu melakukan Asuhan Keperawatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan (pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi). Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis yaitu metode untuk menggambarkan dan menganalisa kasus. BBLR adalah bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Sedangkan Sepsis yaitu infeksi sistemik berat pada masa neonatal dengan tanda-tanda klinis minimal 4 gejala dan kultur/perbenihan darah didapatkan kuman (+). Menurut teori Diagnosa Keperawatan yang muncul secara konsep adalah : pola nafas tidak efektif, termoregulasi tidak efektif, Resiko tinggi infeksi, perubahan nutrisi, Resiko kekurangan atau kelebuhan cairan, Resiko tinggi gangguan integritas kulit, resiko tinggi cedera, Nyeri, Pertumbuhan dan perkembangan, perubahan proses keluarga, Antisipasi berduka. Intervensi yang telah dilakukan adalah : merawat bayi dalam inkubator, memberikan minum bayi sesuai kebutuhan, memberikan terapi antibiotik sesuai order medis, pemberian penkes. Kesimpulan yang dapat diambil dalam tahap pengkajian penulis dapat melakukan pengumpulan data secara akurat dan menyeluruh, dalam tahap perencanaan penulis harus melihat literatur yang sesuai dengan kasus. Dalam pelaksanaan tindakan asuhan keperawatan, semua dapat dilakukansesuai dengan masalah keperawatan yang disesuaikan dengan kondisi klien. Pada tahap evaluasi masalah keperawatan dapat teratasi sebagian selama penulis merawat klien selama 5 hari, Selanjutnya klien memerlukan penanganan secara terus menerus dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah yang belum teratasi dan melanjutkan follow up. Saran yang dapat penulis sampaikan : Perlu adanya penambahan buku sumber mengenai keperawatan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka 20 buku ( 1991 – 2003 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-5731450449357179004?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/5731450449357179004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=5731450449357179004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5731450449357179004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5731450449357179004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-pada-by-ny-w-29-hari.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN PADA By Ny. W ( 29 Hari )BBLR dengan SEPSIS'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-4230814915579734392</id><published>2009-08-09T08:29:00.001-07:00</published><updated>2009-08-09T09:21:48.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Persyarafan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>GANGGUAN SISTEM PERSYARAFAN: POST CRANIOTOMY DEKOMPRESI ATAS INDIKASI MODERAT HEAD INJURY  DISERTAI SUBDURAL HEMATOMA FRONTO TEMPORO PARIETAL DEXTRA</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vii, IV bab, 118 halaman, 1 tabel, 1 gambar, 3 lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan karya tulis ini dilatar belakangi oleh kompleknya masalah dan dampak yang dapat terjadi pada klien dengan trauma kepala disamping tingginya angka kejadian trauma kepala (81,79%). Tujuan karya tulis ini adalah Penulis mampu melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif dengan pendekatan proses keperawatan pada klien gangguan persyarafan akibat trauma kepala dengan menggunakan teknik penulisan metode deskriptif berbentuk studi kasus, yang terdiri dari 4 BAB, yaitu: pendahuluan, tinjauan teoritis, tinjauan kasus dan pembahasan, kesimpulan dan rekomendasi.Trauma kepala adalah deformitas jaringan di kepala yang diakibatkan oleh suatu kekuatan mekanis. Pada kasus Tn.D berdasarkan hasil analisa data didapatkan masalah keperawatan yang muncul yaitu pola nafas tidak efektif, Resiko terjadinya peningkatan intrakranial, gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi, gangguan pemenuhan ADL, perubahan pola eliminasi: BAK, resiko terjadinya infeksi, resiko terjadinya injuri dan gangguan rasa nyaman: pusing. Fokus tindakan dilakukan untuk mencegah peningkatan intrakranial, pemenuhan kebutuhan oksigen dan mencegah terjadinya injuri. &lt;span class="fullpost"&gt;Hampir semua masalah yang muncul pada klien dapat teratasi kecuali masalah gangguan rasa nyaman: pusing, gangguan pemenuhan ADL dan resiko terjadinya infeksi hanya teratasi sebagian. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan keperawatan ini yaitu diperlukan keterlibatan dan kerjasama dengan keluarga klien dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami penurunan kesadaran yang disertai gelisah, untuk itu penulis merekomendasikan agar perawat dan keluarga klien dapat bekerjasama terutama dalam mencegah injuri serta ditunjang oleh sarana yang memadai, antara lain tersedianya bed plang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka 17 buah (1995 – 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-4230814915579734392?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/4230814915579734392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=4230814915579734392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4230814915579734392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4230814915579734392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/gangguan-sistem-persyarafan-post.html' title='GANGGUAN SISTEM PERSYARAFAN: POST CRANIOTOMY DEKOMPRESI ATAS INDIKASI MODERAT HEAD INJURY  DISERTAI SUBDURAL HEMATOMA FRONTO TEMPORO PARIETAL DEXTRA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-2067861690239459468</id><published>2009-08-09T08:25:00.004-07:00</published><updated>2009-08-09T08:28:54.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Persyarafan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.W DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN : AKIBAT MILD HEAD INJURY DISERTAI OPEN LINEAR FRAKTUR FRONTAL DEXTRA</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vii, IV bab, 99 halaman, 1 tabel, 1 gambar, 3 lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan karya tulis ini dilatar belakangi oleh kompleknya masalah dan dampak yang dapat terjadi pada klien dengan trauma kepala disamping tingginya angka kejadian trauma kepala yang dirawat di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung (89,94%). Tujuan karya tulis ini adalah Penulis mampu melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif dengan pendekatan proses keperawatan pada klien gangguan persarafan akibat trauma kepala dengan menggunakan tekhnik penulisan metode deskriptif berbentuk studi kasus, yang terdiri dari 4 BAB, yaitu: pendahuluan, tinjauan teoritis, tinjauan kasus, pembahasan, kesimpulan dan rekomendasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Trauma kepala adalah deformitas jaringan di kepala yang diakibatkan oleh suatu kekuatan mekanis. Pada kasus Tn.W berdasarkan hasil analisa data didapatkan masalah keperawatan yang muncul yaitu ganggaun rasa nyaman nyeri, gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi, gangguan pemenuhan ADL, kebutuhan pengetahuan mengenai cara perawatan luka dan kecemasan keluarga. Fokus tindakan dilakukan untuk menanggulangi rasa nyaman nyeri, memenuhi kebutuhan nutrisi dan pemenuhan kebutuhan ADL. Semua masalah yang muncul pada klien dapat teratasi. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan keperawatan ini yaitu diperlukan keterlibatan dan kerjasama dengan keluarga klien dalam pelaksanaan asuhan keperawatan,  untuk itu penulis merekomendasikan agar perawat dan keluarga klien dapat bekerjasama terutama dalam membantu mengatasi masalah yang muncul pada klien yang ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka 14 buah (1994 – 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-2067861690239459468?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/2067861690239459468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=2067861690239459468' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2067861690239459468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2067861690239459468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-pada-klien-tnw.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.W DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN : AKIBAT MILD HEAD INJURY DISERTAI OPEN LINEAR FRAKTUR FRONTAL DEXTRA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-3059232061200639390</id><published>2009-08-09T08:17:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T08:23:30.747-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Persyarafan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>GANGGUAN PERSEPSI HALUSINASI DENGAR AKIBAT SKIZOFRENIA HEBEFRENIK</title><content type='html'>ABSTRAK &lt;br /&gt;viii, IV bab, 107 halaman, 1 tabel, 1 gambar, 8 lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya tulis ini dilatar belakangi oleh tingginya angka kejadian gangguan jiwa skizofrenia hebefrenik yaitu sebanyak 229 klien (56,7 %) dari 404 klien. Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk mendapatkan pengalaman secara langsung dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan persepsi halusinasi akibat skizofrenia hebefrenik dengan menggunakan tahapan proses keperawatan. Metode penulisan yang digunakan yaitu deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus. Skizofrenia hebefrenik disebut juga skizofrenia disorganisasi dimana terjadi perubahan afek yang tidak sesuai, adanya perilaku regresi dan primitif, menarik diri secara ekstrim, komunikasi inkoherensia, dan sering dijumpai waham serta halusinasi dan ini akan berpengaruh terhadap kebutuhan dasar manusia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Faktor pencetus disebabkan oleh biologis, psikologis dan sosial budaya. Dari hasil pengkajian didapatkan masalah dan dirumuskan kedalam diagnosa keperawatan yaitu resiko mencederai orang lain dan lingkungan, koping individu tidak efektif serta defisit perawatan diri. Tindakan yang dilakukan yaitu cara mengontrol halusinasi, menggunakan koping yang konstruktif dan meningkatkan motivasi perawatan diri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 5 hari, hampir semua masalah teratasi, kecuali 5 prinsip benar dalam penggunaan obat, klien baru sebagian mengingat nama dan dosis obat dikarenakan daya ingatnya sudah menurun akibat usia yang sudah lanjut. Untuk mengatasi hal tersebut Penulis melakukan koordinasi dengan perawat ruangan untuk tetap memberikan motivasi cara minum obat yang benar sesuai dengn jadwal yang telah dibuat dengan klien, selain itu Penulis menyarankan mengenai penyediaan ruangan untuk kegiatan Mahasiswa guna memperlancar pelaksanaan asuhan keperawatan serta perlunya memfasilitasi setiap klien dengan peralatan kebersihan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka : 12 Buku ( 1993 – 2004 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-3059232061200639390?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/3059232061200639390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=3059232061200639390' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3059232061200639390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3059232061200639390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/08/gangguan-persepsi-halusinasi-dengar.html' title='GANGGUAN PERSEPSI HALUSINASI DENGAR AKIBAT SKIZOFRENIA HEBEFRENIK'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-1514138718254289016</id><published>2009-07-26T20:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T20:16:24.563-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Maternitas'/><title type='text'>POST PARTUM MATURUS DENGAN SECSIO SESARIA</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M P2A1 POST PARTUM MATURUS DENGAN SEKSIO SESAREA ATAS INDIKASI CEFALO PELVIK DISPROPORTION HARI KE DUA S.D HARI KE TUJUH DI RUANG DEBORA &lt;br /&gt;RUMAH SAKIT LLL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;viii, 4 bab, 101 halaman, 4 lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh cukup banyaknya jumlah ibu post partum dengan seksio sesarea atas indikasi CPD dirumah sakit immanuel, yaitu 17,5% dan kompleksnya masalah yang ditimbulkan oleh tindakan seksio sesarea terhadap ibu maupun janin. Tujuan penulisan karya tulis ini untuk memperoleh pengalaman nyata dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien post partum maturus dengan seksio sesarea atas indikasi CPD secara komprehensif. Metode yang digunakan dalam menyusun karya tulis ini adalah deskriptif berbentuk studi kasus. Saat pengkajian klien tidak kooperatif, namun penulis tidak bosan melakukan pendekatan yang akhirnya klien percaya dan ditemukan beberapa masalah, diantaranya: gangguan rasa nyaman: nyeri, resiko tinggi infeksi, resiko tinggi gangguan laktasi, gangguan pemenuhan ADL, dan ketidakmampuan klien memilih jenis kontrasepsi. Tindakan yang telah dilakukan: memberi penyuluhan, mengganti balutan, memberi motivasi, dan mendemonstrasikan cara perawatan payudara. Hasil yang sudah tercapai dalam memberikan asuhan keperawatan yaitu meningkatnya&lt;span class="fullpost"&gt; pengetahuan klien, keterampilan dalam perawatan payudara, dan perawatan luka, yang belum tercapai yaitu resiko infeksi, penulis memotivasi klien untuk tetap melakukan perawatan luka sampai sembuh dan mengidentifikasi adanya tanda-tanda infeksi. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah tidak semua diagnosa keperawatan yang ada dalam teori muncul pada kasus dilapangan, karena manusia adalah mahluk yang unik, sehingga respon yang timbul pada satu individu akan berbeda dengan individu yang lain. Saran bagi adik kelas, jangan bosan melakukan pendekatan dengan komunikasi terapeutik pada klien tidak kooperatif, untuk institusi, agar memperbanyak buku-buku literatur untuk bahan referensi sebagai acuan mahasiswa dalam proses belajar dan penyusunan karya tulis, serta bagi perawat agar selalu melengkapi pendokumentasian asuhan keperawatan ke dalam status klien sehingga data mudah didapat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepustakaan 18 sumber (1986-2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-1514138718254289016?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/1514138718254289016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=1514138718254289016' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1514138718254289016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1514138718254289016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/07/post-partum-maturus-dengan-secsio.html' title='POST PARTUM MATURUS DENGAN SECSIO SESARIA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-3181251998382311453</id><published>2009-07-26T18:47:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T18:52:06.605-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK C DENGAN POST DEBRIDEMENT</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK C. (11TAHUN) DENGAN POST DEBRIDEMENT ATAS INDIKASI SKIN DEGLONING + CLOSE FRAKTUR METATARSAL I DAN III PEDIS DEXTRA DI RUANG CEMPAKA RUMAH SAKIT PERJAN HASAN SADIKIN BANDUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ix, 4 BAB, 91 Halaman, 3 Gambar, 1 Lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang dari penulisan karya tulis ini adalah adalah berdasarkan pada angka kejadian anak yang mengalami Fraktur dan Skin Degloving di ruang Cempaka RS Perjan Hasan Sadikin Bandung yang mengakibatkan kecacatan sehingga memerlukan perawatan khusus. Tujuan dari karya tulis ini adalah agar penulis mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien usia sekolah (11 tahun) dengan Post Debridement atas indikasi Skin Degloving dan Close Fraktur Metatarsal I dan III Pedis Dextra secara komprehensif meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik yang digunakan adalah wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Sistematika penulisan terdiri dari 4 Bab. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan Skin Degloving adalah kehilangan jaringan kulit yang luas, dimana salah satu tindakan untuk mencegah terjadinya infeksi pada kasus tersebut, yaitu dengan Debridement. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masalah yang mungkin muncul pada kasus ini adalah, Gangguan rasa nyaman nyeri, Gangguan personal hygiene, Keterbatasan mobilisasi fisik, Gangguan pemenuhan personal hygiene, Resiko tinggi infeksi, Resiko tinggi kerusakan integritas kulit. Masalah keperawatan yang muncul pada kasus: gangguan rasa nyaman nyeri, gangguan pemenuhan personal hygiene, resiko infeksi, Gangguan asupan makanan, resiko kontraktur .Setelah dilakukan intervensi dari masalah yang ada 3 masalah belum teratasi yaitu masalah gangguan rasa nyaman nyeri, resiko infeksi, dan gangguan asupan nutrisi. Kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis dalam penanganan kasus ini adalah perlunya melibatkan keluarga secara aktif karena kasus ini memerlukan waktu yang lama untuk sembuh sehingga perlu perawatan yang lama. Saran ditujukan untuk keluarga, perawat dan pihak akademik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka : 23 buah (1983-2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-3181251998382311453?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/3181251998382311453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=3181251998382311453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3181251998382311453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3181251998382311453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/07/asuhan-keperawatan-pada-anak-c-dengan.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK C DENGAN POST DEBRIDEMENT'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-1154411372225822517</id><published>2009-07-16T06:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T07:01:11.990-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Mata'/><title type='text'>ASKEP DENGAN ULKUS KORNEA</title><content type='html'>A. Pengertian&lt;br /&gt;Keratitis ulseratif yang lebih dikenal sebagai ulserasi kornea yaitu terdapatnya destruksi (kerusakan) pada bagian epitel kornea. (Darling,H Vera, 2000, hal 112)&lt;br /&gt;IB. Etiologi&lt;br /&gt;Faktor penyebabnya antara lain:&lt;br /&gt; Kelainan pada bulu mata (trikiasis) dan sistem air mata (insufisiensi air mata, sumbatan saluran lakrimal), dan sebagainya&lt;br /&gt; Faktor eksternal, yaitu : luka pada kornea (erosio kornea), karena trauma, penggunaan lensa kontak, luka bakar pada daerah muka&lt;br /&gt; Kelainan-kelainan kornea yang disebabkan oleh : oedema kornea kronik, exposure-keratitis (pada lagophtalmus, bius umum, koma) ; keratitis karena defisiensi vitamin A, keratitis neuroparalitik, keratitis superfisialis virus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Kelainan-kelainan sistemik; malnutrisi, alkoholisme, sindrom Stevens-Jhonson, sindrom defisiensi imun.&lt;br /&gt; Obat-obatan yang menurunkan mekaniseme imun, misalnya : kortikosteroid, IUD, anestetik lokal dan golongan imunosupresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etiologik ulkus kornea dapat disebabkan oleh :&lt;br /&gt; Bakteri&lt;br /&gt;Kuman yang murni dapat menyebabkan ulkus kornea adalah streptokok pneumoniae, sedangkan bakteri lain menimulkan ulkus kornea melalui faktor-faktor pencetus diatas.&lt;br /&gt; Virus : herpes simplek, zooster, vaksinia, variola&lt;br /&gt; Jamur : golongan kandida, fusarium, aspergilus, sefalosporium&lt;br /&gt; Reaksi hipersensifitas&lt;br /&gt; Reaksi terhadap stapilokokus (ulkus marginal), TBC (keratokonjungtivitis flikten), alergen tak diketahui (ulkus cincin)&lt;br /&gt;(Sidarta Ilyas, 1998, 57-60)&lt;br /&gt;C. Tanda dan Gejala&lt;br /&gt;- Pada ulkus yang menghancurkan membran bowman dan stroma, akan menimbulkan sikatrik kornea.&lt;br /&gt;- Gejala subyektif pada ulkus kornea sama seperti gejala-gejala keratitis. Gejala obyektif berupa injeksi silier, hilangnya sebagian jaringan kornea dan adanya infiltrat. Pada kasus yang lebih berat dapat terjadi iritis disertai hipopion.&lt;br /&gt;- Fotofobia&lt;br /&gt;- Rasa sakit dan lakrimasi&lt;br /&gt;(Darling,H Vera, 2000, hal 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D . MACAM-MACAM ULKUS KORNEA SECARA DETAIL&lt;br /&gt;Ulkus kornea dibagi dalam bentuk :&lt;br /&gt;1. Ulkus kornea sentral meliputi:&lt;br /&gt;a. Ulkus kornea oleh bakteri&lt;br /&gt;Bakteri yang ditemukan pada hasil kultur ulkus dari kornea yang tidak ada faktor pencetusnya (kornea yang sebelumnya betul-betul sehat) adalah :&lt;br /&gt;- Streptokokok pneumonia&lt;br /&gt;- Streptokokok alfa hemolitik&lt;br /&gt;- Pseudomonas aeroginosa&lt;br /&gt;- Klebaiella Pneumonia&lt;br /&gt;- Spesies Moraksella&lt;br /&gt;Sedangkan dari ulkus kornea yang ada faktor pencetusnya adalah bakteri patogen opportunistik yang biasa ditemukan di kelopak mata, kulit, periokular, sakus konjungtiva, atau rongga hidung yang pada keadaan sistem barier kornea normal tidak menimbulkan infeksi. Bakteri pada kelompok ini adalah :&lt;br /&gt;- Stafilokukkus epidermidis&lt;br /&gt;- Streptokokok Beta Hemolitik&lt;br /&gt;- Proteus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ulkus kornea oleh bakteri Streptokokok&lt;br /&gt;Bakteri kelompok ini yang sering dijumpai pada kultur dari infeksi ulkus kornea adalah :&lt;br /&gt;- streptokok pneumonia (pneumokok)&lt;br /&gt;- streptokok viridans (streptokok alfa hemolitik0&lt;br /&gt;- streptokok pyogenes (streptokok beta hemolitik)&lt;br /&gt;- streptokok faecalis (streptokok non-hemolitik)&lt;br /&gt;Walaupun streptokok pneumonia adalah penyebab yang biasa terdapat pada keratitis bakterial, akhir-akhir ini prevalensinya banyak digantikan oleh stafilokokus dan pseudomonas.&lt;br /&gt;Ulkus oleh streptokok viridans lebih sering ditemukan mungkin disebabkan karena pneumokok adalah penghuni flora normal saluran pernafasan, sehingga terdapat semacam kekebalan. Streptokok pyogenes walaupun seringkali merupakan bakteri patogen untuk bagian tubuh yang lain, kuman ini jarang menyebabkan infeksi kornea. Ulkus oleh streptokok faecalis didapatkan pada kornea yang ada faktor pencetusnya.&lt;br /&gt;Gambaran Klinis Ulkus kornea oleh bakteri Streptokokok&lt;br /&gt;Ulkus berwarna kuning keabu-abuan, berbetuk cakram dengan tepi ulkus menggaung. Ulkus cepat menjalar ke dalam dan menyebabkan perforasi kornea, karen aeksotoksin yang dihasilkan oleh streptokok pneumonia&lt;br /&gt;Pengobatan : Sefazolin, Basitrasin dalam bentuk tetes, injeksi subkonjungtiva dan intra vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ulkus kornea oleh bakteri Stafilokokkus&lt;br /&gt;Infeksi oleh Stafilokokus paling sering ditemukan. Dari 3 spesies stafilokokus Aureus, Epidermidis dan Saprofitikus, infeksi oleh Stafilokokus Aureus adalah yang paling berat, dapat dalam bentuk : infeksi ulkus kornea sentral, infeksi ulkus marginal, infeksi ulkus alergi (toksik).&lt;br /&gt;Infeksi ulkus kornea oleh Stafilokokus Epidermidis biasanya terjadi bila ada faktor penceus sebelumnya seperti keratopati bulosa, infeksi herpes simpleks dan lensa kontak yang telah lama digunakan.&lt;br /&gt;Gambaran Klinis Ulkus kornea oleh bakteri Stafilokokkus&lt;br /&gt;Pada awalnya berupa ulkus yang berwarna putih kekuningan disertai infiltrat berbatas tegas tepat dibawah defek epithel. Apabila tidak diobati secara adekuat, akan terjadi abses kornea yang disertai oedema stroma dan infiltrasi sel lekosit. Walaupun terdapat hipopion ulkus sering kali indolen yaitu reaksi radangnya minimal. Infeksi kornea marginal biasanya bebas kuman dan disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas terhadap Stafilokokus Aureus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ulkus kornea oleh bakteri Pseudomonas&lt;br /&gt;Berbeda dengan ulkus kornea sebelumnya, pada ulkus pseudomonas bakteri ini ditemukan dalam jumlah yang sedikit. Bakteri pseudomonas bersifat aerob obligat dan menghasilkan eksotoksin yang menghambat sintesis protein. Keadaan ini menerangkan mengapa pada ulkus pseudomonas jaringan kornea cepat hancur dan mengalami kerusakan. Bakteri pseudomonas dapat hidup dalam kosmetika, cairan fluoresein, cairan lensa kontak.&lt;br /&gt;Gambaran Klinis Ulkus kornea oleh bakteri pseudomonas&lt;br /&gt;Biasanya dimulai dengan ulkus kecil dibagian sentral kornea dengan infiltrat berwarna keabu-abuan disertai oedema epitel dan stroma. Ulkus kecil ini dengan cepat melebar dan mendalam serta menimbulkan perforasi kornea. Ulkus mengeluarkan discharge kental berwarna kuning kehijauan.&lt;br /&gt;Pengobatan : gentamisin, tobramisin, karbesilin yang diberikan secara lokal, subkonjungtiva serta intra vena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ulkus kornea oleh virus&lt;br /&gt;Ulkus kornea oleh virus herpes simpleks cukup sering dijumpai. Bentuk khas dendrit dapat diikuti oleh vesikel-vesikel kecil dilapisan epitel yang bila pecah akan menimbulkan ulkus. Ulkus dapat juga terjadi pada bentuk disiform bila mengalami nekrosis di bagian sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Ulkus kornea oleh jamur&lt;br /&gt;Ulkus kornea oleh jamur banyak ditemukan, hal ini dimungkinkan oleh :&lt;br /&gt;- Penggunaan antibiotika secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama atau pemakaian kortikosteroid jangka panjang&lt;br /&gt;- Fusarium dan sefalosporium menginfeksi kornea setelah suatu trauma yang disertai lecet epitel, misalnya kena ranting pohon atau binatang yang terbang mengindikasikan bahwa jamur terinokulasi di kornea oleh benda atau binatang yang melukai kornea dan bukan dari adanya defek epitel dan jamur yang berada di lingkungan hidup.&lt;br /&gt;- Infeksi oleh jamur lebih sering didapatkan di daerah yang beriklim tropik, maka faktor ekologi ikut memberikan kontribusi.&lt;br /&gt;Fusarium dan sefalosporium terdapat dimana-mana, ditanah, di udara dan sampah organik. Keduanya dapat menyebabkan penyakit pada tanaman dan pada manusia dapat diisolasi dari infeksi kulit, kuku, saluran kencing.&lt;br /&gt;Aspergilus juga terdapat dimana-mana dan merupakan organisme oportunistik , selain keratitis aspergilus dapat menyebabkan endoftalmitis eksogen dan endogen, selulitis orbita, infeksi saluran lakrimal.&lt;br /&gt;Kandida adalah jamur yang paling oportunistik karena tidak mempunyai hifa (filamen) menginfeksi mata yang mempunyai faktor pencetus seperti exposure keratitis, keratitis sika, pasca keratoplasti, keratitis herpes simpleks dengan pemakaian kortikosteroid.&lt;br /&gt;Pengobatan : Pemberian obat anti jamur dengan spektrum luas, apabila memungkinkan dilakukan pemeriksaan laboratorium dan tes sensitifitas untuk dapat memilih obat anti jamur yang spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ulkus marginal&lt;br /&gt;Ulkus marginal adalah peradangan kornea bagian perifer dapat berbentuk bulat atau dapat juga rektangular (segiempat) dapat satu atau banyak dan terdapat daerah kornea yang sehat dengan limbus. Ulkus marginal dapat ditemukan pada orang tua dan sering dihubungkan dengan penyakit rematik atau debilitas. Dapat juga terjadi ebrsama-sama dengan radang konjungtiva yang disebabkan oleh Moraxella, basil Koch Weeks dan Proteus Vulgaris. Pada beberapa keadaan dapat dihubungkan dengan alergi terhadap makanan. Secara subyektif ; penglihatan pasien dengan ulkus marginal dapat menurun disertai rasa sakit, lakrimasi dan fotofobia. Secara obyektif : terdapat blefarospasme, injeksi konjungtiva, infiltrat atau ulkus yang sejajar dengan limbus.&lt;br /&gt;Pengobatan : Pemberian kortikosteroid topikal akan sembuh dalam 3 hingga 4 hari, tetapi dapat rekurens. Antibiotika diberikan untuk infeksi stafilokok atau kuman lainnya. Disensitisasi dengan toksoid stafilokkus dapat memberikan penyembuhan yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ulkus cincin&lt;br /&gt;Merupakan ulkus kornea perifer yang dapat mengenai seluruh lingkaran kornea, bersifat destruktif dan biasaya mengenai satu mata.&lt;br /&gt;Penyebabnya adalah reaksi alergi dan ditemukan bersama-sama penyakit disentri basile, influenza berat dan penyakit imunologik. Penyakit ini bersifat rekuren.&lt;br /&gt;Pengobatan bila tidak erjad infeksi adalah steroid saja.&lt;br /&gt;b. Ulkus kataral simplek&lt;br /&gt;Letak ulkus peifer yang tidak dalam ini berwarna abu-au dengan subu terpanjag tukak sejajar dengan limbus. Diantara infiltrat tukak yang akut dengan limbus dtepiya terlihat bagian yang bening.&lt;br /&gt;Terjadi ada pasien lanut usia.&lt;br /&gt;Pengobatan dengan memberikan antibiotik, steroid dan vitamin.&lt;br /&gt;c. Ulkus Mooren&lt;br /&gt;Merupakan ulkus kronik yang biasanya mulai dari bagian perifer kornea berjalan progresif ke arah sentral tanpa adaya kecenderungan untuk perforasi. Gambaran khasnya yaitu terdapat tepi tukak bergaung dengan bagan sentral tanpa adanya kelainan dalam waktu yang agak lama. Tukak ini berhenti jika seluuh permukaan kornea terkenai.&lt;br /&gt;Penyebabya adalah hipersensitif terhadap tuberkuloprotein, virus atau autoimun.&lt;br /&gt;Keluhannya biasanya rasa sakit berat pada mata.&lt;br /&gt;Pengobatan degan steroid, radioterapi. Flep konjungtiva, rejeksi konjungtiva, keratektomi dan keratoplasti.&lt;br /&gt;(Sidarta Ilyas, 1998, 57-60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Penatalaksanaan :&lt;br /&gt;Pasien dengan ulkus kornea berat biasanya dirawat untuk pemberian berseri (kadang sampai tiap 30 menit sekali), tetes antimikroba dan pemeriksaan berkala oleh ahli opthalmologi. Cuci tangan secara seksama adalah wajib. Sarung tangan harus dikenakan pada setiap intervensi keperawatan yang melibatkan mata. Kelopak mata harus dijaga kebersihannya, dan perlu diberikan kompres dingin. Pasien dipantau adanya peningkatan tanda TIO. Mungkin diperlukan asetaminofen untuk mengontrol nyeri. Siklopegik dan midriatik mungkin perlu diresep untuk mengurangi nyeri dan inflamasi. Tameng mata (patch) dan lensa kontak lunak tipe balutan harus dilepas sampai infeksi telah terkontrol, karena justru dapat memperkuat pertumbuhan mikroba. Namun kemudian diperlukan untuk mempercepat penyembuhan defek epitel.&lt;br /&gt;F. Pemeriksaan Diagnostik :&lt;br /&gt;a. Kartu mata/ snellen telebinokuler (tes ketajaman penglihatan dan sentral penglihatan )&lt;br /&gt;b. Lapang penglihatan&lt;br /&gt;c. Pengukuran tonografi : mengkaji TIO, normal 12 - 25 mmHg&lt;br /&gt;d. Pemeriksaan oftalmoskopi&lt;br /&gt;e. Pemeriksaan Darah lengkap, LED&lt;br /&gt;f. Pemeriksaan EKG&lt;br /&gt;g. Tes toleransi glukosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Pengkajian :&lt;br /&gt;a. Aktifitas / istirahat : perubahan aktifitas&lt;br /&gt;b. Neurosensori : penglihatan kabur, silau&lt;br /&gt;c. Nyeri : ketidaknyamanan, nyeri tiba-tiba/berat menetap/tekanan pada &amp;amp; sekitar mata&lt;br /&gt;d. Keamanan : takut, ansietas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dongoes, 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa Keperawatan :&lt;br /&gt;a. Ketakutan atau ansietas berhubungan dengan kerusakan sensori dan kurangnya pemahaman mengenai perawatan pasca operatif, pemberian obat&lt;br /&gt;Intervensi Keperawatan:&lt;br /&gt;- Kaji derajat dan durasi gangguan visual&lt;br /&gt;- Orientasikan pasien pada lingkungan yang baru&lt;br /&gt;- Jelaskan rutinitas perioperatif&lt;br /&gt;- Dorong untuk menjalankan kebiasaan hidup sehari-hari bila mampu&lt;br /&gt;- Dorong partisipasi keluarga atau orang yang berarti dalam perawatan pasien.&lt;br /&gt;b. Risiko terhadap cedera yang berhubungan dengan kerusakan penglihatan&lt;br /&gt;Intervensi Keperawatan :&lt;br /&gt;- Bantu pasien ketika mampu melakukan ambulasi pasca operasi sampai stabil&lt;br /&gt;- Orientasikan pasien pada ruangan&lt;br /&gt;- Bahas perlunya penggunaan perisai metal atau kaca mata bila diperlukan&lt;br /&gt;- Jangan memberikan tekanan pada mata yang terkena trauma&lt;br /&gt;- Gunakan prosedur yang memadai ketika memberikan obat mata&lt;br /&gt;c. Nyeri yang berhubungan dengan trauma, peningkatan TIO, inflamasi intervensi bedah atau pemberian tetes mata dilator&lt;br /&gt;Intervensi Keperawatan :&lt;br /&gt;- Berikan obat untuk mengontrol nyeri dan TIO sesuai resep&lt;br /&gt;- Berikan kompres dingin sesuai permintaan untuk trauma tumpul&lt;br /&gt;- Kurangi tingkat pencahayaan&lt;br /&gt;- Dorong penggunaan kaca mata hitam pada cahaya kuat&lt;br /&gt;d. Potensial terhadap kurang perawatan diri yang berhubungan dengan kerusakan penglihatan&lt;br /&gt;Intervensi Keperawatan :&lt;br /&gt;- Beri instruksi pada pasien atau orang terdekat mengenai tanda dan gejala, komplikasi yang harus segera dilaporkan pada dokter&lt;br /&gt;- Berikan instruksi lisan dan tertulis untuk pasien dan orang yang berarti mengenai teknik yang benar dalam memberikan obat&lt;br /&gt;- Evaluasi perlunya bantuan setelah pemulangan&lt;br /&gt;- Ajari pasien dan keluarga teknik panduan penglihatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-1154411372225822517?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/1154411372225822517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=1154411372225822517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1154411372225822517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1154411372225822517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/07/askep-dengan-ulkus-kornea.html' title='ASKEP DENGAN ULKUS KORNEA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-2491782966894385169</id><published>2009-07-16T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T06:42:30.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Jiwa'/><title type='text'>ASKEP CURIGA</title><content type='html'>A. Proses terjadinya masalah.&lt;br /&gt; Prilaku curiga merupakan gangguan berhubungan  dengan orang lain dan lingkungan  yang ditandai dengan persaan tidak percaya dan ragu-ragu. Prilaku tersebut tampak jelas saat individu berinteraksi dengan orang lain atau lingkungannya. Prilaku curiga merupakan prilaku proyeksi terhadap perasaan ditolak, ketidakadekuatan dan inferiority. Ketika klien kecemasannya meningkat dalam merespon terhadap stresor, intra personal, ekstra personal dan inter personal. Perasaan ketidak nyamanan di dalam dirinya akan diproyeksikan dan kemudian dia akan merasakan sebagai ancaman/  bahaya dari luar. Klien akan mempunyai fokus untuk memproyeksikan perasaannya yang akan menyebabkan perasaan curiga terhadap orang lain dan lingkungannya. Proyeksi klien tersebut akan  menimbulkan prilaku agresif sebagaimana yang muncul pada klien atau klien mungkin menggunakan mekanisme pertahanan yang lain seperti reaksi formasi melawan agresifitas, ketergantungan, afek tumpul, denial, menolak terhadap ketidaknyamanan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Faktor predisposisi dari curiga adalah tidak terpenuhinya trust pada masa bayi. Tidak terpenuhinya  karena lingkungan yang bermusuhan, orang tua yang otoriter, suasana yang kritis dalam keluarga, tuntutan lingkungan yang tinggi terhadap penampilan anak serta tidak terpenuhinya kebutuhan anak. Dengan demikian anak akan menggunakan mekanisme fantasi untuk meningkatkan harga dirinya atau dia akan mengembangkan tujuan yang tidak jelas. &lt;br /&gt; Pada klien , dari data yang ditemukan faktor predisposisi dari prilaku curiga adalah gangguan pola asuh. Di dalan keluarga klien merupakan anak angkat dari keluarga yang pada saat itu belum memiliki anak. Klien menjadi anak kesayangan ayahnya, karena klien dianggap sebagai pembawa rejeki keluarga. Sejak kelahiran adik-adiknya ( 7 orang ) klien mulai merasa tersisih dan tidak diperhatikan, merasa tidak nyaman, sehingga klien merasa terancam dari lingkungan keluarganya. Sejak itu klien tidak percaya pada orang lain, sering marah-marah dan mengamuk sehingga klien dibawa oleh keluarganya ke RS jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Masalah-masalah yang muncul pada klien curiga.&lt;br /&gt; Masalah yang biasanya timbul pada klien curiga karena adanya kecemasan yang timbul  akibat klien merasa terancam konsep dirinya, kurangnya rasa percaya diri terhadap lingkungan yang baru/asing (masalah ini tidak muncul pada klien G). Masalah lain yang juga sering muncul pada klien curiga yaitu marah, timbul sebagai proyeksi dari keadaan ketidak adekuatan dari perasaan ditolak (masalah ini muncul pada klien ).&lt;br /&gt; Isolasi sosial merupakan masalah yang juga muncul pada diri klien. Klien menarik diri akibat perasaan tidak percaya pada lingkungan . Curiga merupakan afek dari mekanisme koping yang tidak efektif, klien menunjukan bingung peran, kesulitan membuat keputusan, berprilaku destruktif dan menggunakan mekanisme pertahanan diri yang tidakl sesuai, dan masalah ini ada pada diri klien.&lt;br /&gt; Masalah lain yang timbul adalah gangguan perawatan diri dan data yang diperoleh : klien berpenampilan tidak adekuat, dimana klien tidak mandi, tidak mau gosok gigi, rambut kotor dan banyak ketombe, kuku kotor dan panjang. (masalah ini ada pada diri klien)&lt;br /&gt; Pada klien muncul juga gangguan harga diri rendah, dimana klien mempunyai pandangan negatif terhadap dirinya ditunjukkan dengan prilaku menarik diri atau menyerang orang lain.( masalah ini ada pada diri klien)&lt;br /&gt; Potensial gangguan nutrisi, pada klien curiga biasanya mengira makanan itu beracun atau petugas mungkin sudah memasukkan obat-obatan ke dalam minumannya, akibatnya tidak mau makan - minum. (masalah ini tidak ada pada diri klien)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PELAKSANAAN PROSES KEPERAWATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pelaksanaan proses keperawatan berorientasi pada masalah yang timbul pada klien. Pada bab ini akan menyampaikan secara singkat mengenai pelaksanaan proses keperawatan yang meliputi : Diagnosa Keperawatan, Tujuan jangka panjang, Intervensi, Evaluasi dan tindak lanjut. Adapun proses keperawatan secra lengkap ada pada lampiran. &lt;br /&gt;Diagnosa keperawatan I&lt;br /&gt;Potensial melukai diri sendiri/ orang lain s/d ketidak mampuan klien mengungkapkan marah secara konstruktif.&lt;br /&gt;Tupan : Tidak melukai orang lain/ diri sendiri serta mampu mengungkapkan marah secara konstruktif.&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;1. Membina hubungan saling percaya dengan klien .&lt;br /&gt;2. Memelihara ketengann lingkungan, suasana hangat dan bersahabat.&lt;br /&gt;3. Mempertahan kan sikap perwat secara konsisten.&lt;br /&gt;4. Mendorong klien untuk mengungkapkan  hal-hal yang menyebabkan klien marah.&lt;br /&gt;5. Mendiskusikan dengan klien tentang tanda-tanda yang biasa terjadi pada orang yang sedang marah.&lt;br /&gt;6. Mendorong klien untuk mengatakan cara-cara yang dilekukan bila klien marah.&lt;br /&gt;7. Mendiskusikan dengan klien cara mengungkapkan marah secara konstruktif.&lt;br /&gt;8. Mendiskusikan dengan keluarga ( pada saat kunjungan rumah ) ttg marah pada klien , apa yang sudah dilakukan bila klien marah dirumah bila klien cuti.&lt;br /&gt;Evaluasi :&lt;br /&gt;• Klien mau menerima petugas (mahasiswa ), dan membalas salam.&lt;br /&gt;• Berespon secara verbal.&lt;br /&gt;• Membalas jabat tangan, mau diajak berbicara.&lt;br /&gt;• Klien mampu mengungkapkan penyebab marahnya.&lt;br /&gt;• Klien dapat mengenal tanda-tanda marah.&lt;br /&gt;• Klien megatakan kalau amuk itu tidak baik.&lt;br /&gt;• Klien dapat memperagakan tehnik relaksasi.&lt;br /&gt;Tindak lanjut :&lt;br /&gt;• Melanjutkan untuk latihan marah yang konstruktif dengan tehnik relaksasi, tehnik asertif.&lt;br /&gt;Diagnosa keperawatan II&lt;br /&gt;Gangguan hubungan sosial; menarik diri sehubungan dengan curiga.&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;1. Membina hubungan saling percaya.&lt;br /&gt;2. Bersikap empati pada klien.&lt;br /&gt;3. Mengeksplorasi penyebab kecurigaan pada klien .&lt;br /&gt;4. Mengadakan kontak sering dan singkat.&lt;br /&gt;5. Meningkat respom klien terhadap realita.&lt;br /&gt;6. Memberikan obat sesuai dengan program terapi dan mengawasi respon klien.&lt;br /&gt;7. Mengikut sertakan klien dalam TAK sosialisasi untuk berinteraksi.&lt;br /&gt;Evaluasi :&lt;br /&gt;• Klien mampu mengeksplorasi yang menyebabkan curiga.&lt;br /&gt;• Klien disiplin  dalam meminum obat sesuai program terapi.&lt;br /&gt;Tindak lanjut:&lt;br /&gt;• Teruskan untuk program sosialisasi/ interaksi klien untuk mengurangi kecurigaan.&lt;br /&gt;Diagnosa Keperawatan III&lt;br /&gt;Penampilan diri kurang s/d kurang minat dalam kebersihan diri.&lt;br /&gt;Tupan : Penampilan klien rapih dan bersih serta klien mampu merawat kebersihan diri.&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;1. Memperhatikan tentang kebersihan klien .&lt;br /&gt;2. Mendiskusikan dengan klien ttg gunanya kebersihan.&lt;br /&gt;3. Memberikan reinforsemen positif apa yang sudah dilakukan klien.&lt;br /&gt;4. Mendorong klien untuk mengurus kebersihan diri.&lt;br /&gt;Tindak lanjut :&lt;br /&gt;• Perlu dilanjutkan dengan TAK tentang kegiatan sehari-hari.&lt;br /&gt;• Berikan motivasi agar klien mau merawat diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-2491782966894385169?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/2491782966894385169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=2491782966894385169' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2491782966894385169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2491782966894385169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/07/askep-curiga.html' title='ASKEP CURIGA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-190290314624197301</id><published>2009-06-20T23:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T23:17:14.837-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosedur Keperawatan'/><title type='text'>DEKUBITUS</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Kita kehilangan sekitar satu gram sel kulit setiap harinya karena gesekan kulit pada baju dan aktivitas higiene yang dilakukan setiap hari seperti mandi.&lt;br /&gt;Dekubitus dapat terjadi pada setiap tahap umur, tetapi hal ini merupakan masalah  yang khusus pada lansia. Khsusnya pada klien dengan imobilitas.&lt;br /&gt;Seseorang yang tidak im-mobil yang tidak berbaring ditempat tidur sampai berminggu-minggu tanpa terjadi dekubitus karena dapat berganti posisi beberapa kali dalam sejam. Penggantian posisi ini, biarpun hanya bergeser, sudah cukup untuk mengganti bagian tubuh yang kontak dengan alas tempat tidur.&lt;br /&gt;Sedangkan im-mobilitas hampir menyebabkan dekubitus bila berlangsung lama. Terjadinya ulkus disebabkan ganggual aliran darah setempat, dan juga keadaan umum dari penderita.&lt;br /&gt;Dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai jaringan dibawah kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat.&lt;br /&gt;Walaupun semua bagian tubuh mengalami dekubitus, bagian bawah dari tubuhlah yang terutama beresiko tinggi dan membutuhkan perhatian khsus.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Area yang biasa terjadi dekubitus adalah tempat diatas tonjolan tulang dan tidak dilindungi oleh cukup dengan lemak sub kutan, misalnya daerah sakrum, daerah trokanter mayor dan spina ischiadica superior anterior, daerah tumit dan siku.&lt;br /&gt;Dekubitus merupakan suatu hal yang serius, dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada penderita lanjut usia. Dinegara-negara maju, prosentase terjadinya dekubitus mencapai sekitar 11% dan terjadi dalam dua minggu pertama dalam perawatan.&lt;br /&gt;Usia lanjut mempunyai potensi besar untuk terjadi dekubitus karena perubahan kulit berkaitan dengan bertambahnya usia antara lain:&lt;br /&gt;• Berkurangnya jaringan lemak subkutan&lt;br /&gt;• Berkurangnya jaringan kolagen dan elastin&lt;br /&gt;• Menurunnya efesiensi kolateral kapiler pada kulit sehingga kulit menjadi lebih tipis dan rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPE ULKUS DEKUBITUS&lt;br /&gt;Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk penyembuhan dari suatu ulkus dekubitus dan perbedaan temperatur dari ulkus dengan kulit sekitarnya, dekubitus dapat dibagi menjadi tiga;&lt;br /&gt;1. Tipe normal&lt;br /&gt;Mempunyai beda temperatur sampai dibawah lebih kurang 2,5oC dibandingkan kulit sekitarnya dan akan sembuh dalam perawatan sekitar 6 minggu. Ulkus ini terjadi karena iskemia jaringan setempat akibat tekanan, tetapi aliran darah dan pembuluh-pembuluh darah sebenarnya baik.&lt;br /&gt;2. Tipe arterioskelerosis&lt;br /&gt;Mempunyai beda temperatur kurang dari 1oC antara daerah ulkus dengan kulit sekitarnya. Keadaan ini menunjukkan gangguan aliran darah akibat penyakit pada pembuluh darah (arterisklerotik) ikut perperan untuk terjadinya dekubitus disamping faktor tekanan. Dengan perawatan, ulkus ini diharapkan sembuh dalam 16 minggu.&lt;br /&gt;3. Tipe terminal&lt;br /&gt;Terjadi pada penderita yang akan meninggal dunia dan tidak akan sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOFISIOLOGI TERJADINYA DEKUBITUS&lt;br /&gt;Tekanan daerah pada kapiler berkisar antara 16 mmHg-33 mmHg. Kulit akan tetap utuh karena sirkulasi darah terjaga, bila tekanan padanya masih berkisar pada batas-batas tersebut. Tetapi sebagai contoh bila seorang penderita immobil/terpancang pada tempat tidurnya secara pasif dan berbaring diatas kasur busa maka tekanan daerah sakrum akan mencapai 60-70 mmHg dan daerah tumit mencapai 30-45 mmHg.&lt;br /&gt;Tekanan akan menimbulkan daerah iskemik dan bila berlanjut terjadi nokrosis jaringan kulit. Percobaan pada binatang didapatkan bahwa sumbatan total pada kapiler masih bersifat reversibel bila kurang dari 2 jam. Seorang yang terpaksa berbaring berminggu-minggu tidak akan mengalami dakubitus selama dapat mengganti posisi beberapa kali perjammnya.&lt;br /&gt;Selain faktor tekanan, ada beberapa faktor mekanik tambahan yang dapat memudahkan terjadinya dekubitus;&lt;br /&gt;• Faktor teregangnya kulit misalnya gerakan meluncur ke bawah pada penderita dengan posisi dengan setengah berbaring&lt;br /&gt;• Faktor terlipatnya kulit akiab gesekan badan yang sangat kurus dengan alas tempat tidur, sehingga seakan-akan kulit “tertinggal” dari area tubuh lainnya.&lt;br /&gt;Faktor teragannya kulit akibat daya luncur antara tubuh dengan alas tempatnya berbaring akan menyebabkan terjadinya iskemia jaringan setempat.&lt;br /&gt;Keadaan ini terjadi bila penderita immobil, tidak dibaringkan terlentang mendatar, tetapi pada posisi setengah duduk. Ada kecenderungan dari tubuh untuk meluncur kebawah, apalagi keadaannya basah. Sering kali hal ini dicegah dengan memberikan penhalang, misalnya bantal kecil/balok kayu pada kedua telapak kaki. Upaya ini hanya akian mencegah pergerakan dari kulit, yang sekarang terfiksasi dari alas, tetapi rangka tulang tetap cederung maju kedepan. Akibatnya terjadi garis-garis penekanan/peregangan pada jaringan subkutan yang sekan-akan tergunting pada tempat-tempat tertentu, dan akan terjadi penutupan arteriole dan arteri-arteri kecil akibat terlalu teregang bahkan sampai robek. Tenaga menggunting ini disebut Shering Forces.&lt;br /&gt;Sebagai tambahan dari shering forces ini, pergerakan dari tubuh diatas alas tempatnya berbaring, dengan fiksasi kulit pada permukaan alas akan menyebabkan terjadinya lipatan-lipatan kulit (skin folding). Terutama terjadi pada penderita yang kurus dengan kulit yang kendur. Lipatan-lipatan kulit yang terjadi ini dapat menarik/mengacaukan (distorsi) dan menutup pembuluh-pembuluh darah.&lt;br /&gt;Sebagai tambahan dari efek iskemia langsung dari faktor-faktor diatas, masih harus diperhatikan terjadinya kerusakan edotil, penumpukan trombosit dan edema. Semua inidapat menyebabkan nekrosis jarigan akibat lebih terganggunya aliran darah kapiler. Kerusakan endotil juga menyebabkn pembuluh darah mudah rusak bila terkena trauma.&lt;br /&gt;Faktor tubuh sendiri (faktor intrinsik) juga berperan untuk terjadinya dekubitus antara lain; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR INTRINSIK&lt;br /&gt;• Selama penuaan, regenerasi sel pada kulit menjadi lebih  lambat sehingga kulit akan tipis (tortora &amp; anagnostakos, 1990)&lt;br /&gt;• Kandungan kolagen pada kulit yang berubah menyebabkan elastisitas kulit berkurang sehingga rentan mengalami deformasi dan kerusakan.&lt;br /&gt;• Kemampuan sistem kardiovaskuler yang menurun dan sistem  arteriovenosus yang kurang kompeten menyebabkan penurunan perfusi kulit secara progresif.&lt;br /&gt;• Sejumlah penyakit yang menimbulkan seperti DM yang menunjukkan insufisiensi kardiovaskuler perifer dan penurunan fungsi kardiovaskuler seperti pada sistem pernapasan menyebabkan tingkat oksigenisasi darah pada kulit menurun.&lt;br /&gt;• Status gizi, underweight atau kebalikannya overweight&lt;br /&gt;• Anemia&lt;br /&gt;• Hipoalbuminemia yang mempermudah terjadinya dekubitus dan memperjelek penyembuhan dekubitus, sebaliknya bila ada dekubitus akam menyebabkan kadar albumin darah menurun&lt;br /&gt;• Penyakit-penyakit neurologik, penyakit-penyakit yang merusak pembuluh darah, juga mempermudah dan meperjelek dekubitus&lt;br /&gt;• Keadaan hidrasi/cairan tubuh perlu dinilai dengan cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR EKSTRINSIK&lt;br /&gt;• Kebersihan tempat tidur, &lt;br /&gt;• alat-alat tenun yang kusut dan kotor, atau peralatan medik yang menyebabkan penderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu juga memudahkan terjadinya dekubitus.&lt;br /&gt;• Duduk yang buruk &lt;br /&gt;• Posisi yang tidak tepat&lt;br /&gt;• Perubahan posisi yang kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENAMPILAN KLINIS DARI DEKUBITUS&lt;br /&gt;Karakteristik penampilan klinis dari dekubitus dapat dibagi sebagai berikut;&lt;br /&gt;Derajat I Reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis, tampak sebagai daerah kemerahan/eritema indurasi atau lecet.&lt;br /&gt;Derajat II Reaksi yang lebih dalam lagi sampai mencapai seluruh dermis hingga lapisan lemah subkutan, tampak sebagai ulkus yang dangkal, degan tepi yang jelas dan perubahan warna pigmen kulit.&lt;br /&gt;Derajat III Ulkus menjadi lebih dalam, meliputi jaringan lemak subkutan dan menggaung, berbatasan dengan fascia dari otot-otot. Sudah mulai didapat infeksi dengan jaringan nekrotik yang berbau.&lt;br /&gt;Derajat IV Perluasan ulkus menembus otot, hingga tampak tulang di dasar ulkus yang dapat mengakibatkan infeksi pada tulang atau sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat patofisiologi terjadinya dekubitus adalah penekanan pada daerah-daerah tonjolan tulang, harusla diingat bahwa kerusakan jaringan dibawah tempat yang mengalami dekubitus adalah lelih luas dari ulkusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGELOLAAN DEKUBITUS&lt;br /&gt;Pengelolaan dekubitus diawali dengan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya dekubitus dengan mengenal penderita risiko tinggi terjadinya dekubitus, misalnya pada penderita yang immobil dan konfusio.&lt;br /&gt;Usaha untuk meremalkan terjadinya dekubitus ini antara lain dengan memakai sistem skor Norton. Skor dibawah 14 menunjukkan adanya risiko tinggi untuk terjadinya dekubitus. Dengan evaluasi skor ini dapat dilihat perkembangan penderita &lt;br /&gt;Tindakan berikutnya adalan menjaga kebersihan penderita khususnya kulit, dengan memandikan setiap hari. Sesudah keringkan dengan baik lalu digosok dengan lotion, terutama dibagian kulit yang ada pada tonjolan-tonjolan tulang. Sebaiknya diberikan massase untuk melancarkan sirkulasi darah, semua ekskreta/sekreta harus dibersihkan dengan hati-hati agari tidak menyebabkan  lecet pada kulit penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan selanjutnya yang berguna baik untuk pencegahan maupun setelah terjadinya dekubitus adalah:&lt;br /&gt;1. Meningkatkan status kesehatan penderita;&lt;br /&gt;umum; memperbaiki dan menjaga keadaan umum penderita, misalnya anemia diatasi, hipoalbuminemia dikoreksi, nutirisi dan hidarasi yang cukup, vitamin (vitamin C) dan mineral (Zn) ditambahkan.&lt;br /&gt;khusus; coba mengatasi/mengoabati penyakit-penyakit yang ada pada penderita, misalnya DM.&lt;br /&gt;2. Mengurangi/memeratakan faktor tekanan yang mengganggu aliran darah;&lt;br /&gt;a. Alih posisi/alih baring/tidur selang seling, paling lama tiap dua jam. Keberatan pada cara ini adalah ketergantungan pada tenaga perawat yang kadang-kadang sudah sangat kurang, dan kadang-kadang mengganggu istirahat penderita  bahkan menyakitkan.&lt;br /&gt;b. Kasur khusus untuk lebih memambagi rata tekan yang terjadi pada tubuh penderita, misalnya; kasur dengan gelembung tekan udara yang naik turun, kasur air yang temperatur airnya dapat diatur. (keberatan alat canggih ini adalah harganya mahal, perawatannya sendir harus baik dan dapat ruasak)&lt;br /&gt;c. Regangan kulit dan lipatan kulit yang menyebabkan sirkulasi darah setempat terganggu, dapat dikurangi antara lain;&lt;br /&gt;• Menjaga posisi penderita, apakah ditidurkan rata pada tempat tidurnya, atau sudah memungkinakan untuk duduk dikursi.&lt;br /&gt;• Bantuan balok penyangga  kedua kaki, bantal-bantal kecil utuk menahan tubuh penderita, “kue donat” untuk tumit, &lt;br /&gt;• Diluar negeri sering digunakan kulit domba dengan bulu yang lembut dan tebal sebagai alas tubuh penderita.&lt;br /&gt;Bagitu tampak kulit yang hiperemis pada tubuh penderita, khsusnya pada tempat-tempat yang sering terjadi dekubitus, semua usaha-usahan diatas dilakukan dengan lebih cermat untuk memperbaiki iskemia yang terjadi, sebab sekali terjadi kerusakan jaringa upaya penyembuhan akan lebih rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah terjadi dekubitus, tentukan stadium dan tindakan medik menyesuaikan apa yang dihadapi:&lt;br /&gt;1. Dekubitus derajat I&lt;br /&gt;Dengan reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis; &lt;br /&gt;kulit yang kemerahan dibersihkan hati-hati dengan air hangat dan sabun, diberi lotion, &lt;br /&gt;kemudian dimassase 2-3 kali/hari.&lt;br /&gt;2. Dekubitus derajat II&lt;br /&gt;Dimana sudah terjadi ulkus yang dangkal; &lt;br /&gt;Perawatan luka harus memperhatikan syarat-syarat aseptik dan antiseptik. &lt;br /&gt;Daerah bersangkutan digesek dengan es dan dihembus dengan udara  hangat bergantian untuk meransang sirkulasi. &lt;br /&gt;Dapat diberikan salep topikal, mungkin juga untuk meransang tumbuhnya jaringan muda/granulasi, &lt;br /&gt;Penggantian balut dan salep ini jangan terlalu sering  karena malahan dapat merusakkan pertumbuhan jaringan yang diharapkan.&lt;br /&gt;3. Dekubitus derajat III&lt;br /&gt;Dengan ulkus yang sudah dalam, menggaung sampai pada bungkus otot dan sering sudah ada infeksi; &lt;br /&gt;Usahakan luka selalu bersih dan eksudat disusahakan dapat mengalir keluar. &lt;br /&gt;Balut jangan terlalu tebal dan sebaliknya transparan sehingga permeabel untuk masukknya udara/oksigen dan penguapan. &lt;br /&gt;Kelembaban luka dijaga tetap basah, karena akan mempermudah regenarasi sel-sel kulit. &lt;br /&gt;Jika luka kotor dapat dicuci dengan larutan NaCl fisiologis. &lt;br /&gt;Antibiotik sistemik mungkin diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dekubitus derajat IV&lt;br /&gt;Dengan perluasan ulkus sampai pada dasar tulang dan sering pula diserta jaringan nekrotik;&lt;br /&gt;Semua langkah-langkah diatas tetap dikerjakan dan jaringan nekrotik yang adal harus dibersihkan , sebaba akan menghalangi pertumbuhgan jaringan/epitelisasi.&lt;br /&gt;Beberapa preparat enzim coba diberikan untuk usaha ini, dengan tujuan mengurangi perdarahan, dibanding tindakan bedah yang juga merupakan alternatif lain. Setelah jaringan nekrotik dibuang danluka bersih, penyembuhan luka  secara alami dapat diharapkan.&lt;br /&gt;Beberapa usaha mempercepat adalah antara lain dengan memberikan oksigenisasi pada daerah luka, &lt;br /&gt;Tindakan dengan ultrasono untuk membuka sumbatan-sumbatan pembuluh darah dan sampai pada transplantasi kulit setempat.&lt;br /&gt;Angka mortalitas dekubitus derajat IV ini dapat mencapai 40%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-190290314624197301?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/190290314624197301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=190290314624197301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/190290314624197301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/190290314624197301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/06/dekubitus.html' title='DEKUBITUS'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-839590176505377580</id><published>2009-06-20T23:06:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T23:13:13.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Maternitas'/><title type='text'>Senam Nifas</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sj3PVbC6qGI/AAAAAAAAADE/MP_FSOCh_n4/s1600-h/senam+nifas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349659899330209890" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 90px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sj3PVbC6qGI/AAAAAAAAADE/MP_FSOCh_n4/s320/senam+nifas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kehamilan dan persalinan adalah peristiwa yang alamiah yang dialami oleh seorang ibu, tetapi bagi seorang ibu yang hamil anak pertama sering dianggap sebagai peristiwa yang mencemaskan. Bagi ibu hamil segala sesuatu yang berada disekitar hidupnya akan berpengaruh langsung pada dirinya. Yang jelas misalnya alat-alat rumah tangga yang serba praktis dan modern, alat angkut, alat pembersih rumah tangga dan lain-lain, yang tidak menggunakan tenaga kerja jasmani sehingga otot-otot dan sendi dalam tubuh makin tidak efisien kerjanya. Sehingga otot-otot dan sendi akan kaku tidak elastis dan lemah. Padahal bagi ibu yang melahirkan dibutuhkan oto-otot dan sendi yang kuat dan elastis. &lt;span class="fullpost"&gt;Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu cara adalah mengikuti senam. Begitu juga dengan ibu seterlah melahirkan supaya otot-otot dan tubuhnya cepat kembali segar dianjurkan mengikuti senam setelah melahirkan yang akan banyak manfaatnya bagi ibu setelah melahirkan. Keterangan lengkap tentang senam Nifas &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5277704/senamnifas.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-839590176505377580?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/839590176505377580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=839590176505377580' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/839590176505377580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/839590176505377580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/06/senam-nifas.html' title='Senam Nifas'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sj3PVbC6qGI/AAAAAAAAADE/MP_FSOCh_n4/s72-c/senam+nifas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-7356955017232151729</id><published>2009-06-13T00:43:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T01:02:34.891-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar KTI'/><title type='text'>karyatulisilmiahkeperawatan.com????</title><content type='html'>Pendidikan Diploma III Keperawatan merupakan salah satu pendidikan tinggi Keperawatan yang mempunyai tujuan menghasilkan tenaga Perawat Profesional Pemula dengan sebutan Ahli Madya Keperawatan. Untuk melaksanakan proses pendidikan sangat diperlukan kurikulum sebagai pedoman dan arah dalam interaksi mahasiswa dengan seluruh sumber-sumber belajar sehingga dapat dicapai kualitas lulusan yang handal.&lt;br /&gt;Karya Tulis Ilmiah atau skripsi merupakan tugas akhir seorang mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan dalam jenjang Diploma III dan Sarjana. Dalam membuat tugas tersebut harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan ilmiah. Kaidah tersebut sangat penting sehingga siapun apakah calon peneliti atau peneliti, pembimbing dan penguji harus mentaati kaidah pembuatan tersebut. Kaidah tersebut disusun untuk menyamakan cara penulisan sehingga tercipta sebuah panduan penyusunan karya tulis ilmiah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;a href="http:karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com"&gt;&lt;img src="http://i107.photobucket.com/albums/m305/asfa_kuwait/bannerkti2.gif" border="0" alt="banner kti"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah penyusunan karya tulis ilmiah keperawatan adalah Pengajuan Outline dan Judul Penelitian dengan mengikuti kaidah atau syarat dan Ketentuan Outline itu sendiri yang akan diserahkan ke pembimbing . Selanjutnya pembimbing akan menyetujui proposal yang diajukan oleh setiap mahasiswa sesuai kerangka Sistematika Proposal &lt;br /&gt;Pada kesempatan ini karyatulisilmiahkeperawatan.com hadir dengan memberikan solusi dari begitu banyaknya tugas yang dialami mahasiswa keperawatan dalam melaksanakan tugas akhir perkuliiahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang ada di karyatulisilmiahkeperawatan.com???? Karyatulisilmiahkeperawatan.com mencoba hadir dengan ilmu keperawatan sesuai dengan kerangka Sistematika Proposal meliputi; Halaman Judul, Halaman Persetujuan, Kata Pengantar Daftar Isi , Daftar Tabel , Bab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Pustaka, Bab III Metode Penelitian, Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, Bab V Kesimpulan dan Saran, Daftar Pustaka, Lampiran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-7356955017232151729?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/7356955017232151729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=7356955017232151729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7356955017232151729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7356955017232151729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/06/karyatulisilmiahkeperawatancom.html' title='karyatulisilmiahkeperawatan.com????'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-3966524680654337315</id><published>2009-06-13T00:27:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T00:29:15.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keperawatan Medikal Bedah'/><title type='text'>Test dan diagnosa Faringitis</title><content type='html'>Umunya faringitis ringan, sehingga tidak memerlukan penanganan serius; palagi jika tidak terjadi infeksi. Perhatikan tanda-tanda terjadi infeksi, seperti dahak yang berwarna kuning atau hijau. Hal ini diperlukan untuk mencegah pemberian antibiotic yang tidak perlu. Jika tidak parah, cukup diberi obat simptomatis. Untuk beberapa kasus ketika infeksi makin serius, perlu dilakukan kultur tenggorokan, untuk mengetahui penyebab faringitis. Sehingga dapat segera diambil tidakan tepat. Jika ternyata ditemukan kuman berbhaya seperti GABHS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kultur tenggorokan adalah metod konvensional untuk menegakan diagnois infeksi streptokok. Pada pasien faringitis streptokokal yang tidak diobati, kultur tenggorok (pengambilan sampel pada tonsil dan faringposterior) menunjukan hasil yang hamper selalu positif. Cara ini memiliki sensitifitas 90-95%. Sayangnya, kultur tidak dapat diandalkan untuk membedakan antara infeksi streptokokal akut dengan carrier streptokokal, yang juga terinfeksi pathogen lain. Infeksi streptokokal pada faringeal adalah temuan umum, kususnya pada anak usia sekolah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah streptokok dalam jumlah sampel tenggorok tidak dapat digunakan untuk membedakan carrier dari infeksi, karena pertumbuhan kecil dapat diasosiasikan dengan infeksi sebenarnya. Hasil kultur tenggorok yang negative bias dijadikan acuan, untuk menghentikan terapi antibiotic pada sebagian besar pasien dengan radang tenggorokan. Kultur tenggorok sebaiknya dibaca dalam 24 jam. Jika negtif, jika negatife sebaiknya diinkubasi 24 jam berikutnya agar mendapatkan sensitifitas optimal guna mendeteksi GABHS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jika terdapat pseudomembran dan terjadi pendarahan saat pengangkatan membrane, dapat dikatakan pasien menderita difteria. Abnormalitas neurologis seperti palatine palsy merupakan petunjuk penting untuk diteria, dalam kasus tanpa pseudomembrane. Sebaiknya lakukan smear dan kultur untuk corynebacterium diphtheria. (diambil dari Majalah ETHICAL DIGEST edisi 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-3966524680654337315?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/3966524680654337315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=3966524680654337315' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3966524680654337315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3966524680654337315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/06/test-dan-diagnosa-faringitis.html' title='Test dan diagnosa Faringitis'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-3460198825744901544</id><published>2009-06-13T00:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T00:27:23.889-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan THT'/><title type='text'>Askep  FARINGITIS</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/SjNTUV9Q1CI/AAAAAAAAACw/O8QO_DS1Upk/s1600-h/faringitis.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 99px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/SjNTUV9Q1CI/AAAAAAAAACw/O8QO_DS1Upk/s400/faringitis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346708791575499810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Faringitis Adalah peradangan pada mukosa faring.(Efiaty Arsyad S,Dr,Sp.THT, 2000). Etiologi faringitis akut adalah bakteri atau virus yang ditularkan secara droplet infection atau melalui bahan makanan / minuman / alat makan. Penyakit  ini dapat sebagai  permulaan  penyakit lain, misalnya : morbili, Influenza, pnemonia, parotitis , varisela, arthritis, atau radang  bersamaan dengan infeksi jalan nafas bagian atas   yaitu: rinitis akut, nasofaringitis, laryngitis akut, bronchitis akut. Kronis  hiperplastik terjadi perubahan mukosa dinding posterior faring. Tampak mukosa menebal serta hipertropi kelenjar limfe dibawahnya dan dibelakang arkus faring posterior (lateral band). Adanya mukosa dinding posterior tidak rata yang disebut granuler.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan faringitis kronis atropi sering timbul bersama dengan rinitis atropi, udara pernafasan tidak diatur suhu serta kelembabannya, sehingga menimbulkan rangsangan serta infeksi pada faring. Selengkapnya klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5169209/ASKEPFARINGITIS.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-3460198825744901544?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/3460198825744901544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=3460198825744901544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3460198825744901544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3460198825744901544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/06/askep-faringitis.html' title='Askep  FARINGITIS'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/SjNTUV9Q1CI/AAAAAAAAACw/O8QO_DS1Upk/s72-c/faringitis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-3153606905545913056</id><published>2009-06-12T15:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T15:52:18.343-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah anda??'/><title type='text'>Kasus Malpraktik Bisa Dikenakan pada Perawat</title><content type='html'>PROLONGED arm, "Extended role" doctrine. Istilah-istilah ini begitu dikenal selama beberapa dekade lalu di negara-negara Anglo Saxon. Sementara itu, di Benua Eropa muncul pula Verlengde arm theorie. Apakah maksudnya? Tak lain dari julukan bagi seorang perawat yang diterjemahkan menjadi "perpanjangan tangan dokter".Perawat yang berada di rumah sakit selama 24 jam diharuskan menggantikan dokter dalam merawat pasiennya, selama dokter itu tidak bertugas. Meski begitu, perawat hanya diberi wewenang yang sangat kecil untuk itu. Sebagai perawat, ia tidak boleh secara langsung memberikan pengobatan, kecuali sebelumnya sudah mendapat instruksi tertulis pada rekam medik.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dalam ketentuan yang dikeluarkan Kansas Supreme Court Amerika Serikat pada tahun 1964 disebutkan, fungsi utama seorang perawat adalah mengobservasi dan mencatat gejala dan reaksi pasien. Perawat tidak diperkenankan memberikan kesimpulan hasil diagnosa atau perawatan penyakit pada pasien.&lt;br /&gt;Pandangan tersebut kemudian mengalami perubahan dua dekade kemudian, yaitu ketika pengadilan banding di New York pada tahun 1985 mengakui pandangan modern bahwa perawat bukan lagi menjadi petugas kesehatan yang pasif, tetapi penyedia jasa perawatan kesehatan yang desisif dan asertif. &lt;br /&gt;Dalam lingkup modern dan pandangan baru itu, selain adanya perubahan status yuridis dari "perpanjangan tangan" menjadi "kemitraan" atau "kemandirian", seorang perawat juga telah dianggap bertanggung jawab hukum untuk malpraktik keperawatan yang dilakukannya, berdasarkan standar profesi yang berlaku. Dalam hal ini dibedakan tanggung jawab untuk masing-masing kesalahan atau kelalaian, yaitu malpraktik medik atau keperawatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, ada perbedaan yang jelas antara peran kedua tenaga medis itu. Dokter menangani pengobatan, sedangkan perawat mengurus perawatannya. Dengan wewenang lebih banyak dipegang dokter maka tanggung jawab selama ini juga diemban oleh dokter.&lt;br /&gt;Kini para perawat diperkenankan melakukan tugas-tugas dokter. Karena itu, mereka pun dapat terkena gugatan hukum bila terjadi akibat negatif dari pelayanannya kepada pasien. Selama ini dalam tindakan sehari-hari di rumah sakit, seorang perawat bisa saja melakukan berbagai kesalahan, misalnya keliru memberikan obat atau salah dosis, salah membaca label, salah menangani pasien, dan yang lebih berat lagi adalah salah memberikan tranfusi darah sehingga mengakibatkan hal yang fatal.&lt;br /&gt;Sejalan dengan adanya perubahan tanggung jawab, kesalahan itu harus ditanggung oleh perawat. Hal ini telah dijalani perawat di beberapa negara. Sebagai contoh, di Memphis County Hospital pada tahun 1986 seorang perawat digugat karena memberikan suntikan Lidocaine over dosis kepada pasiennya sehingga mengakibatkan pasien bersangkutan meninggal. Sementara itu, perawat di Ohashi Hospital pada Agustus tahun 2000 lalu menemui nasib yang sama. Ia disalahkan karena menyebabkan kematian bayi baru lahir karena kesalahan melakukan tindakan medis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlakunya ketentuan baru, kesalahan dalam operasi atau pembedahan juga menjadi tanggung jawab perawat yang mendampingi dokter di kamar operasi. Teori bahwa dokter bedah harus mengontrol semua aktivitas yang dilakukan di kamar bedah sudah tidak realistis lagi pada waktu sekarang. &lt;br /&gt;Sebelumnya memang dianut doktrin "captain of the ship", yaitu dokter bedah harus bertanggung jawab bila selama operasi terjadi sesuatu hal di kamar bedah, termasuk terhadap kelalaian atau kesalahan perawat bedah. Pada ketentuan lama, perawat memang dianggap sebagai tenaga yang dipinjamkan (borrowed servant) oleh rumah sakit kepada dokter bedah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus-kasus yang terjadi berkaitan dengan malpraktik memang bisa menimbulkan berbagai konsekuensi hukum yang harus ditanggung perawat dengan adanya perubahan status mereka. Dari aspek pidana ini bisa-bisa mereka terkena hukuman badan atau kurungan. Dan, dari sisi perdata, pasien bisa menuntut ganti rugi; dari segi profesi, mungkin terkena sanksi dari Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan atau Keperawatan menyangkut etik dan disiplin. Dan, dari rumah sakit, perawat bisa di-PHK-kan kalau sampai terjadi sesuatu yang merugikan majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA peran perawat di Indonesia? Menurut salah seorang panelis, secara nyata belum tampak adanya perubahan yang jelas. Di banyak rumah sakit, perawat tampaknya masih diperlakukan dan mendapat tugas dan wewenang seperti sebelumnya. &lt;br /&gt;Padahal, ketentuan tentang perubahan dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kemampuan perawat telah terbentuk. Dalam hal ini telah diselenggarakan jenjang pendidikan keperawatan yang lebih tinggi, mulai dari akademi perawat, fakultas untuk program S1, bahkan sampai program pascasarjana. &lt;br /&gt;Selain itu, juga telah dikeluarkan Kepmenkes Nomor 647 Tahun 2000 tentang registrasi dan praktik perawat. Menurut peraturan tersebut, perawat dapat melaksanakan praktik tidak saja pada sarana pelayanan kesehatan, tetapi dapat pula melakukan praktik perseorangan atau berkelompok. Meski begitu, dalam praktik memang belum ada perubahan peran atau tugas perawat di Indonesia. &lt;br /&gt;Dalam diskusi, beberapa peserta berpendapat, perubahan status perawat memang sudah waktunya diberlakukan. Namun, baik panelis maupun peserta masih melihat beberapa ketentuan belum mendukung ke arah itu. &lt;br /&gt;Dari sisi profesi harus ditetapkan dulu tingkatan tanggung jawab untuk tiap jenjang keperawatan. Organisasi keperawatan atau Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) harus menjelaskan perbedaan antara tugas dan tanggung jawab perawat profesional yang berpendidikan sarjana dan diploma.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan perannya yang semakin besar, semestinya profesi perawat juga harus mengetahui tanggung jawabnya dilihat dari aspek hukum. Namun, hal ini ternyata belum diajarkan kepada mereka, seperti diungkapkan seorang panelis. "Di program D3 perawat belum ada kurikulum atau pelajaran tentang hukum. Yang diberikan hanya soal etika. Pelajaran hukum baru diberikan pada program S1," ujarnya. &lt;br /&gt;Para perawat hendaknya perlu tahu sedikit banyak tentang hukum kedokteran atau hukum kesehatan, misalkan tentang bioetik standar profesi kedokteran, rekam medik, dan etika kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu antara lain karena belum adanya asuransi untuk malpraktik keperawatan, dan belum ada hal yang mengatur tentang solusi bila terjadi perselisihan dengan profesi dokter atau masalah malpraktik, dan kesalahan dalam pemberian advokasi atau konsultasi oleh seorang perawat kepada pasiennya. &lt;br /&gt;Dari sisi peraturan, panelis juga mengungkapkan ada satu celah yang belum terisi yang menyangkut perlindungan konsumen kesehatan. Saat ini memang ada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Dari undang-undang itu kemudian keluar peraturan pemerintah. Namun, belum ada peraturan pelaksanaan (PP) tentang standar profesi keperawatan, hak pasien, dan ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan, termasuk perawat. &lt;br /&gt;Sementara itu, pihak perawat, seperti yang terungkap dalam diskusi, belum melihat adanya pengaturan atau konsep tentang cara dan pemberian imbalan yang seimbang dengan penambahan tanggung jawab hukum yang diembannya. "Dengan imbalan yang kecil, kami tentu keberatan bila harus menanggung risiko dan tanggung jawab yang besar," ungkap salah seorang perawat dari sebuah rumah sakit umum di Jakarta.&lt;br /&gt;Menurut panelis, dalam hal ini harus ada upaya untuk menetapkan imbalan untuk setiap pelayanan yang diberikan oleh perawat. Perawat hendaknya tidak hanya mendapat gaji, tetapi juga imbalan lain sesuai dengan jasa yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, panelis lain berpendapat, dengan adanya ketentuan baru maka hal lain yang mendesak dilakukan adalah penyiapan rekomendasi dari organisasi keperawatan, dalam hal ini PPNI. Karena menurut Kepmenkes tersebut, Surat Izin Kerja Perawat (SIKP)-Pasal 9-dan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP)-Pasal 12-mensyaratkan adanya rekomendasi dari organisasi profesi perawatan untuk pengeluaran izin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Registrasi pada Konsil Keperawatan diperlukan sebagai tindakan untuk memperoleh kewenangan formal melakukan pekerjaan keperawatan yang dapat membahayakan pasien atau klien. Dalam hal ini, harus ditetapkan persyaratan apa saja yang diperlukan bagi anggota PPNI untuk dapat diregistrasi pada konsil tersebut. Konsil Keperawatan tersebut sudah ada naskah akademik dan rancangan UU-nya, namun belum sampai masuk ke DPR. &lt;br /&gt;Registrasi keperawatan ini harus diatur dalam UU karena praktik keperawatan menyangkut masalah hak asasi manusia, atau dapat mengakibatkan konsekuensi hilangnya nyawa pasien. Registrasi yang dilakukan di konsil (council) itu juga merupakan satu usaha atau proses yang diperlukan untuk membantu perawat memperoleh kewenangan formalnya, yang dengan itu ia juga dapat meningkatkan kemampuan dan kesejahteraannya. Sebagai seorang karyawan yang mendapat kewenangan, ia juga mendapatkan hak pendapatan yang dijamin oleh UU itu. &lt;br /&gt;Dengan meningkatkan perubahan status, tanggung jawab, dan wewenang, seorang perawat memang harus menghadapi peluang dan tantangan. Selain dapat meningkatkan kemampuan profesi dan kesejahteraannya, di balik itu ia juga harus berani menanggung risiko bila terjadi hal-hal negatif dalam menjalankan tugasnya&lt;br /&gt;sumber.&lt;a href=" http://www.kompas.com"&gt;http://www.kompas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-3153606905545913056?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/3153606905545913056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=3153606905545913056' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3153606905545913056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3153606905545913056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/06/kasus-malpraktik-bisa-dikenakan-pada.html' title='Kasus Malpraktik Bisa Dikenakan pada Perawat'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-2121338195059334741</id><published>2009-06-12T13:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T15:54:43.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Kulit'/><title type='text'>Askep SLE (Sistemisc lupus erythematosus)</title><content type='html'>TINJAUAN TEORI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian &lt;br /&gt;SLE (Sistemisc lupus erythematosus) adalah penyakti radang multisistem yang sebabnya belum diketahui, dengan perjalanan penyakit yang mungkin akut dan fulminan atau kronik remisi dan eksaserbasi disertai oleh terdapatnya berbagai macam autoantibodi dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Patofisiologi&lt;br /&gt;Penyakit SLE terjadi akibat terganggunya regulasi kekebalan yang menyebabkan peningkatan autoantibodi yang berlebihan. Gangguan imunoregulasi ini ditimbulkan oleh kombinasi antara faktor-faktor genetik, hormonal ( sebagaimana terbukti oleh awitan penyakit yang biasanya terjadi selama usia reproduktif) dan lingkungan (cahaya matahari, luka bakar termal). Obat-obat tertentu seperti hidralazin, prokainamid, isoniazid, klorpromazin dan beberapa preparat antikonvulsan di samping makanan seperti kecambah alfalfa turut terlibat dalam penyakit SLE- akibat senyawa kimia atau obat-obatan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada SLE, peningkatan produksi autoantibodi diperkirakan terjadi akibat fungsi sel T-supresor yang abnormal sehingga timbul penumpukan kompleks imun dan kerusakan jaringan. Inflamasi akan menstimulasi antigen yang selanjutnya serangsang antibodi tambahan dan siklus tersebut berulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;1. Sistem Muskuloskeletal&lt;br /&gt;Artralgia, artritis (sinovitis), pembengkakan sendi, nyeri tekan dan rasa nyeri ketika bergerak, rasa kaku pada pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5163109/ASKEPSLE.doc.html"&gt;klik disini... &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-2121338195059334741?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/2121338195059334741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=2121338195059334741' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2121338195059334741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2121338195059334741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/06/askep-sle-sistemisc-lupus-erythematosus.html' title='Askep SLE (Sistemisc lupus erythematosus)'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-5740809677539320044</id><published>2009-05-21T12:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T12:41:08.251-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Mata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kedokteran'/><title type='text'>TUMOR ORBITA</title><content type='html'>A. Definisi&lt;br /&gt;Tumor orbita mata adalah tumor yang menyerang rongga orbita (tempat bola mata) sehingga merusak jaringan lunak mata, seperti otot mata, syaraf mata dan kelenjar air mata. &lt;br /&gt;Rongga orbital dibatasi sebelah medial oleh tulang yang membentuk dinding luar sinus ethmoid dan sfenoid. Sebelah  superior oleh lantai fossa anterior,  dan  sebelah lateral  oleh zigoma, tulang frontal dan sayap  sfenoid besar. Sebelah inferior oleh atap sinus maksilari.        &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;B. Patologi      &lt;br /&gt;Tumor  bisa tumbuh dari struktur yang terletak  didalam atau sekitar orbit:&lt;br /&gt; Kelenjar lakrimal:&lt;br /&gt;Adenoma fleomorfik: biasanya jinak, tapi rekurensi terjadi bila tidak dilakukan eksisi lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Karsinoma&lt;br /&gt; Jaringan limfoid: &lt;br /&gt;Limfoma: Tumbuh primer didalam orbit, atau sekunder  atas kelainan menyeluruh pada tubuh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Retina: &lt;br /&gt; Retinoblastoma: Tumor anak-anak yang sangat ganas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Melanoma&lt;br /&gt; Tulang:&lt;br /&gt;Osteoma: biasanya mengenai sinus frontal atau  ethmoid, bisa menyebabkan mukosel frontal.&lt;br /&gt;   Sista dermoid&lt;br /&gt;   Sista epidermoid&lt;br /&gt; Sinus paranasal, nasofaring:&lt;br /&gt;   Karsinoma: Sering menginvasi dinding medial  orbit pada tahap dini penyakit.&lt;br /&gt; Selubung saraf optik:&lt;br /&gt;   Meningioma: sering meluas keintrakranial melalui  foramen optik.&lt;br /&gt; Saraf optik:&lt;br /&gt;    Glioma (astrositoma pilositik): Tumbuh sangat lambat.&lt;br /&gt;    Neurofibroma/neurinoma&lt;br /&gt; Jaringan ikat: &lt;br /&gt;Rabdomiosarkoma: Tumor  anak-anak ganas dengan  pertumbuhan dan penyebaran lokal cepat.&lt;br /&gt; Metastasis melalui darah:&lt;br /&gt;  Dewasa: Karsinoma 'breast'&lt;br /&gt;  Karsinoma bronkhial&lt;br /&gt;  Anak-anak: Neuroblastoma&lt;br /&gt;  Sarkoma Ewing&lt;br /&gt;  Leukemia&lt;br /&gt;  Tumor testikuler&lt;br /&gt; Lesi orbital non-neoplastik:&lt;br /&gt;Hemangioma/limfangioma  kavernosa: Lesi jinak yang  sering terjadi pada dewasa.&lt;br /&gt;  Pseudotumor&lt;br /&gt;  Eksoftalmos endokrin&lt;br /&gt;  Granulomatosis Wagener&lt;br /&gt;  Histiositosis X&lt;br /&gt;  Sarkoidosis&lt;br /&gt;    Fistula  karotid-kavernosa  tampil  dengan  eksoftalmos pulsatif.&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;C. Tanda dan Gejala Klinis&lt;br /&gt;   Nyeri orbital: jelas  pada tumor ganas yang tumbuh  cepat,  namun juga merupakan gambaran khas  'pseudotumor' jinak dan fistula karotid-kavernosa.&lt;br /&gt; Proptosis: pergeseran bola mata kedepan adalah gambaran yang  sering dijumpai, berjalan bertahap dan tak  nyeri dalam beberapa bulan atau tahun (tumor jinak) atau  cepat (lesi ganas).&lt;br /&gt; Pembengkakan kelopak: mungkin  jelas pada  pseudotumor, eksoftalmos endokrin atau fistula karotid-kavernosa.&lt;br /&gt;   Palpasi: bisa  menunjukkan massa yang menyebabkan  distorsi kelopak atau bola mata, terutama dengan tumor kelenjar lakrimal atau dengan mukosel. &lt;br /&gt; Pulsasi:  menunjukkan lesi vaskuler;  fistula  karotidkavernosa atau malformasi arteriovenosa, dengarkan adanya bruit.&lt;br /&gt;    erak mata: sering  terbatas oleh sebab mekanis,  namun  bila nyata, mungkin akibat oftalmoplegia endokrin  atau dari  lesi  saraf III, IV, dan VI pada  fisura  orbital (misalnya sindroma Tolosa Hunt) atau sinus kavernosus.&lt;br /&gt; Ketajaman penglihatan: mungkin terganggu langsung  akibat terkenanya saraf optik atau retina, atau tak  langsung akibat kerusakan vaskuler.&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;D. Pemeriksaan        &lt;br /&gt; Foto polos orbit: mungkin menunjukkan erosi lokal  (keganasan),  dilatasi foramen optik  (meningioma,  glioma saraf optik) dan terkadang kalsifikasi (retinoblastoma, tumor kelenjar lakrimal). Meningioma sering menyebabkan sklerosis lokal.&lt;br /&gt;    CT scan orbit: menunjukkan lokasi tepat patologi intraorbital dan memperlihatkan adanya setiap perluasan  keintrakranial.&lt;br /&gt;   Venografi orbital: mungkin membantu.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;E. Pengelolaan       &lt;br /&gt; Tumor jinak: memerlukan  eksisi, namun bila  kehilangan penglihatan merupakan hasil yang tak dapat dihindarkan, dipikirkan pendekatan konservativ.&lt;br /&gt; Tumor ganas: memerlukan biopsi dan radioterapi. Limfoma juga berreaksi baik dengan khemoterapi. Terkadang  lesi terbatas (misal karsinoma kelenjar lakrimal) memerlukan reseksi radikal.&lt;br /&gt; Pendekatan operatif:&lt;br /&gt;  Orbital medial: untuk tumor anterior, terletak dimedial saraf optik.&lt;br /&gt;Transkranial-frontal: untuk tumor dengan perluasan  intrakranial atau terletak posterior dan medial dari  saraf optik.&lt;br /&gt;  Lateral: untuk  tumor yang terletak superior,  lateral, atau inferior dari saraf optik.&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;F. PSEUDOTUMOR (GRANULOMA ORBITAL)&lt;br /&gt; Nyeri  orbital tiba-tiba dengan  pembengkakan  kelopak, proptosis  dan khemosis akibat infiltrasi limfosit  dan sel plasma pada berbagai struktur didalam orbit. Keadaan  ini biasanya terjadi pada  usia  menengah dan  jarang terjadi bilateral. CT  scan  memperlihatkan lesi  orbital difus, walau mungkin lebih  dominan  pada satu struktur, misalnya saraf optik,  otot  ekstra-okuler atau kelenjar lakrimal. Bila diagnostik tetap meragukan, diperlukan biopsi. Kebanyakan pasien   memperlihatkan respons yang dramatis terhadap steroid. Bila gejala menetap, lesinya akan berreaksi baik terhadap  radioterapi.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;G. EKSOFTALMOS ENDOKRIN        &lt;br /&gt; Pasien  tirotoksik dengan eksoftalmos  bilateral  tidak sulit  untuk didiagnosis, namun  eksoftalmos  endokrin, dengan edema kelopak yang jelas, retraksi kelopak,  dan oftalmoplegia mungkin terjadi unilateral dan dengan tiroksin  dan triiodotironin serum normal.  Bila  curiga, tes  stimulasi TRH mungkin membantu menegakkan  diagnosis. Pada beberapa pasien penyakitnya berlangsung terus dan menyebabkan ulserasi korneal, edema papil dan  bahkan  kebutaan. Pada keadaan ini dekompresi orbital  sangat bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.dexamedica.com, Tumor Orbita&lt;br /&gt;http://www.angelfire.com/nc/neurosurgery/Orbita.html, Tumor Orbita&lt;br /&gt;http://www.parentsguide.co.id, Mata Julig, gejala awal kanker mata&lt;br /&gt;http://cyberwoman.cbn.net.id, Waspadai kanker mata&lt;br /&gt;http://www.ahmadfaried.com, Tumor retina&lt;br /&gt;http://www.pdpersi.co.id, Mata kian menonjol, waspadai kanker mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-5740809677539320044?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/5740809677539320044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=5740809677539320044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5740809677539320044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5740809677539320044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/tumor-orbita.html' title='TUMOR ORBITA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-1420299471866421277</id><published>2009-05-21T12:25:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T12:37:17.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan THT'/><title type='text'>OTITIS MEDIA AKUT</title><content type='html'>A. Pengertian&lt;br /&gt;Otitis media akut (OMA) adalah peradangan akut sebagian atau seluruh periosteum telinga tengah (Kapita selekta kedokteran, 1999).&lt;br /&gt;Yang paling sering terlihat ialah :&lt;br /&gt;1. Otitis media viral akut&lt;br /&gt;2. Otitis media bakterial akut&lt;br /&gt;3. Otitis media nekrotik akut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Etiologi&lt;br /&gt;Penyebabnya adalah bakteri piogenik seperti streptococcus haemolyticus, staphylococcus aureus, pneumococcus , haemophylus influenza, escherecia  coli, streptococcus anhaemolyticus, proteus vulgaris, pseudomonas aerugenosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Patofisiologi&lt;br /&gt;Umumnya otitis media dari nasofaring yang kemudian mengenai telinga tengah, kecuali pada kasus yang relatif jarang, yang mendapatkan infeksi bakteri yang membocorkan membran timpani. Stadium awal komplikasi ini dimulai dengan hiperemi dan edema pada mukosa tuba eusthacius bagian faring, yang kemudian lumennya dipersempit oleh &lt;span class="fullpost"&gt; hiperplasi limfoid pada submukosa.&lt;br /&gt;Gangguan ventilasi telinga tengah ini disertai oleh terkumpulnya cairan eksudat dan transudat dalam telinga tengah, akibatnya telinga tengah menjadi sangat rentan terhadap infeksi bakteri yang datang langsung dari nasofaring. Selanjutnya faktor ketahanan tubuh pejamu dan virulensi bakteri akan menentukan progresivitas penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pemeriksaan Penunjang&lt;br /&gt;1. Otoskop pneumatik untuk melihat membran timpani yang penuh, bengkak dan tidak tembus cahaya dengan kerusakan mogilitas.&lt;br /&gt;2. Kultur cairan melalui mambran timpani yang pecah untuk mengetahui organisme penyebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Asuhan Keperawatan&lt;br /&gt;1. Pengkajian&lt;br /&gt;Data yang muncul saat pengkajian:&lt;br /&gt;a. Sakit telinga/nyeri&lt;br /&gt;b. Penurunan/tak ada ketajaman pendengaran pada satu atau kedua telinga&lt;br /&gt;c. Tinitus&lt;br /&gt;d. Perasaan penuh pada telinga&lt;br /&gt;e. Suara bergema dari suara sendiri&lt;br /&gt;f. Bunyi “letupan” sewaktu menguap atau menelan&lt;br /&gt;g. Vertigo, pusing, gatal pada telinga&lt;br /&gt;h. Penggunaan minyak, kapas lidi, peniti untuk membersihkan telinga&lt;br /&gt;i. Penggunanaan obat (streptomisin, salisilat, kuirin, gentamisin)&lt;br /&gt;j. Tanda-tanda vital (suhu bisa sampai 40o C), demam&lt;br /&gt;k. Kemampuan membaca bibir atau memakai bahasa isyarat&lt;br /&gt;l. Reflek kejut&lt;br /&gt;m. Toleransi terhadap bunyi-bunyian keras&lt;br /&gt;n. Tipe warna 2 jumlah cairan&lt;br /&gt;o. Cairan telinga; hitam, kemerahan, jernih, kuning&lt;br /&gt;p. Alergi&lt;br /&gt;q. Dengan otoskop tuba eustacius bengkak, merah, suram&lt;br /&gt;r. Adanya riwayat infeksi saluran pernafasan atas, infeksi telinga sebelumnya, alergi&lt;br /&gt;2. Fokus Intervensi&lt;br /&gt;1) Nyeri berhubungan dengan proses peradangan pada telinga&lt;br /&gt;Tujuan     : nyeri berkurang atau hilang&lt;br /&gt;Intervensi: &lt;br /&gt;(a) Beri posisi nyaman ; dengan posisi nyaman dapat mengurangi nyeri.&lt;br /&gt;(b) Kompres panas di telinga bagian luar ; untuk mengurangi nyeri.&lt;br /&gt;(c) Kompres dingin ; untuk mengurangi tekanan telinga (edema)&lt;br /&gt;(d) Kolaborasi pemberian analgetik dan antibiotik&lt;br /&gt;Evaluasi: nyeri hilang atau berkurang&lt;br /&gt;2) Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pengobatan&lt;br /&gt;Tujuan     : tidak terjadi tanda-tanda infeksi&lt;br /&gt;Intervensi: &lt;br /&gt;(a) Kaji tanda-tanda perluasan infeksi, mastoiditis, vertigo ; untuk mengantisipasi perluasan lebih lanjut.&lt;br /&gt;(b) Jaga kebersihan pada daerah liang telinga ; untuk mengurangi pertumbuhan mikroorganisme&lt;br /&gt;(c) Hindari mengeluarkan ingus dengan paksa/terlalu keras (sisi) ; untuk menghindari transfer organisme dari tuba eustacius ke telinga tengah.&lt;br /&gt;(d) Kolaborasi pemberian antibiotik&lt;br /&gt;Evaluasi: infeksi tidak terjadi&lt;br /&gt;3) Resiko tinggi injury berhubungan dengan penurunan persepsi sensori&lt;br /&gt;Tujuan     : tidak terjadi injury atau perlukaan&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;(a) Pegangi anak atau dudukkan anak di pangkuan saat makan ; meminimalkan anak agar tidak jatuh&lt;br /&gt;(b) Pasang restraint pada sisi tempat tidur ; meminimalkan agar anak tidak jatuh.&lt;br /&gt;(c) Jaga anak saat beraktivitas ; meminimalkan agar anak tidak jatuh&lt;br /&gt;(d) Tempatkan perabot teratur ; meminimalkan agar anak tidak terluka&lt;br /&gt;Evaluasi : anak terhindar dari injury/perlukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-1420299471866421277?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/1420299471866421277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=1420299471866421277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1420299471866421277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1420299471866421277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/otitis-media-akut.html' title='OTITIS MEDIA AKUT'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-2519201184555441402</id><published>2009-05-19T06:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T06:57:22.408-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kedokteran'/><title type='text'>Konsep Umum Nyeri</title><content type='html'>1. Pengertian &lt;br /&gt;Nyeri merupakan sesasi tidak enak, nyeri merupakan tanda penting terhadap adanya gangguan fisiologis, nyeri secara umum didefinisikan sebagai suatu rasa tidak nyaman baik ringan maupun berat (Priharjo,1998:3).&lt;br /&gt;Nyeri dapat dibedakan menjadi nyeri akut dan kronis, nyeri akut biasanya berlangsung secara singkat, misalnya nyeri pada patah tulang atau pembedahan abdomen. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama. Nyeri juga dinyatakan sebagai nyeri somatogenik atau psikogenik, nyeri somatogenik merupakan nyeri secara fisik, sedangkan nyeri psikogenik merupakan nyeri psikis atau mental.&lt;br /&gt;2. Teori&lt;br /&gt;a. Teori kekhususan (Teori Specifity)&lt;br /&gt;Ujung saraf spesifik berkorelasi dengan sensasi yang spesifik seperti sentuhan, hangat, dingin atau nyeri. Sensasi nyeri berhubungan dengan pengaktifan ujung-ujung saraf bebas oleh mekanikal, rangsangan nyeri.&lt;br /&gt;b. Teori intensitas&lt;br /&gt;Hasil dari rangsangan yang berlebihan pada reseptor setiap rangsagn sensasi punya potensi untuk menimbulkan nyeri jika menggunakan intensitas yang cukup. &lt;br /&gt;c. Teori Kontrol pintu (the gate control theory)&lt;br /&gt;Serabut saraf tebal dan tipis membentuk sinar pada cornus sebagai pintu gerbang rangsangan yang mencapai otak.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;3. Fisiologi&lt;br /&gt;Suatu teori yang menjelaskan nyeri sebagai suatu mekanisme relatif sederhana yang menjelaskan bahwa respon nyeri timbul apabila suatu stimulus nyeri mengaktivasi reseptor nyeri (Priharjo, 1998:34).&lt;br /&gt;Reseptor nyeri merupakan ujung-ujung saraf yang bebas tidak bermyelin dan neuron aferen. Informasi dari reseptor nyeri mencapai sistem saraf sentral melalui serabut saraf asandan, bila informasi telah sampai dithalamus maka seseorang akan merasakan adanya suatu sensasi serta mempelajari tentang lokasi dan kekuatan stimulus. Bila informasi telah sampai pada kortek serebri maka seseorang menjadi lebih terlibat dengan sensasi nyeri, mencoba menginterpretasikan arti nyeri dan mencari cara untuk menghindari sensasi lebih lanjut.&lt;br /&gt;Serabut saraf yang menghantarkan nyeri :&lt;br /&gt;a. Serabut saraf tipe delta&lt;br /&gt;Mengirimkan sinyal relatif cepat 12-30 m/s, bermyelin halus 2,5 mm, membawa rangsangan nyeri menusuk, serabut berakhir dicornu dorsalis dilamina I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Serabut tipe c&lt;br /&gt;Membawa rangsang nyeri terbakar dan tumpul, relatif lebih lambat 0,5-2 m/s, tidak bermyelin  0,4-1,2 mm, serabut berakhir dilamina IV dan V.&lt;br /&gt;4. Stimulus&lt;br /&gt;Reseptor nyeri memberi respon terhadap stimulus yang membahayakan seperti stimulus kimia termal, listrik atau mekanis, maupun mikroorganisme baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh (Priharjo,1998:35).Stimulus kimia terhadap nyeri yaitu histamin, bradikinin, prostaglandin, bermacam-macam asam.&lt;br /&gt;5. Faktor-faktor yang mempengaruhi &lt;br /&gt;Ujung saraf spesifik berkorelasi dengan sensasi yang spesifik seperti sentuhan, hangat, dingin atau nyeri. Sensasi nyeri berhubungan dengan pengaktifan ujung-ujung saraf bebas oleh mekanikal, rangsangan nyeri.&lt;br /&gt;a. Lingkungan&lt;br /&gt;Nyeri dapat diperberat dengan adanya rangsangan dari lingkungan yang berlebihan misalnya, kebisingan, cahaya yang sangat terang dan kesendirian.&lt;br /&gt;b. Umur &lt;br /&gt;Toleransi terhadap nyeri meningkat sesuai dengan pertumbuhan usia, misalnya semakin bertambah usia seseorang maka semakin bertambah pula pemahaman terhadap nyeri dan usaha mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kelelahan &lt;br /&gt;Kelelahan juga dapat meningkatkan nyeri dan usaha banyak orang merasa lebih nyaman setelah tidur.&lt;br /&gt;d. Riwayat sebelumnya dan mekanisme pemecahan masalah&lt;br /&gt;Riwayat sebelumnya dan mekanisme pemecahan masalah berpengaruh pula terhadap seseorang dalam mengatasi nyeri. Misalnya, ada beberapa kalangan yang menganggap nyeri sebagai kutukan.&lt;br /&gt;e. Tersedianya orang-orang yang memberi dukungan&lt;br /&gt;Tersedianya orang-orang yang memberi dukungan sangat berguna bagi seseorang dalam menghadapi nyeri, misalnya anak-anak akan merasa lebih nyaman bila dekat dengan orang tuanya.&lt;br /&gt;6. Respon perilaku terhadap nyeri&lt;br /&gt;Ekspresi wajah mengatupkan geraham, menggigit bibir, meringis, aphasia, bingung dan disorentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-2519201184555441402?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/2519201184555441402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=2519201184555441402' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2519201184555441402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2519201184555441402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/konsep-umum-nyeri.html' title='Konsep Umum Nyeri'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-8854575577854617034</id><published>2009-05-19T06:52:00.001-07:00</published><updated>2009-05-19T06:52:46.192-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosedur Keperawatan'/><title type='text'>KATETERISASI URINE PADA PRIA</title><content type='html'>1. Pengertian&lt;br /&gt;Memasukkan selang karet atau plastik melalui uretra dan kedalam kandung kemih&lt;br /&gt;2. Tujuan&lt;br /&gt;a. Menghilangkan distensi kandung kemih&lt;br /&gt;b. Mendapatkan spesimen urine &lt;br /&gt;c. Mengkaji jumlah residu urine, jika kandung kemih tidak mampu sepenuhnya dikosongkan&lt;br /&gt;3. Persiapan&lt;br /&gt;a. Persiapan pasien&lt;br /&gt;1) Mengucapkan salam terapeutik&lt;br /&gt;2) Memperkenalkan diri &lt;br /&gt;3) Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang prosedur dan tujuan  tindakan yang akan dilaksanakan.&lt;br /&gt;4) Penjelasan yang disampaikan dimengerti klien/keluarganya &lt;br /&gt;5) Selama komunikasi digunakan bahasa yang jelas, sistematis serta tidak mengancam.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;6) Klien/keluarga diberi kesempatan bertanya untuk klarifikasi&lt;br /&gt;7) Privacy klien selama komunikasi dihargai.&lt;br /&gt;8) Memperlihatkan kesabaran , penuh empati, sopan, dan perhatian serta respek selama berkomunikasi dan melakukan tindakan&lt;br /&gt;9) Membuat kontrak (waktu, tempat dan tindakan yang akan dilakukan)&lt;br /&gt;b. Persiapan alat&lt;br /&gt;1)   Bak instrumen berisi :&lt;br /&gt;a) Poly kateter sesuai ukuran 1 buah&lt;br /&gt;b) Urine bag steril 1 buah&lt;br /&gt;c) Pinset anatomi 2 buah&lt;br /&gt;d) Duk steril&lt;br /&gt;e) Kassa steril yang diberi jelly&lt;br /&gt;2) Sarung tangan steril&lt;br /&gt;3) Kapas sublimat  dalam kom tertutup&lt;br /&gt;4) Perlak dan pengalasnya 1 buah&lt;br /&gt;5) Sampiran&lt;br /&gt;6) Cairan aquades atau  Nacl&lt;br /&gt;7) Plester&lt;br /&gt;8) Gunting verband&lt;br /&gt;9) Bengkok 1 buah&lt;br /&gt;10) Korentang pada tempatnya&lt;br /&gt;4. Prosedur&lt;br /&gt;a. Pasien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan, kemudian alat-alat didekatkan ke pasien&lt;br /&gt;b. Pasang sampiran&lt;br /&gt;c. Cuci tangan&lt;br /&gt;d. Pasang pengalas/perlak dibawah bokong klien&lt;br /&gt;e. Pakaian bagian bawah klien dikeataskan/dilepas, dengan posisi klien terlentang. Kaki sedikit dibuka. Bengkok diletakkan didekat bokong klien&lt;br /&gt;f. Buka bak instrumen, pakai sarung tangan steril, pasang duk steril, lalu bersihkan alat    genitalia dengan kapas sublimat dengan menggunakan pinset. &lt;br /&gt;g. Bersihkan genitalia dengan cara : Penis dipegang dengan tangan  non dominan penis dibersihkan dengan menggunakan kapas sublimat oleh tangan dominan dengan gerakan memutar dari meatus keluar. Tindakan bisa dilakukan beberapa kali hingga bersih. Letakkan pinset dalam bengkok&lt;br /&gt;h. Ambil kateter kemudian olesi dengan jelly. Masukkan kateter kedalam uretra kira-kira 10 cm secara perlahan-lahan dengan menggunakan pinset sampai urine keluar. Masukkan Cairan Nacl/aquades 20-30 cc atau sesuai ukuran yang tertulis. Tarik sedikit kateter. Apabila pada saat ditarik kateter terasa tertahan berarti kateter sudah masuk pada kandung kemih&lt;br /&gt;i. Lepaskan duk, sambungkan kateter dengan urine bag. Lalu ikat disisi tempat tidur&lt;br /&gt;j. Fiksasi kateter&lt;br /&gt;k. Lepaskan sarung &lt;br /&gt;l. Pasien dirapihkan kembali&lt;br /&gt;m. Alat dirapihkan kembali&lt;br /&gt;n. Mencuci tangan&lt;br /&gt;o. Melaksanakan dokumentasi :&lt;br /&gt;1) Catat tindakan yang dilakukan dan hasil serta respon klien pada lembar catatan klien&lt;br /&gt;2) Catat tgl dan jam melakukan tindakan dan nama perawat yang melakukan dan tanda tangan/paraf pada lembar catatan klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-8854575577854617034?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/8854575577854617034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=8854575577854617034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/8854575577854617034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/8854575577854617034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/kateterisasi-urine-pada-pria.html' title='KATETERISASI URINE PADA PRIA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-4277312966741781209</id><published>2009-05-19T06:48:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T06:53:57.520-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Medikal Bedah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Pencernaan'/><title type='text'>JAUNDICE</title><content type='html'>Pengertian&lt;br /&gt;Kata jaundice berasal dari bahasa Perancis, dari kata jaune yang berarti kuning. Sakit kuning (jaundice) yang juga dikenal dengan ikterus adalah perubahan warna kulit, sklera mata atau jaringan lainnya (membran mukosa) yang menjadi kuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang meningkat kadarnya dalam sirkulasi darah 1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Etiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuangan sel darah merah yang sudah tua atau rusak dari aliran darah dilakukan oleh empedu. Selama proses tersebut berlangsung, hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang mengangkut oksigen) akan dipecah menjadi bilirubin. Bilirubin kemudian dibawa ke dalam hati dan dibuang ke dalam usus sebagai bagian dari empedu. Gangguan dalam pembuangan mengakibatkan penumpukan bilirubin dalam aliran darah yang menyebabkan pigmentasi kuning pada plasma darah yang menimbulkan perubahan warna pada jaringan yang memperoleh banyak aliran darah tersebut. Kadar bilirubin akan menumpuk kalau produksinya dari heme melampaui metabolisme dan ekskresinya. Ketidakseimbangan antara produksi dan klirens dapat terjadi akibat pelepasan perkursor bilirubin secara berlebihan ke dalam aliran darah atau akibatproses fisiologi yang mengganggu ambilan (uptake) hepar, metabolisme ataupun ekskresi metabolit ini 2.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian terdahulu mengenai tahapan metabolisme bilirubin yang berlangsung dalam 3 fase; prehepatik, intrahepatik, pascahepatik masih relevan. Pentahapan yang baru menambahkan 2 fase lagi sehingga pentahapan metabolisme bilirubin menjadi 5 fase, yaitu fase pembentukan bilirubin, transpor plasma, liver uptake, konjugasi, dan ekskresi bilier 1. Jaundice disebabkan oleh gangguan pada salah satu dari 5 fase metabolisme bilirubin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fase Prahepatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prehepatik atau hemolitik yaitu menyangkut jaundice yang disebabkan oleh hal-hal yang dapat meningkatkan hemolisis (rusaknya sel darah merah) 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pembentukan Bilirubin. Sekitar 250 sampai 350 mg bilirubin atau sekitar 4 mg per kg berat badan terbentuk setiap harinya; 70-80% berasal dari pemecahan sel darah merah yang matang, sedangkan sisanya 20-30% datang dari protein heme lainnya yang berada terutama dalam sumsum tulang dan hati. Peningkatan hemolisis sel darah merah merupakan penyebab utama peningkatan pembentukan bilirubin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Transport plasma. Bilirubin tidak larut dalam air, karenanya bilirubin tak terkojugasi ini transportnya dalam plasma terikat dengan albumin dan tidak dapat melalui membran gromerolus, karenanya tidak muncul dalam air seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fase Intrahepatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intrahepatik yaitu menyangkut peradangan atau adanya kelainan pada hati yang mengganggu proses pembuangan bilirubin 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Liver uptake. Proses pengambilan bilirubin tak terkojugasi oleh hati secara rinci dan pentingnya protein meningkat seperti ligandin atau protein Y, belum jelas. Pengambilan bilirubin melalui transport yang aktif dan berjalan cepat, namun tidak termasuk pengambilan albumin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Konjugasi. Bilirubin bebas yang terkonsentrasi dalam sel hati mengalami konjugasi dengan asam glukoronik membentuk bilirubin diglukuronida / bilirubin konjugasi / bilirubin direk. Bilirubin tidak terkonjugasi merupakan bilirubin yang tidak laurut dalam air kecuali bila jenis bilirubin terikat sebagai kompleks dengan molekul amfipatik seperti albumin. Karena albumin tidak terdapat dalam empedu, bilirubin harus dikonversikan menjadi derivat yang larut dalam air sebelum diekskresikan oleh sistem bilier. Proses ini terutama dilaksanakan oleh konjugasi bilirubin pada asam glukuronat hingga terbentuk bilirubin glukuronid. Reaksi konjugasi terjadi dalam retikulum endoplasmik hepatosit dan dikatalisis oleh enzim bilirubin glukuronosil transferase dalam reaksi dua-tahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fase Pascahepatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascahepatik yaitu menyangkut penyumbatan saluran empedu di luar hati oleh batu empedu atau tumor 4 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ekskresi bilirubin. Bilirubin konjugasi dikeluarkan ke dalam kanalikulus bersama bahan lainnya. Anion organik lainnya atau obat dapat mempengaruhi proses yang kompleks ini. Di dalam usus flora bakteri men”dekonjugasi” dan mereduksi bilirubin menjadi sterkobilinogen dan mengeluarkannya sebagian besar ke dalam tinja yang memberi warna coklat. Bilirubin tak terkonjugasi bersifat tidak larut dalam air namun larut dalam lemak. Karenanya bilirubin tak terkojugasi dapat melewati barier darah-otak atau masuk ke dalam plasenta. Dalam sel hati, bilirubin tak terkonjugasi mengalami proses konjugasi dengan gula melalui enzim glukuroniltransferase dan larut dalam empedu cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala. Secara klinis hiperbilirubinemia terlihat sebagai gejala kuning atau ikterus, yaitu pigmentasi kuning pada kulit dan sklera. Ikterus biasanya baru dapat dilihat kalau kadar bilrubin serum melebihi 34 hingga 43 µmol/L (2,0 hingga 2,5 mg/dL), atau sekitar dua kali batas atas kisaran normal; namun demikian, gejala ini dapat terdeteksi dengan kadar bilirubin yang lebih rendah pada pasien yang kulitnya putih dan yang menderita anemia berat. Sebaliknya, gejala ikterus sering tidak terlihat jelas pada orang-orang yang kulitnya gelap atau yang menderita edema. Jaringan sklera kaya dengan elastin yang memiliki afinitas yang tinggi terhadap bilirubin, sehingga ikterus pada sklera biasanya merupakan tanda yang lebih sensitif untuk menunjukkan hiperbilirubinemia daripada ikterus yang menyeluruh. Tanda dini yang serupa untuk hiperbilirubinemia adalah warna urin yang gelap, yang terjadi akibat ekskresi bilirubin lewat ginjal dalam bentuk bilirubin glukuronid. Pada ikterus yang mencolok, kulit dapat berwarna kehijauan karena oksidasi sebagian bilirubin yang beredar menjadi biliverdin. Efek ini sering terlihat pada kondisi dengan hiperbilirubinemia terkonjugasi berlangsung lama tau berat seperti sirosis. Gejala lain dapat muncul tergantung pada penyebabnya, misalnya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. peradangan hati (hepatitis) bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan, mual muntah, dan demam 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. penyumbatan empedu bisa menyebabkan gejala kolestasis 3 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian jaundice yang dilakukan pada bayi baru lahir, berbarengan dengan pemantauan tanda-tanda vital (detak jantung, pernapasan, suhu) bayi, minimal setiap 8-12 jam. Salah satu tanda jaundice adalah tidak segera kembalinya warna kulit setelah penekanan dengan jari. Cara menilai jaundice membutuhkan cahaya yang cukup, misalnya dengan kadar terang siang hari atau dengan cahaya fluorescent. Jika ditemukan tanda jaundice pada 24 jam pertama setelah lahir, pemeriksaan kadar bilirubin harus dilakukan. Pemeriksaan kadar bilirubin dapat dilakukan melalui kulit (TcB: Transcutaneus Bilirubin) , (TSB: Total Serum Bilirubin) dan penilaian faktor resiko. Kadar bilirubin yang diperoleh dari pemeriksaan ini dapat menggambarkan besar kecilnya risiko yang dihadapi si bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor risiko mayor 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TSB atau TcB di high-risk zone &lt;br /&gt;Jaundice dalam 24 jam pertama &lt;br /&gt;Ketidakcocokan golongan darah atau rhesus &lt;br /&gt;Penyakit hemolisis (penghancuran sel darah merah), misal: defisiensi G6PD yang dibutuhkan sel darah merah untuk dapat berfungsi normal &lt;br /&gt;Usia gestasi 35-36 minggu &lt;br /&gt;Riwayat terapi cahaya pada saudara kandung &lt;br /&gt;Memar yang cukup berat berhubungan dengan proses kelahiran, misal: pada kelahiran yang dibantu vakum &lt;br /&gt;Pemberian ASI eksklusif yang tidak efektif sehingga tidak mencukupi kebutuhan bayi, ditandai dengan penurunan berat badan yang berlebihan &lt;br /&gt;Ras Asia Timur, misal: Jepang, Korea, Cina &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor risiko minor 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TSB atau TcB di high intermediate-risk zone &lt;br /&gt;Usia gestasi 37-38 minggu &lt;br /&gt;Jaundice tampak sebelum meninggalkan RS/RB &lt;br /&gt;Riwayat jaundice pada saudara sekandung &lt;br /&gt;Bayi besar dari ibu yang diabetik &lt;br /&gt;Usia ibu ≥ 25 tahun &lt;br /&gt;Bayi laki-laki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan jaundice sangat tergantung penyakit dasar penyebabnya. Jika penyebabnya adalah penyakit hati (misalnya hepatitis virus), biasanya jaundice akan menghilang sejalan dengan perbaikan penyakitnya. Beberapa gejala yang cukup mengganggu misalnya gatal (pruritus) pada keadaan kolestasis intrahepatik, pengobatan penyebab dasarnya sudah mencukupi. Pruritus pada keadaan irreversibel (seperti sirosis bilier primer) dua yang akan mengikat garam empedu di usus. Kecuali jika terjadi kerusakan hati yang berat, hipoprotrombinemia biasanya membaik setelah pemberian fitonadion (vitamin K1) mg/hari SK untuk 2-3hari 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penyebabnya adalah sumbatan bilier ekstra-hepatik biasanya membutuhkan tindakan pembedahan, ekstraksi batu empedu diduktus, atau insersi stent, dan drainase bilier paliatip dapet dilakukan melalui stent yang ditempatkan melalui hati (transhepatik) atau secara endoskopik. Papilotomi endoskopik dengan pengeluaranbatu telah menggantikan laparatomi pada pasien dengan batu di duktus kholedokus. Pemecahan batu di saluran empedu mungkin diperlukan untuk membantu pengenluaran batu di saluran empedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara mencegah peningkatan kadar pigmen empedu (bilirubin) dalam darah / mengatasi hiperbilirubinemia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mempercepat proses konjugasi / meningkatkan kemampuan kinerja enzim yang terlibat dalam pengolahan pigmen empedu (bilirubin). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengupayakan perubahan pigmen empedu (bilirubin) tidak larut dalam air menjadi larut dalam air, agar memudahkan proses pengeluaran (ekskresi), dengan cara pengobatan sinar (foto terapi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membuang pigmen empedu (bilirubin) dengan cara transfusi tukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Melakukan dekomposisi bilirubin dengan fototerapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Sudoyo,Aru.W, dkk, eds., Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Dep. Ilmu Penyakit Dalam : Jakarta, 2006, vol. I, hlm. 422-425&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Kaplain, Lee M., Isselbacher, Kurt.J, “Harrison”, in Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, H.A,Ahmad, eds., EGC : Jakarta, 2000, vol.I, hlm. 263-269&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Sakit Kuning (Jaundice), http://info-sehat.com/content.php?s_sid=1064, acces : 05 November 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Jaundice, http://en.wikipedia.org/wiki/Jaundice, last modified : 30 November 2007, acces : 05 Nopember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. dr. Itqiyah, Nurul, Jaundice / Kuning, http://www.sehatgroup.web.id/guidelines/isiGuide.asp?guideID=14, last modified : 15 Januari 2007, acces : 05 November 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Quality improvement report: The “jaundice hotline” for the rapid assessment of patients with jaundice, doi:10.1136/bmj.325.7357.213 BMJ 2002;325;213-215 BMJ, volume 325, 27 July 2002, halaman 213&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-4277312966741781209?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/4277312966741781209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=4277312966741781209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4277312966741781209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4277312966741781209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/jaundice.html' title='JAUNDICE'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-4629638793380316282</id><published>2009-05-19T06:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T06:47:19.384-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Medikal Bedah'/><title type='text'>PERAWATAN LUKA; DAHULU DAN SEKARANG</title><content type='html'>Kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh. Kulit juga mempunyai peranan yang sangat penting yang dapat menjaga kita agar tetap sehat. Peranan kulit terpenting antara lain yaitu sebagai pengatur suhu tubuh dan bertindak sebagai pelindung. Kulit juga bertindak sebagai system alarm tubuh ketika menerima rangsang panas, dingin ataupun nyeri. Pada kondisi tubuh yang optimal, jaringan kulit dapat memulihkan luka secara efisien dengan membentuk jaringan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara yang telah dikembangkan untuk membantu penyembuhan luka, seperti dengan menjahit luka, menggunakan antiseptic dosis tinggi, dan juga pembalutan dengan menggunakan bahan yang menyerap. Namun, ketika diteliti lebih lanjut, ternyata cara penyembuhan seperti ini sama sekali tidak membantu bahkan berisiko memperburuk luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya kita akan menggunakan antiseptic pada luka dengan tujuan menjaga luka tersebut agar menjadi ‘steril’. Bahkan antiseptic seperti hydrogen peroxide, povidone iodine, acetic acid, dan chlorohexadine selalu tersedia di kotak obat. Sekarang perlu diketahui, bahwa antiseptik-antiseptik seperti itu dapat mengganggu proses penyembuhan dari tubuh kita sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah utama yang timbul adalah antiseptic tersebut tidak hanya membunuh kuman-kuman yang ada, tapi juga membunuh leukosit yaitu sel darah yang dapat membunuh bakteri pathogen dan jaringan fibroblast yang membentuk jaringan kulit baru. Sehingga untuk membersihkan luka, cara yang terbaik adalah dengan membersihkannya dengan menggunakan cairan saline dan untuk luka yang sangat kotor dapat digunakan ‘water-presure’. Untuk perawatan di rumah, dapat menggunakan air yang mengalir atau menggunakan shower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan penggunaan balutan. Zaman dahulu orang percaya bahwa membiarkan luka dalam kondisi bersih dan kering akan mempercepat proses penyembuhan. Sehingga, pada zaman dahulu luka dibalut dengan menggunakan kain pembalut yang tipis yang memungkinkan udara masuk dan membiarkan luka mengering hingga berbentuk ‘koreng’. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, pertanyaan tersebut dibantah. Pengatahuan sekarang telah membuktikan bahwa luka dalam kondisi kering dapat memperlambat proses penyembuhan dan akan menimbulkan bekas luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balutan dalam kondisi lembab atau sedikit basah merupakan cara yang paling efektif untuk menyembuhkan luka. Balutan tersebut tidak menghambat aliran oksigen, nitrogen dan zat-zat udara yang lain. Kondisi yang demikian merupakan lingkungan yang baik untuk sel-sel tubuh tetap hidup dan melakukan replikasi secara optimum, karena pada dasarnya sel dapat di lingkungan yang lembab atau basah. Kecuali sel kuku dan rambut, sel-sel tersebut merupakan sel mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan dahulu menyatakan bahwa ‘scab’ atau bekas luka yang mengering atau ‘koreng’ merupakan penghalang alami untuk mencegah hilangnya kelembaban. ‘scab’ juga mencegah sel-sel baru untuk berkolonisasi di area luka. Ketika ‘scab’ tersebut mulai berubah bentuk, sel epidermis harus masuk ke lapisan dermis yang paling dalam sebelum melakukan proliferasi, karena disanalah daerah yang lembab sehingga sel dapat hidup. Dan dari proses itu kita dapat mengetahui bahwa dalam lingkungan kering, luka akan memulih dari dalam ke luar. Sedangkan, bila kita dapat mengoptimalkan lingkungan yang lembab pada luka, proses penyembuhan akan berlangsung dari daerah pinggir/sekitar dan dari dalam secara serempak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, penyembuhan dengan menggunakan lingkungan yang lembab masih menjadi hal yang baru dan jarang diaplikasikan di masyarkat. Masyarakat kebanyakan berpendapat bahwa lingkungan yang lembab akan menjadi tempat berkembangbiaknya kuman penyakit. Akan tetapi pernyataan ini tidak disertai dengan kenyataan bahwa tubuh kita mempunyai system imun yang sangat efisien. Segala jenis luka dengan berbagai tingkat kesterilannya memang merupakan bentuk kolonisasi dari bakteri, tapi koloni bakteri tersebut selama masih dalam jumlah yang wajar tidak menimbulkan risiko infeksi. Masalah akan timbul jika bakteri tersebut mulai melipatgandakan koloninya. Jika tubuh kita dalam kondisi yang normal, maka antibody dalam tubuh akan dapat mencegah bakteri untuk tidak bermitosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien dengan luka biasanya akan lebih jarang mengeluhkan rasa nyeri atau sakit yang dirasakan ketika luka dibiarkan dalam lingkungan yang lembab yaitu dengan pembalutan yang lembab. Balutan tersebut akan menjaga saraf dari lingkungan luar dengan memberikan lingkungan yang lembab, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Jika dengan balutan yang kering, dikhawatirkan saraf akan mudah mengalami risiko kerusakan selama berproliferasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara merawat luka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan agar luka tetap bersih selama proses penyembuhan. Bersihkan luka dengan larutan saline sollution: larutkan dua sendok teh garam ke dalam air panas, lalu biarkan dingin.&lt;br /&gt;Gunakan antiseptic yang alamiah. Dapat menggunakan Echinacea angustifolia, calendula, daun teh dan lavender.&lt;br /&gt;Perbanyak intake protein dalam tubuh ketika sedang terluka. Terutama pasca operasi, kebutuhan kalori dan protein dalam tubuh akan meningkat 20-50 persen.&lt;br /&gt;Perbanyak intake berbagai vitamin dan zat lainnya:&lt;br /&gt;o Vitamin A untuk membantu pembentukan jaringan yang luka&lt;br /&gt;o Vitamin B1 untuk mensintesis kolagen&lt;br /&gt;o Vitamin B5 untuk mempercepat proses penyembuhan&lt;br /&gt;o Vitamin C untuk mempercepat pembentukan kolagen dan elastin, juga untuk mempercepat pertumbuhan&lt;br /&gt;o Vitamin E untuk membantu menghilangkan bekas luka&lt;br /&gt;o Zn untuk menstimulasi proses penyembuhan luka&lt;br /&gt;o Lemak essensial untuk memnyempurnakan proses penyembuhan luka&lt;br /&gt;Gunakan madu untuk menyembuhkan luka. Madu mengandung enzim-enzim dan zat anti-viral, dapat mempercepat penyembuhan luka, dan menurunkan risiko infeksi lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan balutan sintetik semi-oklusif. Madu juga dapat mempercepat pertumbuhan sel-sel yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain beberapa pengobatan-pengobatan yang telah disebutkan diatas, ada juga metode penyembuhan luka yang juga dianjurkan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu terapi tekan. Terapi ini lebih dipergunakan untuk klien dengan luka pada kaki yang mana saraf pada kaki pun ikut terganggu. Terapi ini sangat efektif untuk membantu proses penyembuhan dan dapat mencegah risiko terjadinya luka ini kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode terapi tekan ini biasanya menggunakan balutan non elastis, dua atau empat lapis balut tekan, dan pembalut yang pendek dan lentur. Balut tekan terdapat mermacam-macam cara, namun tetap dapat memberikan tekanan secara permanent atau terus-menerus. Hal ini disebabkan adanya perbedaan struktur dan kandungan dari serabut elastometric.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balut tekan berguna untuk manajemen luka saraf. Balutan ini sangat mudah digunakan ketika kita ingin mengganti balutan yang lama. Balutan ini harus sering diganti, dengan tujuan untuk mengurangi pembengkakkan. Pembalut ini sangat elastis, sehingga dapat mengukur seberapa bengkak luka yang ada. Kekuatan tekanan yang dihasilkan merupakan interaksi dari beberapa prinsip, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Struktur fisik dan ‘elastomeric properties’ pembalut tersebut.&lt;br /&gt;§ Ukuran dan bentuk dari tubuh ketika balutan itu sedang digunakan.&lt;br /&gt;§ Teknik dan keterampilan yang memasang balutan tersebut.&lt;br /&gt;§ Aktivitas sehari-hari yang dilakukan klien.&lt;br /&gt;Jika luka sudah membaik atau sembuh, disarankan agar balut tekan tetap digunakan dengan tujuan untuk mengontrol risiko pembengkakkan, memperbaiki system saraf dan mencegah risiko terjadinya luka ini kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita melakukan intervensi terhadap luka, ada baiknya kita melakukan pengkajian terlebih dahulu. Melakukan pengkajian luka secara komprehensif pada klien yang tepat merupakan komponen penting dalam manajemen luka. Kemampuan untuk melakukan pengkajian luka tersebut membutuhkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang cukup. Perencanaan perawatan luka sangat dibutuhkan namun dalam perencanaan tersebut dibutuhkan juga keterangan-keterangan atau fakta dari hasil evaluasi rencana tersebut. Pedoman parameter untuk perawatan luka juga harus di masukkan dalam perencanaan tersebut, meliputi juga klasifikasi dari luka itu sendiri, penampilan luka, cairan yang keluar dari luka, rasa nyeri yang timbul dan kondisi kulit sekitar luka. Manajemen perawatan luka pada klien akan meningkat kualitasnya dengan komunikasi yang baik dan juga dengan dokumentasi yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR RUJUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://proquest.umi.com/pqdweb?did=1258197551&amp;amp;sid=8&amp;amp;Fmt=3&amp;amp;clientId=45625&amp;amp;RQT=309&amp;amp;VName=PQD"&gt;Burfeind, Daniel B. WOUND CARE UPDATE&lt;/a&gt;; Copyright Anthony J. Jannetti, Inc. Feb 2007. Dermatology Nursing. Pitman: Feb 2007. Vol. 19, Iss. 1; pg. 93, 1 pgs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benbow, Maureen. &lt;a href=" http://proquest.umi.com/pqdweb?did=1314738241&amp;amp;sid=3&amp;amp;Fmt=3&amp;amp;clientId=45625&amp;amp;RQT=309&amp;amp;VName=PQD"&gt;DIAGNOSING AND ASSESSING WOUND&lt;/a&gt;; Copyright PTM Publishers Limited Aug 2007. Journal of Community Nursing. Sutton, Surrey: Aug 2007. Vol. 21, Iss. 8; pg. 26, 5 pgs. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas. Pat. &lt;a href=" http://proquest.umi.com/pqdweb?did=1313668981&amp;amp;sid=3&amp;amp;Fmt=4&amp;amp;clientId=45625&amp;amp;RQT=309&amp;amp;VName=PQD"&gt;HOW TO BE HEALTHY: WOUND HEALING&lt;/a&gt;; Copyright Ecosystems Limited Jul/Aug 2007. The Ecologist Sturminster Newton: Jul/Aug 2007. Vol. 37, Iss. 6; pg. 58, 2 pgs &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoskin, Sue. &lt;a href=" http://proquest.umi.com/pqdweb?did=928878031&amp;amp;sid=10&amp;amp;Fmt=4&amp;amp;clientId=45625&amp;amp;RQT=309&amp;amp;VName=PQD"&gt;WOUND CARE SOLUTIONS: COMPRESSION BANDAGES&lt;/a&gt;; Copyright Australian Nurses Federation Nov 2005. Australian Nursing Journal. North Fitzroy: Nov 2005. Vol. 13, Iss. 5; pg. 21, 1 pgs &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-4629638793380316282?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/4629638793380316282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=4629638793380316282' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4629638793380316282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4629638793380316282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/perawatan-luka-dahulu-dan-sekarang.html' title='PERAWATAN LUKA; DAHULU DAN SEKARANG'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-7610245090448355883</id><published>2009-05-17T02:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T02:26:36.312-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kedokteran'/><title type='text'>Amenore</title><content type='html'>BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam masa kanak-kanak ovarium boleh dikatakan masih dalam keadaan istirahat, belum menunaikan faalnya dengan baik. Baru jika terjadi pubertas ( akil balig ), maka terjadilah perubahan-perubahan dalam ovarium yang mengakibatkan pula perubahan-perubahan besar pada seluruh badan wanita tersebut.&lt;br /&gt; Pubertas tercapai pada umur 12-16 tahun dan dipengaruhi oleh keturunan, bangsa, iklim, dan lingkungan. &lt;br /&gt; Kejadian yang terpenting dalam pubertas ialah timbulnya haid yang pertama kali ( menarche ). Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. Paling awal terjadi pertumbuhan payudara ( thelarche ), kemudian tumbuh rambut kemaluan ( pubarche ), disusul dengan tumbuhnya rambut di ketiak. Setelah tu barulah terjadi menarche, dan sesudah itu haid datang secara siklik. &lt;br /&gt; Haid ( menstruasi ) adalah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menunaikan faalnya. Secara fisiologis menstruasi adalah proses hormonal dalam tubuh wanita sebagai hasil dari pelepasan ovum. Pelepasan itu  terjadi ketika ovum yang ada di ovarium tidak dibuahi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Amenore adalah absennya perdarahan menstruasi. Amenore normal terjadi pada wanita prepubertal, kehamilan, dan postmenopause. Pada wanita usia reproduktif, yang harus diperhatikan pertama kali dalam mendiagnosa etiologi dari amenore adalah kehamilan. Apabila tidak ada kehamilan, barulah kita harus mencari alternatif lain untuk mencari etiologi dari amenore itu sendiri. &lt;br /&gt;Amenore primer : Ketika wanita 16 tahun dengan pertumbuhan seksual sekunder normal atau 14 tahun tanpa adanya pertumbuhan seksual sekunder; tidak mendapatkan menstruasi&lt;br /&gt;Diagnosa yang terjadi pada amenore primer termasuk diantaranya vaginal agenesis, sindroma insensitifitas androgen, sinroma Turner. Diagnosa yang lain tergantung pada pemeriksaan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1  DEFINISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amenore dapat diklasifikasikan  menjadi 2 yaitu :&lt;br /&gt;1. Amenore primer : Ketika wanita 16 tahun dengan pertumbuhan seksual sekunder normal atau 14 tahun tanpa adanya pertumbuhan seksual sekunder; tidak mendapatkan menstruasi.&lt;br /&gt;2. Amenore sekunder : Ketika wanita yang pernah mendapatkan menstruasi, tidak mendapatkan menstruasi.&lt;br /&gt;Diagnosa yang terjadi pada amenore primer termasuk diantaranya vaginal agenesis, sindroma insensitifitas androgen, sinroma Turner. Diagnosa yang lain tergantung pada pemeriksaan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2  ANAMNESIS&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anamnesis yang akurat berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan sejak kanak-kanak, termasuk tinggi, berat badan dan usia saat pertama kali mengalami pertumbuhan payudara dan pertumbuhan rambut kemaluan.&lt;br /&gt; Dapatkan pula informasi anggota keluarga yang lain (ibu dan saudara wanita) mengenai usia mereka pada saat menstruasi pertama, karena biasanya antara ibu dan anak-anaknya pertama kali mendapatkan menstruasi hanya berselang 1 tahun. &lt;br /&gt;Informasi tentang banyaknya perdarahan, lama menstruasi,  dan periode menstruasi terakhir juga perlu untuk ditanyakan.&lt;br /&gt;Riwayat penyakit kronis yang pernah diderita, trauma, operasi, dan pengobatan juga penting untuk ditanyakan. &lt;br /&gt;Kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan seksual, penggunaan narkoba, olahraga, diet, situasi di rumah dan sekolah, dan kelainan psikisnya juga penting untuk ditanyakan. &lt;br /&gt;Gejala-gejala klinis yang lain seperti gejala vasomotor, panas badan, galactorrhea, nyeri kepala, lemah badan, pendengaran berkurang, perubahan pada penglihatan juga harus ditanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3  PEMERIKSAAN FISIK&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada pemeriksaan fisik, yang pertama kali diperiksa adalah tanda vital, termasuk tinggi badan, berat badan dan perkembangan seksual. Pemeriksaan fisik yang lain adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Keadaan umum :&lt;br /&gt;o Anoreksia-cacheksia, bradikardi, hipotensi, dan hipotermi.&lt;br /&gt;o Tumor hipofise-perubahan pada funduskopi, gangguan lapang pandang, dan tanda-tanda saraf kranial.&lt;br /&gt;o Sindroma polikistik ovarium-jerawat, akantosis, dan obesitas.&lt;br /&gt;o Inflammatory bowel disease-Fisura, skin tags, adanya darah pada pemeriksaan rektal.&lt;br /&gt;o Gonadal dysgenesis ( sindroma Turner )- webbed neck, lambatnya perkembangan payudara.&lt;br /&gt;• Keadaan payudara&lt;br /&gt;o Galactorrhea-palpasi payudara.&lt;br /&gt;o Terlambatnya pubertas- diikuti oleh rambut kemaluan yang jarang.&lt;br /&gt;o Gonadal dysgenesis (sindroma Turner )- tidak berkembangnya payudara dengan normalnya pertumbuhan rambut kemaluan.&lt;br /&gt;• Keadaan rambut kemaluan dan genitalia eksternal&lt;br /&gt;o Hiperandrogenisme- distribusi rambut kemaluan dan adanya rambut di wajah.&lt;br /&gt;o Sindroma insensitifitas androgen- Tidak ada atau jarangnya rambut ketiak dan kemaluan dengan perkembangan payudara.&lt;br /&gt;o Terlambatnya pubertas- tidak disertai dengan perkembangan payudara.&lt;br /&gt;o Tumor adrenal atau ovarium- clitoromegali, virilisasi.&lt;br /&gt;o Massa pelvis- kehamilan, massa ovarium, dan genital anomali.&lt;br /&gt;• Keadaan vagina&lt;br /&gt;o Imperforasi himen- menggembung atau edema pada vagina eksternal.&lt;br /&gt;o Agenesis ( Sindroma Rokitansky-Hauser )- menyempitnya vagina tanpa uterus dan rambut kemaluan normal.&lt;br /&gt;o Sindroma insensitifitas androgen- menyempitnya vagina tanpa uterus dan tidak adanya rambut kemaluan.&lt;br /&gt;• Uterus : Bila uterus membesar, kehamilan bisa diperhitungkan.&lt;br /&gt;• Cervix : Periksa lubang vagina, estrogen bereaksi dengan mukosa vagina dan sekresi mukus. Adanya mukus adalah tanda bahwa estradiol sedang diproduksi oleh ovarium. Kekurangan mukus dan keringnya vagina adalah tanda bahwa tidak adanya estradiol yang sedang diproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4  PEMERIKSAAN LABORATORIUM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertimbangkan untuk melakukan tes laboratorium : CBC, erithrocyte sedimentation rate ( ESR ), thyroid- stimulating hormone ( TSH ), boneage, FSH dan LH, fungsi hati, BUN, kreatinin, urinalisis ( UA ), urin HCG, karyotyping, dehydroepiandrosterone sulfat ( DHEAS ), androstenedione, testosterone, adrenal suppresion test untuk 17- hydroxyprogesterone, pelvic ultrasound, MRI, dan kemungkinan radiograf untuk melihat sella turcica. Yang terakhir ini dapat mendeteksi lesi hipofise di dasar kelenjar hipofise dan dapat mengganggu sella itu sendiri. Banyak ahli yang lebih memilih MRI daripada radiograf untuk melihat sella apabila mencari CNS penyebab amenore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5  ETIOLOGI AMENORE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Keterlambatan pubertas umum&lt;br /&gt;o Keterlambatan konstitusional&lt;br /&gt;o Hipergonadotropik hipogonadisme&lt;br /&gt; Sindroma Turner&lt;br /&gt; Gonadal dysgenesis dengan karyotype mosaic&lt;br /&gt; Gonadal dysgenesis murni ( Sindroma Perrault, Sindroma Swyer )&lt;br /&gt; Gonadotropin-resistant ovary syndrome&lt;br /&gt; Penyebab yang didapat ( alkylating chemotherapy dosis tinggi, radiasi pelvis, oophoritis autoimun )&lt;br /&gt;o Hipogonadotropik hipogonadisme&lt;br /&gt; Kondisi kronis ( kelaparan, olahraga yang berlebihan, depresi, stress psikologis, penggunaan mariyuana, Crohn disease, fibrosis kistik, sickle cell disease, talasemia mayor, infeksi HIV, penyakit ginjal, penyakit tiroid, diabetes melitus, anorexia nervosa )&lt;br /&gt; Lambatnya pertumbuhan tumor central nervous system ( CNS ) ( adenoma, craniofaringioma, meningioma, microadenoma hipofise )&lt;br /&gt; Abnormalnya perkembangan hipotalamus ( Sindroma Kallman, Sindroma Prader-Willi, dan Sindroma Laurence-Moon-Biedl )&lt;br /&gt; Kelainan lain yang didapat ( kelainan infiltrasi [ sarcoidosis, histiositosis sel Langerhans, sifilis, tuberculoma], kelainan iskemik [ disebabkan oleh trauma, aneurisma, obstruksi pada duktus Sylvius ], dan destruksi [ radiasi dosis tinggi] )&lt;br /&gt;• Pubertas normal&lt;br /&gt;o Berhubungan dengan hiperandrogenisitas ( sindroma polikistik ovarii, terlambatnya onset defisiensi 21-hydroylase [hiperplasia adrenal kongenital nonklasik], tidak matangnya hypothalamic-pituitary-ovarian axis, Cushing disease, androgen-producing ovarian, atau adrenal tumor, hipertropi stromal ovarii )&lt;br /&gt;o Berhubungan dengan tidak adanya hirsutisme atau virilisasi ( tidak matangnya hypothalamic-pituitary-ovarian-axis, kehamilan )&lt;br /&gt;o Hipergonadotropik hipogonadisme ( gagal ovarium, kemoterapi alkilating dosis tinggi, radiasi pelvis, oophoritis autoimun )&lt;br /&gt;• Traktus genital anomali&lt;br /&gt;o Mullerian agenesis ( sindroma Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser )&lt;br /&gt;o Obstruksi anatomi kongenital atau didapat ( imperforasi himen, transverse vaginal septum, sindroma Asherman, destruksi endometrial karena infeksi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6  HIPERGONADOTROPIK HIPOGONADISME&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pubertas dikatakan terlambat, bila tidak ada perkembangan payudara pada umur 13,5 tahun, tidaka ada rambut kemaluan pada umur 14 tahun, dan tidak mendapatkan menstruasi pada umur 16 tahun. Penyebab yang paling sering dari keterlambatan pubertas adalah keterlambatan konstitusional. Penyebab tersering yang lain adalah kegagalan ovarium, yang mana termasuk diantaranya hipergonadotropik hipogonadisme. Peningkatan nilai dari FSH dan LH pada hipergonadotropik hipogonadisme disertai dengan menurunnya produksi dari estrogen.&lt;br /&gt; Salah satu contoh yang paling sering terjadi pada keadaan hipergonadotropik hipogonadisme adalah pada sindroma Turner, yang mana disebabkan oleh 45,X karyotype. Gejala klinis yang khas dari sindroma Turner adalah leher webbed, stature pendek, dada seperti perisai, aurikel anomalous, dan hipoestrogenemia sebagai hasil dari tidak matangnya seksual. Gonadal disgenesis biasanya ditandai dengan FSH yang tinggi, LH dan estradiol yang rendah. Gonadal disgenesis disebabkan oleh karyotype mosaik dengan abnormalnya kromosom X atau dengan karyotype normal ( 46,XX). Pasien dengan sindroma Perrault memiliki disgenesis gonadal, karyotype normal, dan tuli saraf. Sindroma Sawyer diilustrasikan sebagai wanita yang belum dewasa dengan kariotipe 46,XY tanpa faktor testis determinan pada kromosom Y. Penyebab hipergonadotropik hipogonadisme jarang lainnya adalah sindroma ovarii gonadotropin-resistant, yang mana ditandai dengan FSH-resistant ovarii.&lt;br /&gt; Penyebab hipergonadotropik hipogonadisme yang didapat dapat terjadi akibat dari kemoterapi alkylating dosis tinggi dan terapi radiasi pada pelvis. Peningkatan ESR dan anti-ovarian antibodi dapat mengakibatkan oophoritis autoimun, tapi tes yang lain jarang diperlukan. Oophoritis autoimun adalah diagnosis yang tidak bisa diperbaiki, seperti juga semua bentuk hipergonadotropik hipogonadisme yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.7  HIPOGONADOTROPIK HIPOGONADISME &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hipogonadotropik hipogonadisme dapat terjadi ketika nilai FSH dan LH rendah. Penyebab yang paling sering terjadi pada keadaan hipogonadotropik hipogonadisme termasuk diantaranya penyakit kronis, kelaparan, olahraga yang berlebihan, anoreksia nervosa, depresi, stress, dan penggunaan mariyuana. Hipogonadotropik hipogonadisme menyebabkan lambatnya pelepasan GnRH yang disebabkan oleh komponen multifaktor dari menurunnya lemak tubuh dan peningkatan β endhorphins.&lt;br /&gt; Penyakit kronis dapat mempengaruhi perkembangan pubertas dengan cara mengganggu metabolisme lewat malabsorbsi dan nutrisi buruk ( Crohn disease, diabetes mellitus, hipotiroid, hipertiroid, fibosis kistik, anorexia nervosa, olahraga yang berlebihan. &lt;br /&gt; Tumor di CNS dapat mengkompresi vena porta dan menghambat alur GnRH dari hipotalamus ke kelenjar hipofise. Hipofise adenoma, craniofaringioma, dan meningioma, adalah contoh dari tumor slow-growing nonmetastase, sebagai penyebab yang jarang dari hipogonadotropik hipogonadisme. Prolaktinoma hipofise anterior dapat melepas hormon prolaktin adalah tumor hipofise  tersering yang menjadi penyebab hipogonadotropik hipogonadisme. &lt;br /&gt; Kelainan didapat yang lain dapat mengganggu fungsi dari hipofise dengan menghancurkan sesuatu, seperti iskemik, infiltrasi, dan obstruksi. Trauma kepala, kranial aneurisma, dan proses infiltrasi ( sarcoidosis, sifilis, tuberculomas ) adalah contoh dari kondisi yang dapat mengganggu fungsi hipofise.&lt;br /&gt; Perkembangan abnormal dari hipotalamus dapat terjadi karena hipogonadotropik hipogonadisme. Sindroma Kallman ditandai dengan anosmia, lambatnya pubertas, dan respon normal terhadap eksogenous gonadotropin dari embrio yang kekurangan kode protein dari gene KAL 1, yang bisa mencegah produksi sel  GnRH dari migrasinya area olfaktori ke hipotalamus. Sindroma lain yang dihubungkan dengan disfungsi hipotalamus termasuk diantaranya sindroma Prader-Willi dan sindroma Laurence-Moon-Biedl.&lt;br /&gt; Biasanya, amenore dengan perkembangan pubertas yang normal dihubungkan dengan hirsutisme. Penyebab tersering adalah sindroma ovarii polikistik (PCO). Sindroma PCO ditandai dengan anovulasi, hirsutisme dan obesitas. Selain anovulasi, tanda-tanda lain tidak harus selalu ada. Ovarian hipertekosis adalah asil dari hiperandrogenisitas, yang mana adalah bukti dari tanda-tanda hirsutisme, jerawat, dan obesitas dan bisa dihubungkan dengan diabetes mellitus tipe 2 dan akantosis nigrikans. Hipertekosis dapat juga menyebabkan virilisasi yang dapat dilihat pada kasus clitoromegali, botak pada bagian temporal kepala, dan perubahan pada suara.&lt;br /&gt; Kasus lain dari hirsutisme adalah defisiensi late-onset 21-hidroksilase, yang dapat menyebabkan mutasi gen 21-hidroksilase, sebagai hasil dari 17-hidroxilase. Kasus lain dari hiperandrogenisme termasuk diantaranya Cushing disease, hipertropi stromal ovarii, dan androgen-producing tumor ovarii dan kelenjar adrenal. Penggunaan anabolik steroid juga bisa dipertimbangkan pada pembeda dengan amenore hiperandrogenik.&lt;br /&gt; Anovulasi masih menjadi penyebab utama terjadinya amenore di kategori nonvirilisasi. Anovulasi disebabkan oleh tidak dewasanya hipothalamic-pituitary-ovarian axis, yang bisa terpisah setelah diskontinuasi dari variasi pengobatan kontrasepsi hormon dan bisa menyebabkan absennya menstruasi dalam beberapa bulan. Prematur idiopatik menopause pada 1% dari wanita dibawah 40 tahun. Kegagalan ovarium prematur dapat idiopatik, sekunder dari kemoterapi atau terapi radiasi, ataupula autoimun.&lt;br /&gt; Hiperprolaktinemia adalah penyebab hipofise dari amenore pada keadaan pubertas normal. Hiperprolaktinemia dapat terjadi sebagai konsekuensi dari breastfeeding, mikroadenoma hipofise, dan penggunaan obat-obat psikoaktif ( haloperidol, phenothiazin, amitriptylin, benzodiazepin, kokain, mariyuana. )&lt;br /&gt; Amenore dapat disebabkan oleh kelainan tiroid, termasuk diantaranya hipertiroid, dan hipotiroid. Hipogonadotropik hipogonadisme dapat terjadi karena kasus yang sama dengan kasus lambat pubertas. Untuk tambahan, sindroma Sheehan, yang dihasilkan dari panhipohipofisesme setelah infark hipofise dari hemorrhage atau shock post partum dapat berkembang menjadi pubertal amenore.&lt;br /&gt; Amenore sebagai akibat dari anomali traktus genitalis dapat terjadi dari absennya organ reproduksi. Sindroma Mayer-Rokitansky-Hauser adalah anomali dari traktus genital yang disebabkan oleh vaginal agenesis. Uterus biasanya tidak ada, dan vagina biasanya menyempit. Karene fungsi ovarium normal dan memproduksi estradiol, maka bentuk dan besar payudara normal pula. Pubarche juga biasanya normal pada penderita pasien ini, sehingga rambut kemauan pun normal juga. Sindroma Mayer-Rokitansky-Hauser tercatat ada 15% dari penyebab amenore primer, yang ternyata merupakan penyebab tertinggi kedua amenore primer setelah sindroma Turner. &lt;br /&gt; Sindroma insensitifitas androgen (ditandai dengan adanya wanita dengan hormon testicular), tercatat kurang lebih 10% dari pasien yang datang dengan kluhan amenore. Sindroma insensitifitas androgen disebabkan oleh abnormalnya reseptor androgen. Gonad adalah testikel yang memproduksi testosteron; tetapi testosteronnya tidak menimbulkan efek apapun karena reseptor androgennya tidak berfungsi. Gambaran fenotipe dari pasien dengan kondisi ini adalah wanita, tetapi sirkulasi pola hormonalnya  adalah pria. Sindroma insensitifitas androgen termasuk penyakit maternal-X linked yang resesif yang mana testes tetap intraabdominal atau, dan rambut kemaluan jarang.&lt;br /&gt; Regresi testikuler spontan adalah pola kelainan genetik pria yang jarang, sehingga menyebabkan terjadinya fenotipe wanita, dengan tidak adanya uterus. Untuk tambahan, beberapa defiiensi enzim mempengaruhi produksi androgen, sehingga menyebabkan pseudohermaprodit pada pria. Semua kelainan yang berupa fenotipe wanita tapi kromosomnya pria, harus dipindahkan gonadnya untuk mencegah bahaya kanker.&lt;br /&gt; Amenore primer dapat terjadi karena imperforasi himen, yang ditandai dengan membesarnya uterus dan nyeri perut siklik. Sindroma Asherman terjadi setelah kuretase yang terlalu kuat, sehingga menghasilkan adhesi atau sinekia (perlengketan) dapat mencegah endometrium untuk merespon estradiol. Infeksi signifikan yang menhancurkan jalur endometrium juga dapat berakibat pada amenore primer atau sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.7  ALGORITMA UNTUK MENGEVALUASI AMENORE DENGAN PUBERTAS LAMBAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dapatkan hasil laboratorium berikut : tes fungsi tiroid, pertumbuhan tulang , dan nilai prolactin, LH, FSH. &lt;br /&gt;• Bila nilai FSH memanjang dan nilai tiroksin (T4) menurun, penyebabnya adalah hipotiroid.&lt;br /&gt;• Bila pertumbuhan tulangnya yang lambat, maka penyebabnya adalah kelambatan konstitusional.&lt;br /&gt;• Bila nilai LH dan FSHnya memanjang, dapatkan kariotipe.&lt;br /&gt;o Bila kariotipenya 45,XO, maka penyebabnya adalah disgenesis gonadal ( sindroma Turner). Amenore juga bisa terjadi apabila salah satu dari dua kromosom X abnormal , seperti cincin kromosom atau hilangnya sebagian dari lengan X kromosom p atau q.&lt;br /&gt;o Bila kariotipenya 46,XX, penyebab utamanya adalah kegagalan ovarium. Dapatkan pemeriksaan autoimun. Pikirkan etiologi oophoritis autoimun, efek dari terapi radiasi atau kemoterapi, defisiensi 17-ά-hidroksilase, atau sindroma ovarium resisten. &lt;br /&gt;• Bila LH dan FSH menurun atau dalam batas normal, dapatkan MRI kepala.&lt;br /&gt;o Bila pada pemeriksaan MRI abnormal, maka penyebabnya adalah tumor hipofise, hancurnya hipofise, atau penyakit hipotalamus.&lt;br /&gt;o Bila nilai prolactin memanjang, dapatkan MRI kepala.&lt;br /&gt; Apabila pada paemeriksaan MRI abnormal, penyebabnya adalah tumor hipofise atau lesi otak yang mengganggu keseimbangan hipofise. Bila pada pemeriksaan MRI normal maka penyebabnya kemungkinan penggunaan mariyuana atau obat-obat psikiatri, khususnya dopamine antagonist, yang mana bisa mengurangi faktor penghambat prolaktin dan peningkatan berkala pada nilai serum prolactin.&lt;br /&gt; Bila pada pemeriksaan MRI normal dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang normal pula, maka etiologinya bisa karena penggunaan obat, gangguan pola makan, atletikisme, atau stress psikososial.&lt;br /&gt; Bila pada pemeriksaan MRI abnormal tetapi pada evaluasi klinis dan pemeriksaan fik abnormal, maka penyakit kronis bisa termasuk didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.8  ALGORITMA UNTUK EVALUASI AMENORE DENGAN PUBERTAS NORMAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Periksa tes kehamilan.&lt;br /&gt;• Apabila tes kehamilan positif, maka rujuklah pasien ke spesialis.&lt;br /&gt;• Apabila tes kehamilan negatif, periksa nilai TSH dan prolactin.&lt;br /&gt;• Apabila nilai TSH dan prolaktin dalam batas normal, lakukan pemeriksaan progestinnya.&lt;br /&gt;o Apabila ada perdarahan , pikirkan siklus annovulatory untuk memasukkan sindroma PCO.&lt;br /&gt;o Apabila tidak ada perdarahan  dan E2/ pemeriksaan progestin negatif, pikirkanlah sindroma Asherman atau obstruksi outlet.&lt;br /&gt;o Apabila ada perdarahan  setelah pemeriksaan E2/ progestin dan pada pemeriksaan uterus dan vagina normal, periksa nilai FSH dan LH.&lt;br /&gt; Bila nilai FSH dan LH menurun atau dalam batas normal, periksa MRI kepala.&lt;br /&gt; Apabila pada pemeriksaan MRI abnormal, pikirkan penyakit hipotalamus, hancurnya hipofise, atau tumor hipofise.&lt;br /&gt; Apabila pada pemeriksaan MRI normal, maka lanjutkan dengan evaluasi klinis untuk menyingkirkan penyakit kronis, anorexia nervosa, penggunaan mariyuana atau kokain, atletikisme, atau stress psikososial.&lt;br /&gt; Bila nilai FSH dan LH meningkat, periksa kariotipe.&lt;br /&gt; Bila pada pemeriksaan kariotipe, pikirkan mosaik Turner atau mixed gonadal dysgenesis.&lt;br /&gt; Bila kariotipenya abnormal (46,XX), penyebabnya kegagalan ovarium. Periksa sistem autoimun. Pikirkan oophoritis autoimun; kegagalan ovarium prematur, penggunaan terapi radiasi dan kemoterapi, atau sindroma ovarium resisten.&lt;br /&gt;• Bila nilai TSH dan prolaktin memanjang, penyebabnya hipotiroidisme dan hiperprolaktinemia.&lt;br /&gt;Periksa testosteron dan nilai DHEAS pada pasien dengan hirsutisme.&lt;br /&gt;• Bila nilai testosteron lebih dari 90 mcg/mL dan nilai DHEAS lebih dari 700 ng/mL, pikirkan PCOS, hiperplasia adrenal kongenital, hipertekosis, atau tumor sekret androgen.&lt;br /&gt;• Bila nilai testosteron dan DHEAS dalam batas normal atau sedikit meningkat, lakukan pemeriksaan progestin. Bila ada perdarahan, maka diagnosisnya adalah PCOS &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amenore dapat diklasifikasikan  menjadi 2 yaitu :&lt;br /&gt;3. Amenore primer : Ketika wanita 16 tahun dengan pertumbuhan seksual sekunder normal atau 14 tahun tanpa adanya pertumbuhan seksual sekunder; tidak mendapatkan menstruasi.&lt;br /&gt;4. Amenore sekunder : Ketika wanita yang pernah mendapatkan menstruasi, tidak mendapatkan menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-7610245090448355883?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/7610245090448355883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=7610245090448355883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7610245090448355883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7610245090448355883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/amenore.html' title='Amenore'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-8824222049275940940</id><published>2009-05-17T01:44:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T02:07:39.273-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SKRIPSI KEDOKTERAN'/><title type='text'>Gambaran Kasus Kehamilan Ektopik Terganggu di RSUD "JJJ" Periode 1 Januari 2003-31 Desember 2005</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehamilan ektopik adalah suatu kehamilan dimana sel telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh diluar endometrium kavum uteri. Kehamilan ektopik dapat mengalami abortus atau ruptur pada dinding tuba dan peristiwa ini disebut sebagai kehamilan ektopik terganggu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kasus kehamilan ektopik terganggu di RSUD JJJ periode 1 Januari 2003-31 Desember 2005. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif. Data dikumpulkan dengan melihat kembali semua catatan medik kasus kehamilan ektopik terganggu yang tercatat di bagian Rekam Medik RSUD JJJ. Data dikumpulkan dan diolah secara manual, kemudian disajikan dalam bentuk diagram dan tabel distribusi frekuensi.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian diperoleh 7498 jumlah kebidanan termasuk 133 diantaranya adalah kehamilan ektopik terganggu (1,77%), Penderita kehamilan ektopik terganggu yang terbanyak terdapat pada umur 30-34 tahun (40,60%) dengan paritas penderita 1 sebanyak (35,34%). Lokasi kehamilan ektopik terganggu terbanyak adalah pada daerah ampula tuba (82,70%) dimana jumlah ibu yang meninggal (1,5%).&lt;br /&gt;Selengkapnya &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;a href="http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2008/12/segera-dan-miliki-macam-macam-karya.html"&gt;disini &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-8824222049275940940?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/8824222049275940940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=8824222049275940940' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/8824222049275940940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/8824222049275940940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/gambaran-kasus-kehamilan-ektopik.html' title='Gambaran Kasus Kehamilan Ektopik Terganggu di RSUD &quot;JJJ&quot; Periode 1 Januari 2003-31 Desember 2005'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-692365772332167794</id><published>2009-05-17T01:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T02:20:36.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA TULIS ILMIAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SKRIPSI KESEHATAN'/><title type='text'>HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II "HHH" JAKARTA TIMUR</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan Kecerdasan Intelektual (IQ) yang juga tinggi. Namun, menurut hasil penelitian terbaru dibidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang, tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi salah satunya adalah kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peranan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.&lt;br /&gt;Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasarkan pengukuran dan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar dalam bidang akademik yang diwujudkan berupa angka-angka dalam rapor. Bila siswa memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, maka akan meningkatkan prestasi belajar. Hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU dan Hipotesis nihil (Ho) adalah tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar sebagai variable terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur yang seluruhnya berjumlah 240 orang. Sampel penelitian adalah 148 siswa, menggunakan metode proporsional random sampling. Dalam pengumpulan data digunalan metode skala untuk kecerdasan emosional berdasarkan teori Daniel Goleman yang terdiri dari mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain; dan untuk mengukur prestasi belajar siswa digunakan metode pemeriksaan dokumen dengan melihat nilai rapor semester I.&lt;br /&gt;Nilai korelasi yang diperoleh pada analisis validitas instrumen dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson berkisar antara 0,320 - 0,720 dan p berkisar antara 0,000 - 0,008. Berdasarkan pada taraf signifikan 0,05 diperoleh 85 item valid dan 15 item gugur dari 100 item yang ada pada skala kecerdasan emosional. Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh 0,9538 dihitung dengan rumus Alpha Cronbach.&lt;br /&gt;Hasil analisis data penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,248 dengan p 0,002 (&lt;0,05)&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;DAFTAR TABEL&lt;br /&gt;DAFTAR LAMPIRAN&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Latar belakang masalah&lt;br /&gt;B. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan&lt;br /&gt;C. Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;D. Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;E. Sistematika Skripsi&lt;br /&gt;BAB II TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;A. Prestasi Belajar&lt;br /&gt;1. Pengertian Belajar&lt;br /&gt;2. Pengertian prestasi belajar&lt;br /&gt;3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.&lt;br /&gt;4. Pengukuran prestasi belajar&lt;br /&gt;B. Kecerdasan Emosional&lt;br /&gt;1. Pengertian emosi&lt;br /&gt;2. Pengertian kecerdasan emosional&lt;br /&gt;3. Faktor Kecerdasan Emosional&lt;br /&gt;C. Keterkaitan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa SMU&lt;br /&gt;D. Hipotesis&lt;br /&gt;BAB III METODE PENELITIAN&lt;br /&gt;A. Identifikasi variabel penelitian&lt;br /&gt;B. Definisi Operasional&lt;br /&gt;C. Populasi dan metode pengambilan sampel&lt;br /&gt;D. Metode pengambilan data&lt;br /&gt;E. Metode Analisis Instrumen&lt;br /&gt;F. Metoda Analisis Data&lt;br /&gt;BAB IV LAPORAN PELAKSANAAN PENELITIAN&lt;br /&gt;A. Orientasi kancah Penelitian&lt;br /&gt;B. Uji Coba Instrumen Penelitian&lt;br /&gt;C. Pelaksanaan Penelitian&lt;br /&gt;D. Analisis Data Penelitian&lt;br /&gt;BAB V KESIMPULAN&lt;br /&gt;A. Rangkuman Hasil Penelitian&lt;br /&gt;B. Pembahasan&lt;br /&gt;C. Kesimpulan&lt;br /&gt;D. Saran-saran&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Selengkapnya ada&lt;a href="http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2008/12/segera-dan-miliki-macam-macam-karya.html"&gt;&lt;strong&gt; disini&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-692365772332167794?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/692365772332167794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=692365772332167794' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/692365772332167794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/692365772332167794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/hubungan-antara-kecerdasan-emosional.html' title='HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II &quot;HHH&quot; JAKARTA TIMUR'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-5956818051937295729</id><published>2009-05-17T01:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T01:27:39.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Gerontik'/><title type='text'>Proses Penuaan dan Keperawatan Gerontology</title><content type='html'>Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari. Walaupun proses penuaan benar adanya dan merupakan sesuatu yang normal, tetapi pada kenyataannya proses ini menjadi beban bagi orang lain dibadingkan dengan proses lain yang terjadi. Perawat yang akan merawat lansia harus mengerti sesuatu tentang aspek penuaan yang normal dan tidak normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASPEK BIOLOGIS PADA PENUAAN&lt;br /&gt;Proses penuaan biologis yang dialami lansia relatif tidak akan menimbulkan perubahan buruk saat diperlukan penurunan tingkat ketergantungan fisik yang tinggi. Berikut ini teori biologis tentang penuaan :&lt;br /&gt;A. Teori seluler&lt;br /&gt;à Sel diprogram hanya untuk membelah pada waktu yang terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Teori sistesis&lt;br /&gt;à Akibat penuaan, protein tubuh terutama kolagen dan elastin menjadi kurang fleksibel dan kurang elastis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;C. Teori keracunan oksigen&lt;br /&gt;à Kemampuan lansia untuk melawan efek racun oksigen akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Teori sistem imun&lt;br /&gt;à Kopetensi yang menurun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan infeksi, penyakit autoimun, dan kanker. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUAAN PADA SISTEM TUBUH (FISIOLOGIS)&lt;br /&gt;Penuaan dapat dibedakan antara penuaan yang normal (fisiologis) dan penuaan karena kondisi penyakit (patologis). Berikut ini merupakan efek fisiologis dari penuaan :&lt;br /&gt;A. Sistem muskuloskeletal&lt;br /&gt;à Atrofi otot, dekalsifikasi tulang, dan perubahan postural. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Perubahan kardiopulmonal&lt;br /&gt;à Pembuluh darah kehilangan elastisitas, peningkatan nadi dan peningkatan tekanan darah.&lt;br /&gt;à Pendistribusian tulang kalsium menyebabkan dekalsifikasi tulang iga dan kalsifikasi kartilago kosta : Perubahan ini dan perubahan postural menyebabkan penurunan efislensi paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Sistem perkemihan&lt;br /&gt;à Kehilangan irama diurnal pada produksi urine dan penurunan filtrasi ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Sistem pencernaan&lt;br /&gt;à Tidak ada perubahan yang signifikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Sistem saraf&lt;br /&gt;à Kemunduran pendengaran dan penglihatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Sistem endokrin&lt;br /&gt;à Kemunduran fungsi gonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS PADA PENUAAN&lt;br /&gt;Aspek psikologis pada lansia tidak dapat langsung tampak. Pengertian yang salah tentang lansia adalah bahwa mereka mempunyai kemampuan memory dan kecerdasan mental yang kurang. Berikut aspek psikologis pada penuaan :&lt;br /&gt;A. Kepribadian, intelegensi dan sikap&lt;br /&gt;Tes intelegensi dengan jelas memperlihatkan adanya penurunan kecerdasan pada lansia. Lansia seringkali mempertahankan sikap yang kuat, sehingga sikapnya lebih stabil dan sedikit sulit untuk diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Teori aktivitas dan pelepasan&lt;br /&gt;- Teori pelepasan : Lansia secara berangsur-angsur mengurangi aktivitasnya dan bersama menarik diri dari masyarakat.&lt;br /&gt;- Teori aktivitas : Sebagai orang yang telah berumur, mereka meninggalkan bentuk aktivitas yang pasti, dan mengkompensasi dengan melakukan banyak aktivitas yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPERAWATAN GERONTIK&lt;br /&gt;PENGERTIAN GERONTOLOGI DAN GERIATRI NURSING&lt;br /&gt;A. Gerontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lanjut usia.&lt;br /&gt;- Geriatri nursing adalah spesialis keperawatan lanjut usia yang dapat menjalankan perannya pada tiap peranan pelayanan dengan menggunakan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi optimal lanjut usia secara komprehensif. Karena itu, perawatan lansia yang menderita penyakit dan dirawat di RS merupakan bagian dari gerontic nursing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT USIA&lt;br /&gt;A. Pendekatan fisik&lt;br /&gt;à Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia ada 2 bagian yaitu :&lt;br /&gt;- Klien lanjut usia yang masih aktif, yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain.&lt;br /&gt;- Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun yang mengalami kelumpuhan atau sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pendekatan psikis&lt;br /&gt;à Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia, perawat dapat berperan sebagai supporter, interpreter terhadap segala sesuatu yang asing, sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pendekatan sosial&lt;br /&gt;à Mengadakan diskusi, tukar pikiran, dan bercerita merupakan upaya perawatan dalam pendekatan sosial. Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien lanjut usia untuk menciptakan sosialisasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pendekatan spiritual&lt;br /&gt;à Perawat harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan tuhan atau agama yang dianutnya, terutama jika klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA&lt;br /&gt;A. Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri.&lt;br /&gt;B. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan lansia melalui perawatan dengan pencegahan.&lt;br /&gt;- Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup / semangat hidup lansia.&lt;br /&gt;- Menolong dan merawat klien yang menderita sakit.&lt;br /&gt;- Merangsang petugas kesehatan agar dapat mengenal dan menegakkan diagnosa secara dini.&lt;br /&gt;- Mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu pertolongan pada lansia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOKUS ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA&lt;br /&gt;1) Peningkatan kesehatan (health promotion)&lt;br /&gt;2) Pencegahan penyakit (preventif)&lt;br /&gt;3) Mengoptimalkan fungsi mental.&lt;br /&gt;4) Mengatasi gangguan kesehatan yang umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP-TAHAP ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA&lt;br /&gt;A. Pengkajian :&lt;br /&gt;- Proses pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah keperawatan meliputi aspek :&lt;br /&gt;a) Fisik : - Wawancara&lt;br /&gt;- Pemeriksaan fisik : Head to tea, sistem tubuh.&lt;br /&gt;b) Psikologis&lt;br /&gt;c) Sosial ekonomi&lt;br /&gt;d) Spiritual&lt;br /&gt;Pengkajian dasar meliputi : Temperatur, nadi, pernafasan, tekanan darah, berat badan, tingkat orientasi, memori, pola tidur, penyesuaian psikososial.&lt;br /&gt;Sistem tubuh meliputi : Sistem persyarafan, kardiovaskuler, gastrointestinal, genitovrinarius, sistem kulit, sistem musculoskeletal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan&lt;br /&gt;à Untuk menentukan apa yang dapat dilakukan perawat terhadap pasien dan pemilihan intervensi keperawatan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan&lt;br /&gt;à Tahap dimana perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan intervensi / perencanaan yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi&lt;br /&gt;à Penilaian terhadap tindakan keperawatan yang diberikan / dilakukan dan mengetahui apakah tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carpenito, L. “ Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis”, Edisi ke-6, EGC, Jakarta, 2000.&lt;br /&gt;Nugroho, Wahjudi. “Keperawatan Gerontik”, Edisi ke-2, EGC, Jakarta 2000.&lt;br /&gt;Leeckenotte, Annete Glesler. “Pengkajian Gerontologi”, Edisi ke-2, EGC, Jakarta, 1997.&lt;br /&gt;Watson, Roger. “Perawatan Lansia”, Edisi ke-3, EGC, Jakarta 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-5956818051937295729?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/5956818051937295729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=5956818051937295729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5956818051937295729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5956818051937295729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/proses-penuaan-dan-keperawatan.html' title='Proses Penuaan dan Keperawatan Gerontology'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-4108998951261402512</id><published>2009-05-17T01:23:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T01:24:12.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Anak'/><title type='text'>TALASEMIA</title><content type='html'>I. DEFINISI&lt;br /&gt;Talasemia adalah penyakit anemia hemolitik herediter yang diturunkan secara resesif. Ditandai oleh defisiensi produksi globin pada hemoglobin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. KLASIFIKASI&lt;br /&gt;Secara molekuler talasemia dibedakan atas :&lt;br /&gt;1. Talasemia ? (gangguan pembentukan rantai ?)&lt;br /&gt;2. Talasemia ? (gangguan p[embentukan rantai ?)&lt;br /&gt;3. Talasemia ?-? (gangguan pembentukan rantai ? dan ? yang letak gen nya diduga berdekatan).&lt;br /&gt;4. Talasemia ? (gangguan pembentukan rantai ?)&lt;br /&gt;Secara klinis talasemia dibagi dalam 2 golongan yaitu :&lt;br /&gt;1. Talasemia Mayor (bentuk homozigot)&lt;br /&gt;Memberikan gejala klinis yang jelas&lt;br /&gt;2. Talasemia Minor biasanya tidak memberikan gejala klinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;Penyebab anemia pada talasemia bersifat primer dan sekunder. Penyebab primer adalah berkurangnya sintesis Hb A dan eritropoesis yang tidak efektif disertai penghancuran sel-sel eritrosit intrameduler. Penyebab sekunder adalah karena defisiensi asam folat,bertambahnya volume plasma intravaskuler yang mengakibatkan hemodilusi, dan destruksi eritrosit oleh system retikuloendotelial dalam limfa dan hati.&lt;br /&gt;Penelitian biomolekular menunjukkan adanya mutasi DNA pada gen sehingga produksi rantai alfa atau beta dari hemoglobin berkurang.&lt;br /&gt;Tejadinya hemosiderosis merupakan hasil kombinasi antara transfusi berulang,peningkatan absorpsi besi dalam usus karena eritropoesis yang tidak efektif, anemia kronis serta proses hemolisis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Hemoglobin postnatal(Hb A)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rantai ? Rantai ?&lt;br /&gt;Talasemia ? Defisiensi sintesis rantai ?&lt;br /&gt;Sintesa rantai ?&lt;br /&gt;Kerusakan pembentukan&lt;br /&gt;Hemolisis&lt;br /&gt;Anemia berat&lt;br /&gt;Pembentukan eritrosit oleh&lt;br /&gt;sum-sum tulang dan disuply dari transfusi&lt;br /&gt;Fe meningkat&lt;br /&gt;Hemosiderosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talasemia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menstimulasi eritropoesis&lt;br /&gt;Hiperplasia SS Tlg Sel darah merah rusak Hemapoesis eksra medular&lt;br /&gt;Perubahan skeletal Hemolisis splenomegali/limfadenopati&lt;br /&gt;Anemia Hemosiderosis Hemokromatosis&lt;br /&gt;Maturasi seksual dan Kulit kecoklatan Fibrosis&lt;br /&gt;Pertumbuhan terlambat&lt;br /&gt;Jantung liver K.empedu Pankreas limfa&lt;br /&gt;Gagal jantung sirosis kolelitiasis diabetes splenomegali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. ETIOLOGI&lt;br /&gt;Factor genetic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. MANIFESTASI KLINIS&lt;br /&gt;? Letargi&lt;br /&gt;? Pucat&lt;br /&gt;? Kelemahan&lt;br /&gt;? Anoreksia&lt;br /&gt;? Sesak nafas&lt;br /&gt;? Tebalnya tulang cranial&lt;br /&gt;? Pembesaran limfe&lt;br /&gt;? Menipsnya tulang kartilago&lt;br /&gt;? Disritmia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. KOMPLIKASI&lt;br /&gt;? Fraktur patologis&lt;br /&gt;? Hepatosplenomegali&lt;br /&gt;? Gangguan Tumbuh Kembang&lt;br /&gt;? Disfungsi organ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. PENATALAKSANAAN TERAPI&lt;br /&gt;1. Pemberian transfusi hingga Hb mencapai 10 g/dl. Komplikasi dari pemberian transfusi darah yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya penumpukan zat besi yang disebut hemosiderosis. Hemosiderosis dapat dicegah dengan pemberian Deferoxamine(desferal).&lt;br /&gt;2. Splenectomy : dilakukan untuk mengurangi penekanan pada abdomen dan meningkatkan rentang hidup sel darah merah yang berasal dari suplemen(transfusi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;PENGKAJIAN&lt;br /&gt;Pengkajian Fisik&lt;br /&gt;? Riwayat keperawatan&lt;br /&gt;? Kaji adanya tanda-tanda anemia(pucat,lemah,sesak,nafas cepat,hipoksia kronik,nyeri tulang dan dada,menurunnya aktivitas,anoreksia),epistaksis berulang.&lt;br /&gt;Pengkajian Psikososial&lt;br /&gt;? Anak : Usia,tugas perkembangan psikososial,kemampuan beradaptasi dengan penyakit,mekanisme koping yang digunakan.&lt;br /&gt;? Keluarga : respon emosional keluarga,koping yang digunakan keluarga,penyesuaian keluarga terhadap stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSE KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Perubahan perfusi jaringan b.d berkurangnya komponen seluler yang penting untuk menghantarkan Oksigen/zat nutrisi ke sel.&lt;br /&gt;2. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan kebutuhan pemakaian dan suplai oksigen.&lt;br /&gt;3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d kurangnya selera makan.&lt;br /&gt;4. Koping keluarga tidak efektif b.d dampak penyakit anak terhadap fungsi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;NO DIAGNOSE KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan perfusi jaringan b.d berkurangnya komponen seluler yang penting untuk menghantarkan oksigen/zat nutrisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan kebutuhan pemakaian dan suplai oksigen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d kurangnya selera makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koping Keluarga tidak efektif b.d dampak penyaklit anak terhadap fungsi keluarga&lt;br /&gt;Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 5x 24 jam perfusi jaringan klien adekuat dengan criteria :&lt;br /&gt;- Membran mukosa merah muda&lt;br /&gt;- Conjunctiva tidak anemis&lt;br /&gt;- Akral hangat&lt;br /&gt;- TTV dalam batas normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam klien toleran terhadap aktivitas dengan criteria :&lt;br /&gt;- Kebutuhan ADL terpenuhi tanpa rasa pusing,sesak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam nutrisi klien terpenuhi dengan criteria&lt;br /&gt;- BB stabil/meningkat&lt;br /&gt;- Nilai laboratorium Dbn&lt;br /&gt;- Melaporkan nafsu makan meningkat&lt;br /&gt;- Menghabiskan porsi makan yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam keluarga dapat mengatasi dan mengendalikan stress yang terjadi pada keluarga dengan criteria :&lt;br /&gt;- Keluarga menerima kondisi anaknya&lt;br /&gt;- Menunjukkan tingkah laku koping yang positip&lt;br /&gt;- Monitor TTV,pengisian kapiler,warna kulit dan membaran mukosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tinggikan posisi kepala tempat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Periksa adanya keluhan nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Catat keluhan rasa dingin&lt;br /&gt;- Pertahankan suhu lingkungan dan tubuh hangat&lt;br /&gt;- Beri oksigen sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kolaborasi dalam pemeiksaan lab : HB,HMT,SDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kaji kemampuan anak dalm melakukan aktivitas/memenuhi ADL&lt;br /&gt;- Monitor TTV,respon fisiologis selama,setelah melakukan aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Beri informasi pada anak/klg untuk berhenti melakukan aktivitas jika terjadi peningkatan TTV atau pusing&lt;br /&gt;- Beri bantuan dalam beraktivitas/ambulasi ila perlu&lt;br /&gt;- Perioritaskan jadwal askep untuk meningkatkan istirahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kaji riwayat nutrisi dan makanan yg disukai&lt;br /&gt;- Observasi dan catat masukan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Timbang Berat badan setiap hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Beri makanan sedikit tapi sering dan atau makan diantara waktu makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Konsul ahli gizi&lt;br /&gt;- Beri obat/suplemen vitamin sesuai order&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jelaskan kondisi anak sesuai realita dan beri dukungan pada keluarga&lt;br /&gt;- Berikan waktu/dengarkan hal-hal yang mejadi keluhan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memberikan dukungan kepada keluarga untuk mengembangkan harapan realistis thd anak&lt;br /&gt;- Bantu keluarga untuk memahami betapa pentingnya mempertahankan fungsi psikososial&lt;br /&gt;- Perubahan tanda vital,warna kulit dan membran mukosa menunjukkan tanda perfusi jaringan&lt;br /&gt;- Meningkatkan ekspansi paru dan memaksimalkan oksigen untuk kebutuhan seluler&lt;br /&gt;- Iskemia seluler mempengaruhi jar.miokardial&lt;br /&gt;- Vasokontriksi ke organ vital menurunkan sirkulasi perifer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memaksimalkan transfer oksigen ke jaringan&lt;br /&gt;- Memantau kadar oksigenasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mempengaruhi pilihan intervensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Manifestasi kardiopulmonal dari upaya jantung dan paru untuk membawa jml oksigen adekuat ke jar.&lt;br /&gt;- Rangsangan/stress kardiopulmonal berlebihan dpt menimbulkan dekompensasi/kegagalan&lt;br /&gt;- Membantu dan memberi dukungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memperthanan tingkat energi dan meningkatkan regangan pada system jantung dan pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengidentifikasi defisiensi,merencanakan intervensi&lt;br /&gt;- Mengawasi masukan kalori atau kualitas kekurangan konsumsi makanan&lt;br /&gt;- mengawasi penurunan BB atau efektivitas intervensi nutrisi&lt;br /&gt;- Makan dpt menurunkan kelemahan dan meningkatkan pemasukan juga mencegah distensi gaster&lt;br /&gt;- Membantu membuat rencana diet&lt;br /&gt;- Menigkatkan masukan protein dan kalori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga paham dengan kondisi anak dan dapat menerima sesuai keadaan&lt;br /&gt;- Orang terdeklat memerlukan dukungan yg terus menerus dg berbagai masalah yg dihadapi akan meningkatkan dlm mengatasi penyakit untuk memudahkan proses adaptasi&lt;br /&gt;- Dukungan keluarga thd anak dapat meningktkan harapan anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tingkah laku yang terhalang,tuntutan perawatan tinggi dan seterusnya dapat menimbulkan klg menarik diri dri pergaulan social.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-4108998951261402512?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/4108998951261402512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=4108998951261402512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4108998951261402512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4108998951261402512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/talasemia.html' title='TALASEMIA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-8968517283318194670</id><published>2009-05-17T01:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T01:21:55.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Anak'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN LEUKEMIA</title><content type='html'>Leukemia adalah istilah umum yang digunakan untuk keganasan pada sumsum tulang dan sistem limpatik (Wong, 1995). Sedangkan menurut Robbins &amp; Kummar (1995), leukemia adalah neoplasma ganas sel induk hematopoesis yang ditandai oelh penggantian secara merata sumsum tulang oleh sel neoplasi.&lt;br /&gt;Klasifikasi&lt;br /&gt;1. Leukemia Limfosit Akut (ALL)&lt;br /&gt;2. Leukemia Limfosit Kronik (CLL)&lt;br /&gt;3. Leukemia Mielosit (mieloblastik) Akut (AML)&lt;br /&gt;4. Leukemia Mielosit Kronik (CML)&lt;br /&gt;Pada klien anak, dua bentuk yang umum ditemukan adalah ALL dan AML&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;Leukemia merupakan proliferasi yang tidak terbatas dari sel darah putih yang immatur pada jaringan pembentuk darah. Walaupun bukan berwujud sebagai tumor sebagaimana biasanya, sel leukemia menunjukkan property suatu neoplasma dari kanker yang solid. Manifestasi klinik yang timbul merupakan akibat dari infiltrasi atau penggantian dari jaringan-jaringan tubuh oleh sel leukemia yang non-fungsional.&lt;span class="fullpost"&gt;  Organ vaskuler atas seperti limpa dan hati merupakan organ yang sering diserang oleh sel ini. &lt;br /&gt;Ada dua miskonsepsi yang harus diluruskan mengenai leukemia ini yaitu 1)Walaupun leukemia merupakan overproduksi dari sel darah putih, tetapi sering ditemukan pada leukemia akut bahwa jumlah leukosit rendah. Ini diakibatkan karena produksi yang dihasilkan adalah sel yang immatur. 2)Sel immatur tersebut tidak menyerang dan menghancurkan sel darah normal atau jaringan vaskuler. Destruksi celluler diakibatkan proses infiltrasi dan sebagai bagian dari konsekwensi kompetisi untuk mendapatkan element makanan metabolik.&lt;br /&gt;Masalah Keperawatan :&lt;br /&gt;[1] Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi, Resiko infeksi&lt;br /&gt;[2] Resiko infeksi, Infeksi aktual&lt;br /&gt;[3] Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, Resiko gangguan perfusi jaringan&lt;br /&gt;[4] Gangguan rasa nyaman : Nyeri&lt;br /&gt;[5] Gangguan mobilitas fisik, Resiko Injury&lt;br /&gt;[6] Gangguan rasa nyaman : Nyeri&lt;br /&gt;[7] Infeksi aktual, Resiko gangguan tumbuh kembang&lt;br /&gt;[8] Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi, Gangguan keseimbangan cairan &amp; elektrolit&lt;br /&gt;Manajemen terapeutik :&lt;br /&gt;Chemotherapi dengan tiga fase yaitu 1)Induksi, 2)CNS profilaksis terapi, 3)Konsolidasi.&lt;br /&gt;Masalah Keperawatan yang timbul karena kemoterapi :&lt;br /&gt;1. Kerusakan membran mukosa&lt;br /&gt;2. Gangguan integritas kulit&lt;br /&gt;3. Cemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-8968517283318194670?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/8968517283318194670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=8968517283318194670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/8968517283318194670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/8968517283318194670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/asuhan-keperawatan-anak-dengan-leukemia.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN LEUKEMIA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-7783842661383414599</id><published>2009-05-17T01:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T18:20:56.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Anak'/><title type='text'>Askep pasien dengan Hemofilia</title><content type='html'>Hemofilia adalah kelainan perdarahan yang disebabkan adanya kekurangan salah satu faktor pembekuan darah. Hemofilia merupakan penyakit gangguan pembekuan darah dan diturunkan oleh melalui kromoson X. Hemofilia di bedakan menjadi dua, yaitu Hemofilia A yang ditandai karena penderita tidak memiliki zat antihemofili globulin ( faktor VIII ), Hemofilia B atau Penderita tidak memiliki komponen plasma tromboplastin ( faktor IX ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemofilia merupakan gangguan koagulasi herediter atau didapat yang sering dijumpai. Hal ini bisa terjadi karena mutasi gen faktor pembekuan darah yaitu faktor VIII atau faktor IX kedua gen tersebut terletak pada kromosom X, sehingga termasuk penyakit resesif. Hemofilia lebih banyak terjadi pada laki-laki, karena mereka hanya mempunyai satu kromosom X, sedangkan wanita umumnya sebagai pembawa sifat saja (carier). Namun wanita juga bisa menderita hemofilia jika mendapatkan kromosom X dari ayah hemofilia dan ibu pembawa carrier dan bersifat letal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdarahan karena gangguan pada pembekuan biasanya terjadi pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jaringan yang letaknya dalam seperti otot, sendi, dan lainya yang dapat terjadi kerena gangguan pada tahap pertama, kedua dan ketiga, disini hanya akan di bahas gangguan pada tahap pertama, dimana tahap pertama tersebutlah yang merupakan gangguan mekanisme pembekuan yang terdapat pada hemofili A dan B. Perdarahan mudah terjadi pada hemofilia, dikarenakan adanya gangguan pembekuan, di awali ketika seseorang berusia ± 3 bulan atau saat akan mulai merangkak maka akan terjadi perdarahan awal akibat cedera ringan, dilanjutkan dengan keluhan-keluhan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemofilia juga dapat menyebabkan perdarahan serebral, dan berakibat fatal. Rasionalnya adalah ketika mengalami perdarahan, berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh). Darah keluar dari pembuluh. Pembuluh darah mengerut/ mengecil kemudian Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh apabila kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu, mengakibatkan anyaman ( Benang Fibrin) penutup luka tidak terbentuk sempurna, akibatnya darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh. Sehingga terjadilah perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Adanya Nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Bengkak pada persendian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Terjadi Anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Kelainan bentuk sendi dan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Gangguan Mobilisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Perdarahan hebat setelah suatu trauma ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Perdarahan spontan yang berulang-ulang pada sendi-sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Perdarahan yang luar biasa setelah Ekstraksi Gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Hematom pada jaringan lunak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Hemartrosis dan kontraktur sendi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Hematuria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) Perdarahan serebral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anamnesa Atau Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Kelemahan otot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : kelelahan, malaise, ketidakmampuan melakukan aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sirkulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : kulit, membran mukosa pucat, defisit saraf serebral/ tanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perdarahan serebral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Palpitasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Eliminasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Hematuria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Integritas Ego&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Depresi, menarik diri, ansietas, marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Perasaan tidak ada harapan dan tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Nutrisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejal : Anoreksia, penurunan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda :.Perilaku berhati-hati, gelisah, rewel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Nyeri tulang, sendi, nyeri tekan sentral, kram otot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Keamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Hematom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Riwayat trauma ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Terjadi perdarahan spontan pada sendi dan otot yang berulang disertai dengan rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyeri dan terjadi bengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Perdarahan sendi yang berulang menyebabkan menimbulakan Atropati hemofilia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan menyempitnya ruang sendi, krista tulang dan gerakan sendi yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Biasanya perdarahan juga dijumpai pada Gastrointestinal, hematuria yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berlebihan, dan juga perdarahan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Terjadi Hematoma pada Extrimitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Keterbatasan dan nyeri sendi yang berkelanjutan pada perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Diagnostik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). Hemofilia A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Faktor pembekuan darah (VIII) dari 0 – 25% Normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Pemeriksaan APTT Hemofilia A panjang Normal perbaikan Total tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perbaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Hemofilia B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Faktor pembekuan darah (IX) dari 0 – 25% Normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Pemeriksaan APTT Hemofilia B panjang Normal Tidak perbaikan Total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Hemofili A atau B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemofilia Ringan - Dari 5% - 25%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemofilia Sedang - Dari 1% - 5%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemofilia Berat - Kurang dari 1%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penata Laksanaan ( Medikal Atau Bedah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan yang efektif yaitu untuk menghentikan perdarahan dengan cepat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan meningkatan jumlah plasma pembekuan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Diet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pembatasan diet pada penderita Hemofilia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Aktifitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pergerakan diharapkan tidak terlalu banyak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam Amino Chaproid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemofili A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cryoprecipitated antihemophilic factor (AHF)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyophilized AHF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desmopressin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemofili B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor IX concentrate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perubahan perfusi jaringan sehubungan dengan perdarahan aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kekurangan volume cairan sehubungan dengan kehilangan akibat perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Resiko tinggi injuri sehubungan dengan kelemahan pertahanan akibat hemofilia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dx 1 Perubahan perfusi jaringan sehubungan dengan perdarahan aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kaji penyebab perdarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Awasi tanda vital, kaiji pengisian kapiler, warna kulit atau membran mukosa, warna kuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatikan upaya pernafasan : Auskultasi bunyi nafas, selidiki keluhan nyeri dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan transfusi darah sesuai dengan indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dx 2 Kekurangan volume cairan sehubungan dengan kehilangan akibat perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertahankan pemasukan dan pengeluaran yang akurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perhatikan karakteristik urin dan berat jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Awasi tanda vital, ukur tekanan darah pada posisi berbaring, duduk dan berdiri bila mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perkirakan drainase luka dan kehilangan yang tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Observasi demam, perubahan tingkat kesadaran, turgor kulit buruk, kulit dan membran mukosa kering, nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan input cairan sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dx 3 Resiko tinggi injuri sehubungan dengan kelemahan pertahanan akibat hemofilia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertahankan keamanan tempat tidur klien, pasang pengaman pada tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hindarkan pasien dari cidera, ringan-berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Awasi setiap gerakan yang memungkinkan terjadinya cidera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anjurkan pada keluarga untuk segera membawa klien ke RS jika terjadi injuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. jelaskan pada keluarga klien pentingnya menghindari cidera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak terjadi penurunan tingkat kesadaran, pengisian kapiler berjalan normal, perdarahan dapat teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menunjukkan perfusi yang adekuat misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Membran mukosa berwarna merah muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mental kembali seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menunjukkan keseimbangan cairan yang adekuat dibuktikan oleh haluaran urine individu tepat dengan berat jenis mendekati normal, tanda vital stabil, membran mukosa lembab, turgor kulit baik dan pengisian kapiler normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Baradero, Mary, dkk. Teori Askep Gangguan Kardiovaskuler. 2008. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. M. Lawrence Tierney, dkk. Diagnosis dan Terapi Kedokteran Penyakit Dalam Buku 2. 2003. Penerbit Salemba Medika: Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wiliams Lippincott. Clinical Nurse 3 Minute. 2003. Wolters Kluwer Company: USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Joyce M. Black &amp;amp; Hawks. Medical Surgical Nursing . 2005. Missouri Elsevier inc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Price &amp;amp; Wilson. Patofisiologi Anatomi Buku (1). 2005. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. www. Purnama 87.blogspot.com/ 2008_0501_archive.hml, diakses tgl 10 Oktober.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-7783842661383414599?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/7783842661383414599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=7783842661383414599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7783842661383414599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7783842661383414599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/askep-pasien-dengan-hemofilia.html' title='Askep pasien dengan Hemofilia'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-1323945065022979069</id><published>2009-05-17T00:59:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T01:04:07.235-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Jiwa'/><title type='text'>ASKEP HALUSINASI</title><content type='html'>A. Pengertian&lt;br /&gt;Halusinasi adalah persepsi sensori yang salah atau pengalaman persepsi yang tidak sesuai dengan kenyataan ( Sheila L Vidheak, 2001 : 298 ).&lt;br /&gt;Halisinasi adalah sensori yang timbul berdasarkan pada stimulus internal yang tidak sesuai kenyataan ( Ruth F. Cvaven, 2002 ; 1179 ).&lt;br /&gt;Halusinasi adalah penginderaan tanpa sumber rangsangan eksternal ( Vavold I. Koplen, 1998 : 267 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis – jenis Halusinasi.&lt;br /&gt;1. Halusinasi pendengaran.&lt;br /&gt;Klien mendengar suara dan bunyi yang tidak berhubungan dengan stimulus nyata dan orang lain tidak mendengarnya.&lt;br /&gt;2. Halusinasi Penglihatan.&lt;br /&gt;Klien melihat gambaran yang jelas atau samar – samar tanpa stimulus nyata dan orang lain tidak melihatnya.&lt;br /&gt;3. Halusinasi Penciuman.&lt;br /&gt;Klien mencium bau – bau yang muncul dari sumber – sumber tertentu tanpa stimulus yang nyata dan orang lain tidak menciumnya.&lt;br /&gt;4. Halusinasi Pengecapan.&lt;br /&gt;Klien merasa makan sesuatu yang tidak nyata, biasnya merasakan rasa nyaman atau tidak enak.&lt;br /&gt;5. Halusinasi Perasaan.&lt;br /&gt;Klien merasa sesuatu pada kulit tanpa stimulus yang nyata dan orang lain tidak merasakannya.&lt;br /&gt;( Rasmun, 2001 : 23 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;B. Etiologi&lt;br /&gt;1. Faktor Pendukung.&lt;br /&gt;a. Faktor Biologis.&lt;br /&gt;Abnormalitas otak yang menyebabkan respon neurologist yang maladaptive.&lt;br /&gt;b. Faktor Psikologis.&lt;br /&gt;Orang tua yang salah mendidik anak, konflik perkawinan, koping menghadapi stress tidak konstruktif.&lt;br /&gt;c. Faktor Sosial Budaya.&lt;br /&gt;Ketidak harmonisan social budaya, hidup terisolasi, stress yang menumpuk.&lt;br /&gt;2. Faktor Pencetus.&lt;br /&gt;a. Biologis.&lt;br /&gt;Stresor biologis yang berhubungan dengan respon neurologist yang mal adaptif termasuk ganguan dalam putaran umpan balik otak yang mengatur proses informasi dan abnormalitas pada mekanisme pintu masuk dalam otak yang mengakibatkan ketidak mampuan.&lt;br /&gt;b. Stres Lingkungan.&lt;br /&gt;Secara biologis menetapkan ambang toleransi terhadap stress yang berinteraksi dengan stressor lingkungan, untuk menentukan terjadinya ganguan perilaku.&lt;br /&gt;c. Pemicu Gejala.&lt;br /&gt;Pemicu yang biasanya terdapat pada respon neurologi yang mal adaptif berhubungan dengan kesehatan lingkungan dan sikap individu.&lt;br /&gt;( Stuart dan Sundeen, 1998 : 305 – 310 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Patofisiologi&lt;br /&gt;1. Tahap I.&lt;br /&gt;Memberi rasa nyaman, tingkat ansietas sedang, secara murni Halusinasi merupakan suatu kesenangan.&lt;br /&gt;a. Karakteristik.&lt;br /&gt;Mengalami ansietas, kesepian, rasa bersalah, ketakutan, mencoba berfokos pada fikiran yang dapat menghilangkan ansietas, dan pikiran pengalaman sensori masih ada dalam control kesadaran (non psikotik).&lt;br /&gt;b. Perilaku Klien.&lt;br /&gt;Tersenyum, tertawa sendiri, mengerakkan bibir tanpa suara, pergerakan mata yang cepat, respon verbal yang lambat, diam dan berkonsentrasi.&lt;br /&gt;2. Taha II.&lt;br /&gt;Menyalahkan, tingkat kecemasan berat, secara umum halusinasi.&lt;br /&gt;a. Karakteristik.&lt;br /&gt;Pengalaman sensori menakutkan, merasa dilecehkan oleh pengalaman sensori tersebut, mulai merasa kehilangan control dan menarik diri dari orang lain ( non psikotik ).&lt;br /&gt;b. Prilaku Klien.&lt;br /&gt;Terjadi denyut jantung, pernafasan dan tekana darah, perhatian pada lingkungan berkurang, konsentrasi terhadap pengalaman sensorinya kehilangan kemampuan membedakan halusinasi dengan realitas.&lt;br /&gt;3. Tahap III.&lt;br /&gt;Mengontrol tingkat kecemasan berat dan pengalaman tidak dapat ditolak.&lt;br /&gt;a. Karakteristik.&lt;br /&gt;Klien menyerah dan menerima pengalama sensorinya ( halusinasi ), isi halusinasinya menjadi aktaktif dan kesepian bila pengalaman sensori berakhir ( psikotik ).&lt;br /&gt;b. Perilaku Klien.&lt;br /&gt;Perintah halusinasi ditaati, sulit berhubungan dengan orang lain. Perharian terhadap lingkungan berkurang, hanya beberapa detik dan tidak mampu mengikuti perintah dari perawat, tampak tremor dan berkeringat.&lt;br /&gt;4. Tahap IV.&lt;br /&gt;Klien sudah dikuasai oleh halusinasi, klien panik.&lt;br /&gt;a. Karakteriastik.&lt;br /&gt;Pengalaman sensori menjadi pengancam dan halusinasi dapat berlangsung selama beberapa jam / hari.&lt;br /&gt;b. Perilaku Klien.&lt;br /&gt;Perilaku panic, resiko tinggi mencederai, agitasi atau katatonik, tidak mampu berespon terhadap lingkungan&lt;br /&gt;( Tim Keperawatan Jiwa FIK – UI ; dikutip oleh Rasmun ; 2001 ; 24 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tanda dan Gejala&lt;br /&gt;1. Bicara, senyum dan tertawa sendiri.&lt;br /&gt;2. Mengatakan mendengar suara, melihat, mengecap, mencium dan merasa sesuatu tidak nyata.&lt;br /&gt;3. Merusak diri sendiri, orang lain dan lingkungan.&lt;br /&gt;4. Tidak dapat membedaka hal nyata dan tidak nyata.&lt;br /&gt;5. Tidak dapat memusatkan perhatian dan konsentrasi.&lt;br /&gt;6. Pembicaraan kacau, kadang tidak masuk akal.&lt;br /&gt;7. Sikap curiga.&lt;br /&gt;8. Menarik diri, menghindar dari orang lain.&lt;br /&gt;9. Sulit membuat keputusan, ketakutan.&lt;br /&gt;10. Tidak mampu melakukan asuhan mandiri.&lt;br /&gt;11. Mudah tersinggung dan menyalahkan diri sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;12. Muka merah dan kadang pucat.&lt;br /&gt;13. Ekspresi wajah tenang.&lt;br /&gt;14. Tekanan Darah meningkat, Nadi cepat dan banyak keringat.&lt;br /&gt;( Mary C. Townsend, 1998 : 98 – 103 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Penatalaksanaan Medis&lt;br /&gt;1. Penderita per Individu&lt;br /&gt;2. Farmakotherapi ( anti psikotik ) harus ditinjang oleh psikoterapi seperti Klorpromazin 150 – 600 mg / hari, Haloperidol 5 – 15 mg / hari, Porpenozin 12 – 24 mg / hari dan Triflufirazin 10 – 15 mg / hari. Obat dimulai dengan dosis awal sesuai dengan dosis anjuran, dinaikkan dosis tiap 2 minggu dan bisa pula dinaikkan sampai mencapai dosis ( stabilisasi ) , kemudian diturunkan setiap 2 minggu sampai mencapai dosis pemeliharaan. Dipertahankan 6 bulan – 2 tahun ( diselingi masa bebas obat 1 – 2 hari / minggu ). Kemudian tapering off, dosis diturunkan tiap 2 – 4 minggu dan dihentikan.&lt;br /&gt;3. Satu macam pendekatan terapi tidak cukup, tujuan utama perawatan dirumah sakit adalah ikatan efektif antara pasien dan system pendukung masyarakat.&lt;br /&gt;( Arif Mansjoer, 1999 : 2000 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;Sebelum menetapkan diagnosis keperawatan terlebih dahulu dibuat daftar masalah dan pohon masalah. Daftar masalah dan pohon masalah, gangguan kemungkinan muncul pada klien halusinasi adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Daftar Masalah.&lt;br /&gt;a. Perubahan persepsi sensori ; Halusinasi Dengar.&lt;br /&gt;b. Resti mencederai diri, orang lain dan lingkungan.&lt;br /&gt;c. Isolasi social ; Menarik Diri.&lt;br /&gt;d. Ganguan konsep diri ; HDR.&lt;br /&gt;e. Tidak efektifnya koping individu.&lt;br /&gt;f. Menurunya motifasi perawatan diri.&lt;br /&gt;g. Defisit perawatan diri.&lt;br /&gt;h. Perilaku kekerasan.&lt;br /&gt;i. Tidak efektifnya penatalaksanaan regimen terapeutik.&lt;br /&gt;j. Tidak efektifnya koping keluarga ; ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pohon Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;a. Resti melakukan kekerasa b.d Halusinasi.&lt;br /&gt;b. Perubahan sensori persepsi ; Halosinasi b.d menarik diri.&lt;br /&gt;c. Kerusakan interaksi social ; menarik diri b.d HDR.&lt;br /&gt;d. Sindrum defisit perawatan diri ; mandi atau berpakaian b.d intoleransi aktivitas.&lt;br /&gt;( Budi Anna Keliat ; 1998 : 27 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perencanaan Keperawatan&lt;br /&gt;a. Bina hubungan saling percaya, hubungan interpersonal.&lt;br /&gt;b. Tetapkan gejala dari halusinasi termasuh durasi, intensitas dan frekuensi.&lt;br /&gt;c. Fokuskan pada gejala dan tanyakan kepada klien untuk mendapatkan gambaran apa yang terjadi.&lt;br /&gt;d. Identifikasi apakah klien sedang mengunakan obat – obatan atau alcohol.&lt;br /&gt;e. Jika ditanya tegaskan dengan sederhana bahwa anda tidak mengalami rangsangan yang sama.&lt;br /&gt;f. Beri dorongan dan pujian dalam hubungan interpersonal.&lt;br /&gt;g. Bantu klien mengidentifikasi keperluan, mungkin info menggambarkan isi dari halusinasi.&lt;br /&gt;h. Tanyakan pengaruh dari gejala halusinasi pada aktivitas dan kehidupan sehari – hari.&lt;br /&gt;( Stuart dan Sunden, 1998 : 428 ).&lt;br /&gt;5. Evaluasi Keperawatan&lt;br /&gt;Evaluasi merupakan proses yang berkelanjutan untuk menilai efek daritindakan keperawatan pada klien, evaluasi dilaksanakan terus menerus pada respon klien terhadap tindakan keperawatan yang telah direncanakan pada evaluasi klien diharapkan mampu :&lt;br /&gt;a. Menjelaskan waktu dan tempat terjadinya halusinasi.&lt;br /&gt;b. Menyebutkan saat terjadinya halusinasi.&lt;br /&gt;c. Membedakan hal yang nyata dan tidak nyata.&lt;br /&gt;d. Memilih cara untuk mengatasi halusinasi.&lt;br /&gt;e. Berinteraksi dengan orang lain tanpa rasa curiga.&lt;br /&gt;f. Berespon sesuai dengan stimulasi dari luar dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Tidak mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungannya.&lt;br /&gt;h. Mengontrol halusinasi.&lt;br /&gt;( Budi Anna Keliat, 1998 : 15 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-1323945065022979069?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/1323945065022979069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=1323945065022979069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1323945065022979069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1323945065022979069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/askep-halusinasi.html' title='ASKEP HALUSINASI'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-3970324655831884922</id><published>2009-05-17T00:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T00:59:18.971-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Jiwa'/><title type='text'>DELIRIUM PADA LANSIA</title><content type='html'>Sindrom klinis akut dan sejenak dengan ciri penurunan taraf kesadaran, gangguan kognitif, gangguan persepsi, termasuk halusinasi &amp; ilusi, khas adalah visual juga di pancaindera lain, dan gangguan perilaku, seperti agitasi. Gangguan ini berlangsung pendek dan ber-jam hingga berhari, taraf hebatnya berfluktuasi, hebat di malam hari, kegelapan membuat halusinasi visual &amp; gangguan perilaku meningkat. Biasanya reversibel. Penyebabnya termasuk penyakit fisik, intoxikasi obat (zat). Diagnosis biasanya klinis, dengan laboratorium dan pemeriksaan pencitraan (imaging) untuk menemukan penyebabnya. Terapinya ialah memperbaiki penyebabnya dan tindakan suportif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delirium bisa timbul pada segala umur, tetapi sering pada usia lanjut. Sedikitnya 10% dari pasien lanjut usia yang dirawat inap menderita delirium; 15-50% mengalami &lt;span class="fullpost"&gt; delirium sesaat pada masa perawatan rumah sakit. Delirium juga sering dijumpai pada panti asuhan. Bila delirium terjadi pada orang muda biasanya karena penggunaan obat atau penyakit yang berbahaya mengancam jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiologi dan patofisiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kondisi sistemik dan obat bisa menyebabkan delirium, contoh antikolinergika, psikotropika, dan opioida. Mekanisma tidak jelas, tetapi mungkin terkait dengan gangguan reversibilitas dan metabolisma oxidatif otak, abnormalitas neurotransmiter multipel, dan pembentukan sitokines (cytokines). Stress dari penyebab apapun bisa meningkatkan kerja saraf simpatikus sehingga mengganggu fungsi kolinergik dan menyebabkan delirium. Usia lanjut memang dasarnya rentan terhadap penurunan transmisi kolinergik sehingga lebih mudah terjadi delirium. Apapun sebabnya, yang jelas hemisfer otak dan mekanisma siaga (arousal mechanism)dari talamus dan sistem aktivasi retikular batang otak jadi terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat faktor predisposisi gangguan otak organik: seperti demensia, stroke. Penyakit parkinson, umur lanjut, gangguan sensorik, dan gangguan multipel. Faktor presipitasi termasuk penggunaan obat baru lebih dan 3 macam, infeksi, dehidrasi, imobilisasi, malagizi, dan pemakaian kateter buli-buli. Penggunaan anestesia juga meningkatkan resiko delirium, terutama pada pembedahan yang lama. Demikian pula pasien lanjut usia yang dirawatdi bagian ICU beresiko lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda dan gejala&lt;br /&gt;Delirium ditandai oleh kesulitan dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Konsentrasi dan memfokus&lt;br /&gt;* Mempertahankan dan mengalihkan daya perhatian&lt;br /&gt;* Kesadaran naik-turun&lt;br /&gt;* Disorientasi terhadap waktu, tempat dan orang&lt;br /&gt;* Halusinasi biasanya visual, kemudian yang lain&lt;br /&gt;* Bingung menghadapi tugas se-hari-hari&lt;br /&gt;* Perubahan kepribadian dan afek&lt;br /&gt;* Pikiran menjadi kacau&lt;br /&gt;* Bicara ngawur&lt;br /&gt;* Disartria dan bicara cepat&lt;br /&gt;* Neologisma&lt;br /&gt;* Inkoheren&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala termasuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Perilaku yang inadekuat&lt;br /&gt;* Rasa takut&lt;br /&gt;* Curiga&lt;br /&gt;* Mudah tersinggung&lt;br /&gt;* Agitatif&lt;br /&gt;* Hiperaktif&lt;br /&gt;* Siaga tinggi (Hyperalert)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sebaliknya bisa menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pendiam&lt;br /&gt;* Menarik diri&lt;br /&gt;* Mengantuk&lt;br /&gt;* Banyak pasien yang berfluktuasi antara diam dan gelisah&lt;br /&gt;* Pola tidur dan makan terganggu&lt;br /&gt;* Gangguan kognitif, jadi daya mempertimbangkan dan tilik-diri terganggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya klinis. Semua pasien dengan tanda dan gejala gangguan fungsi kognitif perlu dilakukan pemeriksaan kondisi mental formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan atensi bisa diperiksa dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pengulangan sebutan 3 benda&lt;br /&gt;* Pengulangan 7 angka ke depan dan 5 angka ke belakang (mundur)&lt;br /&gt;* Sebutkan nama hari dalam seminggu ke depan dan ke belakang (mundur)&lt;br /&gt;* Confusion Assessment Method (CAM)&lt;br /&gt;* Wawancarai anggota keluarga&lt;br /&gt;* Penggunaan obat atau zat psikoaktif overdosis atau penghentian mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prognosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morbiditas dan mortalitas lebih tinggi pada pasien yang masuk sudah dengan delirium dibandingkan dengan pasien yang menjadi delirium setelah di Rumah Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penyebab delirium seperti hipoglikemia, intoxikasi, infeksi, faktor iatrogenik, toxisitas obat, gangguan keseimbangan elektrolit. Biasanya cepat membaik dengan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pada lanjut usia susah untuk diobati dan bisa melanjut jadi kronik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi&lt;br /&gt;Terapi diawali dengan memperbaiki kondisi penyakitnya dan menghilangkan faktor yang memberatkan seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghentikan penggunaan obat&lt;br /&gt;Obati infeksi&lt;br /&gt;Suport pada pasien dan keluanga&lt;br /&gt;Mengurangi dan menghentikan agitasi untuk pengamanan pasien&lt;br /&gt;Cukupi cairan dan nutrisi&lt;br /&gt;Vitamin yang dibutuhkan&lt;br /&gt;Segala alat pengekang boleh digunakan tapi harus segera dilepas bila sudah membaik, alat infuse sesederhana mungkin, lingkungan diatur agar nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-3970324655831884922?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/3970324655831884922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=3970324655831884922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3970324655831884922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3970324655831884922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/delirium-pada-lansia.html' title='DELIRIUM PADA LANSIA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-6282167396014648435</id><published>2009-05-17T00:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T00:58:17.185-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Jiwa'/><title type='text'>DEMENSIA</title><content type='html'>Demensia ialah kondisi keruntuhan kemampuan intelek yang progresif setelah mencapai pertumbuhan &amp; perkembangan tertinggi (umur 15 tahun) karena gangguan otak organik, diikuti keruntuhan perilaku dan kepribadian, dimanifestasikan dalam bentuk gangguan fungsi kognitif seperti memori, orientasi, rasa hati dan pembentukan pikiran konseptual. Biasanya kondisi ini tidak reversibel, sebaliknya progresif. Diagnosis dilaksanakan dengan pemeriksaan klinis, laboratorlum dan pemeriksaan pencitraan (imaging), dimaksudkan untuk mencari penyebab yang bisa diobati. Pengobatan biasanya hanya suportif. Zat penghambat kolines terasa (Cholinesterase inhibitors) bisa memperbaiki fungsi kognitif untuk sementara, dan membuat beberapa obat antipsikotika lebih efektif daripada hanya dengan satu macam obat saja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Demensia bisa terjadi pada setiap umur, tetapi lebih banyak pada lanjut usia (l.k 5% untuk rentang umur 65-74 tahun dan 40% bagi yang berumur &gt;85 tahun). Kebanyakan mereka dirawat dalam panti dan menempati sejumlah 50% tempat tidur.&lt;br /&gt;Etiologi dan klasifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menurut Umur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demensia senilis (&gt;65th)&lt;br /&gt;Demensia prasenilis (&lt;65th)&lt;br /&gt;* Menurut perjalanan penyakit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reversibel&lt;br /&gt;Ireversibel (Normal pressure hydrocephalus, subdural hematoma, vit B Defisiensi, Hipotiroidisma, intoxikasi Pb.&lt;br /&gt;* Menurut kerusakan struktur otak&lt;br /&gt;Tipe Alzheimer&lt;br /&gt;Tipe non-Alzheimer&lt;br /&gt;Demensia vaskular&lt;br /&gt;Demensia Jisim Lewy (Lewy Body dementia)&lt;br /&gt;Demensia Lobus frontal-temporal&lt;br /&gt;Demensia terkait dengan SIDA(HIV-AIDS)&lt;br /&gt;Morbus Parkinson&lt;br /&gt;Morbus Huntington&lt;br /&gt;Morbus Pick&lt;br /&gt;Morbus Jakob-Creutzfeldt&lt;br /&gt;Sindrom Gerstmann-Str?ussler-Scheinker&lt;br /&gt;Prion disease&lt;br /&gt;Palsi Supranuklear progresif&lt;br /&gt;Multiple sklerosis&lt;br /&gt;Neurosifilis&lt;br /&gt;Tipe campuran&lt;br /&gt;* Menurut sifat klinis:&lt;br /&gt;o Demensia proprius&lt;br /&gt;o Pseudo-demensia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda dan gejala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Seluruh jajaran fungsi kognitif rusak.&lt;br /&gt;* Awalnya gangguan daya ingat jangka pendek.&lt;br /&gt;* Gangguan kepribadian dan perilaku, mood swings&lt;br /&gt;* Defisit neurologik motor &amp; fokal&lt;br /&gt;* Mudah tersinggung, bermusuhan, agitasi dan kejang&lt;br /&gt;* Gangguan psikotik: halusinasi, ilusi, waham &amp; paranoia&lt;br /&gt;* Agnosia, apraxia, afasia&lt;br /&gt;* ADL (Activities of Daily Living)susah&lt;br /&gt;* Kesulitan mengatur penggunaan keuangan&lt;br /&gt;* Tidak bisa pulang ke rumah bila bepergian&lt;br /&gt;* Lupa meletakkan barang penting&lt;br /&gt;* Sulit mandi, makan, berpakaian, toileting&lt;br /&gt;* Pasien bisa berjalan jauh dari rumah dan tak bisa pulang&lt;br /&gt;* Mudah terjatuh, keseimbangan buruk&lt;br /&gt;* Akhirnya lumpuh, inkontinensia urine &amp; alvi&lt;br /&gt;* Tak dapat makan dan menelan&lt;br /&gt;* Koma dan kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;Diagnosis difokuskan pada 3 hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pembedaan antara delirium dan demensia&lt;br /&gt;* Bagian otak yang terkena&lt;br /&gt;* Penyebab yang potensial reversibel&lt;br /&gt;* Perlu pembedaan dan depresi (ini bisa diobati relatif mudah)&lt;br /&gt;* Pemeriksaan untuk mengingat 3 benda yg disebut&lt;br /&gt;* Mengelompokkan benda, hewan dan alat dengan susah payah&lt;br /&gt;* Pemeriksaan laboratonium, pemeriksaan EEC&lt;br /&gt;* Pencitraan otak amat penting CT atau MRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi&lt;br /&gt;Pertama perlu diperhatikan keselamatan pasien, lingkungan dibuat senyaman mungkin, dan bantuan pengasuh perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Koridor tempat jalan, tangga, meja kursi tempat barang keperkuannya&lt;br /&gt;* Tidak diperbolehkan memindahkan mobil dsb.&lt;br /&gt;* Diberi keperluan yang mudah dilihat, penerangan lampu terang, jam dinding besar, tanggalan yang angkanya besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Behavioural and Psychological Symptoms of Dementia (BPSD)&lt;br /&gt;BPSD perlu dibahas di sini karena merupakan satu akibat yang merepotkan bagi pengasuh dan membuat payah bagi sang pasien karena ulahnya yang amat mengganggu:&lt;br /&gt;Behavioural&lt;br /&gt;Gangguan perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* agitasi&lt;br /&gt;* hiperaktif&lt;br /&gt;* Keluyuran&lt;br /&gt;o Perilaku yang tak adekuat&lt;br /&gt;o Abulia kognitif&lt;br /&gt;o Agresi&lt;br /&gt;+ verbal, teriak&lt;br /&gt;+ fisik&lt;br /&gt;* Gangguan nafsu makan&lt;br /&gt;o Gangguan ritme diurnal&lt;br /&gt;+ Tidur/bangun&lt;br /&gt;o Perilaku tak sopan (social)&lt;br /&gt;+ Perilaku sexual tak sopan&lt;br /&gt;+ Deviasi sexual&lt;br /&gt;+ Piromania&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psychological&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gangguan afektif&lt;br /&gt;o Anxietas&lt;br /&gt;o lritabilitas&lt;br /&gt;o Gejala depresif.&lt;br /&gt;o Depresi berat&lt;br /&gt;* Labilitas emosional&lt;br /&gt;o Apati&lt;br /&gt;o Sindrom waham &amp; salah-identifikasi&lt;br /&gt;+ Orang menyembunyikan dan mencuri barangnya&lt;br /&gt;+ paranoid, curiga&lt;br /&gt;o Rumah lama dianggap bukan rumahnya&lt;br /&gt;o Pasangan / pengasuh&lt;br /&gt;+ Palsu&lt;br /&gt;+ Tak setia&lt;br /&gt;+ Menelantarkan pasien&lt;br /&gt;+ Cemburu patologik&lt;br /&gt;+ Keluarga/kenalan yang mati masih hidup&lt;br /&gt;o Halusinasi&lt;br /&gt;+ Visual&lt;br /&gt;+ Auditorik&lt;br /&gt;+ Olfaktoriik&lt;br /&gt;+ Raba (haptik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-6282167396014648435?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/6282167396014648435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=6282167396014648435' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6282167396014648435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6282167396014648435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/demensia.html' title='DEMENSIA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-8004900321838480359</id><published>2009-05-17T00:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T00:53:01.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Jiwa'/><title type='text'>RESPON CEMAS DAN GANGGUAN KECEMASAN</title><content type='html'>Cemas adalah sebuah emosi dan pengalaman subjektif dari seseorang&lt;br /&gt;Cemas adalah suatu keadaan yang membuat seseorang tidak nyaman dan terbagi dalam beberapa tingkatan&lt;br /&gt;Cemas berkaitan dengan perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan cemas (ansietas) menurut Peplau (1963)&lt;br /&gt;Ansietas ringan b.d ketegangan dlm kehidupan sehari-hari, dpt memotivasi belajar/kreatifitas&lt;br /&gt;Ansietas sedang : memusatkan pada hal yg penting &amp; mengesampingkan yg lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ansietas berat : lapang persepsi mulai menyempit&lt;br /&gt;Panik : b.d terperangah, ketakutan &amp; teror&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentang respon ansietas&lt;br /&gt;Respon adaptif Respon maladaptif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Antisipasi ringan sedang berat panik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor predisposisi&lt;br /&gt;Psikoanalitik (Freud, 1969)&lt;br /&gt;konflik emosional yg terjadi antara dua elemen kepribadian id dan superego&lt;br /&gt;Interpersonal (Sullivan, 1953)&lt;br /&gt;Perasaan takut terhadap tidak adanya penerimaan &amp; penolakan interpersonal&lt;br /&gt;Perilaku &lt;br /&gt;Produk frustasi yg dpt mengganggu kemampuan sso utk mencapai tujuan yg diinginkan&lt;br /&gt;Kajian keluarga&lt;br /&gt;Hal yg biasa ditemui dalam suatu keluarga&lt;br /&gt;Kajian biologis&lt;br /&gt;Otak mengandung reseptor khusus utk benzodiazepin. Reseptor ini membantu mengatur ansietas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stressor pencetus&lt;br /&gt;Ancaman terhadap&lt;br /&gt;Integritas sso&lt;br /&gt;ketidakmampuan fisiologis yg akan datang atau menurunnya kapasitas utk melakukan aktivitas hidup sehari-hari&lt;br /&gt;Sistem diri sso&lt;br /&gt;membahayakan identitas, harga diri dan fungsi sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon fisiologis terhadap ansietas&lt;br /&gt;Sistem tubuh&lt;br /&gt;Kardiovaskuler &lt;br /&gt;palpitasi, jantung berdebar, TD , rasa mau pingsan, TD , nadi&lt;br /&gt;Pernapasan&lt;br /&gt;napas cepat, napas pendek, tekanan pd dada, napas dangkal, tercekik, terengah-engah&lt;br /&gt;Traktus urinarius&lt;br /&gt;tidak dapat menahan kencing, sering berkemih,&lt;br /&gt;Neuromuskular&lt;br /&gt;refleks , reaksi kejutan, insomnia, tremor, rigiditas, gelisah, wajah tegang, kelemahan umum&lt;br /&gt;Gastrointestinal&lt;br /&gt;nafsu makan &lt;, mual, diare Kulit&lt;br /&gt;wajah kemerahan, berkeringat setempat, gatal, rasa panas &amp; dingin pada kulit, wajah pucat, berkeringat seluruh tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon perilaku, kognitif &amp; afektif&lt;br /&gt;Sistem&lt;br /&gt;Perilaku&lt;br /&gt;gelisah, ketegangan fisik, tremor, gugup, bicara cepat, kurang koordinasi, cenderung mendapat cedera, MD, lari dr masalah&lt;br /&gt;Afektif&lt;br /&gt;mudah terganggu, tidak sabar, gelisah, tegang, nervus, takut, gugup, gelisah&lt;br /&gt;Kognitif&lt;br /&gt;perhatian terganggu, pelupa, salah dlm memberikan penilaian, hambatan berpikir, lapang persepsi , kreativitas bingung, sgt waspada, takut kehilangan kontrol, takut pd gambaran visual, takut cidera atau kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber koping&lt;br /&gt;Antonovsky (1980)&lt;br /&gt;seseorang tetap sehat dan memiliki koping yang adekuat terhadap stress karena mereka memiliki generelized resistance resources (GRRs)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Physical and biochemical&lt;br /&gt;Artifactual and material&lt;br /&gt;Cognitif &lt;br /&gt;Emotional&lt;br /&gt;Valuative and attitudinal&lt;br /&gt;Interpersonal-relational&lt;br /&gt;Macrosociocultural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme koping&lt;br /&gt;Ansietas tingkat ringan biasanya ditanggulangi tanpa pemikiran yg serius&lt;br /&gt;Ansietas tingkat sedang dan berat ada dua jenis koping yaitu :&lt;br /&gt;- reaksi yg berorientasi pada tugas&lt;br /&gt;* perilaku menyerang&lt;br /&gt;* menarik diri&lt;br /&gt;* kompromi&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Mekanisme pertahanan ego&lt;br /&gt;Mekanisme koping&lt;br /&gt;represi &lt;br /&gt;lebih cenderung memperkuat mekanisme egonya&lt;br /&gt;supresi&lt;br /&gt;Menekan hal atau pikiran yg tidak menyenangkan. Bisa mengarah ke represi&lt;br /&gt;disosiasi&lt;br /&gt;pemisahan dari setiap kelompok mental dari seluruh kesadaran atau identitas&lt;br /&gt;identifikasi&lt;br /&gt;proses utk mencoba menjadi orang yg dikagumi&lt;br /&gt;introyeksi&lt;br /&gt;menyatukan nilai &amp; opini org lain ke ego-nya sendiri&lt;br /&gt;proyeksi&lt;br /&gt;mengkaitkan pikiran atau impuls dirinya kepada org lain&lt;br /&gt;mengingkari&lt;br /&gt;menghindari realitas ketidaksetujuan dgn mengabaikan aatu menolak utk mengenalinya&lt;br /&gt;fantasi&lt;br /&gt;simbol kepuasan thd pikiran yg tdk rasional&lt;br /&gt;Rasionalisasi&lt;br /&gt;memberikan penjelasan yg rasional&lt;br /&gt;Reaksi formasi&lt;br /&gt;pembentukan sikap &amp; perilaku berlawanan dgn yg dirasakan&lt;br /&gt;Mengalihkan&lt;br /&gt;mengalihkan emosi yg seharusnya diarahkan pd org atau benda ttt ke benda yg tdk membahayakan&lt;br /&gt;Intelektualisasi&lt;br /&gt;alasan atau logika yg berlebihan&lt;br /&gt;Spliting&lt;br /&gt;memandang org sbg “semuanya buruk atau semuanya baik”&lt;br /&gt;sublimasi&lt;br /&gt;penerimaan tujuan pengganti yg diterima secara sosial&lt;br /&gt;undoing&lt;br /&gt;meniadakan yg sudah terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria serangan panik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palpitasi&lt;br /&gt;Berkeringat&lt;br /&gt;Gemetar atau goyah&lt;br /&gt;Sesak napas&lt;br /&gt;Merasa tersedak&lt;br /&gt;Nyeri dada&lt;br /&gt;Mual dan distress abdomen&lt;br /&gt;Pening&lt;br /&gt;Derealisasi atau depersonalisasi&lt;br /&gt;Ketakutan kehilangan kendali diri&lt;br /&gt;Ketakutan mati&lt;br /&gt;parestesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria obsesif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran, impuls, atau bayangan berulang dan menetap dialami pada suatu waktu&lt;br /&gt;Tidak sekedar khawatir yg berlebihan&lt;br /&gt;Mengabaikan atau menekan pikiran-2&lt;br /&gt;Individu mengenali bahwa pikiran obsesi, impuls, atau bayangan mrpk hasil dari pikirannya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria kompulsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku berulang atau aksi mental shg individu merasa terdorong utk melakukan respon thd obsesi&lt;br /&gt;Ditujukan pada pencegahan atau penurunan distres atau pencegahan beberapa peristiwa atau situasi yg berurutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-8004900321838480359?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/8004900321838480359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=8004900321838480359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/8004900321838480359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/8004900321838480359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/respon-cemas-dan-gangguan-kecemasan.html' title='RESPON CEMAS DAN GANGGUAN KECEMASAN'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-6633568817299165305</id><published>2009-05-16T23:01:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T00:50:42.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Jiwa'/><title type='text'>FAKTOR PENYEBAB GANGGUAN JIWA</title><content type='html'>Sampai saat ini belum diketahui penyebab (etiologi) yang pasti yang menyebabkan seseorang Menderita skizofrenia, Beberapa factor yang diduga menjadi penyebab sikozofrenia antara lain :&lt;br /&gt;1. Faktor genetik;&lt;br /&gt;2. Virus;&lt;br /&gt;3. Auto antibody;&lt;br /&gt;4. Malnutrisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genetik&lt;br /&gt;Dari sebuah penelitian diperoleh gambaran sebagai berikut :&lt;br /&gt;(1) Studi terhadap keluarga menyebutkan pada orang tua 5,6%, saudara kandung 10,1%; anak-anak 12,8%; dan penduduk secara keseluruhan 0,9%.&lt;br /&gt;(2) Studi terhadap orang kembar (twin) menyebutkan pada kembar identik 59,20%; sedangkan kembar fraternal 15,2%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian lain menyebutkan bahwa gangguan pada perkembangan otak janin juga mempunyai peran bagi timbulnya skizofrenia kelak dikemudian hari. Gangguan ini muncul, karena kekurangan gizi, infeksi, trauma, toksin dan kelainan hormonal. Penelitian mutakhir menyebutkan bahwa meskipun ada gen yang abnormal, skizofrenia tidak akan muncul kecuali disertai faktor-faktor lainnya yang disebut epigenetik faktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skizofrenia muncul bila terjadi interaksi antara abnormal gen dengan :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;(a) Virus atau infeksi lain selama kehamilan yang dapat menganggu perkembangan otak janin;&lt;br /&gt;(b) Menurunnya autoimun yang mungkin disebabkan infeksi selama kehamilan;&lt;br /&gt;(c) Komplikasi kandungan; dan&lt;br /&gt;(d) Kekurangan gizi yang cukup berat, terutama pada trimester kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dikemukakan bahwa orang yang sudah mempunyai faktor epigenetik tersebut, bila mengalami stresor psikososial dalam kehidupannya, maka risikonya lebih besar untuk menderita skizofrenia dari pada orang yang tidak ada faktor epigenetik sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Umum Gangguan jiwa&lt;br /&gt;Manusia bereaksi secara keseluruhan, secara holistik, atau dapat dikatakan juga, secara somato-psiko-sosial. Gangguan jiwa artinya bahwa yang menonjol ialah gejala-gejala yang patologik dari unsur psikis. Hal ini tidak berarti bahwa unsur yang lain tidak terganggu. Hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku manusia ialah keturunan, usia dan Jenis Kelamin, keadaan fisik, keadaan psikologik, keluarga, adat-istiadat, kebudayaan dan kepercayaan, pekerjaan, pernikahan dan kehamilan, kehilangan dan kematian orang yang dicintai, agresi, rasa permusuhan, hubungan antar manusia, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan jumlah penderita beberapa jenis gangguan jiwa yang ada dalam satu tahun di Indonesia.&lt;br /&gt;Psikosa fungsional 520.000&lt;br /&gt;Sindroma otak organik akut 65.000&lt;br /&gt;Sindroma otak organik menahun 130.000&lt;br /&gt;Retradasi mental 2.600.000&lt;br /&gt;Nerosa 6.500.000&lt;br /&gt;Psikosomatik 6.500.000&lt;br /&gt;Gangguan kepribadian 1.300.000&lt;br /&gt;Ketergantungan obat 1.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun gejala umum atau gejala yang menonjol itu terdapat pada unsur kejiwaan, tetapi penyebab utamanya mungkin di fisik (somatogenik), dilingkungan sosial (sosiogenik) ataupun di psikis (psikogenik). Biasanya tidak terdapat penyebab tunggal, akan tetapi beberapa penyebab sekaligus dari berbagai unsur itu yang saling mempengaruhi atau kebetulan terjadi bersamaan, lalu timbullah gangguan fisik ataupun jiwa. Umpamanya seorang dengan depresi, karena kurang makan dan tidur daya tahan fisiknya mengalami penurunan sehingga mengalami penyakit fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya seorang dengan penyakit fisik misalkan kanker yang melemahkan, maka secara psikologisnya juga akan menurun sehingga kemungkinan mengalami depresi. Penyakit pada otak sering mengakibatkan gangguan jiwa. Contoh lain adalah seorang anak yang mengalami gangguan otak (karena kelahiran, peradangan dan sebagainya) kemudian menjadi hiperkinetik dan sukar diasuh. Ia mempengaruhi lingkungannya, terutama orang tua dan anggota lain serumah. Mereka ini bereaksi terhadapnya dan mereka saling mempengaruhi. Sumber penyebab gangguan jiwa dipengaruhi oleh faktor-faktor pada ketiga unsur itu yang terus menerus saling mempengaruhi, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Faktor-faktor somatik (somatogenik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neuroanatomi&lt;br /&gt;Neurofisiologi&lt;br /&gt;neurokimia&lt;br /&gt;tingkat kematangan dan perkembangan organik&lt;br /&gt;faktor-faktor pre dan peri - natal&lt;br /&gt;2. Faktor-faktor psikologik ( psikogenik) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi ibu –anak : normal (rasa percaya dan rasa aman) atau abnormal berdasarkan kekurangan, distorsi dan keadaan yang terputus (perasaan tak percaya dan kebimbangan)&lt;br /&gt;Peranan ayah&lt;br /&gt;Persaingan antara saudara kandung&lt;br /&gt;inteligensi&lt;br /&gt;hubungan dalam keluarga, pekerjaan, permainan dan masyarakat&lt;br /&gt;kehilangan yang mengakibatkan kecemasan, depresi, rasa malu atau rasa salah&lt;br /&gt;Konsep diri : pengertian identitas diri sendiri versus peran yang tidak menentu&lt;br /&gt;Keterampilan, bakat dan kreativitas&lt;br /&gt;Pola adaptasi dan pembelaan sebagai reaksi terhadap bahaya&lt;br /&gt;Tingkat perkembangan emosi&lt;br /&gt;3. Faktor-faktor sosio-budaya (sosiogenik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kestabilan keluarga&lt;br /&gt;Pola mengasuh anak&lt;br /&gt;Tingkat ekonomi&lt;br /&gt;Perumahan : perkotaan lawan pedesaan&lt;br /&gt;Masalah kelompok minoritas yang meliputi prasangka dan fasilitas kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan yang tidak memadai&lt;br /&gt;Pengaruh rasial dan keagamaan&lt;br /&gt;Nilai-nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-6633568817299165305?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/6633568817299165305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=6633568817299165305' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6633568817299165305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6633568817299165305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/faktor-penyebab-gangguan-jiwa.html' title='FAKTOR PENYEBAB GANGGUAN JIWA'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-6271082703636720766</id><published>2009-05-14T22:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T22:39:13.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kedokteran'/><title type='text'>MYOMA UTERI</title><content type='html'>A. Definisi&lt;br /&gt;Myoma uteri adalah tumor jinak pada jaringan otot polos uterus. Myoma uteri merupakan jenis tumor yang paling sering pada wanita. Tumor jinak ini berasal dari myometrium uteri atau lebih jarang dari serviks. Tumor ini tak hanya terdiri dari jaringan otot polos namun juga terdiri dari elastin, kolagen, dan matriks protein ekstraselular. Kumpulan tersebut disebut sebagai leiomyomata dan sering juga disebut myoma. Pada beberapa penelitian, ada kaitan antara angka kejadian myoma uteri dengan ras tertentu. Myoma uteri lebih sering muncul pada ras afro-amerikan daripada ras kulit putih, hispanik atau asia. Pada ras afro-amerikan angka kejadian myoma uteri tiga kali lebih besar daripada ras-ras lainnya. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Klasifikasi&lt;br /&gt;Secara makroskopik , fibroid atau myoma berbentuk bulat atau oval, dengan konsistensi kenyal dan gambaran khas seperti konde. Myoma ini dapat tunggal, tapi lebih sering berkelompok dalam ukuran dan letak yang berbeda. Ada empat sub grup myoma secara klinis yaitu :&lt;br /&gt;1. Subserosa&lt;br /&gt;Letaknya di bawah tunika serosa. Kadang-kadang vena yang ada di permukaan pecah dan menyebabkan perdarahan intraabdominal. Myoma subserosa kadang timbul di antara dua ligamen latum, berupa myoma intra ligamenter yang dapat menekan ureter dan A. Iliaca. Ada kalanya tumor ini mendapat vaskularisasi yang lebih banyak dari omentum sehingga lambat laun terlepas dari uterus, disebut sebagai myoma parasitik. Myoma subserosa yang bertangkai dapat mengalami torsi.&lt;br /&gt;2. Intramural&lt;br /&gt;Terletak pada myometrium. Jaringan tumor ini terpisah dari jaringan normal myometrium oleh selapis tipis jaringan ikat yang membentuk pseudokapsul. Pseudokapsul ini berguna dalam operasi myomektomi sebagai penanda untuk enukleasi massa tumor. Bila tumor ini membesar dapat menyebabkan pembesaran uterus dan berbenjol-benjol.&lt;br /&gt;3. Submukosa&lt;br /&gt;Tumor ini lebih jarang dari yang lain, sekitar 5% dari semua leiomyomata. Tumor ini tumbuh di bawah endometrium dan dapat menyebabkan perdarahan yang banyak dan infertilitas, sehingga memerlukan histerektomi. Tumor yang bertangkai dapat menonjol keluar serviks dan dapat menyebabkan perdarahan intermenstrual atau mengalami ulserasi dan infeksi.&lt;br /&gt;4. Servikal&lt;br /&gt;Tumor ini amat jarang terjadi, namun memberikan kesulitan terbesar dalam operasi karena kesulitan dan kedekatannya dengan kandung kemih dan ureter. Pembesaran massa tumor mengakibatkan fibroid mengalami impaksi dan menyebabkan retensi urin dan obstruksi ureter.&lt;br /&gt;C. Etiologi &lt;br /&gt;D. Gejala-gejala &lt;br /&gt;Myoma uteri dan kehamilan &lt;br /&gt;Terapi myoma dengan kehamilan  &lt;br /&gt;E. Diagnosa &lt;br /&gt;F. Diagnosa banding : .&lt;br /&gt;G. Terapi .  &lt;br /&gt;H. Prognosis&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Selngkapnya disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-6271082703636720766?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/6271082703636720766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=6271082703636720766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6271082703636720766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6271082703636720766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/myoma-uteri.html' title='MYOMA UTERI'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-6112946512639112495</id><published>2009-05-14T22:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T22:35:06.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi'/><title type='text'>Diet Rendah Protein Cegah Batu Ginjal</title><content type='html'>Pria yang mengidap penyakit batu ginjal seringkali direkomendasikan untuk membatasi asupan kalsium mereka. Namun demikian, riset terbaru di Italia mengindikasikan, memperketat jumlah asupan protein hewani dan garam merupakan cara yang lebih baik dalam mencegah penyakit ini dari kekambuhan.&lt;br /&gt;Hasil riset yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine edisi 10 Januari menunjukkan bahwa diet yang dilakukan dengan cara menekan jumlah asupan protein hewani dan kadar garam, ternyata relatif lebih efektif dibanding diet yang hanya membatasi jumlah kalsium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian selama lima tahun tersebut, para ahli menemukan hanya 20 persen saja dari kelompok pria yang menjalani diet rendah protein dan garam kambuh penyakit batu ginjalnya. Sedangkan dari kelompok responden yang menjalani diet rendah kalsium diitemukan hingga 38 persen.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Menurut Dr. Loris Borghi dari Universitas Parma di Italia, hasil temuan ini dapat dikatakan sebagai pendekatan baru dalam mengatasi gangguan batu ginjal. Dengan mengurangi asupan kalsium saja, lanjutnya, tidak terbukti menurunkan risiko kambuhnya batu ginjal dalam jangka waktu lama. Bahkan hanya akan menyebabkan kekurangan kalsium yang bisa menimbulkan rapuhnya tulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembatasan asupan protein hewani dan garam, dikombinasikan dengan asupan kalsium yang normal, akan menyediakan proteksi yang lebih baik dibanding diet tradisional rendah kalsium. Kami berspekulasi bahwa jenis diet ini akan lebih bernilai jika diterapkan pada awal ditemukannya gejala penyakit," ungkap peneliti.&lt;br /&gt;Dijelaskan peneliti, diet rendah protein hewani dan garam dapat menurunkan ekskresi oksalat dalam urin. Oksalat adalah salah satu zat yang jika dikombinasikan dengan kalsium dan bahan lainnya dapat membentuk deposit yang biasa dikenal sebagai batu ginjal. Sementara kadar rendah kalsium, hanya dapat menurunkan ekskresi kalsium. Akan tetapi, juga meningkatkan kadar oksalat dalam urin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu ginjal sendiri dikenal dapat menimbulkan gangguan bahkan menimbulkan sakit ketika kencing. Penyakit ini setiap tahunnya menghabiskan biaya milyaran dollar AS dan menurunkan produktivitas. Di Amerika Serikat sendiri, prevalensi penyakit ini diperkirakan mencapai 10 persen dari total populasi. New York, Rabu(Rtr/IM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-6112946512639112495?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/6112946512639112495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=6112946512639112495' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6112946512639112495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6112946512639112495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/diet-rendah-protein-cegah-batu-ginjal.html' title='Diet Rendah Protein Cegah Batu Ginjal'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-7196139907399834016</id><published>2009-05-14T22:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T22:32:24.017-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Anak'/><title type='text'>Hirschsprung  dan Asuhan Keperawatan</title><content type='html'>Hirschsprung terjadi karena adanya permasalahan pada persarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga usus di atasnya. Syaraf yang berguna untuk membuat usus bergerak melebar menyempit biasanya tidak ada sama sekali atau kalopun ada sedikit sekali. Namun yang jelas kelainan ini akan membuat BAB bayi tidak normal, bahkan cenderung sembelit terus menerus. Hal ini dikarenakan tidak adanya syaraf yang dapat mendorong kotoran keluar dari anus&lt;br /&gt;Dalam keadaan normal, bahan makanan yang dicerna bisa berjalan di sepanjang usus karena adanya kontraksi ritmis dari otot-otot yang melapisi usus (kontraksi ritmis ini disebut gerakan peristaltik). Kontraksi otot-otot tersebut dirangsang oleh sekumpulan saraf yang disebut ganglion, yang terletak dibawah lapisan otot. Pada penyakit Hirschsprung, ganglion ini tidak ada, biasanya hanya sepanjang beberapa sentimeter. Segmen usus yang tidak memiliki gerakan peristaltik tidak dapat mendorong bahan-bahan yang dicerna dan terjadi penyumbatan. Penyakit Hirschsprung 5 kali lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki. Penyakit ini kadang disertai dengan kelainan bawaan lainnya, misalnya sindroma Down.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Gejala-gejala yang mungkin terjadi:&lt;br /&gt;? segera setelah lahir, bayi tidak dapat mengeluarkan mekonium (tinja pertama pada bayi baru lahir)&lt;br /&gt;? tidak dapat buang air besar dalam waktu 24-48 jam setelah lahir&lt;br /&gt;perut menggembung muntah&lt;br /&gt;? diare encer (pada bayi baru lahir)&lt;br /&gt;? berat badan tidak bertambah&lt;br /&gt;? malabsorbsi.&lt;br /&gt;Etiologi penyakit hirscprung&lt;br /&gt;? Keturunan karena penyakit ini merupakan penyakit bawaan sejak lahir.&lt;br /&gt;? Faktor lingkungan&lt;br /&gt;? Tidak adanya sel-sel ganglion dalam rectum atau bagian rektosigmoid kolon.&lt;br /&gt;? Ketidakmampuan sfingter rectum berelaksasi&lt;br /&gt;Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;1. Masa neonatal&lt;br /&gt;? Gagal mengeluarkan mekonium dalam 48 jam setelah lahir&lt;br /&gt;? Muntah berisi empedu&lt;br /&gt;? Enggan minum&lt;br /&gt;? Distensi abdomen&lt;br /&gt;2. Masa bayi dan kanak-kanak&lt;br /&gt;? Konstipasi&lt;br /&gt;? Diare berulang&lt;br /&gt;? Tinja seperti pita, berbau busuk&lt;br /&gt;? Distensi abdomen&lt;br /&gt;? Gagal tumbuh&lt;br /&gt;Download disini ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-7196139907399834016?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/7196139907399834016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=7196139907399834016' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7196139907399834016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7196139907399834016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/hirschsprung-dan-asuhan-keperawatan.html' title='Hirschsprung  dan Asuhan Keperawatan'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-2819685314044856703</id><published>2009-05-14T22:24:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T22:26:30.377-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebutuhan Dasar Manusia'/><title type='text'>TUMBUH KEMBANG USIA TODLER</title><content type='html'>LAPORAN PENDAHULUAN&lt;br /&gt;TUMBUH KEMBANG USIA TODLER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Pertumbuhan berkaitan denagn masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat, ukuran panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolik.&lt;br /&gt;Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan ( skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tumbuh kembang pada anak usia todler&lt;br /&gt;1. Pertumbuhan&lt;br /&gt;Selama tahun ke 2 masa kehidupan masih nampak kelanjutan perlambatan pertumbuhan fisis yaitu dengan kenaikan BB berkisar antara 1,5 – 2,5 kg ( rata – rata ) dan PB 6 –10 cm ( rata – rata 8 cm per tahun. Anak akan mengalami penurunan nafsu makan sampai usia 3 tahun, hal ini mengakibatkan jaringan sub kutan berkurang sehingga anak yang tadinya nampak gemuk dan montok akan menjadi lebih langsing dan berotot. Demikian pula dengan pertumbuhan otak yang akan mengalami perlambatan selama tahun ke 2, kenaikan lingkar pada tahun pertama mencapai pertambahan sebesar 12 cm dan selanjutnya pada tahun ke 2 hanya bertambah 2 cm, sedangkan lingkar dada pada tahun pertama berukuran sama.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Namun demikian untuk lebih jelasnya bisa dilihat dalam tabel NCHS WHO dengan menggunakan rumus :&lt;br /&gt;Bila nilai riel hasil pengukuran nilai median BB/U, TB/U atau BB/TB, maka rumusnya :&lt;br /&gt;Bila nilai riel hasil pengukuran nilai median BB/U, TB/U atau BB/TB, maka rumusnya : &lt;br /&gt;Selengkapnya disini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-2819685314044856703?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/2819685314044856703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=2819685314044856703' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2819685314044856703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/2819685314044856703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/tumbuh-kembang-usia-todler.html' title='TUMBUH KEMBANG USIA TODLER'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-3271722998381726459</id><published>2009-05-14T22:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T22:23:43.166-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN'/><title type='text'>ETIKA HUKUM DALAM ABORTUS PROVOKATUS</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Sebagai bidan, kita harus mampu mengemban tugas dalam pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kehamilandan. Dalam memberikan pelayanan-pelayanan kesehatan tenaga kesehatan khususnya bidan tidak terlepas dari Standar Praktek Kebidanan (SPK) dan Hukum Kesehatan sebagai standar dan landasan hukum dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk klien. Adapun dasar-dasar hukum yang dipakai adalah:&lt;br /&gt;1. UU NO.13 Tahun992 tentang kesehatan berisi 12 Bab 90 pasal&lt;br /&gt;2. Permenkes No. 585 Tahun 1989&lt;br /&gt;3. Kepmenkes No.900 tahun 2002.&lt;br /&gt;Seperti kita ktahui bersama akhir-akhir ini ini tidak banyak sekali terjadi tindakan medis yang menyimpang. Diantaranya tindakan Abortus propokatus (pengguguran kandungan )yang menjadi kontraversi. Banyak sekali pro dan kontra yang menanggapi kasus-kasus tindakan medis tersebut&lt;br /&gt;Abortus propokatus serta tindakan –tindakan medis lain yang tidak sesuai hukum, etika dan moral, diharapkan dengan berjalannya waktu hal tersebut dapat diminimalisasikan dan untuk kedepannya hal- hal tersebut tidak terjadi lagi dengan alasan apapun.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. TUJUAN&lt;br /&gt;1. Tujuan umum&lt;br /&gt;Agar mahasia dapat memahami mengenai etika dan hukum dalam tindakan aborts propokatus&lt;br /&gt;2. Tujuan khusus&lt;br /&gt;• Agar mahasiswa dapat mengerti tentang etia dan hukum dalam segala tindakan medis&lt;br /&gt;• Agar mahasiwa tahu UU yang melindungi mereka dalm menjalankan praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;ETIKA HUKUM DALAM ABORTUS PROVOKATUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENJELASAN&lt;br /&gt;1. ABORTUS&lt;br /&gt;Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Sampai saat ini janin yang terkecil yang yang dilaporkan dapat hidup di luar kandungan mempunyai berat badan 297 gram waktu lahir. Akan tetapi karena jarangnya janin yang dilahirkan dengan berat dibawah 500 gram dapat hidup terus, maka abortuditentukansebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin memcapai berat badan 500 gram atau kehamilankurang dari 20 minggu. Abortus yang berlangsung tanpa tindakan disebut abortus spontan. Abortus buatan ialah pengakhiran kehamilan sebelum 20 minggu akibat tindakan. Abortus terapeutik ialah abortus buatan yang dilakukan atas indikasi medik.&lt;br /&gt;Frekuensi abortus sukar ditentukan karena abortus buatan banyak tidak dilaporkan kecuali apabila terjadi komplikasi, juga krena sebagian abortus spontan hanya disertai gejala dan tanda ringan, sehingga pertolongan medik banyak tidak diperlukan dan kejadian seperti ini diangggap sebagai haid terlambat.&lt;br /&gt;Selengkapnya di.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-3271722998381726459?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/3271722998381726459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=3271722998381726459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3271722998381726459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3271722998381726459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/etika-hukum-dalam-abortus-provokatus.html' title='ETIKA HUKUM DALAM ABORTUS PROVOKATUS'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-3418165587156012059</id><published>2009-05-14T22:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T22:13:09.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA TULIS ILMIAH'/><title type='text'>Hubungan Tingkat Pengetahuan Suami tentang Asuhan Kehamilan dengan Parisipasi Suami dalam Asuhan Kehamilan Di "GGG"</title><content type='html'>XV + 77 halaman + 7 table + 2 gambar + 8 lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partisipasi suami dalam asuhan kehamilan akan mendukung kehamilan dan persalinan yang aman. Namun pada umumnya keterlibatan suami dalam hal asuhan kehamilan dan kelahiran bayi masih rendah. Hal ini dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, tingkat pendidikan, budaya, pendapatan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan suami dalam asuhan kehamilan di GGG&lt;br /&gt;Metode penelitian dilakukan secara analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penetian adalah semua suami ibu hamil yng mememeriksakan diri di GGG dengan jumlah 33 orang. Dalam penelitian ini pengambilan sample dilakukan dengan tehnik total sampling. Alat pengumpul data adalah kuesioner berbentuk pernyataan tertutup. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis Kendall Tau (?).&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan tingkat pengetahuan suami tentang asuhan kehamilan dengan partisipasi suami dalam asuhan kemilan di GGG pada bulan Juni 2008 (p = 0,029). Oleh karena itu perlu direkomendasikan untuk dipertahankan dan meningkatkan partisipasi suami dalam asuhan kehamilan melalui tenaga kesehatan dengan KIE tentang asuhan kehamilan pada pihak suami secara berkesinambungan mendukung upaya MPS serta melaksanakan eviden based practice dalam asuhan kehamilan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Pengetahuan , Partisipasi suami dalam asuhan kehamilan&lt;br /&gt;Kepustakan : 17 (tahun 1998-2008)&lt;br /&gt;Selengkapnya &lt;a href="http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2008/12/segera-dan-miliki-macam-macam-karya.html"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;di sini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-3418165587156012059?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/3418165587156012059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=3418165587156012059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3418165587156012059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/3418165587156012059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/05/hubungan-tingkat-pengetahuan-suami.html' title='Hubungan Tingkat Pengetahuan Suami tentang Asuhan Kehamilan dengan Parisipasi Suami dalam Asuhan Kehamilan Di &quot;GGG&quot;'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-6130651280483677221</id><published>2009-04-30T14:57:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T14:58:43.017-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA TULIS ILMIAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah anda??'/><title type='text'>PRIA JUGA BISA MENOPAUSE</title><content type='html'>Siapa bilang cuma wanita yang mengalami menopause? Pria juga bisa.Namanya Andropause.&lt;br /&gt;Istilah andropause pada pria, ungkap dr. Tribowo Hasmoro, Sp.And.,memang memiliki banyak kemiripan dengan menopause yang dialami wanita. Hanya saja,masalah seputar andropause yang ramai dibicarakan 3 tahun belakangan ini, masih kontroversial. “Kapan terjadinya dan apa saja tanda/gejalanya, tidak sepasti menopause.”&lt;br /&gt;Pada wanita,lanjut Tribowo, menopause berarti berhenti haid karena ovulasi tak terjadi lagi akibat habisnya persediaan sel telur. Nah, pada pria, andropause tak identik dengan berhentinya produksi sperma. Sebab, secara fisik, sampai usia tua pun, sperma masih akan tetap diproduksi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMPANG MARAH &lt;br /&gt;Istilah andropause sendiri, terang ahli andrologi yang berpraktek di RS Hermina, Jatinegara,digunakan untuk menggambarkan kondisi pria tengah baya yang mempunyai kumpulan gejala dan keluhan mirip dengan menopause pada wanita. Meski tak identik dengan berhentinya produksi sperma, keluhan fisik dan psikis yang muncul memiliki banyak kesamaan. Misalnya, rambut rontok, kulit kering dan keriput hingga tampak tua, tekanan darah dan kadar kolesterol meningkat, organ-organ tubuh seperti ginjal dan hati mengalami pengecilan, muncul gangguan osteoporosis, serta melemahnya kemampuan imunitas atau daya tahan tubuh.&lt;br /&gt;Akibatnya, yang bersangkutan biasanya jadi cepat letih dan lesu lantaran berkurangnya kekuatan tubuh. Belum lagi, kemampuan metabolisme tubuh pun mengalami penurunan hingga gampang terjadi penumpukan lemak dan rentan terhadap berbagai gangguan penyakit. Misalnya saja jadi gampang terkena serangan jantung, kanker, danpenyakit lain. “Kemampuan mental yang bersangkutan pun umumnya menurun. Jadi mudah marah, cepat lupa, kehilangan antusiasme/gairah hidup, kurang percaya diri,cemas berlebih hingga susah tidur, bahkan depresi.”&lt;br /&gt;Ciri lain adalah perubahan tingkah laku, semisal cenderung ingin tampil muda. Atau malah cenderung ingin membuktikan dirinya tak mengalami gangguan seksual dengan mengobral cinta. Sementara mereka yang sejak semula memang senang bersolek dan bergaya trendy belum tentu terkena andropause. Tak heran bila mereka terdorong mengkonsumsi suplemen tertentu yang diyakini sebagai obat kuat untuk memulihkan vitalitas dan kejantanannya. “Padahal, vitalitas yang menurun karena memburuknya derajat kesehatan,tidak identik dengan andropause.”&lt;br /&gt;Hanya saja, tutur Tribowo, kecenderungan-kecenderungan tersebut masih disangsikan, apakah sebagai ciri khas andropause atau memang sifat individu yang bersangkutan. Kehilangan kepercayaan diri, contohnya, belum tentu lantaran andropause. Sekalipun dulu ia terbiasa menjadi pengambil keputusan, misalnya, kini jadi peragu.Bisa saja sikap ragu-ragunya itu merupakan cermin sikapnya yang lebih bijaksana.Begitu juga dengan kepikunan, belum tentu karena andropause. “Kan, banyak faktor pemicunya. Semisal aliran darah ke otak yang berkurang karena adanya gangguan/penyakit pada pembuluh darah, seperti sklereosis atau antesklereosis.”&lt;br /&gt;TANPA BATASAN USIA &lt;br /&gt;Dari sekian banyak keluhan, ungkap Tribowo, yang kerap mendorong individu datang berobat adalah menurunnya gairah seksual. “Padahal, keluhan yang satu ini, kan, belum tentu akibat andropause.” Bisa saja karena menurunnya daya sensitivitas terhadap rangsangan atau beban psikis semisal konflik dengan istri atau ada masalah di tempat kerja. Toh, menurunnya gairah seksual juga tak berarti tak bisa melakukan hubungan intim.&lt;br /&gt;Selain itu, tegas Tribowo, tak ada batasan yang pasti soal usia.Artinya, usia fisik seseorang memang tak bisa dijadikan patokan. Meski diperkirakan andropause terjadi antara usia 40-60 tahun, bisa saja datang lebih dini atau justru lebih lambat dari perkiraan umur tersebut. “Tak sedikit, kan, pria di atas 70 tahun tapimasih tinggi gairah seksualnya dan tetap berpeluang besar punya anak?”&lt;br /&gt;Sebaliknya, ada pria yang masih berusia 40 tahun atau lebih muda, namun gairah seksualnya sudah sedemikian menurun. Padahal,kondisi fisiknya secara keseluruhan belum mengalami proses penuaan yang berarti. “Nah, yang seperti ini,bisa disejajarkan dengan menopause prekoks atau menopause dini.”&lt;br /&gt;Turunnya gairah seks dan munculnya gejala-gejala seperti disebut di atas,belum tentu menjelaskanyang bersangkutan mengalami andropause. Yang menjadi penentu andropause, terang Tribowo, adalah tingkat penurunan kadar hormon-hormon tubuh, terutama testosteron. “Menurunnya kadar-kadar hormon ini bukan melulu pertanda datangnya andropause. Bisa saja karena proses penuaan. Jadi, memang agak sulit menentukan apakah andropause merupakan proses tersendiri atau akibat yang mengikuti proses penuaan tubuh.”&lt;br /&gt;PROSES FISIOLOGIS&lt;br /&gt;Proses penuaan itu sendiri, ungkapTribowo,bersifat multikompleks. Artinya, bertambahnya usia akan menurunkan fungsi sel-sel secara keseluruhan, juga jaringan maupun organ-organ tubuh. Memang, adafaktor-faktor tertentu yang diduga mempercepat proses penuaan tersebut seperti penyakit metabolik atau penyakit tertentu yang berkaitan dengan fungsi-fungsi hormon dalam metabolisme tubuh, seperti diabetes, hipertensi, dan kelainan hati. Begitu juga lingkungan polutif dan pola hidup yang penuh dengan stres merupakan faktor pemicu.&lt;br /&gt;Sama halnya dengan menopause yang bukan merupakan akibat langsung dari penyakit tertentu, andropause punterjadi karena proses fisiologis itu sendiri. Jadi, tubuh tak lagi menghasilkan hormon yang cukup memadai bagi sel-sel normal untuk menjalankan fungsinya. Alhasil,organ-organ yang berkaitan dengan fungsi androgen,tak mampu menjalankan fungsi dengan semestinya.&lt;br /&gt;Penyebab utamanya, kemungkinankarena ada kerusakan DNA dari sel-sel tubuh. Menurut Tribowo,DNA memiliki kemampuan untuk merusak maupun memperbaiki diri sendiri, yang berbeda pada tiap orang akibat adanya faktor genetis/keturunan. Itu juga sebabnya ada wanita yangmenopause di usia 45 tahun, tapi ada pula yang lebih tua bahkan lebih muda dari 45 tahun.&lt;br /&gt;Yang jelas, lanjutnya,sejauh ini belum ada data pasti mengenai populasi penderita andropause di Indonesia maupun di mancanegara. Begitu juga dengan penelitian tentang faktor pemicu dan kelompok mana saja yang berpeluang besar mengalami andropause.&lt;br /&gt;TERAPI HORMON &lt;br /&gt;Kepada mereka yang datang dengan keluhan yang mengarah ke andropause, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum menentukan terapi.Dari pemeriksaan laboratorium akan diketahui, hormon apa saja yang mengalami penurunan. Apakah itu hormon gonadotropin, somatotropin, melantonin, insulin, hormon pertumbuhan atau testosteron. Akan dilihat pula berapa kadar penurunan hormon-hormon tersebut. Nah, dari situlah dokter bisa menilai, perlu-tidaknya terapi.&lt;br /&gt;“Pemeriksaan ini amat perlu. Soalnya,ada pria yang range-hormonnya masih tergolong normal, yakni antara 300-1.700 nanogram, tapi sudah mengeluh macam-macam. Sebaliknya, ada pula yang kadar testosteronnya sudah drop, toh masih bisa menikmati kehidupan seksualnya dengan baik.” Tapi angka-angka tadi tak bisa dijadikan patokan apakah yang bersangkutan mengalami andropause atau tidak,mengingat sifatnya yang amat individual. Oleh sebab itu, pengobatan akan didahului dengan terapi psikologis. Apalagi bila ternyata hormon testosteron maupun hormon-hormon lain tak mengalami penurunan berarti. Untuk itu diperlukan koordinasi antara androlog yang menangani dengan psikolog atau psikiater.&lt;br /&gt;Bila terbukti ada hormon tertentu yang mengalami penurunan, pasien diberi terapi hormon lewat tablet atau injeksi intramuskular. Tambahan hormon ini biasanya akan bertahan selama dua minggu. Setelah kurun waktu tersebut, konsentrasinya akan turun dan perlu injeksi baru. Begitu seterusnya. Selanjutnya, tiap bulan dokter akan mengecek apakah kadar hormon sudah atau belum mengalami peningkatan. Jika sudah, pemberian hormon dihentikan untuk jangka waktu tertentu, “Tergantung respons pasien. Ini penting karena hormon yang diberikan punya dampak yang tak bisa dianggap sepele.Yakni pembesaran prostat yang bisa mengarah ke kanker prostat.”&lt;br /&gt;Terapi yang diberikan, lanjutnya, lebih ditujukan agar proses penuaan/kerusakan sel-sel tubuh tidak semakin memburuk. “Memperbaiki jelas tidak mungkin, dong. Siapa, sih,yang bisa menahan proses penuaan yang memang bersifat alami?”&lt;br /&gt;Toh, sebetulnya andropausetak perlu kelewat dikhawatirkan lantaran tak menyebabkan gangguan apa pun yang spesifik. “Selama sperma masih diproduksi dan inividu yang bersangkutan tak mengalami gangguan ereksi, enggak masalah, kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-6130651280483677221?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/6130651280483677221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=6130651280483677221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6130651280483677221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6130651280483677221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/04/pria-juga-bisa-menopause.html' title='PRIA JUGA BISA MENOPAUSE'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-6511183450028566387</id><published>2009-04-30T14:52:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T14:56:07.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Maternitas'/><title type='text'>KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KONTRASEPSI</title><content type='html'>PIL KB KOMBINASI&lt;br /&gt;Sangat efektif bila diminum setiap hari.&lt;br /&gt;Bila berhenti minum Pil KB dapat terjadi kehamilan.&lt;br /&gt;Pada bulan-bulan pertama pemakaian mungkin dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, perdarahan atau flek diantara masa haid, kenaikan berat badan, atau sakit kepala. Semua gejala ini tidak berbahaya.&lt;br /&gt;Aman untuk hampir semua wanita karena efek samping jarang terjadi.&lt;br /&gt;Dapat digunakan wanita berbagai golongan umur, baik yang sudah maupun yang belum mempunyai anak.&lt;br /&gt;Dapat mencegah penyakit kanker tertentu, kurang darah (akibat kekurangan zat besi), nyeri pada waktu haid dan beberapa kesehatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUNTIK KB&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sangat efektif untuk mencegah kehamilan bila disuntik setiap 1 bulan atau 3 bulan (sesuai dengan jenis suntik KB).&lt;br /&gt;Gangguan perdarahan biasa terjadi – seperti flek-flek, perdarahan ringan diantara 2 masa haid. Setelah pemakaian satu tahun sering tidak mengalami haid. Kenaikan berat badan juga biasa terjadi atau timbul sakit kepala ringan.&lt;br /&gt;Dapat digunakan wanita berbagai golongan umur, baik yang sudah maupun yang belum mempunyai anak.&lt;br /&gt; Bila berhenti memakai cara KB ini, kehamilan dapat segera terjadi.&lt;br /&gt;Aman digunakan pada masa menyusui, setelah 6 minggu sehabis melahirkan.&lt;br /&gt;Membantu mencegah kanker rahim; mencegah kehamilan di luar rahim&lt;br /&gt;SUSUK KB&lt;br /&gt;Tersedia 3 macam susuk KB terdiri dari 1 batang, 2 batang, dan 6 batang.&lt;br /&gt;1,2 atau 6 buah batang ini dimasukkan dibawah kulit pada lengan bagian atas.&lt;br /&gt;Sangat efektif untuk masa 3 tahun (untuk jenis 1 dan 2 batang) dan 5 tahun (untuk jenis 6 batang).&lt;br /&gt;Bila diinginkan, susuk KB dapat diangkat setiap waktu.&lt;br /&gt;Segera setelah susuk KB diangkat, wanita dapat hamil.&lt;br /&gt;Perubahan pola haid masih dalam batas normal – perdarahan ringan diantara masa haid, flek-flek atau tidak haid. Juga timbul sakit kepala ringan.&lt;br /&gt;Aman digunakan pada masa menyusui, dipasang setelah 6 minggu sehabis melahirkan.&lt;br /&gt;Membantu mencegah anemia dan kehamilan di luar kandungan.&lt;br /&gt;PIL PROGESTIN / MINI PIL&lt;br /&gt;Pilihan yang baik bagi ibu yang menyusui dan ingin menggunakan pil, mulai diminum pada minggu ke 6 setelah melahirkan.&lt;br /&gt; Sangat efektif selama masa menyusui.&lt;br /&gt;Jika digunakan pada masa menyusui, biasanya terjadi perubahan pola haid terutama flek-flek diantara masa haid.&lt;br /&gt;KONDOM&lt;br /&gt;Selain mencegah kehamilan juga dapat melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV / AIDS.&lt;br /&gt;Kondom dapat digunakan untuk mencegah HIV / AIDS, sekaligus ber KB&lt;br /&gt;Dengan sedikit berlatih – mudah digunakan secara benar.&lt;br /&gt;Efektif bila setiap dilakukan secara benar.&lt;br /&gt; Beberapa pria merasa bahwa kondom mengganggu hubungan seks dan mengurangi kenikmatan.&lt;br /&gt;AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / IUD&lt;br /&gt;Alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur, yang dimasukkan ke dalam rongga rahim oleh seorang bidan / dokter terlatih.&lt;br /&gt;Sangat efektif, dan bila berhenti memakai AKDR, kehamilan dapat terjadi. AKDR ini merupakan cara KB jangka panjang.&lt;br /&gt;AKDR tipe TCu-380 A misalnya, efektif paling sedikit selama 10 tahun.&lt;br /&gt;Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan pertama pemakaian. Mengalami sedikit ketidak-nyamanan setelah IUD dipasang.&lt;br /&gt;Tidak ada pengaruh terhadap ASI. Seorang dokter / bidan yang telah mendapat pelatihan khusus dapat memasangnya segera setelah melahirkan.&lt;br /&gt;Infeksi panggul cenderung menyerang pemakai IUD terlebih lagi apabila si pemakai telah terjangkit penyakit menular seksual.&lt;br /&gt;IUD dapat keluar sendiri pada waktu mengedan, khususnya pada bulan-bulan pertama pemakaian, jadi sangat penting memeriksakan talinya.&lt;br /&gt; Tidak dianjurkan digunakan oleh wanita yang mengidap Penyakit Menular Seksual.&lt;br /&gt;METODE SEDERHANA / VAGINAL&lt;br /&gt;Spermisid / tissu KB, diafragma dan kap, merupakan cara KB yang dapat dipakai sendiri oleh wanita.&lt;br /&gt;Harus dimasukkan ke dalam vagina (liang senggama) setiap kali sebelum berhubungan. Dilakukan sebelum mengadakan hubungan seks.&lt;br /&gt;Efektif bila digunakan secara benar.&lt;br /&gt; Dapat membantu mencegah penyakit menular seksual.&lt;br /&gt;Menggunakan cara KB ini, cenderung untuk terkena infeksi saluran kencing.&lt;br /&gt;Tissu KB tidak mudah didapat.&lt;br /&gt;METODE OPERASI WANITA (MOP) / TUBEKTOMI&lt;br /&gt;Cara KB permanent bagi wanita yang yakin tidak ingin mempunyai anak lagi pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan.&lt;br /&gt;Operasi yang aman dan sederhana. Hanya memerlukan bius lokal.&lt;br /&gt;Sangat efektif.&lt;br /&gt;Belum ada efek samping jangka panjang. Mengalami ketidak-nyamanan setelah operasi. Komplikasi yang serius karena operasi jarang terjadi.&lt;br /&gt;Tidak berpengaruh terhadap kemampuan maupun perasaan seksual.&lt;br /&gt;METODE OPERASI PRIA (MOP) / VASEKTOMI&lt;br /&gt;Cara KB permanent bagi pria yang sudah memutuskan tidak ingin mempunyai anak lagi. Pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan.&lt;br /&gt;Operasi yang aman, dan mudah. Memerlukan hanya beberapa menit di klinik atau praktek dokter. Menggunakan bius lokal.&lt;br /&gt;Baru efektif setelah ejakulasi 20 kali atau 3 bulan pasca operasi. Sebelum itu masih harus menggunakan kondom.&lt;br /&gt;Tidak ada efek samping jangka panjang.&lt;br /&gt;Tidak berpengaruh terhadap kemampuan maupun kepuasan seksual.&lt;br /&gt;SISTEM KALENDER&lt;br /&gt;Wanita harus mengetahui masa subur wanita dalam siklus haidnya.&lt;br /&gt;Sistem kalender adalah: pada masa subur tidak berhubungan seks. Bila berhubungan gunakanlah kondom, tissu KB, diafragma dan kap, atau sanggama terputus selama masa subur.&lt;br /&gt;Dapat efektif bila dilakukan dengan benar. Namun pada kenyataannya sering kurang efektif.&lt;br /&gt;Diperlukan kerjasama yang baik dengan pasangannya, karena sulit untuk menghindari hubungan seksual untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;Tidak ada efek samping fisik.&lt;br /&gt;Cara ini dianjurkan apabila cara KB lain sulit dipergunakan pada waktu menderita demam, infeksi vagina, setelah melahirkan atau pada waktu menyusui.&lt;br /&gt;METODE LAM (Lactational Amenorrhoe Methode) / PEMBERIAN ASI&lt;br /&gt;Cara KB melalui menyusui eksklusif (menyusui bayi dari 0 s/d 4 bulan tanpa makanan tambahan).&lt;br /&gt;Seorang wanita menyusui dikatakan menggunakan metoda LAM, bila:&lt;br /&gt;Menyusui secara penuh atau bayinya tidak mendapat makanan tambahan, ibu sering memberikan ASI, siang dan malam;&lt;br /&gt;Belum mendapat haid;&lt;br /&gt; Bayinya belum berumur 6 bulan.&lt;br /&gt;Wanita sebaiknya sudah merencanakan penggunaan cara KB lain, bila tidak menggunakan LAM.&lt;br /&gt;BEBERAPA METODE KB YANG TIDAK DI ANJURKAN KARENA KONDISI KESEHATAN TERTENTU&lt;br /&gt;Kondisi Kesehatan&lt;br /&gt;Metode yg tidak di anjurkan&lt;br /&gt;Merokok dan berumur diatas 35 tahun. Pil KB (Pil KB Kombinasi)*&lt;br /&gt;Diketahui mempunyai tekanan darah yang Pil KB. Jika tekanan darahnya tinggi,&lt;br /&gt;tinggi. Suntik KB**&lt;br /&gt;6 bulan pertama menyusui. PIL KB.&lt;br /&gt;6 minggu pertama menyusui. DMPA impian, Pil Progestin (POPs)&lt;br /&gt;Beberapa penyakit jantung, pembuluh Pil KB, Pil Progestin, suntik DMPA,&lt;br /&gt;darah yang jarang terjadi, dan beberapa implant. Atau tanyakan dokter/bidan&lt;br /&gt;penyakit hati. anda.&lt;br /&gt;Sakit kepala migrant – yaitu sakit kepala Pil KB, tetapi penggunaan Pil KB&lt;br /&gt;yang datang berulang-ulang, sering terjadi dibatasi hanya pada 2 kondisi yaitu:&lt;br /&gt;disatu sisi kepala saja atau berdenyut-denyut, 1. Wanita berumur 35 tahun/lebih&lt;br /&gt;yang menyebabkan mual, gejala kan lebih 2. Wanita tak terbatas umur jika&lt;br /&gt;buruk bila terkena sinar atau mendengar mengalami gangguan penglihatan&lt;br /&gt;suara-suara bising. atau sulit berbicara atau bergerak&lt;br /&gt;pada waktu mengalami sakit kepala&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt; Mempunyai infeksi penyakit menular akibat AKDR/IUD. Gunakan kondom,&lt;br /&gt;penyakit hubungan seks atau penyakit meskipun sudah menggunakan cara&lt;br /&gt;radang panggul pada saat ini atau 3 bulan KB lain (perdarahan pada vagina yang&lt;br /&gt;terakhir. Resiko tinggi – karena mempunyai tidak biasa, mungkin merupakan lebih dari satu pasangan baik suami atau tanda-tanda dari infeksi akibat&lt;br /&gt;istrinya. hubungan seksual).&lt;br /&gt;Kondisi-kondisi yang tidak sempurna tertentu AKDR/IUD. Tanyakan dokter/bidan&lt;br /&gt;dari organ tubuh wanita. anda.&lt;br /&gt;Diketahui sedang hamil. AKDR/IUD. Pil KB pada 21 hari&lt;br /&gt;Pertama setelah melahirkan.&lt;br /&gt;*Juga berlaku untuk Suntikan bulanan (kombinasi).&lt;br /&gt;**DMPA= suntikan DMPA (Depo-Provera) juga termasuk suntikan Norestrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-6511183450028566387?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/6511183450028566387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=6511183450028566387' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6511183450028566387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6511183450028566387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/04/kelebihan-dan-kekurangan-kontrasepsi.html' title='KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KONTRASEPSI'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-1786708237882755336</id><published>2009-03-29T01:00:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T01:01:15.470-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah anda??'/><title type='text'>Sperma Tetap Subur</title><content type='html'>Pasangan Anda punya masalah pada sistem reproduksinya dan kualitas spermanya kurang baik? Berikut ini ada beberapa cara agar dia tetap subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem reproduksi merupakan salah satu sistem tubuh yang bisa dibilang sangat rentan terhadap usia dan lingkungan. Tak peduli pria maupun wanita, semuanya memiliki kemungkinan bermasalah dengan sistem reproduksi. Namun, wanita biasanya berusaha mencari solusi secepat mungkin dibandingkan kaum pria. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Bagaimana membantu pasangan Anda agar menjaga sistem reproduksinya sekaligus menjaga kualitas spermanya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari berendam di air panas karena dapat menurunkan produksi spermanya. Testis yang terletak di luar tubuh pria berfungsi seperti lemari pendingin yang menjaga agar suhu sperma selalu 5o lebih dingin daripada suhu tubuh. Segala sesuatu yang menaikkan suhu testis dalam jangka waktu yang cukup lama mampu mengganggu repoduksi sperma selama dua atau tiga bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok merupakan salah satu penyebab munculnya radikal bebas dalam tubuh manusia yang dapat mengurangi kemampuan sperma untuk bergerak. Selain itu, radikal bebas terbukti mengurangi usia sperma. Usahakan agar pasangan Anda menghentikan kebiasaan merokok dan mulai mengonsumsi suplemen yang mengandung antioksidan tinggi, misalnya vitamin C dan E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kegemukan memiliki kualitas sperma yang kurang baik. Perlu diketahui, lemak tubuh memproduksi hormon yang disebut dengan estradiol yang langsung berpengaruh pada produksi testosteron, yaitu hormon yang sangat berpengaruh bagi kualitas sperma seorang pria. Semakin tinggi estradiol, maka produksi testosteron akan semakin rendah, otomatis kualitas sperma pun menjadi kurang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zinc atau seng memiliki fungsi sebagai antibakteri dalam prostat. Jika seorang pria kekurangan seng, maka prostatnya rentan akan infeksi sehingga produksi sperma akan menurun. Untuk menaikkan kadar mineral seng dalam tubuh, konsumsilah aneka kacang-kacangan, biji-bijian serta aneka produk susu seperti keju dan yogurt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-1786708237882755336?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/1786708237882755336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=1786708237882755336' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1786708237882755336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1786708237882755336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/sperma-tetap-subur.html' title='Sperma Tetap Subur'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-388950287189876149</id><published>2009-03-29T00:52:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T00:56:37.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah anda??'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit dan Obat'/><title type='text'>MAMFAAT KUNYIT</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8ppCjizbI/AAAAAAAAACA/4I9p8-t0eIY/s1600-h/kunyit.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318515469985172914" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 123px; CURSOR: hand; HEIGHT: 137px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8ppCjizbI/AAAAAAAAACA/4I9p8-t0eIY/s400/kunyit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kunyit atau nama latinnya Curcuma Domestika adalah tumbuhan rimpang yang banyak dimanfaatkan untuk keperluan dapur. Selain untuk bumbu dan zat pewarna alami, kunyit juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan utama kurkumin dan minyak atsiri berfungsi untuk pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunyit efektif untuk mengobati penyakit hepatitis, gangguan pencernaan, antimikroba, antikolesterol dan anti-HIV. Kurkumin dan atsiri juga menghambat pertumbuhan tumor payudara dan usus besar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kunyit juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan dan mencegah rematik, mengobati diabetes melitus, tifus, morbili, campak, usus buntu, disentri, dan keputihan, melancarkan haid, serta meredamkan mulas saat haid. Untuk ibu hamil, kunyit bisa melancarkan persalinan dan memperbanyak ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan kunyit untuk obat juga tidak sulit. Untuk mengatasi sariawan, bengkak di mulut, atau radang tenggorokan, kunyit diparut kemudian air perasannya ditambahi sedikit garam dan diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara parutan kunyit yang dicampur asam kawak digunakan untuk pengobatan kaki luka. Salep yang dibuat dari campuran kunyit dengan minyak kelapa banyak digunakan untuk menyembuhkan kaki bengkak dan untuk mengeluarkan cairan nanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi, kunyit yang diremas-remas dengan biji cengkeh dan melati digunakan untuk obat radang hati dan penyakit kulit. Sementara akar kunyit yang diremas-remas dapat digunakan sebagai obat luar penyakit bengkak dan reumatik. Tapi sampai saat inipun sudah banyak obat pabrikan yang memakai ekstrak kunyit sebagai bahan dasarnya dan diklaim efektif menyembuhkan penyakit tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-388950287189876149?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/388950287189876149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=388950287189876149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/388950287189876149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/388950287189876149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/mamfaat-kunyit.html' title='MAMFAAT KUNYIT'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8ppCjizbI/AAAAAAAAACA/4I9p8-t0eIY/s72-c/kunyit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-8516245568360213450</id><published>2009-03-29T00:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T00:48:13.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kedokteran'/><title type='text'>Klimakterium</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8ndUKeZVI/AAAAAAAAAB4/0E_BQRdLrTw/s1600-h/climakterium.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318513069530178898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 79px; CURSOR: hand; HEIGHT: 104px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8ndUKeZVI/AAAAAAAAAB4/0E_BQRdLrTw/s400/climakterium.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium dan terjadi pada wanita berumur 40-65 tahun.&lt;br /&gt;Masa-masa klimakterium :&lt;br /&gt;1. Pra menopause adalah kurun waktu 4-5 tahun sebelum menopause.&lt;br /&gt;2. Menopause adalah henti haid seorang wanita.&lt;br /&gt;3. Pasca menopause adalah kurun waktu 3-5 tahun setelah menopause.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;B. Etiologi&lt;br /&gt;Sebelum haid berhenti, sebenarnya pada seorang wanita terjadi berbagai perubahan dan penurunan fungsi pada ovarium seperti sklerosis pembuluh darah, berkurangnya jumlah folikel dan menurunnya sintesis steroid seks, penurunan sekresi estrogen, gangguan umpan balik pada hipofise. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;A. Patofisiologi&lt;br /&gt;Penurunan fungsi ovarium menyebabkan berkurangnya kemampuan ovarium untuk menjawab rangsangan gonadotropin, sehingga terganggunya interaksi antara hipotalamus – hipofise. Pertama-tama terjadi kegagalan fungsi luteum . Kemudian turunnya fungsi steroid ovarium menyebabkan berkurangnya reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalamus. Keadaan ini meningkatkan produksi FSH dan LH. Dari kedua gonadoropin itu, ternyata yang paling mencolok peningkatannya adalah FSH. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;B. Manifestasi Klinik&lt;br /&gt;1. Pramenopause : perdarahan tidak teratur, seperti oligomenore, polimenore, dan hipermenore.&lt;br /&gt;2. Gangguan nerovegetatif : gejolak panas ( hotflushes), keringat banyak, rasa kedinginan, sakit kepala, desing dalam telinga, tekanan darah yang goyah, jari-jari atrofi, gangguan usus ( meteorismus ).&lt;br /&gt;3. Gangguan psikis : mudah tersinggung, lekas lelah, semangat berkurang, susah tidur.&lt;br /&gt;4. Gangguan organik : infark miokard aterosklerosis, osteosklerosis, osteoporosi, afipositas, kolpitis, disuria, dispareumia artritis, gejala endokrinium berupa hipertirosis defeminisasi, virilasi dan gangguan libido. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;C. Diagnosis&lt;br /&gt;1. Umur dan gejala-gejala yang timbul.&lt;br /&gt;2. FSH dan LH ( FSH = 10-12 x, LH 5-10 x / estrogen rendah ).&lt;br /&gt;3. Kalsium, kolesterol.&lt;br /&gt;4. Foto tulang lumbal I.&lt;br /&gt;5. Sitologi ( Pap Smear ).&lt;br /&gt;6. Biopsi endometrium. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;D. Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;Pemeriksaan tahunan terhadap wanita yang sedang berada pada masa klimakterium harus mencakup hal-hal yang penting seperti :&lt;br /&gt;1. Tinggi badan, wanita mungkin akan kehilangan tinggi badan sebanyak 2,5 cm atau lebih. Sewaktu mengukur tinggi badan merupakan kesempatan untuk mendiskusikan postur, pergerakan tubuh, latihan dan osteoporosis.&lt;br /&gt;2. Kulit, evaluasi terhadap integritas, luka dan perubahan pada tahi lalat.&lt;br /&gt;3. Mulut, gigi dan gusi.&lt;br /&gt;4. Pemeriksaan panggul, dengan perhatian terhadap perubahan yang menyertai proses penuaan ; spekulum Pederson mungkin optimal untuk wanita paska menopause.&lt;br /&gt;5. Rektum : periksa adanya keanehan pada darah, adanya massa dan fisura-fisura. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;E. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;1. Sedatif, psikofarma.&lt;br /&gt;2. Psikoterapi.&lt;br /&gt;3. Balneoterapi ( diet ).&lt;br /&gt;4. Hormonal. Sindrom klimakterium terjadi akibat kekurangan estrogen maka pengobatan yang tepat adalah pemberian estrogen. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Syarat minimal sebelum pemberian estrogen dimulai :&lt;br /&gt;1. Tekanan darah tidak boleh tinggi.&lt;br /&gt;2. Pemeriksaan sitologi uji Pap normal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;3. Besar uretus normal ( tidak ada mioma uerus ).&lt;br /&gt;4. Tidak ada varises di ekstremitas bawah.&lt;br /&gt;5. Tidak terlalu gemuk / tidak obesitas.&lt;br /&gt;6. Kelenjar tiroid normal.&lt;br /&gt;7. Kadar normal : Hb, kolesterol total, HDL, trigliserida, kalsium, fungsi hati.&lt;br /&gt;8. Nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetes militus perlu dikonsulkan terlebih dahulu ke spesialis penyakit dalam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kontra Indikasi Pemberian Estrogen&lt;br /&gt;1. Troboemboli, penderita penyakit hati, kolelitiasis.&lt;br /&gt;2. Sindrom Dubin Johnson / Botor yaitu gangguan sekresi bilirubin konjugasi.&lt;br /&gt;3. Riwayat ikterus dalam kehamilan.&lt;br /&gt;4. Kanker endometrium, kanker payudara, riwayat gangguan penglihatan, anemia berat.&lt;br /&gt;5. Varises berat, tromboflebitis.&lt;br /&gt;6. Penyakit ginjal.&lt;br /&gt;Persyaratan dalam Pemberian Estrogen&lt;br /&gt;1. Mulailah dengan menggunakan estrogen lemah ( estriol ) dan dengan dosis rendah yang efektif.&lt;br /&gt;2. Pemberian secara siklik.&lt;br /&gt;3. Diusahakan kombinasi degan progesteron ( bila digunakan estrogen lain seperti etinil estradiol maupun estrogen konjugasi ).&lt;br /&gt;4. Perlu pengawasan ketat ( setiap 6-12 bulan ).&lt;br /&gt;5. Bila terjadi perdarahan atipik perlu dilakukan kuretase.&lt;br /&gt;6. Keluhan nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetesmelitus, terlebih dahulu konsul ke bagian penyakit dalam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diketahui&lt;br /&gt;1. Tidak semua keluhan dapat dihilangkan dengan pemberian estrogen.&lt;br /&gt;2. Pelajari faktor-faktor yang menimbulkan keluhan ( faktor psikis, sosial budaya, atau hanya memang terdapat kekurangan estrogen ).&lt;br /&gt;3. Atasi keluhan emosi dan faktor penyebab. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Efek samping pemberian estrogen :&lt;br /&gt;1. Perdarahan bercak.&lt;br /&gt;2. Perdarahan banyak ( atipik ).&lt;br /&gt;3. Mual.&lt;br /&gt;4. Sakit kepala.&lt;br /&gt;5. Pruritus berat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;F. Faktor Resiko&lt;br /&gt;Adipositas, diabetesmelitus, hipertensi, anovulasi, infertilitas, perokok, alkoholisme, hiperlipidemia.&lt;br /&gt;Faktor yang mempengaruhi gejala perimenopause adalah :&lt;br /&gt;1. Genetik, usia menarche mempengaruhi cepat lambatnya terjadi menopause.&lt;br /&gt;2. Nutrisi ( kolesterol, kalsium, fosfat , vitamin ).&lt;br /&gt;3. Kadar hormon estrogen.&lt;br /&gt;4. Kebiasaan hidup ( olahraga, minum teh, kopi, minum alkohol, perokok ).&lt;br /&gt;5. Tingkat pendidikan dan status ekonomi.&lt;br /&gt;6. Pengangkatan kedua ovarium. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;G. Pencegahan Terhadap Sindrom Klimakterium&lt;br /&gt;1. Pengaturan makanan ( rendah lemak / kolesterol, cukup vitamin A, C, D, E dan cukup serat ).&lt;br /&gt;2. Mengkonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen : a. Isiflavon, terdapat pada kacang-kacangan, b. Lignan; terdapat pada padi, sereal dan sayur-sayuran, c. Caumestran ; terdapat pada daun semanggi. Mengkonsumsi makanan dengan kadar gula rendah dan tidak berlebihan.&lt;br /&gt;3. Tambahan Asupan Kalsium 1000-15000 mg / hari dan vitamin D.&lt;br /&gt;4. Kontrol rutin 1 tahun sekali ( Pap Smear ). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;1. Wiknjosatro, Hanifa, Prof, dr, DSOG. 1999. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo&lt;br /&gt;2. Mansjoer, Arief. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia&lt;br /&gt;3. Varney, Helen; Kriebs, Jan M; Gegor, Carolyn L. 2002. Buku Saku Bidan. Jakarta: EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-8516245568360213450?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/8516245568360213450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=8516245568360213450' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/8516245568360213450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/8516245568360213450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/klimakterium.html' title='Klimakterium'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8ndUKeZVI/AAAAAAAAAB4/0E_BQRdLrTw/s72-c/climakterium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-5085585707750663756</id><published>2009-03-29T00:21:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T00:34:24.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kedokteran'/><title type='text'>Mengenal Bartholinitis</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8kFoImo5I/AAAAAAAAABo/9w5m4Dl1xE0/s1600-h/bartholinitis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318509364039295890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 93px; CURSOR: hand; HEIGHT: 118px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8kFoImo5I/AAAAAAAAABo/9w5m4Dl1xE0/s400/bartholinitis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kelainan ini lumayan banyak dikeluhkan wanita. Kemarin lewat email ada yang menanyakan adanya benjolan di bagian kiri/kanan bawah bibir vagina. Salah satu penyebabnya adalah infeksi kelenjar ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bartholinitis merupakan infeksi kelenjar Bartholini (nama diambil dari seorang ahli anatomi belanda) yang letaknya bilateral pada bagian dasar labia minor. Kelenjar ini bermuara pada posisi kira2 jam 4 dan jam 8. Ukurannya sebesar kacang dan tidak melebihi 1 cm, dan pada pemeriksaan dalam keadaan normal tidak teraba.(lihat gambar di bawah ini)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8kMGc-HyI/AAAAAAAAABw/wvWmeHX4OSM/s1600-h/bartholinitis2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318509475256999714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 91px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8kMGc-HyI/AAAAAAAAABw/wvWmeHX4OSM/s400/bartholinitis2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Infeksi pada kelenjar ini disebabkan oleh kuman golongan staphylococcus dan gonococcus. Gejalanya berupa gejala umum kalau kita terinfeksi kuman seperti pegel2 atau rasa tidak enak badan sampai demam, sedangkan gejala lokal berupa pemebengkakan pada vagina bagian bawah kiri atau kanan, kemerahan dan nyeri jika diraba. Pada infeksi yang kronis dapat menyebabkan kista bartholini. (lihat gambar dibawah ini/tanda panah putih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan sekali terapinya mudah yaitu diberi antibiotika spektrum luas. Bisa memakai cifrofloxacin, ceftriaxon, doksisiklin atau azytromicin tentunya dengan dosis yang sesuai/ditentukan oleh dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-5085585707750663756?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/5085585707750663756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=5085585707750663756' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5085585707750663756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5085585707750663756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/mengenal-bartholinitis.html' title='Mengenal Bartholinitis'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/Sc8kFoImo5I/AAAAAAAAABo/9w5m4Dl1xE0/s72-c/bartholinitis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-5471746551881186874</id><published>2009-03-29T00:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T00:21:08.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Perkemihan'/><title type='text'>BPH dan asuhan keperawatan</title><content type='html'>Pengertian Benigne Prostat Hyperplasia&lt;br /&gt;Benigne Prostat Hyperplasia adalah pembesaran jinak kelenjar prostat, disebabkan oleh karena hiperplasia beberapa atau semua komponen prostat meliputi jaringan kelenjar / jaringan fibromuskuler yang menyebabkan penyumbatan uretra pars prostatika (Lab/UPF Ilmu Bedah RSUD Dr Soetomo, 1994 : 193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiologi/Penyebabnya&lt;br /&gt;Penyebab yang pasti dari terjadinya Benigne Prostat Hyperplasia sampai sekarang belum diketahui secara pasti, tetapi hanya 2 faktor yang mempengaruhi terjadinya Benigne Prostat Hyperplasia yaitu testis dan usia lanjut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena etiologi yang belum jelas maka melahirkan beberapa hipotesa yang diduga timbulnya Benigne Prostat Hyperplasia antara lain :&lt;br /&gt;1. Hipotesis Dihidrotestosteron (DHT)&lt;br /&gt;Peningkatan 5 alfa reduktase dan reseptor androgen akan menyebabkan epitel dan stroma dari kelenjar prostatmengalami hiperplasia.&lt;br /&gt;2. Ketidak seimbangan estrogen – testoteron&lt;br /&gt;Dengan meningkatnya usia pada pria terjadi peningkatan hormon Estrogen dan penurunan testosteron sedangkan estradiol tetap. yang dapat menyebabkan terjadinya hyperplasia stroma.&lt;br /&gt;3. Interaksi stroma - epitel&lt;br /&gt;Peningkatan epidermal gorwth faktor atau fibroblas gorwth faktor dan penurunan transforming gorwth faktor beta menyebabkan hiperplasia stroma dan epitel.&lt;br /&gt;4. Penurunan sel yang mati&lt;br /&gt;Estrogen yang meningkat menyebabkan peningkatan lama hidup stroma dan epitel dari kelenjar prostat.&lt;br /&gt;5. Teori stem cell&lt;br /&gt;Sel stem yang meningkat mengakibatkan proliferasi sel transit.&lt;br /&gt;(Roger Kirby, 1994 : 38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anatomi Dan Fisiologi Prostat&lt;br /&gt;Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi / mengitari uretra posterior dan disebelah proximalnya berhubungan dengan buli-buli, sedangkan bagian distalnya kelenjar prostat ini menempel pada diafragma urogenital yang sering disebut sebagai otot dasar panggul. Kelenjar ini pada laki-laki dewasa kurang lebih sebesar buah kemiri atau jeruk nipis. Ukuran, panjangnya sekitar 4 - 6 cm, lebar 3 - 4 cm, dan tebalnya kurang lebih 2 - 3 cm. Beratnya sekitar 20 gram.&lt;br /&gt;Prostat terdiri dari :&lt;br /&gt;• Jaringan Kelenjar  50 - 70 %&lt;br /&gt;• Jaringan Stroma (penyangga)&lt;br /&gt;• Kapsul/Musculer&lt;br /&gt;Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang banyak mengandung enzym yang berfungsi untuk pengenceran sperma setelah mengalami koagulasi (penggumpalan) di dalam testis yang membawa sel-sel sperma. Pada waktu orgasme otot-otot di sekitar prostat akan bekerja memeras cairan prostat keluar melalui uretra. Sel – sel sperma yang dibuat di dalam testis akan ikut keluar melalui uretra. Jumlah cairan yang dihasilkan meliputi 10 – 30 % dari ejakulasi. Kelainan pada prostat yang dapat mengganggu proses reproduksi adalah keradangan (prostatitis). Kelainan yang lain sepeti pertumbuhan yang abnormal (tumor) baik jinak maupun ganas, tidak memegang peranan penting pada proses reproduksi tetapi lebih berperanan pada terjadinya gangguan aliran kencing. Kelainanyang disebut belakangan ini manifestasinya biasanya pada laki-laki usia lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;Sejalan dengan pertambahan umur, kelenjar prostat akan mengalami hiperplasia, jika prostat membesar akan meluas ke atas (bladder), di dalam mempersempit saluran uretra prostatica dan menyumbat aliran urine. Keadaan ini dapat meningkatkan tekanan intravesikal. Sebagai kompensasi terhadap tahanan uretra prostatika, maka otot detrusor dan buli-buli berkontraksi lebih kuat untuk dapat memompa urine keluar. Kontraksi yang terus-menerus menyebabkan perubahan anatomi dari buli-buli berupa : Hipertropi otot detrusor, trabekulasi, terbentuknya selula, sekula dan difertikel buli-buli. Perubahan struktur pada buli-buli dirasakan klien sebagai keluhan pada saluran kencing bagian bawah atau Lower Urinary Tract Symptom/LUTS (Basuki, 2000 : 76).&lt;br /&gt;Pada fase-fase awal dari Prostat Hyperplasia, kompensasi oleh muskulus destrusor berhasil dengan sempurna. Artinya pola dan kualitas dari miksi tidak banyak berubah. Pada fase ini disebut Sebagai Prostat Hyperplasia Kompensata. Lama kelamaan kemampuan kompensasi menjadi berkurang dan pola serta kualitas miksi berubah, kekuatan serta lamanya kontraksi dari muskulus destrusor menjadi tidak adekuat sehingga tersisalah urine di dalam buli-buli saat proses miksi berakhir seringkali Prostat Hyperplasia menambah kompensasi ini dengan jalan meningkatkan tekanan intra abdominal (mengejan) sehingga tidak jarang disertai timbulnya hernia dan haemorhoid puncak dari kegagalan kompensasi adalah tidak berhasilnya melakukan ekspulsi urine dan terjadinya retensi urine, keadaan ini disebut sebagai Prostat Hyperplasia Dekompensata. Fase Dekompensasi yang masih akut menimbulkan rasa nyeri dan dalam beberapa hari menjadi kronis dan terjadilah inkontinensia urine secara berkala akan mengalir sendiri tanpa dapat dikendalikan, sedangkan buli-buli tetap penuh. Ini terjadi oleh karena buli-buli tidak sanggup menampung atau dilatasi lagi. Puncak dari kegagalan kompensasi adalah ketidak mampuan otot detrusor memompa urine dan menjadi retensi urine.Retensi urine yang kronis dapat mengakibatkan kemunduran fungsi ginjal (Sunaryo, H. 1999 : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TESTIS dan USIA LANJUT ---&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA FASE AWAL PROSTAT HYPERPLASIA ---&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POLA DAN KUALITAS MIKSI BERUBAH ---&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTRAKSI MUSKULUS DESTRUSSOR TIDAK ADEKUAT (LEMAH) ---&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. RESIDUAL URINE &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KOMPENSASI MENINGKATKAN TEKANAN INTRA ABDOMINAL----&gt;HERNIA, HAEMOROID&lt;br /&gt;2. RETENSIO URINE TOTAL &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(FASE DEKOMPENSASI) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. NYERIOLEH TEKANAN TEKANAN INTRA VESIKA URINARIA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. INKONTINENSIA PARADOKSA OVERFLOW INCONTINENSIA (TEKANAN INTRA VASKULER URINARIA DARI PADA TEKANAN SPINKTER BERSIFAT KRONIS)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c.REFLUKS VESIKA URETRAL---&gt;DILATASI URETER (HYDRO URETER)----&gt; PALVIO KALIKS GINJAL (HYDRONEFROTIK)----&gt; KERUSAKAN GINJAL-----&gt; GAGAL GINJAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Miksi&lt;br /&gt;Fase pengisian&lt;br /&gt;Pves : &lt;&gt; P up P Ves &lt;&gt; 60 tahun&lt;br /&gt;• Pola urinari : frekuensi, nocturia, disuria.&lt;br /&gt;• Gejala obstruksi leher buli-buli : prostatisme (Hesitansi, pancaran, melemah, intermitensi, terminal dribbling, terasa ada sisa) Jika frekuensi dan noctoria tak disertai gejala pembatasan aliran non Obstruktive seperti infeksi.&lt;br /&gt;• BPH  hematuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;• Perhatian khusus pada abdomen ; Defisiensi nutrisi, edema, pruritus, echymosis menunjukkan renal insufisiensi dari obstruksi yang lama.&lt;br /&gt;• Distensi kandung kemih&lt;br /&gt;• Inspeksi : Penonjolan pada daerah supra pubik  retensi urine&lt;br /&gt;• Palpasi : Akan terasa adanya ballotement dan ini akan menimbulkan pasien ingin buang air kecil  retensi urine&lt;br /&gt;• Perkusi : Redup  residual urine&lt;br /&gt;• Pemeriksaan penis : uretra kemungkinan adanya penyebab lain misalnya stenose meatus, striktur uretra, batu uretra/femosis.&lt;br /&gt;• Pemeriksaan Rectal Toucher (Colok Dubur)  posisi knee chest&lt;br /&gt;Syarat : buli-buli kosong/dikosongkan&lt;br /&gt;Tujuan : Menentukan konsistensi prostat&lt;br /&gt;Menentukan besar prostat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemeriksaan Radiologi&lt;br /&gt;Pada Pemeriksaan Radiologi ditujukan untuk&lt;br /&gt;a. Menentukan volume Benigne Prostat Hyperplasia&lt;br /&gt;b. Menentukan derajat disfungsi buli-buli dan volume residual urine&lt;br /&gt;c. Mencari ada tidaknya kelainan baik yang berhubungan dengan Benigne Prostat Hyperplasia atau tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Pemeriksaan Radiologi&lt;br /&gt;a. Intra Vena Pyelografi ( IVP ) : Gambaran trabekulasi buli, residual urine post miksi, dipertikel buli.&lt;br /&gt;Indikasi : disertai hematuria, gejala iritatif menonjol disertai urolithiasis&lt;br /&gt;Tanda BPH : Impresi prostat, hockey stick ureter&lt;br /&gt;b. BOF : Untuk mengetahui adanya kelainan pada renal&lt;br /&gt;c. Retrografi dan Voiding Cystouretrografi : untuk melihat ada tidaknya refluk vesiko ureter/striktur uretra.&lt;br /&gt;d. USG : Untuk menentukan volume urine, volume residual urine dan menilai pembesaran prostat jinak/ganas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemeriksaan Endoskopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pemeriksaan Uroflowmetri&lt;br /&gt;Berperan penting dalam diagnosa dan evaluasi klien dengan obstruksi leher buli-buli&lt;br /&gt;Q max : &gt; 15 ml/detik  non obstruksi&lt;br /&gt;10 - 15 ml/detik  border line&lt;br /&gt;&lt;&gt;2,5cm), multiple. Fasilitas TUR tak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mortalitas Pembedahan BPH&lt;br /&gt;0 - 1 % KAUSA : Infark Miokatd&lt;br /&gt;Septikemia dengan Syok&lt;br /&gt;Perdarahan Massive&lt;br /&gt;Kepuasan Klien : 66 – 95 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi Pembedahan BPH&lt;br /&gt; Retensi urine akut&lt;br /&gt; Retensi urine kronis&lt;br /&gt; Residual urine lebih dari 100 ml&lt;br /&gt; BPH dengan penyulit&lt;br /&gt; Hydroneprosis&lt;br /&gt; Terbentuknya Batu Buli&lt;br /&gt; Infeksi Saluran Kencing Berulang&lt;br /&gt; Hematuri berat/berulang&lt;br /&gt; Hernia/hemoroid&lt;br /&gt; Menurunnya Kualitas Hidup&lt;br /&gt; Retensio Urine&lt;br /&gt; Gangguan Fungsi Ginjal&lt;br /&gt; Terapi medikamentosa tak berhasil&lt;br /&gt; Sindroma prostatisme yang progresif&lt;br /&gt; Flow metri yang menunjukkan pola obstruktif&lt;br /&gt; Flow. Max kurang dari 10 ml&lt;br /&gt; Kurve berbentuk datar&lt;br /&gt; Waktu miksi memanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontra Indikasi&lt;br /&gt;• IMA&lt;br /&gt;• CVA akut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;• Mengurangi gejala yang disertai dengan obstruksi leher buli-buli&lt;br /&gt;• Memperbaiki kualitas hidup&lt;br /&gt;1) Trans Uretral Reseksi Prostat  90 - 95 %&lt;br /&gt;Dilakukan bila pembesaran pada lobus medial.&lt;br /&gt;Keuntungan :&lt;br /&gt;• Lebih aman pada klien yang mengalami resiko tinggi pembedahan&lt;br /&gt;• Tak perlu insisi pembedahan&lt;br /&gt;• Hospitalisasi dan penyebuhan pendek&lt;br /&gt;Kerugian :&lt;br /&gt;• Jaringan prostat dapat tumbuh kembali&lt;br /&gt;• Kemungkinan trauma urethra  strictura urethra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Retropubic Atau Extravesical Prostatectomy&lt;br /&gt; Prostat terlalu besar tetapi tak ada masalah kandung kemih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Perianal Prostatectomy&lt;br /&gt; Pembesaran prostat disertai batu buli-buli&lt;br /&gt; Mengobati abces prostat yang tak respon terhadap terapi conservatif&lt;br /&gt; Memperbaiki komplikasi : laserasi kapsul prostat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Suprapubic Atau Tranvesical Prostatectomy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRE OPERATIF CARE&lt;br /&gt;Mengkaji kecemasan klien, mengoreksi miskonsepsi tentang pembedahan dan memberikan informasi yang akurat pada klien&lt;br /&gt;• Type pembedahan&lt;br /&gt;• Jenis anesthesi  TUR – P, general / spina anesthesi&lt;br /&gt;• Cateter : folly cateter, Continuous Bladder Irigation (CBI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan orerasi lainnya yaitu :&lt;br /&gt;• Pemeriksaan lab. Lengkap : DL, UL, RFT, LFT, pH, Gula darah, Elektrolit&lt;br /&gt;• Pemeriksaan EKG&lt;br /&gt;• Pemeriksaan Radiologi : BOF, IVP, USG, APG.&lt;br /&gt;• Pemeriksaan Uroflowmetri  Bagi penderita yang tidak memakai kateter.&lt;br /&gt;• Pemasangan infus dan puasa&lt;br /&gt;• Pencukuran rambut pubis dan lavemen.&lt;br /&gt;• Pemberian Anti Biotik&lt;br /&gt;• Surat Persetujuan Operasi (Informed Concern).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POST OPERATIF CARE&lt;br /&gt;Post operatif care pada dasarnya sama seperti pasien lainnya yaitu monitoring terhadap respirasi, sirkulasi dan kesadaran pasien :&lt;br /&gt;1. Airway : Bebaskan jalan fafas&lt;br /&gt;Posisi kepala ekstensi&lt;br /&gt;Breathing : Memberikan O2 sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt;Observasi pernafasan&lt;br /&gt;Cirkulasi : mengukur tensi, nadi, suhu tubuh, pernafasan, kesadaran dan produksi urine pada fase awal (6jam) paska operasi harus dimonitor setiap jam dan harus dicatat.&lt;br /&gt;Bila pada fase awal stabil, monitor/interval bisa 3 jam sekali&lt;br /&gt;Bila tensi turun, nadi meningkat (kecil), produksi urine merah pekat harus waspada terjadinya perdarahan  segera cek Hb dan lapor dokter.&lt;br /&gt;Tensi meningkat dan nadi menurun (bradikardi), kadar natrium menurun, gelisah atau delir harus waspada terjadinya syndroma TUR  segera lapor dokter.&lt;br /&gt;Bila produksi urine tidak keluar (menurun) dicari penyebabnya apakah kateter buntu oleh bekuan darah  terjadi retensi urine dalam buli-buli  lapor dokter, spoling dengan PZ tetesan tergantung dari warna urine yang keluar dari Urobag. Bila urine sudah jernih tetesan spoling hanya maintennens/dilepas dan bila produksi urine masih merah spoling diteruskan sampai urine jernih.&lt;br /&gt;Bila perlu Analisa Gas Darah&lt;br /&gt;Apakah terjadi kepucatan, kebiruan.&lt;br /&gt;Cek lab : Hb, RFT, Na/K dan kultur urine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemberian Anti Biotika&lt;br /&gt; Antibiotika profilaksis, diberikan bila hasil kultur urine sebelum operasi steril. Antibiotik hanya diberikan 1 X pre operasi + 3 – 4 jam sebelum operasi.&lt;br /&gt; Antibiotik terapeutik, diberikanpada pasien memakai dower kateter dari hasil kultur urine positif. Lama pemberian + 2 minggu, mula-mula diberikan parenteral diteruskan peroral. Setiap melepas kateter harus diberikan antibiotik profilaksis untuk mencegah septicemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perawatan Kateter&lt;br /&gt;Kateter uretra yang dipasang pada pasca operasi prostat yaitu folley kateter 3 lubang (treeway catheter) ukuran 24 Fr.&lt;br /&gt;Ketiga lubang tersebut gunanya :&lt;br /&gt;1. untuk mengisibalon, antara 30 – 40 ml cairan&lt;br /&gt;2. untuk melakukan irigasi/spoling&lt;br /&gt;3. untuk keluarnya cairan (urine dan cairan spoling).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 6 jam pertama sampai 24 jam kateter tadi biasanya ditraksi dengan merekatkan ke salah satu paha pasien dengan tarikan berat beban antara 2 – 5 kg. Paha ini tidak boleh fleksi selama traksi masih diperlukan.&lt;br /&gt;Paling lambat pagi harinya traksi harus dilepas dan fiksasi kateter dipindahkan ke paha bagian proximal/ke arah inguinal agar tidak terjadi penekanan pada uretra bagian penosskrotal. Guna dari traksi adalah untuk mencegah perdarahan dari prostat yang diambil mengalir di dalam buli-buli, membeku dan menyumbat pada kateter.&lt;br /&gt;Bila terlambat melepas kateter traksi, dikemudian hari terjadi stenosis leher buli-buli karena mengalami ischemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pemberian spoling/irigasi :&lt;br /&gt;1. Agar jalannya cairan dalam kateter tetap lancar.&lt;br /&gt;2. Mencegah pembuntuan karena bekuan darah menyumbat kateter&lt;br /&gt;3. Cairan yang digunakan spoling H2O / PZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan irigasi tergantung dari warna urine, bila urine merah spoling dipercepat dan warna urine harus sering dilihat. Mobilisasi duduk dan berjalan urine tetap jernih, maka spoling dapat dihentikan dan pipa spoling dilepas.&lt;br /&gt;Kateter dilepas pada hari kelima. Setelah kateter dilepas maka harus diperhatikan miksi penderita. Bisa atau tudak, bila bisa berapa jumlahnya harus diukur dan dicatat atau dilakukan uroflowmetri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab terjadinya retensio urine lagi setelah kateter dilepas :&lt;br /&gt;1. Terbentuknya bekuan darah&lt;br /&gt;2. Pengerokan prostat kurang bersih (pada TUR) sehingga masih terdapat obstruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. TUR – P&lt;br /&gt;Setelah TUR – P klien dipasang tree way folley cateter dengan retensi balon 30 – 40 ml. Kateter di tarik untuk membantu hemostasis&lt;br /&gt;Intruksikan klien untuk tidak mencoba mengosongkan bladder Otot bladder kontraksi  nyeri spasme&lt;br /&gt;CBI (Continuous Bladder Irigation) dengan normal salin  mencegah obstruksi atau komplikasi lain CBI – P. Folley cateter diangkat 2 – 3 hari berikutnya&lt;br /&gt;Ketika kateter diangkat timbul keluhan : frekuensi, dribbling, kebocoran  normal&lt;br /&gt;Post TUR – P : urine bercampur bekuan darah, tissue debris  meningkat  intake cairan minimal 3000 ml/hari  membantu menurunkan disuria dan menjaga urine tetap jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. OPEN PROSTATECTOMY&lt;br /&gt;Resiko post operative bleeding pada 24 jam pertama oleh karena bladder spsme atau pergerakan&lt;br /&gt;Monitor out put urine tiap 2 jam dan tanda vital tiap 4 jam&lt;br /&gt;Arterial bleeding  urine kemerahan (saos) + clotting&lt;br /&gt;Venous bleeding  urine seperti anggur  traction kateter&lt;br /&gt;Vetropubic prostatectomy&lt;br /&gt;Observasi : drainage purulent, demam, nyeri meningkat  deep wound infection, pelvic abcess&lt;br /&gt;Suprapubic prostatectomy&lt;br /&gt; Perlu Continuous Bladder Irigation via suprapubic  klien diinstruksikan tetap tidur sampai Continuous Bladder Irigation dihentikan&lt;br /&gt; Kateter uretra diangkat hari 3 – 4 post op&lt;br /&gt; Setelah kateter diangkat, kateter supra pubic di clamp dan klien disuruh miksi dan dicek residual urine, jika residual urine ± 75 ml, kateter diangkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EVALUASI&lt;br /&gt;Kreteria yang diharapkan terhadap diagnosis yang berhubungan dengan obstruksi urinari adalah :&lt;br /&gt;1. Mengatasi obstruksi urine tanpa infeksi atau komplikasi yang permanen&lt;br /&gt;2. Tidak mengalami tekanan atau nyeri berkepanjangan&lt;br /&gt;3. Mengungkapkan penurunan atau tak adanya kecemasan tentang retensio urine.&lt;br /&gt;4. Menunjukan tingkat fungsi sexual kembali sebagaimana sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carpenito, Linda Jual. (1995). Rencana Asuhan &amp;amp; Dokumentasi Keperawatan (terjemahan). PT EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doenges, et al. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan (terjemahan). PT EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engram, Barbara. (1998). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Volume I (terjemahan). PT EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardjowidjoto S. (1999).Benigna Prostat Hiperplasia. Airlangga University Press. Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Long, Barbara C. (1996). Perawatan Medikal Bedah. Volume I. (terjemahan).Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran. Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeparman. (1990). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. FKUI. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-5471746551881186874?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/5471746551881186874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=5471746551881186874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5471746551881186874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/5471746551881186874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/bph-dan-asuhan-keperawatan.html' title='BPH dan asuhan keperawatan'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-264695603641735032</id><published>2009-03-12T21:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T23:48:33.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah anda??'/><title type='text'>Karsionegenik pada Tissue dan Pembalut</title><content type='html'>Apa Itu Dioksin?&lt;br /&gt;Dioxin adalah senyawa yang tergolong karsionogenik. Dampak keracunan dioxin untuk jangka panjang adalah kanker dan aterosklerosis sehingga menaikkan angka kematian sampai 46 % pada beberapa kasus. Karena sumber dioxin bisa dari berbagai materi yang ada di sekitar kita, maka dioxin menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia, karena pengaruh negatifnya sudah dapat dicapai hanya pada dosis yang sangat rendah yaitu beberapa part per trillum dalam lemak tubuh kita.&lt;br /&gt;Dioksin merupakan senyawa yang mampu mengacaukan sistem hormon, yaitu dengan cara bergabung dengan kaseptor hormon, sehingga mengubah fungsi dan mekanisme genetis dari sel, dan mengakibatkan pengaruh yang sangat luas, yaitu kanker, menurunkan daya tahan tubuh, mengacaukan sistem saraf, keguguran kandungan, dan dapat mengakibatkan cacat kelahiran (birth deformity).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dioksin secara langsung mampu menurunkan sel B dan secara tidak langsung menurunkan jumlah sel T yang berperan dalam sistem imun. Karena mampu mengubah fungsi genetika sel, jadi dapat menyebabkan timbulnya penyakit genetis dan dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber Dioksin?&lt;br /&gt;Dioksin sangat jarang terdapat dalam alam, sebagian besar dioksin bersumber dari manusia. Sejarah mengapa dioksin mulai terakumulasi ke dalam lingkungan hidup yaitu ketika founder perusahaan Dow Chemical (Midland, Michigan) menemukan suatu cara membelah molekul garam dapur (NACl) sehingga pecah menjadi atom-atom natrium dan atom klorin. &lt;br /&gt;Dengan demikian, hal itu menjadi tonggak sejarah pertama kali manusia mampu menghasilkan jumlah klorin bebas secara besar-besaran. Disebut klorin bebas karena tidak melekat pada senyawa atau atom lain. Pada awalnya, mereka kebingungan mau diapakan klorin bebas tersebut, yang merupakan limbah yang tidak tahu kegunaannya dan bersifat berbahaya.&lt;br /&gt;Umumnya dioxin dihasilkan dari pembakaran sampah, hasil samping produk pestisida, pembakaran dari proses produksi baja atau proses kimia suatu produk yang menggunakan chlor sebagai pemutih seperti kertas, plastik, bahan T-shirt dan sebagainya.&lt;br /&gt;Dioksin dikenal sebagai senyawa hidrofobik (tidak akur dengan air). Artinya bila dioksin berada di air, akan menghindari air dan mencari tempelan atau masuk ke dalam tubuh ikan. Demikian juga halnya mekanisme cara pencemaran pada binatang liar. Dioksin akan mencari binatang untuk ditempeli dan dimasuki. Yang sangat disayangkan, manusia tidak memiliki piranti dan mekanisme yang mampu memusnahkan dioksin di dalam tubuhnya dan membiarkan saja pecah sendiri menurut waktu paruh pemecahan secara alamiah (chemical half time).&lt;br /&gt;Dari hasil evaluasi EPA (1994), telah dikonfirmasikan bahwa dioksin merupakan senyawa organik yang paling beracun yang manusia pernah ketahui, pengaruhnya sangat negatif terhadap risiko kesehatan, bahkan dengan dosis yang sangat kecil yaitu 10-15 ppt (part per trillion), yang terakumulasi selama hidup. Berdasarkan hal tersebut, EPA menetapkan ambang batas dioxin yang diizinkan dalam tubuh manusia adalah sekitar 0,006 pikogram (seper juta-juta gram) per kilogram berat badan, atau sekitar 0,40 pikogram untuk seorang dewasa. Sedangkan dosis yang dapat dipakai acuan adalah ADI (Acceptable Daily Intake) dari WHO yaitu 1-10 pg/kg/hari.&lt;br /&gt;Zat Dioxin juga termasuk hasil sampingan dari proses pemutihan (bleaching) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diaper (pembalut untuk anak-anak).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahan Baku Pembalut Biasa&lt;br /&gt;Pembalut wanita adalah produk sekali pakai. karena itulah para produsen mendaur ulang bahan baku kertas bekas dan pulp, menjadikannya bahan dasar untuk menghemat biaya. Bahan bakunya mulai dan kertas koran, kardus, karton bekas, penuh dengan bakteri dan kuman-kuman, serta bermacam pewarna sintetis, dan berbau.&lt;br /&gt;Dalam proses daur ulang, banyak zat kimia digunakan untuk proses pemutihan kembali. Zat kimia juga digunakan untuk proses sterilisasi kuman-kuman pada kertas bekas serta pembuangan bau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana Zat Dioksin Bisa Meresap ke Dalam Rahim? &lt;br /&gt;Apabila darah haid jatuh keatas permukaan pembalut wanita, zat dioxin akan dilepaskan melalui proses penguapan. pertamanya akan mengenai permukaan vagina/vulva, kemudian diserap ke dalam rahim melalui saluran serviks, kemudian masuk ke dalam uterus, kemudian melewati Fallopian tubes, dan berakhir di ovary/rahim.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cara Mengetahui Pembalut Berdioksin&lt;br /&gt;Meski belum ada data yang akurat mengenai pembalut berdioksin, namun para wanita diminta waspada jika mau mencegah diri tidak terkena kanker serviks. &lt;br /&gt;Untuk mengetes apakah pembalut wanita itu berdioksin atau tidak cukup mudah. Lapisan dalam pembalut (seperti kapas) dibuka kemudian dimasukan dalam air. Kalau ternyata hancur dalam air dan airnya keruh berarti berdioksin. Sebaliknya, jika tidak hancur, pembalut itu aman dipakai. &lt;br /&gt;Memang tidak banyak wanita yang tahu mengenai hal ini. Mereka hanya tahu lebih praktis menggunakan pembalut saat menstruasi dibandingkan menggunakan kain yang bisa dicuci ulang seperti yang dilakukan wanita jaman dulu. &lt;br /&gt;Biasanya pembalut itu dibuat dari campuran kardus bekas, diberi pemutih dan bahan kimia lainnya. Ini berbahaya buat organ intim seorang wanita. Begitu pula dengan pantyliner juga harus dicek sendiri. Oleh karena itu, wajar bila wanita saat ini sering terkena penyakit yang sangat ganas, yaitu kanker rahim, kanker payu dara, kista, dan myom. Akibat penyakit di atas saat usia muda rahim sudah diangkat, sehingga tidak memiliki anak.&lt;br /&gt;Link referensi: &lt;br /&gt;http://www.availkita.com/mengapa.php&lt;br /&gt;http://www.suarasurabaya.net/v05/kelanakota/?id=3e9c91056fa7020d872813ea4a57936a200857740&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-264695603641735032?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/264695603641735032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=264695603641735032' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/264695603641735032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/264695603641735032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/karsionegenik-zat-penyebab-kanker-pada.html' title='Karsionegenik pada Tissue dan Pembalut'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-6067755078349057238</id><published>2009-03-12T21:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T02:21:21.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA TULIS ILMIAH'/><title type='text'>KATARAK</title><content type='html'>Mata adalah jendela dunia, mungkin ungkapan ini adalah yang paling pantas untuk menyatakan betapa pentingnya peran mata sebagai alat indera penglihatan. Dengan mata, kia dapat melihat keindahan alam. Makhluk hidup, benda atau segala hal dan peristiwa di sekitar kita. Hal tersebut menjadi dasar mengapa kesehatan mata harus dijaga jika tetap ingin menikmati keindahan dunia. Selain itu mata juga merupakan jendela ilmu pengetahuan. Melalui mata kita dapat menimba ilmu pengetahuan dengan mengamati dan membaca. Tanpa mata, kita tidak bisa melihat apapun secara visual. Oleh karena itu, penglihatan melalui mata adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Betapa besar keagungan mata membuat kita harus selalu menjaga dan merawatnya baik-baik agar tetap sehat. Selain dari luar, perawatan mata juga perlu dari dalam dengan mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung nutrisi tertentu, khususnya vitamin.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manfaat mata adalah sebagai indera penglihatan dan juga sebagai salah satu alat komunikasi dalan kehidupan.&lt;br /&gt;Kerugian apabila seseorang tidak mempunyai mata salah satunya adalah dia tidak bisa melihat dan menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan, juga terganggunya komunikasi dengan orang lain. Terlebih seseorang yang diciptakan oleh Tuhan sejak lahir betapa ruginya dia karena harus hidup dalam kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa pentingnya kita sebagai manusia untuk merawat mata karena mata merupakan organ terpenting dalam hidup, dengan cara :&lt;br /&gt;1. Jangan biarkan mata bekerja secara terus menerus&lt;br /&gt;2. Luangkan waktu untuk mengistirahatkan mata dan memanjakan mata&lt;br /&gt;3. Perawatan mata secara teratur&lt;br /&gt;Salah satu penyakit mata yang umum dialami oleh masyarakat yaitu katarak (kekeruhan lensa mata). Biasanya pada orang dewasa katarak berhubungan dengan proses penuaan. Pada banyak kakus, penyebab katarak tidak diketahui, penyakit katarak biasanya menimpa orang lanjur usia, tetapi bisa juga menimpa orang muda dan bisa bersifat menurut. Katarak merupakan proses kemunduran fungsi lensa mata secara bertahap. Kebanyakan lensa mata agak keruh setelah usia mancapai 60 tahun katarak adalah setiap kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa atau akibat kedua-duanya yang di sebabkan yang di sebabkan oleh berbagai keadaan. (Sidarta Ilyas et.al 2003 : 89)&lt;br /&gt;Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. (Oei Gin Djing, 2007 : 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil studi pendahuluan duan dari lima orang mengatakan bahwa mereka mengetahui penyakit katarak.&lt;br /&gt;Dengan adanya fenomena tersebut di atas maka peneliti tertarik untuk membuat penelitian tentang “Gambaran Pengetahuan Tentang Deteksi Dini Penyakit Katarak pada lanjut usia di....”. Selengkapnya &lt;a href="http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2008/12/segera-dan-miliki-macam-macam-karya.html"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;klik disini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-6067755078349057238?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/6067755078349057238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=6067755078349057238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6067755078349057238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6067755078349057238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/katarak.html' title='KATARAK'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-4174980501877742991</id><published>2009-03-12T21:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T21:34:56.329-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keperawatan'/><title type='text'>Koreksi Penggunaan Kata Perawatan</title><content type='html'>Dalam Konteks Profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua profesional mengetahui apa arti kata nursing. Berasal dari kata benda nurse yang bisa berarti: 1. Seorang perempuan yang merawat orang sakit, biasanya di rumah sakit; 2. seorang perempuan yang terlatih secara khusus untuk merawat bayi atau anak-anak (The York Contemporary English Dictionary, 1995). Dalam kamus yang sama, Nurse bisa juga berarti kata kerja (Verb) to nurse yang berarti: 1. menyusui bayi; 2. merawat orang sakit atau anak-anak; 3. memeluk dengan lembut; 4. memberikan perhatian khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun 2004 lalu, sekitar 25 lebih Perawat Indonesia yang bekerja di United Arab Emirates (UAE) mengajukan permohonan ke kantor Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Jakarta guna memperoleh surat bukti registrasi. Hasilnya, semuanya mendapatkan surat tersebut yang bisa dikatakan sebagai ⦣8364;˜SIM⦣8364;™.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ⦣8364;˜ganjil⦣8364;™ dalam surat yang ditandatangani oleh President of Indonesian National Nurses Association tersebut. Padahal yang menandatangani tidak tanggung-tanggung. Gelarnya, buat kebanyakan perawat Indonesia, Strata 3, alias seorang doktor, tergolong langka. Kalau anda melihat komposisi pengurus yang duduk dalam PPNI juga rata-rata bergelar S2. Yang salah dalam surat ijin yang katanya hanya bersifat sementara tersebut adalah: Surat bukti registrasi tersebut tidak bernomor! Simple?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebuah organisasi semacam PPNI yang bertaraf nasional, mengeluarkan sebuah surat untuk tujuan luar negeri, apalagi berbahasa Inggris dan akan dilihat oleh orang-orang dari negara lain, apa yang tercantum dalam surat ibaratnya adalah buah karya yang mencerminkan bagaimana sebuah organisasi tersebut dikelola. Sebuah kesalahan yang sebenarnya tidak harus terjadi untuk ukuran PPNI, simbol organisasi profesi keperawatan bergengsi di tingkat nasional, perlu dikoreksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh diatas adalah salah satu gambaran bagaimana sebenarnya personal perawat kita bekerja. Tidak pandang dari mana mereka berasal atau dari sekolah mana yang membina, luar atau dalam negeri. Karena yang menjalankan tugas adalah orang kita, bangsa kita.&lt;br /&gt;Kenyataan diatas, jika tertuang di atas kertas, bukan lagi bisa disebut sebagai kelalaian individual, namun institusional. Betapapun sifat sebuah surat, apakah itu tetap atau sementara, yang namanya Nomor Surat itu adalah suatu yang ⦣8364;˜a must⦣8364;™. Kesimpulannya, kalau PPNI yang berada di pusat Jakarta saja demikian gambaran organisasinya, bagaimana dengan pelaksanaannya di daerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat Indonesia memang tergolong masih sangat muda usianya dibanding perawat-perawat dari UK atau USA. Namun perawat kita usianya juga hampir terpaut sama saja dengan India. Bahkan kita lebih tua dibanding Malaysia, Singapore atau mereka yang berada di negara-negara Arab. Tapi kenapa kita begitu ketinggalan jauh dengan mereka dalam persoalan profesional ini? Adakah ini dilandasi oleh keterbelakangan standarisasi pendidikan profesi kita? Padahal saat ini Universitas Indonesia, lewat Fakultas Keperawatan nya sudah membuka Program S2 meski jurusannya masih terbatas. Walaupun relatif baru, setidaknya sudah dimulai. Jadi tingkatan pendidikan nyatanya tidak dapat dijadikan sebagi kambing-hitamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu dimana letak ketidak-profesionalan keperawatan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikondisikan&lt;br /&gt;Hampir semua profesional mengetahui apa arti kata nursing. Berasal dari kata benda nurse yang bisa berarti: 1. Seorang perempuan yang merawat orang sakit, biasanya di rumah sakit; 2. seorang perempuan yang terlatih secara khusus untuk merawat bayi atau anak-anak (The York Contemporary English Dictionary, 1995). Dalam kamus yang sama, Nurse bisa juga berarti kata kerja (Verb) to nurse yang berarti: 1. menyusui bayi; 2. merawat orang sakit atau anak-anak; 3. memeluk dengan lembut; 4. memberikan perhatian khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara kita, pertumbuhan Bahasa Indonesia begitu cepat, berasimilasi dengan bahasa-bahasa dari negara lain. Bahasa Inggris dalam bidang pengetahuan dan bahasa Arab dalam bidang Agama Islam, adalah dua contoh yang kita tidak bisa mengelak keterlibatannya yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang ilmu pengetahuan pengaruh bahasa Inggris ini sedemikian erat, sehingga setuju atau tidak kita nyaris tidak bisa memisahkan diri dari peranan di dalamnya. Sebagai contoh kata biologi (biology), geologi (geology), geografi (geography), laboratorium (laboratory), psikologi (psychology), psikiatri (psychiatry), anatomi (anatomy), fisiologi (physiology) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam disiplin ilmu tertentu, dengan tanpa pikir dua-tiga kali, karena barangkali tidak ada pilihan kata lain dalam bahasa Indonesia yang tepat, maka kita ⦣8364;˜telan⦣8364;™ begitu saja (baca: serap) kata-kata yang aslinya dalam Bahasa Inggris tersebut, sehingga seolah-olah menjadi Bahasa Indonesia. Misalnya kata biologi (cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan makhluk hidup ⦣8364;“The York Contemporary English Dictionary, 1995). Demikian pula kata-kata lainnya misalnya: teknik, teknologi, elektronik, mesin, komputer, analisa, medik, dll. Kata-kata ini bahkan sudah menjadi Bahasa Indonesia yang baku dalam kamus. Sementara, kata nursing, kita terjemahkan menjadi perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kata perawatan ini merupakan hasil terjemahan yang tepat untuk nursing?&lt;br /&gt;Perawatan berasal dari kata dasar rawat, yang mendapatkan awalan per dan akhiran an (Wodjowasito, 1982). Merupakan kata sifat, artinya segala sesuatu yang menunjukkan sifat rawat. Awalan -pe- dalam Bahasa Indonesia menunjukkan pelaku. Orang yang merawat disebut perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Bahasa Inggris, kata perawatan dalam bahasa Indonesia tidak hanya berorientasi kepada hubungan seorang perawat dengan pasien, hubungan ibu dengan anak, atau hubungan guru dengan murid-murid. Dalam Bahasa Indonesia, kata perawatan bisa saja digunakan dalam konteks lain, misalnya: perawatan suku cadang (parts maintainnance), perawatan pesawat (plane maintainance), rawat nginap (admission care), rawat jalan (out patient care), merawat perabot rumah (household maintainance), dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh diatas, meskipun menggunakan kata dasar yang sama ⦣8364;˜rawat⦣8364;™ namun tidak selalu ada kaitannya sama sekali dengan nursing. Nursing konteksnya akan beda sekali dan tidak digunakan untuk kata-kata tersebut diatas misalnya merawat kapal, merawat suku cadang atau merawat barang-barang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kata nursing berarti jauh lebih ⦣8364;˜unik⦣8364;™ dibanding kata perawatan atau keperawatan. Dalam sejarahnya, berapa kali pendidikan nursing kita mengalami perubahan hanya karena masalah rawat, perawatan, dan keperawatan ini. Simaklah Sekolah Pengatur Rawat (SPR), Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), Akademi Keperawatan (Akper). Sebaliknya, kata nursing dalam konteks school of nursing, college of nursing, atau faculty of nursing, tidak pernah mengalami perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nursing bisa berarti: perawatan (Wodjowasito, 1982). Kata nurse bisa berarti kata benda: 1. Dayang, inang, pengasuh; 2. Juru rawat. Bisa pula berarti kata kerja: 1. Menyusui, memberi makan; 2. Merawat, memelihara, mengasuh; 3. Memanaskan badan (Wodjowasito, 1982).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata nursing lebih dipakai untuk sebuah profesi. Sebaliknya kata perawatan tidak mengacu kepada satu profesi saja, jika dikaitkan dengan beberapa pengertian diatas. Perawat bisa jadi bermacam-macam artinya. Tetapi nurse, hanya satu artinya, yakni orang yang memberikan pelayanan keperawatan, berpendidikan, dan secara hukum diakui (www.answer.com; www.thefreedictionary.com; www.medterm.com). Sementara perawat dalam Bahasa Indonesia, bisa saja setiap orang, terlepas dari latar belakang apakah itu pendidikan, kekuatan hukum atau kompetensi yang dimiliknya, yang memberikan perawatan baik di rumah, pos kesehatan, sekolah, rumah sakit, bahkan di panti asuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa uraian diatas, nampaknya image nursing lebih diidentikkan dengan perempuan, karena secara tradisional perempuan lah yang membentuk sebagian besar profesi ini (Keenworthy, Snowley &amp;amp; Gilling, 2002). Menurut American Nurses Association (1980): nursing is the diagnoses and treatment of human responses to actual and potential health problem. Nursing adalah an art and a scince; earlier emphasis was on care of sick, now of the health is being stressed (Nettina, 1996, p. 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jurusan-jurusan pendidikan yang lain misalnya Jurusan Matematika, Biologi, Geologi, Geografi, Fisika, Histologi, dll. bisa mengadopsi istilah asing ⦣8364;˜hanya⦣8364;™ karena tidak mendapatkan padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia, kenapa keperawatan tidak layak mendapatkan perlakuan serua? Padahal, dari sudut pandang profesional sudah nampak jelas bahwa kata nursing jauh lebih tepat kita gunakan dan lebih profesional daripada kata keperawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesional&lt;br /&gt;Menurut Webster⦣8364;™s Ninth New Collegiate Dictionary (1991) yang disebut dengan profesional adalah: characterized by or conforming the technical ethical standards of a profession. Seseorang yang profesional memiliki ciri-ciri: memenuhi standard ketrampilan, pengetahuan dan etika. Standard itu bisa diperoleh pertama melalui pendidikan formal dalam waktu tertentu guna memenuhi tujuan profesi yang berkualitas. Kedua, profesi juga menghendaki adanya etika profesi. Ciri profesi yang ketiga adalah mendapat pengakuan hukum. Dan yang keempat: engaged in by persons receiving financial return. Ciri profesi yang terakhir ini menunjukkan bahwa seorang profesional harus mendapatkan imbalan yang layak. Ciri yang kelima: participating for gain or livelihood in an activity or field of endeavor. Dengan demikian, seorang profesional itu harus menekuni bidangnya sebagai sumber kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, profesional nurse adalah mereka yang menempuh jenjang pendidikan nursing selama dalam kurun waktu tertentu, menerapkan kerjanya atas dasar evidence based dan etika, mendapatkan imbalan jasa yang layak, serta menekuni bidang kerjanya sebagai sumber penghasilan utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perkembangan pendidikan nursing di negeri kita pada mulanya hanya setingkat SMU: Sekolah Pengatur Rawat, Sekolah Perawat Kesehatan (SPK). Pada awal tahun 80-an mulai dikenal masyarakat jenjang pendidikan tinggi yang disebut sebagai Akademi Keperawatan, lulusan SMU ditambah 3 tahun. Baru pada akhir 80-an Universitas Indonesia (UI) mulai menyelenggarakan program jenjang S1. Saat ini UI sudah memperkenalkan jenjang pendidikan nursing S2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris Bachelor Science of Nursing (BSN) sudah mulai dikenal bahkan pada akhir abad ke 19 (Keenworthy, Snowley &amp;amp; Gilling, 2002). Pada awal abad ke 20 kode etik nursing sudah pula diperkenalkan ke parlemen Inggris (Keenworthy, Snowley &amp;amp; Gilling, 2002). Ini terjadi karena pengakuan pemerintah terhadap pendidikan nursing sudah mengacu kepada profesi yang implementasinya berdasarkan kepada research based practice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di negeri kita, selama puluhan tahun, profesi nursing masih didominasi oleh mereka yang lulusan pendidikannya setingkat SMU yang sebetulnya dikelompokkan sebagai Vocational Training. Demikian pula lulusan Program Diploma Keperawatan yang dicetak untuk memenuhi kebutuhan tenaga terampil, bukan tenaga ahli. Sedangkan jenjang pendidikan S1 yang tujuannya adalah mencetak calon-calon tenaga ahli dan manager menengah tahun-tahun terakhir ini mulai bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pendidikan S1 masih relatif baru diterapkan, jumlah lulusannya jangankan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan, untuk melengkapi kebutuhan tenaga pengajar atau pembimbing di lembaga-lembaga pendidikan nursing saja masih jauh dari cukup. Di sektor lembaga pendidikan negeri, masih banyak akademi-akademi di mana tenaga pengajarnya masih belum memenuhi syarat baik secara kuantitas maupun kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Albertus Setyono, staf pengajar sekaligus Kepala Bidang Kurikulum Program Diploma Keperawatan Lawang, dosen-dosen Akper masih banyak yang memanfaatkan lulusan S1 non-nursing, misalnya jurusan pendidikan. Akan tetapi yang terakhir ini tidak bisa disamakan dengan nursing karena perbedaan kompetensi yang ada. Salah satu perbedaan yang menyolok adalah, dalam S1 nursing diajarkan materi Research Metods in Nursing, namun dalam S1 Kependidikan, mata kuliah serupa tidak didapatkannya. Persoalannya kemudian adalah: bagaimana para dosen-dosen ini memberikan bimbingan pengenalan penelitian kepada mahasiswa nursing apabila mereka tidak pernah mendapatkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor inilah yang menjadi kendala utama perkembangan profesi nursing di Indonesia di tingkat dasar yang ketinggalan jauh bahkan dibelakang negara-negara tetangga kita anggota ASEAN, misalnya Singapore, Malaysia atau Filipina. Dampak dari proses pembelajaran yang kurang mendapatkan penanganan profesional semacam ini akan berakibat besar terhadap mutu lulusan. Bagaimana kita berharap bahwa lulusan pendidikan nursing di negeri ini apabila tidak ditangani oleh tenaga-tenaga pengajar dengan kompetensi yang proporsional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tidak sedikit tenaga pembimbing nursing kita yang memperoleh training di luar negeri, misalnya dari Filipina, Thailand, Australia, Jepang, Amerika Serikat dan Canada. Beberapa diantaranya bahkan bergelar DSN (Doctor Science of Nursing). Sayangnya, keberadaan mereka ini tidak memberikan pengaruh yang significant terhadap proses pengambilan keputusan. Hasilnya, kurikulum pendidikan nursing yang ada di negeri kita masih jauh untuk dikatakan baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh konkrit. Saat ini lebih dari 20 lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program S1, apakah itu PSIK, Fakultas Keperawatan atau STIKES. Menurut data dari Departemen Pendidikan Nasional (2006), sejauh ini terdaftar 19. Lima perguruan tinggi di antaranya yang diakui akreditasinya mendapat nilai B (Program studi memiliki mutu baik). Dua belas perguruan tinggi mendapat nilai C (memenuhi syarat minimal penyelenggaraan), dan satu perguruan tinggi mendapat D (tidak memenuhi syarat minimal). Sedangkan untuk jenjang pendidikan S2, Universitas Indonesia memperoleh predikat A (mutu baik sekali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini terdapat 12 perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan program S1. Fakultas keperawatan yang ada di negeri kita umunya tidak sama dengan fakultas-fakultas lain di perguruan tinggi yang sama. Satu fakultas, biasanya memiliki beberapa jurusan. Ambil saja contoh Fakultas Sastra, bisa terdiri dari Sastra Inggris, Perancis, Arab, Jepang, dll. Demikian juga Fakultas Pendidikan, akan terdiri dari beberapa jurusan mulai dari Biologi, Kimia, Fisika, Inggris, Olahraga, dll. Sedangkan Fakultas Keperawatan, minim sekali jurusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ciri-ciri profesional diatas, ⦣8364;˜barangkali⦣8364;™ kita bisa masuk didalamnya. Persoalannya memang sejauh ini kiblat nursing di Indonesia ini masih belum baku. Artinya, secara internasional kita belum memberlakukan sistem apakah itu seperti yang diterapkan oleh sistem pendidikan nursing di Amerika Serikat, Inggris atau Australia. Sebagai contoh masa pendidikan yang kita gunakan masih menggunakan sistem sendiri. S1 nursing berlangsung selama 4 tahun dengan gelar Sarjana Keperawatan (SKp) kemudian dilanjutkan dengan program Ners.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Ners ini, tanpa bermaksud merendahkan pengimplementasiannya, sebenarnya kurang praktis. Karena, di manapun dibelahan bumi ini, tidak pernah digunakan istilah selain post graduate studies pada pendidikan nursing, kecuali misalnya post graduate diploma in mental health, pediatric, ICU, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan nursing sendiri sudah dikatakan sebagai pendidikan profesional. Jadi tidak perlu lagi Ners, sebuah istilah yang boleh dikata ⦣8364;˜mengada-ada⦣8364;™. Bahasa Inggris tidak, Bahasa Indonesia tidak pula! Di Australia misalnya, lulusan nursing S1 tidak mengenal penggunaan istilah tersebut. Master of Nursing dikenal di seluruh dunia. Kalau kita menaruh Ners sebagai gelar, siapa yang bakal mengenal, kecuali di negeri sendiri? Sebuah pekerjaan rumah yang dilematik bagi profesi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Merubah sebuah nama profesi tidak semudah mengganti gelar dengan sebutan yang baru, sebagaimana yang diterapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Diknas), misalnya dari Drs. menjadi Sarjana Pendidikan. Kedudukan Perawat tentu tidak sama dengan penggunaan gelar diatas. Apalagi kata ⦣8364;˜ perawatan⦣8364;™ sudah begitu mengakar, baik di publik maupun di kalangan profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sebagai sebuah anggota profesi, perawat dituntut untuk berpikir kritis. Perawat moderen dibesarkan dalam ruang lingkup Evidence-based practice , dimana segala sesuatunya bukan didasarkan pada sekedar mengikuti kebiasaan masa lalu, atau mencontoh profesi lain. Oleh sebab itu, sesuai dengan perkembangan jaman dan teknologi, mestinya perawat juga bersikap lebih terbuka, kritis dan inovatif, tidak terkecuali dalam penggunaan namanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian di atas telah panjang lebar berusaha menganalisa bagaimana sebenarnya arti kata ⦣8364;˜perawatan⦣8364;™ dibandingkan dengan kata ⦣8364;˜nursing⦣8364;™ dalam Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bisa mengadopsi kata-kata: manajemen, produksi, matematika, geografi, geologi, ekonomi, politik, sains, dan sederetan istilah-istilah yang berasal dari Bahasa Inggris kemudian diindonesiakan; kenapa kita tidak lakukan perlakuan yang sama terhadap kata ⦣8364;˜perawatan⦣8364;™ ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kali kita disibukkan oleh perubahan kata-kata yang berasal dari kata ⦣8364;˜perawatan⦣8364;™ ini? Dilihat dari perkembangan sejarahnya, kata-kata ini rasanya tidak pernah ⦣8364;˜baku⦣8364;™. Kata-kata seperti Sekolah Pengatur Rawat, Sekolah Perawat Kesehatan, Akademi Keperawatan (atau Akademi Perawat?), SKp atau SKep? Merupakan sejumlah bukti bahwa penggunaan kata perawatan ini bersifat labil. Sebaliknya, kata ⦣8364;˜nursing⦣8364;™ selalu stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sebagai sebuah profesi, ada baiknya kita manfaatkan istilah internasional yang standard, yang kemanapun kita pergi, orang lain tidak akan bingung dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang Malaysia yang bangga dengan Bahasa Melayu, tidak sungkan-sungkan menggunakan kata ⦣8364;˜nursing⦣8364;™ sebagai pengganti ⦣8364;˜perawatan⦣8364;™, yang mengacu kepada profesionalisme, mengapa kita bangsa Indonesia masih harus berpikir dua-tiga kali hanya untuk menggantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;References:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikti, 2006, Daftar Program Studi Yang Telah Terakreditasi s/d 2006, [Online], Available from URL: http://www.dikti.org/, [Accessed 29 Mei 2007].&lt;br /&gt;Kenworthy, N., Snowley, G., &amp;amp; Cynthia, G. 2002, ⦣8364;˜Nursing and the context of nursing practice⦣8364;™, Common Foundation Studies in Nursing, 3rd ed, Chrching Livingstone, pp. 3-76.&lt;br /&gt;Nettina, S., ⦣8364;˜Nursing process and practice⦣8364;™, The Lippincott: Manual of Nursing Practice, 6th ed, Lippincott, Manila, pp. 1-10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Presented By; Syaifoel Hardy&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-4174980501877742991?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/4174980501877742991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=4174980501877742991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4174980501877742991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4174980501877742991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/koreksi-penggunaan-kata-perawatan.html' title='Koreksi Penggunaan Kata Perawatan'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-7279250833527223021</id><published>2009-03-12T21:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T22:11:50.088-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Maternitas'/><title type='text'>Mengenal aneka alat  KONTRASEPSI</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/SbnfjzK8bEI/AAAAAAAAABY/b-0FnQSXUq0/s1600-h/kb.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312523041584737346" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/SbnfjzK8bEI/AAAAAAAAABY/b-0FnQSXUq0/s400/kb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kontrasepsi memang bukan barang aneh. Tapi sudah tahukah Anda plus-minusnya? Nah, dengan mengenalnya secara lebih baik, Anda tak perlu bingung lagi untuk memilih.&lt;br /&gt;Hampir semua pasangan suami-istri memerlukan perencanaan kehamilan dan sekaligus membatasi jumlah anak. Karena itu, kontrasepsi dibutuhkan. Alasan penggunaan kontrasepsi bisa macam-macam, dari menunda kehamilan, menjarangkan jarak kehamilan, sampai menyetop kehamilan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Masing-masing pasangan punya alasan. Mungkin karena urusan sekolah, pekerjaan, usia, kesehatan dan segala macam. Bisa juga karena sudah memiliki anak dan hendak menunda kehamilan berikutnya. Atau, ya, ingin berhenti karena anak sudah banyak,” jelas dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG, dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.&lt;br /&gt;Seperti kita tahu, ada begitu banyak alat kontrasepsi. Secara garis besar, kontrasepsi itu dibagi dalam tiga bagian besar. Yaitu kontrasepsi mekanik, hormonal, dan kontrasepsi mantap&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;KONTRASEPSI MEKANIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dinamakan mekanik karena sifatnya sebagai pelindung. Maksudnya, kontrasepsi ini mencegah bertemunya sperma dan sel telur dalam rahim. Nah, ada beberapa kontrasepsi yang termasuk dalam golongan mekanik ini, yaitu kondom dan diafragma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;* Kondom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dulu kondom terbuat dari kulit atau usus binatang. Setiap akan digunakan direndam dulu. Kemudian terbuat dari linen. Kini kondom terbuat dari bahan karet yang tipis dan elastis. Bentuknya seperti kantong.&lt;br /&gt;Fungsi kondom sebenarnya untuk menampung sperma sehingga tidak masuk ke dalam vagina. Perlindungan tersebut efektif 90 persen. Terlebih jika dipakai bersama dengan spermisida (pembunuh sperma). “Rata-rata, dari 100 pasangan dalam setahun, sekitar 4 wanita yang hamil,” ujar Andon.&lt;br /&gt;Kondom harganya murah, mudah didapat, tidak perlu resep dokter, tidak perlu pengawasan dan juga bisa mencegah penularan penyakit kelamin. Tapi tidak selalu cocok terutama jika pemakai alergi terhadap bahan karet. Dan mungkin saja terjadi kebocoran, karena bahannya yang sangat tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;* Diafragma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kontrasepsi wanita yang mirip kondom. Bentuknya seperti topi yang menutupi mulut rahim. Terbuat dari bahan karet dan agak tebal. Kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam vagina, semacam sekat yang dapat mencegah masuknya sperma ke dalam rahim.&lt;br /&gt;Diafragma digunakan jika akan berhubungan seksual. Setelah itu bisa dilepas lagi atau tetap pada tempatnya. Karena bahannya lebih tebal dari kondom, kontrasepsi ini tidak mungkin bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;* Alat Kontrasepsi Dalam Rahim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alat Kontrasepsi dalam Rahim/AKDR/IUD lebih dikenal dengan nama spiral. Berbentuk alat kecil dan banyak macamnya. Ada yang terbuat dari plastik seperti bentuk huruf S (Lippes Loop). Ada pula yang terbuat dari logam tembaga berbentuk seperti angka tujuh (Copper Seven) dan mirip huruf T (Copper T). Selain itu, ada berbentuk sepatu kuda (Multiload).&lt;br /&gt;“Yang paling terkenal Copper T dan Multiload. Kontrasepsi tersebut jadi pilihan karena kenyamanannya. Modifikasi terbaru Copper T, yaitu Nova T memiliki keunggulan lebih lembut,” jelas Andon.&lt;br /&gt;Alat kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam rahim oleh dokter dengan bantuan alat. Benda asing dalam rahim ini akan menimbulkan reaksi yang dapat mencegah bersarangnya sel telur yang telah dibuahi di dalam rahim. Alat ini bisa bertahan dalam rahim selama 2-5 tahun, tergantung jenisnya dan dapat dibuka sebelum waktunya jika Anda ingin hamil lagi.&lt;br /&gt;Sebagai pemakai, Anda bisa memeriksa sendiri keberadaan alat tersebut. Caranya dengan meraba benang alat kontrasepsi tersebut di mulut rahim. Seandainya Anda sudah melakukan pemasangan kontrasepsi ini, jangan lupa melakukan pemeriksaan ulang. Apakah itu 2 minggu sekali, 1-2 bulan sekali, atau setiap enam bulan sampai satu tahun setelah pemasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian kontrasepsi tanpa bahan aktif Copper dapat terus berlangsung sampai menjelang menopause. Sedangkan kontrasepsi dengan bahan aktif Copper, 3-4 tahun harus diganti.&lt;br /&gt;Yang perlu diingat kontrasepsi ini bukanlah alat yang sempurna. Masih ada kekurangannya. Misalnya, kehamilan bisa tetap terjadi, perdarahan, atau infeksi. Mungkin akibat benang dari alat tersebut dapat merangsang mulut rahim sehingga menimbulkan perlukaan dan menganggu dalam hubungan seksual. Pemakaian AKDR juga membuat kita lebih mudah keputihan. Karena itu sebaiknya kontrasepsi ini tidak digunakan jika terdapat infeksi genetalia atau perdarahan yang tidak jelas.&lt;br /&gt;Keuntungannya, alat ini bisa dipakai untuk jangka panjang. Bahkan sama sekali tidak menganggu produksi ASI, jika ibu sedang mmenyusui. “Efektifitas pemakaian kontrasepsi dalam rahim ini, dari seribu pasangan, sekitar 5 wanita dalam setahun akan hamil,” ujar Andon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;* Spermisida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kontrasepsi ini merupakan senyawa kimia yang dapat melumpuhkan sampai membunuh sperma. Bentuknya bisa busa, jeli, krim, tablet vagina, tablet, atau aerosol. Sebelum melakukan hubungan seksual, alat ini dimasukkan ke dalam vagina. Setelah kira-kira 5-10 menit hubungan seksual dapat dilakukan. Penggunaan spermisida ini kurang efektif bila tidak dikombinasi dengan alat lain, seperti kondom atau diafragma. “Dari 100 pasangan dalam setahun, ada 3 wanita yang hamil. Tapi karena sering salah dalam pemakaiannya, bisa terjadi sampai 30 kehamilan,” jelas Andon.&lt;br /&gt;Diakuinya, banyak wanita merasa tak nyaman menggunakan spermasida. “Keluhannya, tidak enak dan timbul alergi,” ujar Andon kemudian. Selain itu, pemakaiannya agak merepotkan menjelang hubungan senggama. Pasangan pun sulit mencapai kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;KONTRASEPSI HORMONAL&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kontrasepsi ini menggunakan hormon, dari progesteron sampai kombinasi estrogen dan progesteron. Penggunaan kontrasepsi ini dilakukan dalam bentuk pil, suntikan, atau susuk.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, mekanisme kerja hormon progesteron adalah mencegah pengeluaran sel telur dari indung telur, mengentalkan cairan di leher rahim sehingga sulit ditembus sperma, membuat lapisan dalam rahim menjadi tipis dan tidak layak untuk tumbuhnya hasil konsepsi, saluran telur jalannya jadi lambat sehingga mengganggu saat bertemunya sperma dan sel telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;* Pil atau Tablet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pil bertujuan meningkatkan efektifitas, mengurangi efek samping, dan meminimalkan keluhan. Sebagian besar wanita dapat menerima kontrasepsi ini tanpa kesulitan. Di Indonesia, jenis ini menduduki jumlah kedua terbanyak dipakai setelah suntikan. Pil ini tersedia dalam berbagai variasi. Ada yang hanya mengandung hormon progesteron saja, ada pula kombinasi antara hormon progesteron dan estrogen.&lt;br /&gt;Cara menggunakannya, diminum setiap hari secara teratur. Ada dua cara meminumnya yaitu sistem 28 dan sistem 22/21. Untuk sistem 28, pil diminum terus tanpa pernah berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo). Sedangkan sistem 22/21, minum pil terus-menerus, kemudian dihentikan selama 7-8 hari untuk mendapat kesempatan menstruasi. Jadi, dibuat dengan pola pengaturan haid (sekuensial).&lt;br /&gt;Pada setiap pil terdapat perbandingan kekuatan estrogenik atau progesterogenik, melalui penilaian pola menstruasi. Wanita yang menstruasi kurang dari 4 hari memerlukan pil KB dengan efek estrogen tinggi. Sedangkan wanita dengan haid lebih dari 6 hari memerlukan pil dengan efek estrogen rendah.&lt;br /&gt;Sifat khas kontrasepsi hormonal yang berkomponen estrogen menyebabkan mudah tersinggung, tegang, berat badan bertambah, menimbulkan nyeri kepala, perdarahan banyak saat menstruasi, Sedangkan yang berkomponen progesteron menyebabkan payudara tegang, menstruasi berkurang, kaki dan tangan sering kram, liang senggama kering.&lt;br /&gt;Penggunaan pil secara teratur dan dalam waktu panjang dapat menekan fungsi ovarium. Kerugian lainnya, mungkin berat badan bertambah, juga rasa mual sampai muntah, pusing, mudah lupa, dan ada bercak di kulit wajah seperti vlek hitam. Juga dapat mempengaruhi fungsi hati dan ginjal. Kecuali itu, kandungan hormon estrogen dapat mengganggu produksi ASI.&lt;br /&gt;Keuntungannya, pil ini dapat meningkatkan libido, sekaligus untuk pengobatan penyakit endometriosis. Haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya darah haid.&lt;br /&gt;Efektifitas penggunaan pil ini 95-98 persen. Jadi, ada sekitar 7 wanita yang hamil dari 1.000 pasangan dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;* Suntikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kontrasepsi suntikan mengandung hormon sintetik. Penyuntikan ini dilakukan 2-3 kali dalam sebulan. Suntikan setiap 3 bulan (Depoprovera), setiap 10 minggu (Norigest), dan setiap bulan (Cyclofem).&lt;br /&gt;Salah satu keuntungan suntikan adalah tidak mengganggu produksi ASI. Pemakaian hormon ini juga bisa mengurangi rasa nyeri dan darah haid yang keluar.&lt;br /&gt;Sayangnya, bisa membuat badan jadi gemuk karena nafsu makan meningkat. Kemudian lapisan dari lendir rahim menjadi tipis sehingga haid sedikit, bercak atau tidak haid sama sekali. Perdarahan tidak menentu. Tingkat kegagalannya hanya 3-5 wanita hamil dari setiap 1.000 pasangan dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;* Susuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada lengan kiri atas. Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus silastik (plastik berongga) dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul. Kini sedang diuji coba susuk satu kapsulimplanon). Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon atau Levonorgestrel. Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon tersebut sedikit demi sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma.&lt;br /&gt;Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun (Norplant) dan 3 tahun (Implanon). Sekarang ada pula yang diganti setiap tahun. Penggunaan kontrasepsi ini biayanya ringan. Pencabutan bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi. Efektifitasnya, dari 10.000 pasangan, ada 4 wanita yang hamil dalam setahun.&lt;br /&gt;Efek sampingnya berupa gangguan menstruasi, haid tidak teratur, bercak atau tidak haid sama sekali. Kecuali itu bisa menyebabkan kegemukan, ketegangan payudara, dan liang senggama terasa kering. Kendala lainnya dalam pencabutan susuk yaitu sulit dikeluarkan karena mungkin waktu pemasangannya terlalu dalam. Hal tersebut dapat menimbulkan infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;KONTRASEPSI MANTAP&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dipilih dengan alasan sudah merasa cukup dengan jumlah anak yang dimiliki. Caranya, suami-istri dioperasi (vasektomi untuk pria dan tubektomi untuk wanita). Tindakan dilakukan pada saluran bibit pada pria dan saluran telur pada wanita, sehingga pasangan tersebut tidak akan mendapat keturunan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Aman Bagi Pasangan Baru Menikah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Jika Anda baru menikah dan belum berencana punya anak, gunakanlah metoda sederhana untuk menunda kehamilan. Apa saja itu?&lt;br /&gt;1. KONDOM&lt;br /&gt;Sperma yang keluar akan ditampung oleh kondom, sehingga tidak masuk ke dalam rahim. Kegagalan mungkin saja terjadi. Biasanya karena kondom robek dan bocor.&lt;br /&gt;2. PANTANG BERKALA&lt;br /&gt;Untuk menghindari kehamilan, lakukan hubungan intim hanya saat istri dalam masa tidak subur. Ini bisa dilakukan pada pasangan yang istrinya mempunyai siklus haid teratur. Kerjasama dan pengertian suami sangat dibutuhkan dalam hal ini.&lt;br /&gt;3. SENGGAMA TERPUTUS&lt;br /&gt;Cara ini mungkin bisa menghindari kehamilan. Konsepnya, mengeluarkan alat kelamin menjelang terjadinya ejakulasi. Cuma, cara ini memang agak mengganggu kepuasan kedua belah pihak. Tingkat kegagalannya cukup tinggi, 30-35 persen. “Ini lebih disebabkan suami tidak bisa mengontrol, sehingga sperma tetap saja tertumpah di mulut rahim dan tetap bisa masuk vagina.” ujar Andon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Cocok Tidaknya Pilihan Anda&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tidak cocok jika:&lt;br /&gt;* Berat Tubuh Tidak Stabil&lt;br /&gt;Apakah tubuh menjadi kurus atau gemuk? Seandainya ada perubahan dari berat normal, kemungkinan kontrasepsi yang digunakan tidak cocok.&lt;br /&gt;* Timbul Rasa Nyeri&lt;br /&gt;Bisa nyeri kepala, nyeri otot, kram perut.&lt;br /&gt;* Perubahan Emosi&lt;br /&gt;Muncul gelisah, depresi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;* Pola Haid Terganggu&lt;br /&gt;Darah keluar menjadi banyak sekali, sedikit, atau tidak ada sama sekali.&lt;br /&gt;* Timbul Keputihan&lt;br /&gt;Jumlahnya banyak dan mengandung bau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-7279250833527223021?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/7279250833527223021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=7279250833527223021' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7279250833527223021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/7279250833527223021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/mengenal-lebih-dalam-aneka-alat.html' title='Mengenal aneka alat  KONTRASEPSI'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/SbnfjzK8bEI/AAAAAAAAABY/b-0FnQSXUq0/s72-c/kb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-4750803428577530669</id><published>2009-03-12T20:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T21:05:21.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit dan Obat'/><title type='text'>Pengobatan Epilepsi dan anti konvulsan</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Epilepsi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, berasal dari bahasa Yunani (Epilepsia) yang berarti 'serangan'. Perlu diketahui, epilepsi tidak menular, bukan penyakit keturunan, dan tidak identik dengan orang yang mengalami ketebelakangan mental. Bahkan, banyak penderita epilepsi yang menderita epilepsi tanpa diketahui penyebabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Penyebab Epilepsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf (neuron), yang bertugas mengoordinasikan semua aktivitas tubuh kita termasuk perasaan, penglihatan, berpikir, menggerakkan [otot].&lt;br /&gt;Pada penderita epilepsi, terkadang sinyal-sinyal tersebut, tidak beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, antara lain; trauma kepala (pernah mengalami cedera didaerah kepala), tumor otak, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Umumnya epilepsi mungkin disebabkan oleh kerusakan otak dalam process kelahiran, luka kepala, strok, tumor otak, alkohol. Kadang epilepsi mungkin juga karena genetik, tapi epilepsi bukan penyakit keturunan. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hippocrates adalah orang pertama yang berhasil mengidentifikasi gejala epilepsi sebagai masalah pada otak, roh jahat, dan sebagainya. Seseorang dapat dinyatakan menderita epilepsi jika orang tersebut telah setidaknya mengalami kejang yang bukan disebabkan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah. Alat bantu yang digunakan biasanya adalah:&lt;br /&gt;MRI (Magnetic resonance imaging) Menggunakan magnet yang sangat kuat untuk mendapatkn gambaran dalam tubuh/ otak seseorang. Tidak menggunakan X-Ray. MRI lebih sensitif dripada CT-Scan&lt;br /&gt;EEG (electroencephalography) alat untuk mengecek gelombang otak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Pengobatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah nama-nama obat yang dipakai untuk menyembuhkan epilepsi. Semua obat harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter.&lt;br /&gt;Carbamazepine, Carbatrol, Clobazam, Clonazepam, Depakene, Depakote, Depakote ER, Diastat, Dilantin, Felbatol, Frisium, Gabapentin, Gabitril, Keppra, Klonopin, Lamictal, Lyrica, Mysoline, Neurontin, Phenobarbital, Phenytek, Phenytoin, Sabril, Tegretol, Tegretol XR, Topamax, Trileptal, Valproic Acid, Zarontin, Zonegran, Zonisamide.&lt;br /&gt;Selain dengan obat, epilepsi juga dapat disembuhkan dengan Ketogenic Diet.&lt;br /&gt;Diet ketogenik adalah metode diet tinggi lemak, rendah karbohidrat. Metode diet ini biasanya digunakan untuk penyembuhan epilepsi pada anak-anak yang umumnya sulit dengan obat-obatan.&lt;br /&gt;Para penganut diet ini, dianjurkan banyak memakan makanan yang memiliki lemak tinggi, seperti: daging. Sebaliknya, makanan yang tinggi akan karbohidrat, seperti: roti, tepung, nasi, gandum, sereal, haruslah dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pengobatan Anti-Convulsant&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengobatan antikejang dapat juga membantu mengendalikan perubahan suasana hati yang parah. Contoh-contoh termasuk: Valproic Acid (Depakote, Depakene), Carbamazepina (Tegretol), Gabapentin (Neurontin), dan Lamotrigine (Lamictil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valproate telah disetujui oleh FDA tahun 1995 untuk pengobatan mania. Pengobatan antikejang terbaru, termasuk lamotrigine (Lamictal), gabapentin (Neurontin), dan topiramate (Topamax), sedang dipelajari untuk menentukan seberapa baik dalam menstabilkan suasana perasaan. Pengobatan antikejang bisa dikombinasikan dengan litium, atau satu sama lain, karena pengaruhnya yang maksimum. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Yang dipinjam dari ilmu penyakit saraf, agen-agen ini telah digunakan bertahun-tahun untuk menstabilkan psychiatric mood disorder. Menggunakan dasar pemikiran ini, beberapa antikejang juga bermanfaat di dalam permasalahan suasana hati dan impulsivas di dalam otak terluka pasien. Respon pasien kepada pengobatan ini cenderung menjadi sangat dibedakan dari yang lain; oleh karena itu, suatu pendekatan mencoba-coba yang harus diambil untuk menentukan pengobatan tunggal bila ada yang akan memiliki suatu pengaruh yang positif. Seperti dengan antidepressants, efek dari obat ini terjadi secara berangsur-angsur, dan beberapa minggu dari pengobata bisa diperlukan sebelum respon dapat ditentukan.&lt;br /&gt;Anticonvulsant drugs should never be discontinued without your doctors supervision on how to safely discontinue taking them. There are possibilities that discontinuing anticonvulsants can cause seizures and other severe side-effects. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan antikejang tidak pernah dihentikan tanpa pengawasan para dokter bagaimana caranya dengan aman menghentikan pengobatan itu. Ada berbagai kemungkinan bahwa menghentikan anticonvulsant dapat menyebabkan kejang-kejang dan efek samping yang sangat parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Carbamazepine (Tegretol)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Carbamazepine mempunyai kekayaan antikejang yang telah ditemukan yang sangat bermanfaat untuk pengobatan epilepsi psychomotor dan sebagai satu tambahan yang berarti di dalam pengobatan dari epilepsi-epilepsi parsial, ketika yang diatur bersama dengan pengobatan antikejang yang lain untuk mencegah kemungkinan dari pelepasan epileptik. Suatu pengaruh mild psikotropic sedang diamati pada beberapa pasien-pasien, yang kelihatannya yang dihubungkan dengan pengaruh dari carbamazepine di bagian psychomotor atau temporal lobe epilepsy.&lt;br /&gt;Carbamazepine sebagai suatu monotherapy atau gabungan dengan litium atau neuroleptics telah bermanfaat di dalam pengobatan akut mania dan pengobatan gangguan prophylactic bipolar (manic-depressive)&lt;br /&gt;Seperti campuran trisiklik yang lain, carbamazepine mempunyai suatu tindakan anticholinergic yang moderat yang bertanggung jawab atau sebagian dari efek yang tak diinginkan nya. Suatu toleransi boleh mengembangkan kepada cara kerja carbamazepine beberapa bulan pengobatan dan harus diamati .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan dari Acute Mania dan Prophylaxis di Bipolar (Manic-Depressive)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carbamazepine bisa digunakan sebagai suatu monotherapy atau sebagai satu tambahan yang berarti kepada litium di dalam pengobatan dari acute mania or prophylaxis of bipolar (manic-depressive) disorders yang resistan atau bersifat antimanic konvensional. Carbamazepine suatu alternatif yang bermanfaat neuroleptics. Pasien-pasien dengan mania yang parah, dysphoric mania rapid rapid cycling yang tidak respon terhadap litium mungkin menunjukkan suatu yang positif ketika diobati dengan carbamazepine . Penting untuk dicatat bahwa rekomendasi ini didasarkan pada pengalaman klinis luas dan beberapa agen-agen perbandingan uji klinis .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contraindications&lt;br /&gt;Tidak harus diberikan kepada pasien-pasien yang diketahui dari penyakit yang hepatic,akut porphyria atau gangguan dari darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat itu harus tidak diberikan dengan segera sebelumnya, bersama dengan MAO inhibitor. Ketika pengobatan disarankan dengan carbamazepina terhadap pasen yang yang sedang menerima MAO inhibitor diharuskan ada interval waktu yang bebas klinis, tidak kurang dari 14 hari. Lalu dosis dari carbamazepina harus rendah pada awalnya, dan meningkat sangat secara berangsur-angsur.&lt;br /&gt;Efek Samping&lt;br /&gt;Reaksi-reaksi yang tpaling sering dilaporkan dengan carbamazepina adalah Cerebral Nervous System/Susunan Syaraf Pusat (eg., keadaan mengantuk, sakit kepala, keadaan tidak tenang di kaki, diplopia, sakit kepala berputar), gangguan-gangguan alergi gastrointestinal (nausea, vomiting), seperti juga reaksi-reaksi alergi kulit. Reaksi-reaksi ini biasanya terjadi hanya selama tahap yang awal dari ilmu pengobatan, jika dosis yang awal adalah terlalu tinggi, atau ketika pasien-pasien lebih tua. Mereka sudah jarang mengharuskan menghentikan ilmu pengobatan carbamazepina dan dapat diperkecil dengan pengobatan dosis yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian dari efek reaksi CNS dalam memanifestasi over dosis atau fluktuasi penting di dalam kadar plasma. Dalam kasus-kasus yang sedemikian sebaiknya untuk memonitor kadar plasma dan mungkin menurunkan dosis yang sehari-hari dan/atau membagi nya ke dalam 3 sampai 4 dosis kecil. Efek samping yang seriusi adalah reaksi-reaksi hematologic, hepatic, dermatologic dan cardiovasculer, yang memerlukan penyetopan pengobatan. Jika perawatan yang lain dengan carbamazepina harus dihentikan maka dialihkan ,kepada obat antiepileptik harus di bawah perlindungan diazepam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overdose&lt;br /&gt;Tanda-tanda dan gejala-gejala dari overdose biasanya melibatkan syraf pusat, cardiovasculer dan sistem pernapasan. tekanan CNS, disorentasi, tremor, kegelisahan, somnolence, agitation, halusinasi, pingsan, visi kabur, nistagmus, midriasis, menyatu pidato/suara?cara bicara, dysarthria, kehilangan keseimbangan, diskinesia, abnormal reflexes (slowed/hyperactive), convulsions), goncangan-goncangan, psychomotor gangguan-gangguan, myoclonus, opisthotonia, hypothermia/hyperthermia, cyanosis, EEG changes, Tidak diketahui adanya penawar racun yang spesifik kepada carbamazepina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER:&lt;br /&gt;1.Mental Health Medications Index &amp;amp; Information http://support4hope.com/medications/anticonvulsants/index.htm#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Wikipedia tentang Epilepsi&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Epilepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-4750803428577530669?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/4750803428577530669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=4750803428577530669' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4750803428577530669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/4750803428577530669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/pengobatan-epilepsi-dan-anti-konvulsan.html' title='Pengobatan Epilepsi dan anti konvulsan'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-1010386348969657914</id><published>2009-03-05T12:08:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T12:11:48.040-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kedokteran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Maternitas'/><title type='text'>KELAINAN HAID</title><content type='html'>Kelainan haid adalah masalah fisik atau mental yang mempengaruhi siklus menstruasi, menyebabkan nyeri, perdarahan yang tidak biasa yang lebih banyak atau sedikit, terlambatnya menarche atau hilangnya siklus menstruasi tertentu. &lt;br /&gt;Kelainan haid sering menimbulkan kecemasan pada wanita karena kehawatiran akan pengaruh kelainan haid terhadap kesuburan dan kesehatan wanita pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus Menstruasi&lt;br /&gt; Menstruasi adalah peluruhan dinding uterus (endometrium) pada setiap bulan secara periodik1,2. Menstruasi biasanya terjadi selama 2-7 hari dengan rata-rata durasi menstruasi + 4,7 hari. Saat menstruasi dapat kehilangan darah sekitar 10-80 cc darah dengan rata-rata 35 cc4,5. Siklus yang normal berlangsung 24-35 hari4.&lt;br /&gt;Haid pertama kali disebut menarche1,3,4. Menarche diawali dengan gejala pubertas lainnya seperti pertumbuhan payudara (telarche), tumbuh rambut kemaluan (puberche) dan tumbuh rambut ketiak3.  Menarche diikuti oleh siklus yang panjang sekitar 5-7 tahun, lalu regularitas siklus haid meningkat sehingga siklus haid memendek untuk mencapai masa siklus yang tetap4. Perubahan irreguler menjadi reguler ini berhubungan dengan terjadinya pematangan poros Hipotalamus – Hipofise – Ovarium4. Kemudian, saat wanita mulai memasuki masa menopause, irreguleritas siklus terjadi kembali karena mulai didominasi siklus-siklus yang anovulatoir4.&lt;br /&gt;Menstruasi terbagi dalam empat stadium yaitu, &lt;br /&gt;1. Stadium Menstruasi atau Deskuamasi, &lt;br /&gt;Pada stadium ini, endometrium luruh dari dinding rahim disertai dengan perdarahan. Hanya lapisan tipis yang tertinggal yaitu stratum basale. Darah ini tidak membeku karena adanya fermen yang mencegah pembekuan darah dan mencairkan potongan-potongan mukosa3,5. Bila darah banyak keluar, fermen tidak mencukupi hingga timbul bekuan darah dalam darah haid3. Pada saat ini ovarium mulai membentuk estrogen2.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;2. Stadium Post Menstruum atau Regenerasi, &lt;br /&gt;Pada stadium regenerasi, endometrium mulai menebal. Luka peluruhan ditutup oleh selaput lendir baru yang terbentuk dari sel epitel kelenjar-kelenjar endometrium. Pada saat ini tebal endometrium ± 0,5 mm. Stadium ini sudah mulai saat stadium menstruasi dan berlangsung ± 4 hari3.&lt;br /&gt;3. Stadium intermenstruum atau stadium proliferasi&lt;br /&gt;Pada stadium proliferasi, endometrium tumbuh menjadi cepat menjadi tebal ±3,5 mm. Kelenjar endometrium tumbuh lebih cepat hingga berkelok-kelok. Stadium proliferasi berlangsung pada hari ke 5-14 dari hari haid pertama3. Pada saat ini terjadi peningkatan FSH yang memicu terjadinya pematangan folikel di ovarium menjadi folikel de graaf. Folikel ini menghasilkan estrogen dimana estrogen menghambat kerja FSH sehingga pembentukan folikel lainnya dapat dihambat sehingga didapatkan satu folikel de graaf saja yang matang. Estrogen memulai pembentukan lapisan baru pada uterus3,5.&lt;br /&gt;Ketika folikel telah matang, folikel mensekresikan cukup estradiol untuk memacu terjadinya pelepasan LH secara akut3,5. Pelepasan LH ini terjadi pada hari ke-12 dan bertahan selama 48 jam. LH mematangkan ovum, menipiskan dinding folikel sehingga memungkinkan untuk terjadinya letupan pada folikel agar terjadi ovulasi. Pada ovarium manakah ovulasi terjadi masih belum diketahui, ovulasi terjadi pada ovarium secara acak. Pada beberapa wanita, ovulasi disertai oleh nyeri tengah siklus yang disebut mittelschmerz akibat ada cairan yang terbebas dari folikel yang meletup yang jatuh ke rongga abdomen dan merangsang terjadinya rangsang peritoneum. Perubahan hormonal tiba-tiba saat ovulasi dapat menyebabkan perdarahan ringan pada tengah siklus. Pada beberapa penelitian didapatkan peningkatan kemampuan penciuman perempuan saat ovulasi5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Stadium praementruum atau stadium sekresi3.&lt;br /&gt;Pada stadium sekresi, tebal endometrium kira-kira tetap tetapi bentuk kelenjar menjadi berliku dan mengeluarkan getah. Dalam endometrium sudah terjadi penimbunan glikogen dan kapur untuk makanan telur. Stadium sekresi ini berlangsung pada hari ke 14-28 dari haid hari pertama3. Setelah terjadi ovulasi, folikel yang sudah kehilangan ovum berubah menjadi korpus luteum di bawah pengaruh kelenjar hipofise. Korpus luteum menghasilkan progesteron dan tambahan estrogen untuk sekitar 2 minggu, setelah itu korpus luteum mati. Progesteron bertugas untuk menghasilkan lapisan yang cocok untuk implantasi embrio. Progesteron meningkatkan suhu basal sekitar 0,5- 10F. Bila fertilisasi terjadi, embrio akan mengalir ke dalam kavum uteri dan berimplantasi 6-12 hari setelah ovulasi. Segera setelah implantasi embrio memberikan sinyal pada sistem maternal. Sinyal awal berupa hCG. Sinyal ini berguna untuk mempertahankan korpus luteum agar dapat terus menghasilkan progesteron3. Bila tidak terjadi kehamilan, endometrium akan meluruh sehingga terjadilah menstruasi3,5. prostaglandin dihasilkan dari dinding uterus dan menyebabkan otot uterus kontraksi. Proses ini membantu untuk mengeluarkan darah dari uterus dari dinding rongga uterus. Proses ini juga menjelaskan bagaimana terjadinya nyeri saat haid2.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gambar Siklus Menstruasi3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan Haid&lt;br /&gt; Kelainan haid biasanya terjadi karena ketidak seimbangan hormon-hormon yang mengatur haid, namun dapat juga disebabkan oleh kondisi medis lainnya2. &lt;br /&gt;Banyaknya perdarahan ditentukan oleh lebarnya pembukuh darah, banyaknya pembuluh darah yang terbuka, dan tekanan intravaskular. Lamanya pedarahan ditentukan oleh daya penyembuhan luka atau daya regenerasi. Daya regenerasi berkurang pada infeksi, mioma, polip dan pada karsinoma6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Kelainan Panjang Siklus&lt;br /&gt;I.1. Amenorrhea (tidak ada periode haid)&lt;br /&gt;a. Definisi&lt;br /&gt; Amenorrhea bukan merupakan penyakit namun merupakan gejala. Amenorrhe dapat terjadi pada menopouse, sebelum pubertas, dalam kehamilan dan dalam masa laktasi. Bila tidak menyusukan, haid datang ± 3 bulan post partum namun bila menyusukan, haid datang pada bulan ke-66.&lt;br /&gt; Amenorrhea dapat dibagi menjadi amenorrhea primer dan sekunder. Amenorrhe primer berarti seorang perempuan belum mengalami haid2 setelah usia 16 tahun7 tetapi telah terdapat tanda-tanda seks sekunder atau tidak terjadi haid sampai 14 tahun tanpa adanya tanda-tanda seks sekunder. Amenorrhea biasanya terjadi pada gadis dengan underweight atau pada aktivitas berat dimana cadangan lemak mempengaruhi untuk memacu pelepasan hormon7.&lt;br /&gt; Amenorrhea sekunder berarti telah terjadi haid, tetapi haid terhenti untuk masa tiga siklus atau lebih dari enam bulan.&lt;br /&gt;b. Etiologi&lt;br /&gt; Amenorrhea dapat terjadi akibat gangguan pada komponen yang berperan pada proses haid. Komponen tersebut digambarkan dalam bagan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Lingkungan&lt;br /&gt;Kompartemen IV&lt;br /&gt;SSP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotalamus&lt;br /&gt;kompartemen III     GnRH&lt;br /&gt;Hipofise anterior&lt;br /&gt;Kompartemen II   FSH  LH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ovarium&lt;br /&gt;Kompartemen I                 progesteron    estrogen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uterus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haid&lt;br /&gt;Kelainan Kompartemen I: Kelainan saluran uterus&lt;br /&gt;1. Sindrom Asherman&lt;br /&gt;Pada sindrom ini terjadi amenorrhea sekunder. Keadaan ini terjadi akibat kuretase postpartum berlebihan sehingga terjadi sikatrik dan perlengketan. Endometrium mungkin memiliki tekanan yang begitu besar. Pasien dengan asherman sindrom dapat mengalamai keluhan lain seperti dismenorrhea dan hypomenorrhea.&lt;br /&gt;Pada masa lalu, asherman sindorm diobati dengan dilatasi dan kuretase untuk menghancurkan sikatrik. Sekarang dapat digunakan histeroskopi dengan melisiskan adhesi dengan memotong dan membakar dengan hasil yang lebih baik dibanding kuretase yang tidak terarah. Setelah dilakukan histeroskopi, perlu dicegah terjadinya kembali perlengketan dengan memasang IUD. Dapat juga menggunakan folley kateter pediatrik dengan memasukan 3 cc dan baru dilepas setelah 7 hari9.&lt;br /&gt;2. Mullerian anomali&lt;br /&gt;Pada keadaan ini, vagina, servik dan uterus mungkin tidak ada. Atau pada keadaan lain, uterus mungkin ada namun tidak terdapat rongga, atau terdapatnya rongga namun endometrium sangat sedikit9.&lt;br /&gt;Penanganan pada pasien ini dilakukannya operasi dengan menggunakan teknik vecchietti atau teknik Frank untuk membentuk saluran vagina buatan. Penundaan operasi dapat menyebabkan terjadinya inflamasi9.&lt;br /&gt;3. Insensitivitas Androgen (testicular feminization)&lt;br /&gt;Insenitivitas androgen komplit didiagnosa bila didapatkan kanalis vagina namun tidak didapatkan uterus. Pasien ini berupa pria pseudohermaprodit dimana ketentuan pria ditentukan dari adanya kromosom XY dan pasien memilliki testes. Pseudohermaprodit berarti genitalia berlawanan dengan gonad. Sehingga pada pasien ini secara fenotip tampak seperti wanita tapi tidak ditemukannya rambut pubis dan rambut ketiak. Pada pasien ini terdapat testosteron darah yang normal atau sedikit meningkat dan kenaikan LH&lt;br /&gt;Pada insensitivitas androgen inkomplit (1:10 dibandingkan yang komplit), individu mendapat sedikit pengaruh androgen. Individu ini mungkin memiliki pembesaran klitoris, dan phallus mungkin ada. Rambut pubis dan ketiak ada dan terdapat pertumbuhan payudara9. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan Kompartemen II&lt;br /&gt;1. Kelainan ovarium&lt;br /&gt;Kelainan ovarium dapat menyebabkan amenorrhea primer maupun sekunder. 30-40% amenorrhea primer mengalami kelainan perkembangan ovarium (Gonadal disgenesis). Pasien ini dapat terdiri dari pasien dengan kariotip 45X (50%), mosaik (25%), 46XX (25%). Wanita dengan gonadal disgenesis diseratai amenorrhea sekunder berhubungan dengan kariotip 46xx, mosaik, 47 xxx ,dan 45x9.&lt;br /&gt;2. Sindrom Turner&lt;br /&gt;Pada sindrom ini terjadi kehilangan satu X. Kromososm X aktif dalam oosit untuk menghindari percepatan kematian folikel. Karena pada pasien ini terjadi kekurangan folikel, terjadi kekurangan hormon sex gonadal saat pubertas sehingga terjadi amenorrhea primer9.&lt;br /&gt;3. Kegagalan ovarium prematur&lt;br /&gt;Sekitar 1% wanita akan mengalami hal ini sebelum usia 40 tahun. Hal ini juga terjadi pada wanita dengan amenorrhea. Kegagalan ovarium yang prematur dapat disebabkan kelainan genetik dengan peningkatan kematian folikel. Dapat juga merupakan proses autoimun dimana folikel dihancurkan9. &lt;br /&gt;4. Efek radiasi dan kemoterapi&lt;br /&gt;Efek radiasi tergantung dari umur dan dosis radiasi. Fungsi barium dapat kembali setelah bertahun-tahun kemudian. Di lain pihak kerusakan tidak akan muncul hingga terjadinya kegagalan ovarium prematur. Ketika radiasi diberikan di luar pelvis, radiasi tidak memberikan resiko terjadinya kegagalan ovarium prematur. Gonad tidak dalam keadaan bahaya ketika di dapur  menggunakan oven microwave yang berdaya penetrasi rendah9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan Kompartemen III&lt;br /&gt;Gangguan pada kompartemen ini dapat berupa gangguan pada hipofise anterior. Gangguan dapat berupa adanya tumor yang bersifat mendesak ataupun menghasilkan hormon yang membuat haid menjadi terganggu9. Tumor mikroadenoma dapat diterapi dengan menggunakan agonis dopamin dimana dopamin dapat menghambat pelepasan prolaktin lebih lanjut sehingga pembesaran tumor hipofise dan prolaktinemia dapat dicegah. Operasi dapat dilakukan terutama bila tumor masih kecil. Namun angka rekurensi setelah operasi sangat besar lagipula struktur tumor sulit dibedakan dengan jaringan hipofise sehat sehingga operasi sering kali meninggalkan sisa. Pada makroadenoma dapat diberikan agonis dopamin terlebih dahulu untuk memperkecil ukuran tumor. Setelah operasi dapat dilanjutkan dengan pemberian radiasi namun radiasi ini dapat memicu terjadinya tumor di tempat lain pada otak9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan Kompartemen IV&lt;br /&gt;Gangguan pada pasien ini disebabkan oleh gangguan mental yang secara tidak langsung menyebabkan terjadinya pelepasan neurotransmiter seperti serotonin yang dapat menghambat lepasnya gonadotropin. Gangguan pada kompartemen ini dapat terjadi pada penderita anoreksia nervosa maupun atlet atau penari balet yang mengalami latihan dengan ketegangan9.&lt;br /&gt;Amenorrhea dapat juga disebabkan oleh penyakit-penyakit lain seperti penyakit kronis (TBC), penyakit metabolik seperti penyakit tiroid, pankreas dan glandula suprarenalis, kelainan gizi (obesitas dan underweight), kelainan hepar dan ginjal6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.   Pengelolaan &amp; prognosa&lt;br /&gt; Pengelolaan pada pasien ini tergantung dengan penyebab. Bila penyebab adalah kelainan genetik, prognosa kesembuhan buruk. Menurut beberapa penelitian, dapat dilakukan terapi sulih hormon, namun fertilitas belum tentu dapat dipertahankan9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Komplikasi&lt;br /&gt; Komplikasi yang paling ditakutkan dari amenorrhea adalah infertilitas. Komplikasi lainnya adalah tidak percaya dirinya penderita sehingga dapat menggangu kompartemen IV dan terjadilah lingkaran setan terjadinya amenorrhea. Komplikasi lainnya munculnya gejala-gejala lain akibat  insufisiensi hormon seperti osteoporosis9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Langkah-langkah diagnosa bila ditemukan amenorrhea&lt;br /&gt;Yang harus dilakukan adalah lakukan pemeriksaan TSH karena pada keadaan hipotroid terjadi penurunan dopamin sehingga merangsang pelepasan TRH. TRH merangsang hipofise anterior untuk menghasilkan prolaktin dimana prolaktin akan menghambat pelepasan GnRH. Namun pada satu waktu, saat hipofise anterior terangsang secara kronik, hipofise anterior dapat membesar sehingga meningkatkan sekresi GnRH dan menyebabkan terjadinya pematangan folikel yang terburu-buru sehingga terjadi kegagalan ovarium prematur. Sehingga harus diwaspadai bila terjadi suatu tanda-tanda hipotiroid, amenorrhea dan galaktorrhea9. &lt;br /&gt;Keadaan amenorrhea yang disertai keadaan galaktorrhea dapat juga terjadi pada sindrom chiari-Frommel yang terjadi setelah kehamilan dan merupakan amenorrhea laktasi yang berkepanjangan. Diduga keadaan ini disebabkan oleh inhibisi dari faktor imhibisi prolaktin dari hipofise. Pada sindrom Forbes-Albright terdapat adenoma chromopob dimana banyak dihasilkan prolaktin. Pada sindrom Ahoemada del-Costello tidak terdapat hubungan  antara kehamilan dengan tumor hipofise. Sindrom ini diduga akibat obat-obatan seperti kontrasepsi dan fenotiazin6.&lt;br /&gt;Pasien juga seharusnya dilakukan progesteron challenge. Bila dengan pemberian progesteron lalu dilakukan withdrawl terjadi haid, maka dipastikan amenorrhea disebabkan anovulasi. Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah pemberian progesteron9.&lt;br /&gt; Perlu juga diberikan preparat estrogen bila dengan pemberian progesteron tidak menghasilkan haid  untuk mencari apakah penyebab terjadinya amenorrhea akibat kurangnya estrogen9.&lt;br /&gt;Bila dengan langkah-langkah di atas tidak didapatkan hasil yang memuaskan, lakukan pemeriksaan FSH dan LH untuk mencari apakah penyebab amenorrhea ada pada kompartemen III9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Amenorrhea pada atlet dengan latihan berlebih&lt;br /&gt; Saat dilakukan latihan berlebih, dibutuhkan kalori yang banyak sehingga cadangan kolesterol tubuh habis dan bahan untuk pembentukan hormon steroid seksual (estrogen &amp; progesteron) tidak tercukupi. Pada keadaan tersebut juga terjadi pemecahan estrogen berlebih untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar dan terjadilah defisiensi estrogen dan progeteron yang memicu terjadinya amenorrhea. Pada  keadaan latihan berlebih banyak dihasilkan endorpin yang merupakan derifat morfin. Endorpin menyebabkan penurunan GnRH sehingga estrogen dan progesteron menurun. Pada keadaan stress berlebih, corticotropin releasing hormon dilepaskan, pada peningkatan CRH, terjadi peningkatan opoid yang dapat menekan pemebentukan GnRH2,9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.2 Oligomenorrhea&lt;br /&gt; a. Definisi&lt;br /&gt;Oligomenorrhea disebut juga sebagai haid jarang atau siklus panjang6,10. Oligomenorrhea terjadi bila siklus lebih dari 35 hari. Darah haid biasanya berkurang1,9,11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Etiologi&lt;br /&gt;Oligomenorrhea biasanya berhubungan dengan anovulasi atau dapat juga disebabkan kelainan endokrin seperti  kehamilan, gangguan hipofise-hipotalamus, dan menopouse atau sebab sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih11. &lt;br /&gt;Oligomenorrhea sering terdapat pada wanita astenis6. Dapat juga terjadi pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik dimana pada keadaan ini dihasilkan androgen yang lebih tinggi dari kadara pada wanita normal. Oligomenorrhea dapat juga terjadi pada stress fisik dan emosional, penyakit kronis, tumor yang mensekresikan estrogen dan nutrisi buruk. Oligomenorrhe dapat juga disebabkan ketidakseimbangan hormonal seperti pada awal pubertas1. &lt;br /&gt;Oligomenorrhea yang menetap dapat terjadi akibat perpanjangan stadium folikular, perpanjangan stadium luteal, ataupun perpanjang kedua stadium tersebut. Bila siklus tiba-tiba memanjang maka dapat disebabkan oleh pengaruh psikis atau pengaruh penyakit6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Gejala&lt;br /&gt; Gejala oligomenorrhea terdiri dari periode menstruasi yang lebih panjang dari 35 hari dimana hanya didapatkan 4-9 periode dalam 1 tahun. Beberapa wanita dengan oligomenorrhea mungkin sulit hamil. Bila kadar estrogen yang menjadi penyebab, wanita tersebut mungkin mengalami osteoporosis dan penyakit kardiovaskular. Wanita tersebut juga memiliki resiko besar untuk mengalami kanker uterus1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pengobatan&lt;br /&gt; Pengobatan oligomenorrhea tergantung dengan penyebab1. Pada oligomenorrhea dengan anovulatoir serta pada remaja dan wanita yang mendekati menopouse tidak memerlukan terapi6. Perbaikan status gizi pada penderita dengan gangguan nutrisi dapat memperbaiki keadaan oligomenorrhea. Oligomenorrhea sering diobati dengan pil KB untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormonal. Pasien dengan sindrom ovarium polikistik juga sering diterapi dengan hormonal. Bila gejala terjadi akibat adanya tumor, operasi mungkin diperlukan. Pengobatan alternatif lainnya dapat menggunakan akupuntur atau ramuan herbal1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Komplikasi&lt;br /&gt; Komplikasi yang paling menakutkan adalah terganggunya fertilitas dan stress emosional pada penderita sehingga dapat meperburuk terjadinya kelainan haid lebih lanjut. Prognosa akan buruk bila oligomenorrhea mengarah pada infertilitas atau tanda dari keganasan1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Polimenorrhea&lt;br /&gt;a.   Definisi&lt;br /&gt; Polimenorrhea adalah kelainan haid dimana siklus kurang dari 21 hari5 dan menurut literatur lain siklus lebih pendek dari 25 hari6,12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Etiologi&lt;br /&gt; Bila siklus pendek namun teratur ada kemungkinan stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau kedua stadium memendek. Yang paling sering dijumpai adalah pemendekan stadium proliferasi. Bila siklus lebih pendek dari 21 hari kemungkinan melibatkan stadium sekresi juga dan hal ini menyebabkan infertilitas6.&lt;br /&gt; Siklus yang tadinya normal menjadi pendek biasanya disebabkan pemendekan stadium sekresi karena korpus luteum lekas mati. Hal ini sering terjadi pada disfungsi ovarium saat klimakterium, pubertas atau penyakit kronik seperti TBC6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Terapi&lt;br /&gt; Keadaan ini dapat diperbaiki dengan menggunakan terapi hormonal. Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan estrogen dan stadium sekresi dapat diperpanjang dengan kombinasi estrogen-progesteron6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.4. Metrorrhagia&lt;br /&gt; Metrorrhagia adalah perdarahan tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid6 namun keadaan ini sering dianggap oleh wanita sebagai haid walaupun berupa bercak11,12.&lt;br /&gt; Metrorrhagia dapat disebabkan oleh kehamilan seperti abortus ataupun kehamilan ektopik6 dan dapat juga disebabkan oleh faktor luar kehamilan seperti ovulasi, polip endometrium dan karsinoma serviks. Akhir-akhir ini, estrogen eksogen menjadi penyebab tersering metrorrhagia11. Terapi yang diberikan tergantung etiologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Kelainan Jumlah Darah Haid&lt;br /&gt;II.1 Menorrhagia&lt;br /&gt;a.   Definisi&lt;br /&gt; Menorrhagia  adalah pengeluaran darah haid yang terlalu banyak dan biasanya disertai dengan pada siklus yang teratur6,11. &lt;br /&gt;Menorrhagia biasanya berhubungan dengan nocturrhagia yaitu suatu keadaan dimana menstruasi mempengaruhi pola tidur wanita dimana waita harus mengganti pembalut pada tengah malam. Menorrhagia juga berhubungan dengan kram selama haid yang tidak bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Penderita juga sering merasakan kelemahan, pusing, muntah dan mual berulang selama haid12.&lt;br /&gt;b. Etiologi&lt;br /&gt; Etiologi menorrhagia dikelompokan dalam 4 kategori yaitu, &lt;br /&gt;i. Gangguan pembekuan, &lt;br /&gt;Walaupun keadaan perdarahan tertentu seperti ITP dan penyakit von willebrands berhubungan dengan peningkatan menorrhagia, namun efek kelainan pembekuan terhadap individu bervariasi. Pada wanita dengan tromboitopenia kehilangan darah berhubungan dengan jumlah trombosit selama haid. Splenektomi terbukti menurunkan kehilangan darah13.&lt;br /&gt;ii. disfunctional uterine bleeding (DUB), &lt;br /&gt;Pada dasarnya peluruhan saat haid bersifat self  limited karena haid berlangsung secara simultan di seluruh endometrium serta jaringan endometrium yang terbentuk oleh estrogen dan progesterone normal bersifat stabil. Pada DUB, keadaan ini sering terganggu4.&lt;br /&gt;DUB dapat terjadi disertai ovulasi maupun anovulasi. Pada keadaan terjadinya ovulasi, perdarahan bersifat lebih banyak dan siklik hampir sesuai dengan siklus haid. Pada keadaan anovulasi, perdarahan bersifat  namun dengan siklus yang tidak teratur sehingga sering disebut menometrorrhagia. DUB dapat disebabkan estrogen withdrawl bleeding, progesteron withdrawl bleeding, estrogen breakthrough bleeding, progesterone breakthrough bleeding4,&lt;br /&gt;Estrogen withdrawl bleeding terjadi pada keadaan setelah ooparektomi bilateral, radiasi folikel yang matur atau penghentian tiba-tiba obat-obatan yang mengandung estrogen4.&lt;br /&gt;Estrogen breakthrough bleeding menyebabkan lapisan endometrium menjadi semakin menebal namun akhirnya runtuh karena kurang sempurnanya struktur endometrium karena tidak sebandingnya jumlah progesterone yang ada disbanding jumlah estrogen. Perdarahan biasanya bersifat spotting. Estrogen breakthrough bleeding yang berkelanjutan mengacu pada keadaan amenorrhea namun secara tiba-tiba dapat mengakibatkan perdarahan yang banyak4.&lt;br /&gt;Progesteron withdrawl bleeding terjadi bila korpus luteum dihilangkan. Progesteron withdrawl bleeding  hanya akan terjadi bila diawali proliferasi endometrium yang diatur oleh estrogen. Namun bila kadar estrogen meningkat 10-20 kali lipat, progesteron withdrawl bleeding tidak akan terjadi4.&lt;br /&gt;Progesterone breakthrough bleeding terjadi bila kadar progesterone melebihi keseimbangan dengan estrogen. Dinding endometrium yang menebal akan meluruh sedikit demi sedikit akibat struktur yang tidak kuat. Hal ini terjadi saat menggunakan pil kontrasepsi dalam jangka waktu lama4. &lt;br /&gt;Pada keadaan progesteron withdrawl bleeding dan estrogen breakthrough bleeding diberikan terapi progesteron sehingga tercapai keseimbangan jumlah progesterone-estrogen. Progesterone bersifat antiestrogen dimana menstimulasi perubahan estradiol menjadi estron sulfat yaitu bentuk tidak aktif estrogen. Progesterone juga menghambat pembentukan reseptor estrogen. Estrogen juga mencegah transkripsi onkogen yang dimediasi oleh estrogen4.&lt;br /&gt;Pada oligomenorrhea (estrogen breakthrough bleeding) preparat progesterone yang digunakan adalah medroxypogesteronaseta, 5-10 mg/hari selama 10 hari. Pada menorrhagia (estrogen breakthrough bleeding yang berlangsung lama dan progesteron withdrawl bleeding) progestin digunakan selama 10 hari hingga 2 minggu untuk menstabilkan dinding endometrium lalu dihentikan secara tiba-tiba dengan maksud mengikis semua dinding endometrium dan bersifat kuretase alami4. &lt;br /&gt;Terapi estrogen diberikan pada Estrogen withdrawl bleeding dan progesterone breakthrough bleeding untuk memperkuat stroma tempat kelenjar yang hiperplasia karena dirangsang progesterone. Pada keadaan ini diberikan 25 mg estrogen terkonjugasi secara intra vena tiap 4 jam hingga perdarahan berhenti atau selama 24 jam untuk menghindari terbentuknya trombus pada kapiler uterus. Semua terapi estrogen harus diikuti terapi progesteron dan withdrawl bleeding4. &lt;br /&gt;Dapat juga diberikan anti prostaglandin untuk vasokontriksi darah sehingga perdarahan dapat berhenti4.&lt;br /&gt;Desmopresin asetat (analog sintetik dari arginin vasopresin) digunakan untuk mengobati DUB pada pasien gangguan pembekuan terutama pada penyakit von willebrand’s dan dapat diberikan intranasal maupun intravena. Pengobatan dapat meningkatkan kadar faktor VIII dan faktor von willebrands yang berlangsung sekitar 8 jam4.&lt;br /&gt; iii. Gangguan pada organ dalam pelvis&lt;br /&gt;Menorrrhagia biasanya berhubungan dengan fibroid pada uterus, adenommiosis, infeksi pelvis, polips endometrial, dan adanya benda asing seperti IUD. Wanita dengan perdarahan haid melebihi 200 cc 50% mengalami fibroid. 40% pasien dengan adenomiosis mengalami perdarahan haid melebihi 80cc13. Menorrhagia pada retrofleksi disebabkan karena bendungan pada vena uterus sedangkan pada mioma uteri, menorrhagia disebabkan oleh kontraksi otot yang kurang kuat, permukaan endometrium yang luas dan bendungan vena uterus6.&lt;br /&gt;iv. Gangguan medis lainnya&lt;br /&gt;Gangguan medis lainnya yang dapat menyebabkan menorrhea diantaranya hipotiroid dan sindrom cushing, patifisiologi terjadinya belum diketahui dengan pasti11,13. Dapat juga terjadi pada hipertensi, dekompsatio cordis dan infeksi dimana dapat menurunkan kualitas pembuluh darah. Menorrhagia dapat terjadi pada orang asthenia dan yang baru sembuh dari penyakit berat karena menyebabkan kualitas miometrium yang jelek6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Terapi&lt;br /&gt; Terapi menorrhagia sangat tergantung usia pasien, keinginan untuk memiliki anak, ukuran uterus keseluruhan, dan ada tidaknya fibroid atau polip. Spektrum pengobatannya sangat luas mulai dari pengawasan sederhana, terapi hormon, operasi invasif minimal seperti pengangkatan dinding endometrium (endomiometrial resection atau EMR), polip (polipektomi), atau fibroid (miomektomi) dan histerektomi (pada kasus yang refrakter)12. &lt;br /&gt;Dapat juga digunakan herbal yarrow, nettle’s purse, agrimony, ramuan cina, ladies mantle, vervain dan raspbery merah yang diperkirakan dapat memperkuat uterus. Vitex juga dianjurkan untuk mengobati menorrhea dan sindrom pre-mentrual. Dianjurkan juga pemberian suplemen besi untuk mengganti besi yang hilang melalui perdarahan. Vitamin yang diberikan adalah vitamin A karena wanita dengan lehilangan darah hebat biasanya mengalami penurunan kadar vitamin A dan K yang dibutuhkan untuk pembekuan darah. Vitamin C, zinc dan bioflavinoids dibutuhkan untuk memperkuat vena dan kapiler7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Prognosis&lt;br /&gt; Prognosis pada semua ketidakteraturan adalah baik bila diterapi dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.2. Hipomenorrhea (kriptomenorrhea)&lt;br /&gt; Hipomenorrhea adalah suatu keadan dimana jumlah darah haid sangat sedikit (&lt;30cc)1,11,  kadang-kadang hanya berupa spotting11. Dapat disebabkan oleh stenosis pada himen, servik atau uterus. Pasien dengan obat kontrasepsi kadang memberikan keluhan ini11. Hal ini juga dapat terjadi pada hipoplasia uteri dimana jaringan endometrium sedikit6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.2.3. Dismenorrhea&lt;br /&gt;a. Definisi&lt;br /&gt; Dismenorrhea adalah nyeri sewaktu haid6,7,12,13. Dismenorrhea terdiri dari gejala yang kompleks berupa kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis seperti kelemahan umum2,7,13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Klasifikasi&lt;br /&gt;Dismenorrhea primer (idiopatik)&lt;br /&gt;Dismenorrhea primer adalah dismenorrhea yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya2,6. Dismenorrhea primer terjadi pada 90% wanita dan biasanya terasa setelah mereka menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20-an atau hingga mereka memiliki anak. Sekitar 10% penderita dismenorrhea primer tidak dapat mengikuti kegiatan sehari-hari. Gejala nya mulai terasa pada 1 atau 2 hari sebelum haid dan berakhir setelah haid dimulai7. Biasanya nyeri berakhir setelah diberi kompres panas atau oleh pemberian analgesik10.&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu hiperaktivitas uterus, endotelin, prostaglandin, vasopressin dan kerusakan saraf perifer.&lt;br /&gt;Hiperaktivitas uterus berhubungan dengan aliran darah uterus. Hiperaktivitas uterus terjadi pada endometriosis dan adenomiosis. Uterus yang berkontraksi menyebabkan “angina” sehingga terjadilah nyeri13.&lt;br /&gt;Endotelin adalah uterotonin poten pada uterus yang tidak hamil. Endotelin berperan menginduksi kontraksi otot polos pada perbatasan dengan kelenjar endometrium. Tempat yang paling banyak mengandung ikatan endotelin adala epitel kelenjar pada tempat tersebut. Endotelin tersebut dapat menginduksi pelepasan PGF2α dan menginduksi kelenjar lainnya untuk menghasilkan endorpin lainnya (parakrin). Iskemi yang terjadi akibat kontraksi selanjutnya merangsang pelepasan endorpin dan PGF2α sehingga akan menyebabkan disperistaltis lebih lanjut13.&lt;br /&gt;Endometrium wanita dengan dismenorrhea menghasilkan PGF2α lebih banyak daripada wanita normal. PGF2α adalah oksitoksi dan vasokonstriktor yang poten yang bila diberikan pada uterus akan menghasilkan nyeri dan mengakibatkan pengeluaran darah haid. Alasan mengapa PGF2α lebih tinggi pada wanita tertentu belum diketahui dengan pasti13. Pada beberapa wanita, prostaglandin dapat mengakibatkan otot polos dalam sistem gastrointestinal berkontraksi sehingga menyebabkan mual, muntah dan diare7.&lt;br /&gt;Vasopresin merupakan vasokonstriktor yang menstimulasi miometrium berkontraksi. Pada hari pertama menstruasi,kadar vasopresin meningkat pada wanita dengan dismenorrhea13.&lt;br /&gt;   Kerusakan saraf perifer pada miometrium dan serviks oleh persalinan. Hal ini menjelaskan mengapa pada wanita yang telah melahirkan dismenorrhea dapat berkurang13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dismenorrhea sekunder&lt;br /&gt;Dismenorrhea sekunder biasanya terjadi kemudian setelah menarche6. Biasanya disebabkan hal lain6,7. Nyeri biasanya bersifat regular pada setiap haid namun berlangsung lebih lama dan bisa berlangsung selama siklus. Nyeri mungkin nyeri pada salah satu sisi abdomen7.&lt;br /&gt;Dismenorrhea sekunder dapat disebabkan oleh endometriosis dimana jaringan uterus tumbuh di luar uterus dan ini dapat terjadi pada wanita tua maupun muda. Implan ini masih bereaksi terhadap estrogen dan progesteron sehingga dapat meluruh sat haid. Hasil peluruhan bila jatuh ke dalam rongga abdomen dan merangsang peritoneum akan menghasilkan nyeri. Endometriosis ditemukan pada 10-15% wanita usia 25-33 tahun2. Dismenorrhea sekunder dapat juga disebabkan fibroid, penyakit radang panggul; IUD; tumor pada tuba fallopi, usus atau vesika urinaria; polip uteri; inflmatory bowel desease; skar atau perlengketan akibat operasi sebelumnya dan adenomiosis yaitu suatu keadaan dimana endometrium tumbuh menembus miometrium6,7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Terapi&lt;br /&gt; Dismenorrhea primer biasanya diobati oleh NSAID seperti ibuprofen dan naproxen yang dapat mengurangi nyeri pada 64% penderita dissmenorrhea primer. Pil kontrasepsi menghilangkan nyeri dan gejala lainnya pada 90% penderita dengan menekan ovulasi dan jumlah perdarahan. Terapi ini membutuhkan waktu 3 siklus untuk menghilangkan gejala. Kompres panas juga dapat mengurangi nyeri7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menstrual Disorder. www. en.wikipedia.org. diakses tanggal 17 Pebruari 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Kim’s Story. www.humanillnesses.com. Diakses tanggal 17 Pebruari 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNPAD. Fisiologi Alat-alat reproduksi Wanita dalam Obstetri Fisiologi. Bandung. Penerbitan Eleman. 1983: 73-78&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Disfunctional Uterine Bleeding in Novack Gynecology. Philladelphia. Lippincot &amp;William.inc. 2002: 575-591&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menstrual Disorder http://en.wikipwdia.org diakses tanggal 18 Pebruari 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNPAD. Kelainan haid dalam Ginekologi. Bandung. Elstar Offset. 1981 : 31-39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menstrual Disorder. http://www.healthatoz.com. Diakses tanggal 18 Pebruari 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNPAD. Amenore dalam Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi RSUP dr. Hasan Sadikin, bagian II Ginekologi. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNPAD. Bandung. 1997 : 36-40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sperof, Glass, Kace. Amenorrhea in Clinical Gynecologic Endokrinology &amp; Infertility. 6th edition. Washington. 1999: 421-475&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Diagnostic Procedure in menstrual disorder. http://www.familypractice.com. Diakses tanggal 17 Pebruari 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Silberstein, Taaly. Complication of Menstruation; Abnormal Bleeding in Current Obstetric &amp; Gynecologic Diagnosis  Treatment. 9th edition.  India. McGraw-Hill Companies, Inc. 2003 ; 623-630&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menstrual Disorder. http://www.cmdrc.com. Diakses tanggal 17 Pebruari 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Lumsden, Ann Marie; McGavigan, Jay. Menstruation and Menstrual Disorder  in Gynecology. 3rd edition. China. Elsevier Science Limited. 2003 : 459-467 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-1010386348969657914?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/1010386348969657914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=1010386348969657914' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1010386348969657914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/1010386348969657914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/kelainan-haid.html' title='KELAINAN HAID'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-6607161361460324797</id><published>2009-03-05T12:05:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T12:08:50.491-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Maternitas'/><title type='text'>Nutrisi dalam Kehamilan</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Nutrisi yang baik selama kehamilan sangat dibutuhkan untuk perkembangan janin dan kesehatan ibu. Janin yang sedang berkembang membutuhkan nutrisi dimana nutrisi ini diambil dari ibu, sehingga kebutuhan nutrisi pada wanita hamil meningkat. Oleh karena itu penting untuk wanita hamil mendapatkan nutrisi yang cukuptiap harinya.&lt;br /&gt;Berdasarkan beberapa pengalaman di masa lalu hasil akhir kehamilan hanya dapat dipengaruhi jika terjadi keadaan gizi buruk pada wanita yang bersangkutan. Hal ini tentu saja harus diperhatikan di Indonesia karena sejak sebelum merdeka sampai sekitar tahun 1960-an, masalah gizi buruk merupakan masalah besar di Indonesia, walaupun saat ini masalah gizi buruk hanya terjadi terutama pada wanita di daerah-daerah miskin. Selain karena bencana alam, masalah ini erat kaitannya dengan masalah kemiskinan. Angka gizi buruk umumnya meningkat pada saat ekonomi masyarakat terpuruk, dan menurun bila keadaan ekonomi membaik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Saat terjadi musim dingin yang berat di Eropa pada tahun 1944-1945, yang pada titik terendahnya porsi makanan yang didapatkan hanya mengandung kalori 450 kkal/hari didapatkan penurunan median berat badan janin sebesar 250 gram dan kembali meningkat setelah makanan yang cukup kembali dapat diperoleh, walaupun demikian hal ini tidak berpengaruh terhadap angka kematian perinatal, bahkan frekuensi “toksemia” pada kehamilan malah menurun.&lt;br /&gt;Peningkatan berat badan ibu saat hamil ternyata berpengaruh terhadap berat badan janin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Abrams and Laros (1986) menunjukkan bahwa wanita dengan berat badan rendah melahirkan bayi yang lebih kecil. Banyak sekali studi yang menyarankan jumlah penambahan berat badan yang seharusnya bagi wanita hamil, namun mungkin penemuan yang menakjubkan mengenai panambahan berat badan dalam kehamilan adalah terdapatnya rentang yang cukup lebar yang dapat memberikan hasil akhir klinis yang baik dan sesuatu yang “tidak normal” sangat tidak spesifik untuk tiap-tiap individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN&lt;br /&gt;Secara periodik, Food and Nutrition Board of the National Research Council di Amerika merekomendasikan kebutuhan nutrisi untuk wanita, termasuk yang sedang hamil dan menyusui. Walaupun demikan rekomendasi ini tidak ditujukan untuk diaplikasikan untuk individu, melainkan sebagai patokan kebutuhan dalam populasi, karena individu sudah pasti sangat bervariasi dalam kebutuhannya. Beberapa suplemen vitamin-mineral prenatal dapat menyebabkan pemasukan yang jauh di atas angka kecukupan ini, lebih lagi penggunaan suplemen berlebih yang biasanya dilakukan atas inisiatif pribadi telah meningkatkan perhatian masyarakat akan kemungkinan terjadinya toksisitas dalam kehamilan. Beberapa nutrisi ini antara lain besi, seng, selenium, dan vitamin A, B6, C, and D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUPLEMEN VITAMIN-MINERAL PRENATAL&lt;br /&gt; Sampai munculnya rekomendasi untuk pemberian asam folat untuk mencegah terjadinya defek tuba neural, hanya besi yang dikenal sebagai satu-satunya zat yang tidak dapat dipenuhi melalui makanan saja dalam kehamilan (Institute of Medicine, 1990). Suplemen harian zat besi sebesar 30 mg direkomendasikan sebagai profilaksis terhadap defisiensi zat besi pada wanita dengan resiko rendah untuk menjadi gizi buruk.&lt;br /&gt; Pemberian suplemen multivitamin-mineral secara rutin tidak dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics and the American College of Obstetricians and Gynecologists (1997), kecuali diet ibu dipertanyakan atau ia berada dalam resiko tinggi terjadi gizi buruk, seperti pada kehamilan multiple, penyalahgunaan zat, vegetarian, penderita epilepsi, dan wanita dengan kelainan hemoglobin. Untuk wanita beresiko tinggi ini  suplemen harian multivitamin-mineral dianjurkan dimulai pada trimester kedua. Komposisi yang dianjurkan adalah 30-60 mg besi, 15 mg seng, 2 mg tembaga, 250 mg kalsium, 10 ug (400 IU) vitamin D, 50 mg vitamin C, 2 mg vitamin B6, 300 ug asam folat, dan 2 ug vitamin B12 (Institute of Medicine, 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALORI&lt;br /&gt; Kehamilan membutuhkan tambahan 80.000 kkal yang lebih banyak terkumpul pada 20 minggu terakhir kehamilan. Peningkatan kalori harian sebesar 300 kkal sepanjang kehamilan dianjurkan oleh National Research Council (1989). Kalori sangat penting untuk pembentukan energi, dan ketika terjadi kekurangan pasokan energi, protein dimetabolisme untuk menghasilkan energi dan bukannya diperuntukkan untuk fungsi pentingnya yaitu pertumbuhan dan perkembangan janin. Kebutuhan fisiologis total selama kehamilan tidak selalu merupakan jumlah dari kebutuhan ketika tidak hamil ditambah peningkatan kebutuhan kalori saat hamil, karena dapat disiasati, sebagai contoh, kebutuhan energi yang terjadi selama kehamilan dapat dikompensasi dengan mengurangi aktivitas fisik (Hytten, 1991). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROTEIN &lt;br /&gt;Kebutuhan protein pada wanita hamil berasal dari kebutuhan wanita tidak hamil ditambah kebutuhan protein untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel janin, plasenta, uterus dan payudara, serta peningkatan kebutuhan darah maternal. Selama 6 bulan terakhir kehamilan, sekitar 1 kg protein dideposit, kira-kira berasal dari 5-6 gram protein per hari (Hytten dan Leitch, 1971). Asam amino pada ibu hamil mengalami penurunan konsentrasi ornitin, glisin, taurin dan prolin, serta mengalami peningkatan konsentrasi asam glutamat dan alanin.&lt;br /&gt;Sumber protein yang lebih baik berasal dari protein hewani, seperti daging, susu, telur, keju, dan ikan, sebab makanan terrsebut mengandung asam amino dalam kombinasi optimal. Susu beserta produk-produk yang berasal dari susu telah lama diperkirakan sebagai sumber makanan yang hampir ideal, terutama untuk protein dan kalsium, baik untuk wanita hamil maupun menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MINERAL&lt;br /&gt;Secara praktis, semua makanan yang mengandung jumlah kalori yang cukup untuk peningkatan berat badan yang sesuai, mengandung mineral dalam jumlah cukup untuk mencegah defisiensi jika menggunakan garam beryodium.&lt;br /&gt;Zat Besi&lt;br /&gt;Dalam kehamilan, terdapat peningkatan kebutuhan zat besi yang disebabkan oleh peningkatan volume plasma saat kehamilan. Sekitar 300 mg dari zat besi tersebut akan ditransfer ke janin dan plasenta, sedangkan 500 mg yang lain, jika tersedia, akan ditransfer ke massa hemoglobin ibu yang meningkat, hampir semuanya digunakan setelah pertengahan kehamilan. Selama kehamilan, kebutuhan zat besi disebabkan oleh kehamilan dan ekskresi ibu sekitar 7 mg per hari. Sangat sedikit wanita yang memiliki cadangan zat besi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ini, sedangkan asupan sehari-hari jarang yang dapat memenuhi kebutuhan ini, sehingga biasanya diberikan suplementasi zat besi. &lt;br /&gt;Scott dkk (1970) menetapkan bahwa jumlah zat besi yang diperlukan selama kehamilan cukup sebanyak 30 mg dalam bentuk garam besi seperti ferrous glukonat, sulfat atau fumarat yang dikonsumsi secara teratur setiap hari selama paruh kehamilan akhir, akan menyediakan jumlah zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama kehamilan dan untuk melindungi cadangan zat besi yang tersedia. Jumlah ini juga menyediakan kebutuhan zat besi pada masa laktasi. Jumlah ini sebaiknya ditingkatkan sampai 60 sampai 100 mg per hari jika ibu besar, memiliki janin kembar, hamil tua, mengonsumsi suplementasi zat besi secara tidak teratur, atau memiliki hemoglobin yang rendah. Wanita yang sangat anemis yang disebabkan oleh defisiensi zat besi akan merepon baik dengan 200 mg zat besi per hari dalam dosis yang dibagi.  &lt;br /&gt;Karena kebutuhan zat besi hanya sedikit meningkat selama 4 bulan pertama kehamilan, selama waktu ini tidak perlu dilakukan suplementasi zat besi. Tidak diberikannya suplementasi zat besi selama trimester pertama kehamilan menghindari risiko bertambah beratnya mual dan muntah selama kehamilan. Konsumsi suplementasi zat besi sebelum tidur nampaknya dapat meminimalkan kemungkinan timbulnya efek samping gastrointestinal.&lt;br /&gt;Kalsium&lt;br /&gt;Wanita hamil memerlukan sekitar 30 gram kalsium, yang sebagian besar didepositkan pada janin selama masa-masa kehamilan tua. Jumlah kalsium tersebut hanya menunjukkan sekitar 2,5 % dari total kalsium ibu, paling banyak terdapat di tulang, dan dapat dimobilisasi untuk pertumbuhan janin. Berdasarkan penelitian Heaney dan Skillman (1971) terdapat peningkatan absorpsi kalsium melalui saluran pencernaan dan retensi yang progresif. Menurut Pitkin (1985), kadar kalsium yang terikat akan msdikit menurun selama kehamilan karena menurunnya kadar albumin, tetapi tidak demikian dengan kadar kalsium yang terionisasi.&lt;br /&gt;Fosfor&lt;br /&gt;Kadar fosfor selama kehamilan tidak banyak mengalami perubahan selama kehamilan.&lt;br /&gt;Seng &lt;br /&gt;Kekurangan seng yang berat dapat menyebabkan nafsu makan yang buruk, pertumbuhan yang kurang optimal, dan terganggunya penyembuhan luka. Defisiensi seng sangat berat menyebabkan dwarfisme dan hipogonadisme. Keadaan ini juga akan menyebabkan kelainan kulit yang spesifik, yaitu akrodermatitis enteropatika, dan dapat pula, pada keadaan yang sangat jarang, menyebabkan defisiensi zinc kongenital yang berat. &lt;br /&gt;Seng dalam plasma hanya mewakili 1% total seng dalam tubuh manusia sementara seng plasma sendiri hampir seluruhnya terikat pada protein plasma maka bila didapatkan konsentrasi seng yang rendah dalam plasma, ini bukan mewakili jumlah sebenarnya dari kandungan zinc dalam tubuh namun hanya mewakili perubahan protein pengikat dalam plasma (Swanson and King, 1983). Bahkan bila konsentrasi seng pada ibu hamil diturunkan  namun jumlah  “plasma pooling” dalam tubuh bumil tetap tinggi akibat  peningkatan volume plasma selama kehamilan. &lt;br /&gt;Goldberg dkk pada tahun 1995 membuat sebuah penelitian dengan memberikan suplemen seng (25mg) pada suatu studi acak yang melibatkan 580 perempuan yang dimulai pada kehamilan  19 minggu. Level seng plasma sedikit  namun secara signifikan meningkat pada wanita yang diberikan suplemen. Anak yang dilahirkan wanita yang diberi suplementasi zinc mempunyai  berat badan lahir yang lebih tinggi (sekitar 125 g) dan mempunyai lingkar kepala yang sedikit lebih besar (sekitar 4mm). Meskipun tingkat  suplementasi yang aman untuk wanita hamil belum jelas namun secara umum dosis pemberian pada wanita hamil adalah sekitar 15 mg.&lt;br /&gt;Iodium&lt;br /&gt;Penggunaan preparat garam beriodium  oleh semua wanita hamil direkomendasikan  karena  kebutuhan  bumil meningkat akibat tuntutan janin dan pengeluaran melalui ginjal yang meningkat. &lt;br /&gt;Trend peningkatan konsumsi Iodium dalam kehamilan terjadi akibat beberapa laporan yang menghubungkan  hipotiroidisme subklinis pada bumil dengan  retardasi mental yang signifikan pada  janin(Haddow dkk, 1999). &lt;br /&gt;Defisiensi Iodium yang buruk merupakan factor predisposisi untuk kretinism yang berbentuk gangguan neurologist yang multiple. Di beberapa bagian Cina dan Afrika dimana kondisi ini endemic, suplementasi Iodium di awal kehamilan sangat bermanfaat (Cao dkk,1994).&lt;br /&gt;Namun  perlu diingat bahwa konsumsi iodium dalam dosis tertentu selama kehamilan dapat menekan fungsi tiroid dan menyebabkan goiter pada janin. &lt;br /&gt;Magnesium  &lt;br /&gt;Efek–efek kekurangan magnesium dalam kehamilan hingga kini belum diketahui secara jelas. Namun tidak diragukan lagi bahwa selama periode penyakit kronik dimana asupan magnesium rendah atau tidak ada maka level Mg dalam plasma akan menjadi sangat rendah. Hal ini juga terjadi dalam kehamilan dengan diet yang tidak seimbang. &lt;br /&gt;Beberapa penelitian tentang kekurangan Mg selama kehamilan telah dilakukan. Salah satunya dilakukan Sibai dkk  yang melakukan penelitian dengan memberikan 400 primigravida secara acak 365 mg Magnesium dan  placebo. Hasilnya akhirnya adalah bahwa tidak ada perbedaan hasil keluar pada janin.&lt;br /&gt;Tembaga &lt;br /&gt;Berbagai enzim yang mengandung tembaga seperti sitokrom oksidase mempunyai peran yang sangat penting dalam berbagai proses oksidatif dalam produksi energi tubuh. Kehamilan sendiri mempunyai efek yang sangat besar pada metabolisme tembaga dalam tubuh yang ditandai dengan peningkatan ceruloplasmin serum dan tembaga dalam plasma. Defisiensi tembaga belum didokumentasikan pada kehamilan dan belum ada studi yang mempelajari asupan tembaga pada wanita hamil secara jelas. Dosis umum yang dipakai adalam sekitar 2 mg tembaga per tablet.&lt;br /&gt;Selenium &lt;br /&gt;Zat ini adalah  komponen dasar untuk  enzin glutation peroksidase yang mengkatalase perubahan Hidrogen peroksida menjadi air. Selenium adalah komponen penting  untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Defisiensinya telah diselidiki di beberapa bagia besar dari RRC dimana  ada defisiensi Selenium secara geokimia. Efeknya adalah kardiomiopati pada anak dan wanita pada umur produktif. Namun toksisitas karena suplementasi berlebih juga telah tercatat.&lt;br /&gt;Kromium&lt;br /&gt;Zat ini dipercaya merupakan ko-faktor untuk insulin yang membantu untuk  penempelan insulin pada reseptor perifernya. Namun data–data yang berhubungan dengan krom pada wanita hamil sangat sedikit. &lt;br /&gt;Mangan&lt;br /&gt;Zat ini berfungsi sebagai ko-faktor untuk enzyme seperti glycosiltransferase yang berfungsi dalam sintesis polisakarida dan glikoprotein namun defisiensinya  pada wanita hamil belum diselidiki.&lt;br /&gt;Kalium &lt;br /&gt;Konsentrasi Kalium pada  bumil menurun sebesar 0.5 mEq/L pada trimester kedua (Brown dkk,1986). Rute pengeluarannya antara lain pada mual dan muntah yang dapat bergerak kearah hipokalemia dan alkalosis. &lt;br /&gt;Natrium &lt;br /&gt;Defisiensi pada kehamilan sangat sulit terjadi kecuali bila bumil menggunakan diuretic. Kandungan natrium plasma akan menurun dalam kehamilan namun tidak pada tingkat yang mengkhawatirkan (Brown dkk, 1986). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fluoride &lt;br /&gt;Pemberian suplementasi fluoride pada bumil sampai saat ini masih dipertanyakan karena tidak ada hasil yang berarti pada anak (Horowitz and Heifetz, 1967).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VITAMIN &lt;br /&gt;Kebanyakan bukti yang berhubungan dengan pentingnya vitamin dalam kesuksesan reproduksi didapatkan dari penelitian pada binatang. Beberapa defisiensi yang berat terjadi pada binatang yang tidak diberi vitaman, yang dimulai lama sebelum kehamilan atau dengan memberi antagonis vitamin yang poten. Pemberian beberapa vitamin dalam jumlah berlebih pada binatang hamil menunjukkan efek yang merugikan pada janin. &lt;br /&gt;Asam Folat&lt;br /&gt;Di USA, sekitar 4000 kehamilan mengalami defek pada tube neural dan lebih dari setengah dapat dicegah dengan pemberian tambahan asam folat sebesar 400 ug selama masa kehamilan (Centers for Disease Control and Prevention, 1992). &lt;br /&gt;Vitamin A&lt;br /&gt;Asupan vitamin A pada wanita hamil di USA sudah mencukupi kebutuhan (American College of Obstetricians and Gynecologists, 1998). Suplementasi rutin selama kehamilan tidak dianjurkan. Bahkan ada beberapa laporan kasus toksisitas Vitamin A berlebih (10.000–50.000 IU) yakni pada derivat vitamin A isotretinoin yang ternyata teratogen pada manusia. &lt;br /&gt;Vitamin B12  &lt;br /&gt;Level vitamin B12 pada wanita hamil menurun  namun masih dalam batas normal pada wanita hamil Karena vitamin B12 hanya didapatkan pada produk hewani maka konsumsi yang rendah   pada vegetarian atau keluarga kurang mampu perlu menjadi perhatian. &lt;br /&gt;Vitamin B6 &lt;br /&gt;Beberapa penelitian yang berusaha membuktikan keberhasilan suplementasi B6 pada bumil telah gagal (Institute of Medicine, 1990). Dosis umum yang diterima adalah 2 mg. &lt;br /&gt;Vitamin C&lt;br /&gt;Dosis yang direkomendasikan adalam 70 mg/hari atau meningkat 20%. Pada plasma Ibu jumlah vitamin C dapat berkurang namuan pada tali pusat jumlahnya meningkat. Suatu fenomena yang umum ditemukan pada vitamin yang larut dalam air. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SARAN – SARAN BAGI IBU HAMIL  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Secara umum sarankan ibu hamil untuk memakan makanan yang sesuai selera masing – masing.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pastikan julah konsumsinya cukup terutama pada keluarga dengan keadaan social ekonomi rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pastikan terdapat peningkatan Berat  Badan yang baik yakni sekitar 25 – 35 pon untuk wanita dengan BMI normal.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• Berikan tablet besi sekitar 30 mg perhari dan suplementasi folat terutama pada  awal kehamilan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Periksa kadar Hb atau Hematokrit pada minggu 28 – 32 untuk melihat penurunannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cunningham FG, Leveno KJ, Gant NF, Gilstrap L.C, Houth J.C, Wenstrom K.D. Prenatal Care. In William Obstetrics 22nd¬ ed.London: McGraw-Hill, 2005.&lt;br /&gt;2. Scott JR, Gibbs RS, Karlan AF, Haney DN. Danforth's Obstetrics and Gynecology, 9th Ed: Lippincott Williams &amp; Wilkins Publishers, 2003.&lt;br /&gt;3. Alan HD, Lauren N. Current Obstetric &amp; Gynecologic Diagnosis &amp; Treatment, Ninth Edition: The McGraw-Hill Companies, Inc., 2003.&lt;br /&gt;4. Obstetri Fisiologis. Bagian Obstetri &amp; Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-6607161361460324797?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/6607161361460324797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=6607161361460324797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6607161361460324797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/6607161361460324797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/nutrisi-dalam-kehamilan.html' title='Nutrisi dalam Kehamilan'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-9014831869588995416</id><published>2009-03-05T11:24:00.000-08:00</published><updated>2009-05-15T02:53:32.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Maternitas'/><title type='text'>Safe motherhood</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/SbBKvXDpxsI/AAAAAAAAABQ/p2iTRcRybEg/s1600-h/safemotherhood.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309826138173458114" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 92px; CURSOR: hand; HEIGHT: 85px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/SbBKvXDpxsI/AAAAAAAAABQ/p2iTRcRybEg/s400/safemotherhood.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Pendahuluan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak akhir tahun 1980-an, peningkatan kesehatan ibu dan menurunkan angka kematian ibu telah menjadi isu penting dalam beberapa pertemuan internasional, termasuk pada Millennium Summit 2000. Satu dari delapan Millennium Development Goals (MDG) yang diadaptasi dari pertemuan tersebut adalah termasuk peningkatan kesehatan ibu (MDG5). Untuk mencapai hal ini, telah disepakati target penurunan angka kematian ibu (AKI) yaitu hingga 3/4 kali antara tahun 1990 hingga 2015. Oleh karena itu AKI merupakan indikator kunci untuk menilai kemajuan pencapaian target MDG5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Tinjauan Pustaka&lt;br /&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut the International Classification of Diseases and Related Health Problems, Tenth Revision, 1992 (ICD-10) WHO mendefinisikan kematian ibu sebagai “kematian wanita hamil atau dalam 42 hari setelah persalinan, tanpa memandang lama dan tempat terjadinya kehamilan yang disebabkan oleh atau dipicu oleh kehamilannya atau penanganan kehamilannya, tetapi bukan karena kecelakaan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Safe Motherhood adalah usaha-usaha yang dilakukan agar seluruh perempuan menerima perawatan yang me&amp;shy;reka butuhkan selama hamil dan bersalin. Program itu terdiri dari empat pilar yaitu ke&amp;shy;luarga berencana, pelayanan antenatal, per&amp;shy;salinan yang aman, dan pelayanan obs&amp;shy;te&amp;shy;tri esensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengertian ini penyebab kematian ibu dapat dibagi menjadi penyebab langsung maupun tak langsung.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyebab kematian langsung yaitu setiap komplikasi persalinan disetiap fase kehamilan (kehamilan, persalinan dan pasca persalinan), akibat tindakan, kesalahan pengobatan atau dari kesalahan yang terjadi disetiap rangkaian kejadian diatas. Contohnya seperti perdarahan, pre-eklamsia/eklamsia, akibat komplikasi anestesi atau bedah kaisar.&lt;br /&gt;Penyebab kematian tak langsung yaitu akibat penyakit lain yang telah ada sebelumnya atau berkembang selama kehamilan dan yang tidak berhubungan dengan penyebab langsung tetapi dipicu secara fisiologis oleh kehamilan.&lt;br /&gt;Contohnya seperti kematian akibat penyakit ginjal atau jantung.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Epidemiologi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Empat pilar Safe Motherhood&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Keluarga Berencana&lt;br /&gt;2. Pelayanan antenatal&lt;br /&gt;3. Persalinan yang bersih dan aman&lt;br /&gt;4. Pelayanan obstetri esensial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Keluarga Berencana (KB)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Pelayanan Antenatal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Persalinan yang Aman&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Pelayanan Obstetri Esensial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya download disini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2324135754242760598-9014831869588995416?l=karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/feeds/9014831869588995416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2324135754242760598&amp;postID=9014831869588995416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/9014831869588995416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2324135754242760598/posts/default/9014831869588995416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/safe-motherhood.html' title='Safe motherhood'/><author><name>aselmahumka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11057415289951337422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xU5uei3kHGc/SbBKvXDpxsI/AAAAAAAAABQ/p2iTRcRybEg/s72-c/safemotherhood.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2324135754242760598.post-2393251083235381665</id><published>2009-02-19T14:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T14:25:00.126-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Keperawatan Maternitas'/><title type='text'>Persalinan Kurang Bulan</title><content type='html'>Definisi persalinan kurang bulan dibatasi pada kontraks
