Jumat, 04 September 2009

ASKEP NY. W DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN : STROKE ULANG KE-2 SAMA SISI e.c INFARK ATEROTROMBOLIK SISTEM KAROTIS KANAN FAKTOR RESIKO HYPERTENSI

ABSTRAK



IV Bab, viii, 109 Halaman, 2 Tabel, 4 Gambar, 1 Skema, 5 Lampiran

Tingginya angka kejadian stroke yang mencapai 57,32 % (176 orang) yang merupakan prosentase paling tinggi dari seluruh kasus sistem persarafan di Ruang 19 A RS MM serta kompleks dan besarnya akibat yang ditimbulkan, hal ini yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan asuhan keperawatan pada Ny. W. Tujuan pembuatan karya tulis ini adalah mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem persarafan : Stroke Ulang Ke-2 Sama Sisi e.c Infark Aterotrombolik Sistem Karotis Kanan Faktor Resiko Hipertensi dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Stroke yaitu kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh terhentinya suplai darah kebagian otak. Masalah keperawatan yang timbul adalah gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi, ganguan mobilitas fisik, gangguan komunikasi verbal, gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi BAB, gangguan pemenuhan kebutuhan ADL dan resiko terjadinya stroke ulang berlanjut. Perencanaan disusun bersama keluarga sesuai dengan kemampuan klien dan keluarga.
Pada pelaksanaan, tidak semua tindakan dapat dilakukan secara maksimal yaitu latihan pergerakan aktif dan pasif / ROM dikarenakan kurangnya motivasi dari klien. Setelah dilakukan intervensi selama 5 hari, pada akhir evaluasi keenam masalah tersebut dapat teratasi dengan baik sesuai dengan tujuan dan kriteria yang telah direncanakan, namun ada satu diagnosa yang harus dilakukan tindakan secara kontinyu yaitu diagnosa gangguan mobilitas fisik, karena hal ini perlu tindakan yang terus menerus dan berkesinambungan untuk menghindari dampak yang mungkin muncul seperti kontraktur bahkan kecacatan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan stroke latihan aktif dan pasif / ROM sangatlah penting sehingga tindakan yang kontinyu dan berkesinambungan sangat diperlukan, oleh karena itu penulis merekomendasikan untuk perawat ruangan agar lebih sabar dan terampil dalam melatih klien dengan stroke, sementara untuk klien dan keluarga penulis merekomendasikan agar tetap melakukan latihan ROM secara teratur, disiplin dalam minum obat, makan sesuai diet dan kontrol secara teratur.

Daftar pustaka : 25 buah (1983-2003).



Baca Selengkapnya...

Asuhan Keperawatan Pada Ny. I dengan Gangguan Sistem Pencernaan : Nyeri Perut Kanan Bawah Akibat Apendikcitis Akut Di Ruang D3 Bedah RSU DD

ABSTRAK


4 bab, 65 halaman, 2 lampiran

Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian gangguan sistem pencernaan : apendikcitis di Ruang D3 Bedah Rumah Sakit Umum Daerah DD yaitu sekitar 42,1%. Adapun tujuan yang ingin dicapai, yaitu mendapatkan gambaran tentang asuhan keperawatan pada Ny. I dengan gangguan sistem pencernaan nyeri perut kanan bawah akibat apendikcitis akut di Ruang D3 Bedah Rumah Sakit Umum DD. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode studi kasus. Apendikcitis adalah suatu peradangan yang mengenai semua lapisan dinding organ tersebut. Masalah keperawatan dalam teori adalah gangguan rasa nyaman nyeri, resiko tinggi terhadap infeksi, resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan, gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, gangguan istirahat tidur, intoleran aktivitas dan resiko terhadap konstipasi. Masalah keperawatan yang muncul pada Ny. I adalah nyeri, perubahan nutrisi kurang, gangguan perawatan kuku dan resiko terjadi infeksi. Intervensi yang direncanakan adalah ajarkan teknik relaksasi, menganjurkan klien makan sedikit tapi sering, mengajarkan tentang perawatan kuku dan merawat luka. Kesimpulan yang diperoleh penulis setelah melakukan asuhan keperawatan secara langsung adalah pada pengkajian terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus Ny. I yaitu, riwayat kesehatan sekarang dan pemeriksaan fisik. Pada diagnosa keperawatan terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus Ny. I yaitu resiko kekurangan cairan, gangguan istirahat tidur, intoleran aktivitas, dan resiko terhadap konstipasi. Pada perencanaan terdapat diagnosa nyeri perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dan resti infeksi. Pelaksanaan yang ada ditahap perencanaan dilakukan tanpa ada hambatan. Semua diagnosa keperawatan yang muncul dapat teratasi. Saran untuk institusi pendidikan yaitu hendaknya pihak institusi pendidikan menyediakan buku-buku tentang apendiktomy, sehingga penulis dapat menggunakan literatur tersebut, untuk perawat ruangan diharapkan dapat melengkapi alat-alat yang dibutuhkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien apendiktomy, dan lebih ditingkatkan sistem pendokumentasian asuhan keperawatan. Untuk klien dan keluarga dapat lebih memahami cara perawatan luka yang baik agar bisa melakukan sendiri pada saat di rumah dengan cara, untuk siswa agar lebih ditingkatkan dalam hal pengkajian dan kemampuan membina hubungan saling percaya dengan klien.

Daftar pustaka : 11 buah ( 1999-2009 )



Baca Selengkapnya...
KTI-SKRIPSI KEPERAWATAN
lebih dari 100 contoh kti-skripsi keperawatan ada disini, klik here

Berita

Loading...
 

DOWNLOAD AREA

Download Macam-Macam Askep, disini
Download Artikel Kedokteran, disini
Download Artikel Seputar Kebidanan, disini

Followers

Blog Archive